
Bella harus sadar diri dengan posisi dirinya yang bukan siapa-siapa. Bisa sih Bella menjadi senior Kayra. Tapi Kayra adalah atasan Bella. Karena Kayra menjadi istri Davin dan bahkan di aku sendiri oleh papa Davin.
Jadi Bella hanya bisa menahan amarahnya di dalam dirinya yang dengan mengepal ke-2 tangannya dan terlihat emosi dengan Kayra dan Davin yang tidak segan-segan menunjukkan kemesraan nya dengan Davin. Malah semakin di tambah-tambahi
"Emang enak syukurin," batin Kayra yang ingin tertawa terbahak-bahak karena melihat Bella yang kepanasan.
"Ehem, sepertinya ini ada tindak kesengajaan," ucap Davin yang menatap istrinya dengan ke-2 alisnya yang merasa Kayra sedang melakukan sandiwara.
"Kesengajaan apa. Tidak ada yang melakukan kesengajaan," sahut Kayra.
"Apa karena ada dia," ucap Davin melirik Bella.
"Issss jangan coba melihatnya," Kayra langsung menggeser kepala Davin yang coba-coba ingin melihat Bella. Davin yang adanya tersebut. Paling suka deh. Kalau melihat Kayra cemburu.
"Brian bilang kamu itu paling cemburu dengan dia," ucap Davin.
"Tidak juga," sahut Kayra, "siapa juga yang cemburu. Aku hanya kesal kepadanya. Dia itu Dokter yang suka menguasai. Paling merasa senior," ucap Kayra dengan nada kesalnya yang menunjukkan kemarahannya pada Bella.
"Jadi kamu itu kesal dengan dia. Karena dia senior yang menindasmu atau karena kamu cemburu kepadanya?" tanya Davin dengan menatap penuh selidik Kayra.
"Dua-duanya. Bagiku dia itu menyebalkan dari segi apapun dan aku sangat tidak menyukainya. Dia juga pernah semena-mena dengan Brian," jawab Kayra.
"Baiklah kalau begitu jangan kesal lagi kepadanya. Aku tidak akan dekat-dekat dengannya," ucap Davin.
"Ya kamu memang tidak boleh dekat-dekat dengannya," jawab Kayra.
"Iya sayang. Sudah-sudah ayo makan lagi. Kamu jangan terus bicara. Kita makan dan setelah ini kita pergi ajak Brian jalan-jalan," ucap Davin.
"Mau kemana?" tanya Kayra dengan dahinya yang mengkerut.
"Aku ada janji sama Brian mau mengajaknya jalan-jalan," jawab Davin.
"Kemana?" tanya Kayra.
"Ya tidak tau tergantung Brian saja," jawab Davin.
"Lalu bagaimana dengan aku. Bukannya aku masih ada operasi setelah ini?" tanya Kayra yang memang dia masih ada pekerjaan dan tugas Dokter tidak bisa di undur-undur atau di cansel.
__ADS_1
"Jangan khawatir tidak apa-apa, aku sama Brian akan menunggu kamu. Jadi jangan khawatir," sahut Davin.
"Kalau lama bagaimana?" tanya Kayra.
"Memang selama apa sih Kayra," sahut Davin dengan mengayun suaranya.
"Iya-iya. Baiklah kalau begitu," sahut Kayra.
"Ya sudah buruan kamu makan, jangan banyak bicara lagi. Nia buka mulutnya!" Davin langsung menyodorkan makanan kemulut Kayra.
Kayra tersenyum dan menerima suapan itu dengan senang hati. Pasangan itu benar-benar kembali bucin dan masa bodo itu rumah sakit atau tidak dan mereka menjadi bahan baper atau tidak. Karena memang ke-2nya kembali menjadi bucin jadi nggak masalah deh.
**********
Davin dan Brian pun menunggu Kayra di rumah sakit yang memang Kayra benar-benar sedang melakukan operasi. Jadi Brian dan Davin tetap setia menunggu mamanya.
"Mama masih lama papa?" tanya Brian.
"Kata mama hanya tinggal 1 pasien lagi," kawan Davin.
"Oh iya memang Brian mau ngajak papa dan mama jalan-jalan kemana?" tanya Davin. Brian yang memang menginginkan hal itu. Davin juga tidak tau sebenarnya. Kemana anaknya itu mengajaknya.
"Ada deh pah, masih Brian rahasiakan," sahut Brian dengan tersenyum yang penuh dengan rahasia.
"Oh jadi sekarang main rahasia-rahasia an nih," ucap Davin dengan 1alisnya yang terangkat.
"Hmmmm apa lagi nih yang di rahasiakan," sahut Kayra yang tiba-tiba sudah datang.
"Mama," sahut Brian dengan hebohnya yang menghampiri mamanya, "mama sudah selesai bekerja?" tanya Brian.
"Sudah sayang," jawab Kayra, "sekarang katakan sama mama apa yang di rahasiakan Brian?" tanya Kayra.
"Tidak ada yang rahasia kok mah. Hanya saja papa tadi tanya kita mau kemana. Brian bilang kan rahasia. Memang mama dan papa tidak boleh tau kan Supraise," ucap Brian dengan polosnya bicara. Kayra tersenyum mendengarnya. Begitu juga dengan Davin yang anaknya itu memang kelewat batas pintarnya.
"Baiklah sayang kalau begitu. Anak mama ternyata sudah sangat pintar membuat Supraise. Bikin mama penasaran saja," ucap Kayra.
"Iya dong mama sayang," sahut Brian.
__ADS_1
"Sudah-sudah sekarang ayo kita pergi," sahut Davin yang baru berdiri dari tempat duduknya.
"Baik papa. Ayo mama!" ajak Brian. Kayra menganggukkan kepalanya.
"Brian mau papa gendong?" tanya Davin
"Boleh papa," sahut Brian dan Davin langsung menggendong Brian dan berjalan bersama Kayra.
Saat mereka keluar dari rumah sakit sangat kebetulan sekali mereka berpapasan dengan Bella.
"Pak Davin," sapa Bella dengan tersenyum dengan menundukkan kepalanya dan lihatlah wajah sewot Kayra.
"Hay Dokter Bella!" sapa Brian yang tumben-tumbenannya menyapa Bella.
"Hallo anak tampan dan Tan tampan," sahut Bella dengan manis sok imut bicara pada Brian membuat Kayra geli sendiri bahkan Bella sampai memegang pipi putranya itu.
"Kenapa Dokter Bella bilang Brian anak baik. Bukannya waktu itu Dokter Bella bilang kalau Brian itu sangat nakal. Dokter Bella pasti bohongkan," sahut Brian dengan polosnya yang membuat Kayra tidak bisa menahan senyumnya dengan kata-kata Brian yang ada juga benarnya.
"Dokter itu tidak boleh bohong, atau jangan-jangan Dokter bilang Brian anak baik. Karena Dokter tau kalau Brian ini anak papa Davin dan Dokter sengaja buat dekati Brian supaya bisa dekati papa Brian," lanjut Brian yang habis-habisan membongkar isi hati dan pikiran Bella.
Kayra rasanya sudah ingin tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Brian yang habis-habisan mengatai Bella yang membuat Bella sama sekali tidak bisa berkutik.
"Emang enak di kata-kata in Brian. Makanya jangan punya pikiran jelek sekarang tau rasa sendiri kan," batin Kayra yang begitu puasnya dengan anaknya yang super baik dalam menyampaikan semua yang ingin di sampaikannya sebenarnya.
Sementara Davin hanya diam yang menonton saja.
"Kurang ajar anak kecil ini berani sekali dia mengatakan hal itu di depan Davin. Aku sungguh ingin merobek mulutnya itu," batin Bella yang hanya bisa mengumpat di dalam hatinya.
"Dokter Bella lain kali jangan seperti itu mama Brian dan papa Brian itu saling bersama. Jadi Dokter jangan macam-macam ya sama mama Brian nanti Brian yang akan turun tangan sendiri," ucap Brian dengan memberi ancaman.
"Sudah-sudah Brian, sekarang sebaiknya kita langsung pergi saja ayo," ajak Davin yang tidak mau berlama-lama.
"Baik papa," sahut Brian.
Kayra hanya tersenyum pada Bella dan langsung pergi bersama Davin dan juga Brian.
Bersambung
__ADS_1