
Wajah Kayra begitu paniknya yang tidak juga menemukan putranya. Membuatnya gelisah dan terus mencari di sekitar rumah sakit.
"Mama!!!!!!" teriak Brian membuat langkah Kayra terhenti dan langsung melihat ke kirinya berasal dari mana suara itu yang ternyata benar-benar Brian.
"Brian!" lirih Kayra yang sudah sempat meneteskan air mata yang langsung berlutut dengan merenggangkan tangannya menyambut pelukan dari sang anak dan Brian berlari dengan kencang memeluk mamanya sampai akhirnya mereka berpelukan.
Davin tidak melihat Kayra. Hanya melihat punggung Kayra yang memeluk Brian. Namun Davin merasa lega dengan Brian yang akhirnya bertemu dengan mamanya. Karena Davin juga tau pasti orang tua Brian sangat khawatir.
Di sisi lain. Maya dan Aris yang ikut mencari melihat Brian berpelukan dengan Kayra.
"Om itu Brian sudah di temukan!" tunjuk Maya.
"Alhamdulillah. Ayo kita kesana!" ajak Aris. Maya mengangguk dan mereka mendekati Kayra dan Brian yang masih berpelukan.
Aris tersenyum yang merasa lega. Namun Aris melihat Pria yang berdiri sekitar 5 meter dari Kayra membuat Aris terkejut. Di mana itu adalah Davin. Dan Davin juga melihat Aris. Pasti bertanya-tanya bagi Davin kenapa Aris ada di sini. Apa lagi Reyhan sudah menjelaskan siapa Aris dan membuat Davin penuh dengan rasa penasaran.
"Sayang kamu itu dari mana aja. Mama mencari kamu kemana-mana. Kamu kenapa pergi tidak bilang-bilang mama," ucap Kayra yang sudah melepas pelukannya dari putranya dengan wajahnya yang penuh dengan ke khawatiran.
"Maafkan Brian mah. Tadi Brian di ajak Om baik untuk makan dan Bria keasyikan main sampai lupa waktu," jawab Brian menjelaskan pada mamanya.
"Tetapi seharusnya Brian bilang mama. Jadi mama tidak mencari-cari Brian," ucap Kayra.
"Iya mah maaf, Brian janji nggak akan melakukan hal itu lagi. Brian tidak akan membuat mama sedih lagi. Maafkan Brian mah, maaf," sahut Brian yang merasa bersalah pada sang mama.
"Baiklah sayang, kita lupakan kejadian ini. Mama sudah memaafkan Brian. Tetapi janji ya jangan melakukan hal ini lagi," ucap Kayra mengingatkan putranya itu.
"Iya mama," sahut Brian.
"Kamu di antar siapa kemari?" tanya Kayra.
"Itu di antar sama Om baik," jawab Brian menunjuk di belakang mamanya.
Kayra menghela napasnya dengan perlahan lalu berdiri dengan membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa Om baik yang selalu di katakan putranya itu.
Deg
Betapa terkejutnya Kayra dan Davin saat mereka saling melihat. Akhirnya setelah 5 tahun ini pertama kali pertemuan mereka dan itu membuat ke-2nya sama-sama shock dengan jantung berdebar kencang. Mata terbuka lebar, tubuh bergetar yang pasti tidak percaya jika mereka saling melihat.
__ADS_1
"Kayra!" lirih Davin dengan napasnya yang tidak stabil.
"Davin!" batin Kayra yang air matanya menetes kembali saat melihat mantan suaminya itu ada di depan matanya.
Lintasan ingatan masa lalu, pertemuan awal, kesepakatan, pertengkaran, hal-hal manis dan sampai perpisahan yang menguras air mata kembali teringat di antara ke-2nya yang pasti sama-sama tidak percaya jika mereka bisa bertemu sama sekali.
"Tidak mungkin. Aku tidak mungkin bertemu dengannya," batin Kayra yang menganggap jika ini hanyalah mimpi buruk saja.
"Kayra, Brian. Apa jangan-jangan Brian itu adalah...." Davin mulai mengambil kesimpulan dengan cepat.
"Mama itu om baiknya yang Brian ceritakan yang Om baik belikan Brian eskrim yang banyak," ucap Brian dengan memegang tangan Kayra.
"Om baik ini Bu Dokter yang Brian bilang. Ini mama Brian," sahut Brian yang sejak tadi bicara. Namun tidak tau. Apakah Davin dan Kayra mendengarnya. Yang jelas masih sampai detik ini mereka masih saling melihat dengan ekspresi kaget dan jantung yang masih saling berdebat kencang.
Aris hanya melihat dengan ekspresi tidak terbaca. Dia mengamati pandangan putrinya dan juga pandangan Davin.
"Brian!" tiba-tiba suara Pria membuat Kayra dan Davin sama-sama tersentak kaget.
Brian melihat ke arah suara itu yang ternyata seorang Pria tampan yang bertubuh tinggi tegap dengan membawa paper bag dengan tersenyum lebar.
Pandangan Davin beralih pada Pria yang di panggil Brian itu Daddy yang membuat Davin terkejut dan kembali melihat Kayra seolah bertanya.
"Kayra sudah menikah," batin Davin yang begitu terkejut mendengarnya.
Pria tampan yang sedang menggendong Brian langsung menghampiri Kayra, Aris dan Maya dan Davin masih tetap pada tempatnya.
"Pah!" sapa Pria itu dengan mencium punggung tangan Aris
"Haykal!" sahut Aris tersenyum.
"Kenapa Daddy lama sekali pulangnya. Brian, mama dan kakek, kangen tau," sahut Brian.
"Maaf Brian pekerjaan Daddy baru selesai," sahut Haykal.
Haykal melihat ke arah Davin yang sekarang melihat Haykal. Membuat Haykal bingung. Kenapa dia mendapat tatapan seperti itu
"Sayang siapa itu?" tanya Haykal dengan pelan.
__ADS_1
"Itu Om baik Daddy dan Om baik ini adalah Daddy nya Brian," ucap Brian yang memperkenalkan lagi.
Davin menelan salivanya dengan mengangguk. Jelas dia semakin terkejut. Bertemu Kayra setelah 5 tahun dan sekarang Kayra sudah menikah. Bagaimana Davin tidak terkejut sama sekali.
"Hmmmm, ada sebaiknya kita masuk. Brian pasti capek," sahut Aris yang mengalihkan ketegangan.
"Baik kakek," sahut Brian, "Om baik Brian masuk ya terima kasih untuk makanannya, sampai ketemu lagi," ucap Brian yang melambaikan tangan yang masih berada di gendongan Haykal. Davin hanya mengangguk saja dengan ekspresi datarnya.
"Ayo kita masuk. Daddy sudah membawakan banyak mainan untuk kamu," ucap Haykal.
"Benarkah! Brian tidak sabar untuk melihatnya," sahut Brian dengan cerianya dan penuh semangat yang masuk kedalam bersama Haykal.
"Ayo Kayra kita masuk!" ajak Aris.
Kayra menghela napasnya dengan mengangguk dan melangkah ingin pergi dari Davin.
"Bukannya kita harus bicara," ucap Davin membuat langkah Kayra terhenti. Dan membuang napasnya perlahan kedepan.
"Papa duluanlah. Nanti Kayra menyusul," ucap Kayra. Aris menganggukkan kepalanya dan meninggalkan Kayra dan Davin. Begitu juga dengan Maya yang juga ikut pergi.
Kayra berusaha untuk tenang saat Davin melangkah mendekatinya.
"Aku tidak percaya. Jika akhirnya kita bertemu selama 5 tahun tidak pernah bertemu," ucap Davin yang juga berusaha tenang.
"Hmmm, makasih sudah membawa anakku pulang," sahut Kayra yang tidak pandangan matanya kemana-mana yang tidak berani melihat tatapan mata Davin yang di pastikan banyak yang ingin di tanyakan Davin.
"Kau sudah menikah?" tanya Davin.
Kayra melihat kearah Davin tanpa menjawab apa-apa.
"Dia suamimu dan Brian anakmu. Kau sudah menikah lagi. Bagiamana mungkin kau bisa menikah tanpa bercerai denganku," ucap Davin membuat Kayra terkejut.
"Apa yang kau bicarakan?" tanya Kayra.
Kita belum bercerai Kayra. Kenapa kau bisa menikah?" tanya Davin dengan menekan suaranya yang terlihat marah. Sementara' Kayra hanya melihat Davin dengan raut wajah penuh kebingungan.
Bersambung
__ADS_1