
Kayra masih berada di luar dengan perasaannya yang tidak bisa di katakan seperti apa. Dia masih berusaha untuk menenangkan dirinya.
" Kayra!" ucap seorang pria dengan suara beratnya membuat Kayra membalikkan tubuhnya dan ternyata Aldo. Kayra yang masih meneteskan air mata langsung menyeka air matanya.
" Pak Aldo!" ucap Kayra gugup.
" Kamu kenapa?" tanya Aldo.
" Ehemmm, tidak saya tidak apa-apa pak," jawab Kayra dengan menelan salivanya yang mendadak gugup.
" Hmmm, begitu rupanya. Kamu kenapa tidak ke dalam?" tanya Aldo.
" Hmmm, saya, saya lagi cari udara Pak. Nanti baru ke dalam," jawab Kayra dengan gugup sambil tersenyum. Aldo mengangguk-angguk saja.
" Ya sudah pak. Kalau begitu saya kembali ke dalam dulu," ucap Kayra yang pamit dan melewati Aldo. Namun Aldo menahan tangannya membuat Kayra menghentikan langkahnya.
" Kita bicara sebentar," ucap Aldo. Kayra melepas dengan pelan tangannya dari Aldo.
" Memang mau bicara apa pak?" tanya Kayra.
Aldo tersenyum dan menghadap Kayra.
" Pertama saya ingin mengatakan. Kamu sangat cantik hari ini!" puji Aldo. Mendengar pujian itu bukannya membuat Kayra senang dia malah merasa begitu risih.
" Saya bahkan melihat kamu adalah ratunya di Perusahaan ini. Kamu sadar tidak jika kamu begitu mencuri perhatian," ucap Aldo yang tidak henti-hentinya memuji penampilan Kayra.
" Jangan mengatakan hal itu pak. Saya menjadi kurang nyaman," jawab Kayra malu-malu.
" Tapi itu adalah kenyataan," sahut Aldo.
" Oh, iya pak Aldo tadi mau bicara apa?" tanya Kayra yang langsung to the point. Dia tidak nyaman harus berlama-lama di dekat Aldo.
Aldo mendekati Kayra yang mana jarak mereka begitu dekat dan terlihat Kayra yang gugup dan Aldo juga begitu gugup.
" Ada Pak Aldo?" tanya Kayra lagi dengan bibirnya bergetar.
__ADS_1
" Maaf kalau saya lancang pada kamu. Tetapi jujur saya tidak bisa mengendalikan perasaan saya. Kayra saya itu menyukai kamu," ucap Aldo menyampaikan perasaannya yang membuat Kayra terkejut dan melihat Aldo dengan serius.
" Mungkin kamu kaget mendengar pernyataan dari saya. Tetapi apa yang saya katakan adalah yang sebenarnya. Jika saya begitu menyukai kamu. Saya ingin kamu menjadi istri saya," lanjut Aldo yang melamar Kayra terang-terangan.
Napas Kayra naik turun mendengar lamaran Aldo. Ya ternyata benar selama ini Aldo menyimpan perasaan yang dalam kepada Kayra dan bahkan tidak tau jika Kayra sudah menikah dan Aldo melamarnya.
" Pak Aldo!" lirih Kayra dengan suaranya yang bergetar.
Aldo pun meraih tangan Kayra, " jangan di jawab Kayra. Saya tau kamu keget dengan apa yang saya katakan. Tetapi apa yang saya katakan dari hati saya yang paling dalam. Saya menyukai kamu Kayra!" tegas Aldo yang benar-benar menyatakan perasaannya kepada Kayra.
Kayra hanya diam yang tanpa berkutik sama sekali. Dia tidak tau harus bicara apa.
Ternyata Davin yang sejak tadi mencari Kayra mendengar apa yang di katakan Aldo pada Kayra. Mendengar ada Pria lain yang melamar istrinya.
Davin mengepal tangannya mendengar jelas dan melihat dengan mata kepalanya sendiri. Bagaimana Aldo yang memegang tangan istrinya. Sungguh berani rasanya Aldo menyentuh Kayra. Bahkan Kayra sama sekali membiarkan Pria lain menyentuhnya membuat Davin emosi tingkat dewa.
Davin pun meninggalkan tempat itu yang tidak melakukan apa-apa. Karena itu pesta Perusahaan dan mana mungkin Davin menghajar Aldo, meski dia ingin melakukannya. Tapi dia harus menjaga nama Perusahaan dan tidak ingin bertindak bodoh.
Sementara Kayra yang masih dek-dekan langsung melepas tangannya dari Aldo.
" Maksud kamu?" tanya Aldo.
" Maaf Pak Aldo saya harus kembali kedalam," ucap Kayra yang langsung pergi. Namun Aldo masih menahan tangannya.
" Kamu tidak menolak saya kan Kayra. Kamu hanya belum bisa menjawab kan Kayra," ucap Aldo.
" Pak Aldo, saya harus masuk!" ucap Kayra yang melepaskan tangannya dari Aldo. Namun terlihat masih di tahan Aldo.
" Kasih saya alasan yang jelas Kayra. Kamu menolak saya atau hanya memberi saya waktu. Saya tau kamu terkejut. Tetapi ini lah perasaan saya yang sesungguhnya," ucap Aldo.
Kayra pun melepas tangannya dengan paksa dan langsung pergi dari hadapan Aldo. Dia tidak bisa mengatakan jika dia sudah menikah dan perasaannya juga sedang kacau, mengingat masalahnya dengan Davin. Yang mana mereka mungkin akan berpisah.
*********
Kayra berjalan dengan buru-buru di tengah-tengah pesta dengan gaunnya yang menyerat dan yang matanya masih bergenang degan perasaannya yang tidak menentu.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya Kayra harus menabrak satu pelayan yang membawa minuman.
Prangg
Terdengar suara pecahan gelas ke lantai yang membuat mata tertuju pada Kayra. Termasuk Davin, Oma, Altarik, Mesya, Zoy, Lian dan Gisell.
" Maaf saya tidak sengaja," ucap Kayra yang berjongkok dengan untuk membereskan lantai itu.
Apa yang di lakukan Kayra menjadi pusat perhatian tubuhnya bergetar dan terlihat begitu gugup.
Giselle, Mesya yang melihat hal itu menyunggingkan senyumnya yang meremehkan Kayra. Bahkan Pricilla yang ada di sana pun tersenyum sinis yang begitu puas dengan Kayra yang menjadi tontonan dan bahkan terdengar cuitan pergosipan orang-oranga yang ada di pesta. Siapa lagi kalau bukan karyawan- karyawan yang sudah bergosip di Perusahaan.
Aldo ternyata sejak tadi mencari Kayra dan melihat Kayra seperti itu membuatnya simpati. Aldo ingin menghampiri Kayra. Namun Davin terlebih dahulu menghampiri Kayra.
Davin berjongkok di depan Kayra dengan menghentikan tangan Kayra. Agar tidak menyentuh gelas itu.
" Jangan melakukannya!" ucap Davin. Kayra mengangkat kepalanya dan melihat Davin. Davin melihat air mata jatuh di pipi Kayra dan tangan Kayra begitu dingin.
Davin langsung membantu Kayra berdiri dan langsung memeluknya yang membuat orang-orang di sana terkejut. Termasuk Aldo yang pasti heran dengan Aldo memeluk Kayra dengan erat. Begitu juga dengan Kayra yang memeluk Davin yang seakan membutuhkan Davin untuk menenangkan perasaannya.
Oma, Altarik, dan Reyhan tersenyum melihat hal itu. Sementara Mesya, Lia dan Giselle melihat dengan sinis. Zoy melihatnya datar-datar saja. Namun keluar senyuman tipis.
Davin melepas pelukannya dari Kayra dan memegang ke-2 pipi Kayra mengusap air mata Kayra.
" Kau tau apa yang kau lakukan. Semua orang melihat kita," ucap Kayra. Davin melihat di sekitarnya dengan orang-orang yang bertanya-tanya masalah Davin dan Kayra.
Davin menggenggam tangan Kayra dengan erat dengan mata Davin berkeliling melihat semua orang dan termasuk melihat Aldo yang mana Aldo begitu terkejut.
" Di acara ulang tahun Perusahaan ini. Saya Davin Ardiansyah Altarik CEO Perusahaan akan mengumumkan satu hal yang selama ini tidak kalian ketahui. Bahwa wanita yang di samping saya ini Kayra Anatasya Devi adalah istri sah saya," ucap Davin berterus terang yang mengejutkan semua orang.
Mata semua orang melotot mendengar apa yang di katakan Davin, mereka saling berbicara dengan teman di sampingnya saat mendengar kata-kata Davin. Termasuk Aldo yang tidak percaya dan Pricilla sendiri mengepal tangannya dengan deru napasnya yang naik turun mendengar Davin mengakui hal itu. Namun Kayra hanya melihat saja Davin yang berbicara dengan rasa gugup yang semakin besar.
" Saya dan Kayra sudah menikah beberapa bulan yang lalu di Singapura di saksikan keluarga saya dan juga keluarga istri saya. Tidak ada yang di tutupi dalam pernikahan kami. Mungkin ini mengejutkan semua orang. Tetapi memang pada kenyataannya. Kayra adalah istri sah saya yang juga sekarang sedang mengandung anak kami," tegas Davin.
Hal ini lebih mengejutkan Kayra dengan Kayra melihat ke arah Davin yang begitu kaget. Bahwa Davin tau dia hamil. Sementara dia tidak memberitahu sama sekali hal itu.
__ADS_1
Bersambung