
Brian sekarang berada di ruangan Davin dengan Brian yang duduk di pangkuan Davin.
"Yang salah kan Brian bukan mama. Tetapi kenapa Tante itu malah menayakan mama," ucap Brian yang sedih dengan mamanya yang di bawa-bawa.
"Papa akan memberinya hukuman, teguran keras. Karena sudah berani pada kamu," ucap Davin. Dia juga merasa kesal dengan Bella yang tadi membawa-bawa orang tua yang pasti dia adalah yang di bicarakan.
"Hukuman apa pah?" tanya Brian penasaran.
"Nanti Brian akan tau sendiri," jawab Davin.
"Baik pah. Tapi jangan yang berat-berat. Karena Brian juga salah. Papa menghukumnya karena tante Dokter menyalahkan mama. Jadi jangan menghukum berlebihan," ucap Brian dengan bijak.
"Brian tenang aja. Papa tau apa yang harus papa lakukan," ucap Davin. Brian mengangguk-angguk.
"Hmmm, oh iya pah. Kenapa papa sekarang jarang ke rumah. Bahkan tidak pernah jemput Brian pulang sekolah?" tanya Brian. Davin diam sejenak yang tidak bisa menjawab begitu saja yang membuat Brian sangat menunggu jawaban itu.
"Papa!" tegur Brian.
"Papa sedang banyak kesibukan. Jadi papa tidak bisa terlalu sering ketemu kamu. Jadi hanya meminta untuk kamu jaga mama saja. Kami ini anak laki-laki yang tangguh. Jadi jaga mama dengan baik," lawan Davin dengan tersenyum.
"Kalau itu pasti papa," sahut Brian dengan semangat.
"Oh iya Brian. Papa ingin tanya sesuatu pada kamu. Kenapa kamu tidak memanggil papa saat ada orang lain apa lagi saat di rumah sakit?" tanya Davin.
"Bukannya papa kemarin pernah bilang sama Brian. Kalau Brian jangan memanggil papa kalau lagi di rumah sakit. Nanti mama dalam masalah," jawab Brian.
Kayra memang meminta Davin mengurus hal itu dan bicara pada Brian. Karena pasti jika orang-orang yang ada di rumah sakit tau bagaimana Brian memanggil Davin papa. Akan terjadi kerusahan dan gosip di mana-mana dan Kayra tidak mau jika semua orang harus mengetahui jika dirinya adalah mantan dari Davin.
"Tapi Brian yang seharusnya bertanya pah. Memang kenapa mama harus marah dan iya apa tidak boleh orang-orang tau kalau Brian itu anak papa?" tanya Brian dengan wajahnya kebingungan. Jika kemarin dia hanya menurut saja saat Davin mengatakan hal itu. Dan sekarang Brian harus tau alasannya.
__ADS_1
"Kenapa mama juga harus marah. Memang apa yang salah?" tanya Brian lagi, "apa jangan-jangan papa malu ya mengakui Brian sebagai anak. Karena Brian nakal," sahut Brian membuat Davin langsung melihat ke arah Brian. Mendengar hal itu membuat Davin sedih. Anaknya itu sungguh sangat memperihatinkan sekali.
Toko-tok-tok-tok
Pintu di ketuk membuat Davin melihat ke arah pintu.
"Masuk!" perintah Davin dan pintu di buka yang ternyata adalah Bella. Dan Bella cukup kaget melihat ke dekatan Brian dan Davin. Sampai Brian di pangku-pangku segala lagi. Begitu melihat Bella. Brian langsung beralih dari pangkuan Davin menuju Sofa dan Bella langsung menunduk di depan Davin dengan kedua tangannya yang saling mengatup di bawah sana.
"Kamu seorang Dokter. Tetapi kelakukan kamu mencerminkan seperti orang tidak mempunyai pendidikan," ucap Davin dengan sinis.
"Maaf pak, tapi bukan sepenuhnya kesalahan saya," sahut Bella yang mencari pembelaan.
"Ini lah kesalahan kamu yang tidak mau mengakui kesalahan kamu. Jika itu kesalahan anak kecil. Kamu bisa menegurnya baik-baik, memberinya nasehat. Bukan dengan berbuat semaumu dengan kau menghinanya memarahinya di depan orang lain. Apa kau merasa pantas melakukan hal itu," ucap Davin yang habis-habisan memarahi Bella dengan sinis.
Bella tidak bisa mencari pembelaan lagi. Dia hanya mengumpat dengan penuh kemarahan di hatinya dengan apa yang telah di alaminya barusan. Gara-gara anak kecil yang pasti anak dari wanita yang di bencinya. Dia di marahi Davin dan bahkan di depan Brian.
********
"Iya Kayra. Tapi kamu tenang saja. Aku melihat Pak Davin sepertinya berpihak pada Brian dan bahkan dia juga langsung menyalahkan Dokter Bella dan menegur Dokter Bella," sahut Maya
"Dokter Bella benar-benar keterlaluan ya. Hanya gara-gara itu saja. Dia sampai seperti itu pada Brian," sahut Anggi yang juga sangat kesal dengan Bella.
"Aku juga geram. Tapi untung saja ada Pak Davin. Jika tidak aku juga tidak tau bagaimana menghadapi Dokter Bella," sahut Maya.
"Lalu di mana Brian?" tanya Kayra yang mengkhawatirkan putranya tersebut.
"Tadi Brian di bawa sama pak Davin," jawab Maya. Kayra pun langsung pergi untuk menemui putranya. Karena begitu khawatir dengan putranya.
"Kayra!" panggil Anggi.
__ADS_1
"Kasian juga Kayra. Apa lagi Brian," ucap Maya.
"Eh Maya kamu serius, kalau pak Davin membela Brian?" tanya Anggi yang masih tidak percaya.
"Iya aku serius. Bahkan kamu harus tau. Saat Pak Davin datang Brian langsung berlari dan memeluk pak Davin. Pak Davin juga terlihat peduli pada Brian," jelas Maya.
"Kok mereka kelihatan dekat banget ya?" tanya Anggi.
"Aku juga tidak tau. Tetapi mungkin karena pak Davin dan Brian awalnya sebelumnya pernah bertemu dan kebetulan juga di rumah sakit ini sering bertemu. Waktu Brian pernah hilang aja. Pak Davin yang menemukannya," jelas Maya.
"Lihatlah Pak Davin dan Brian aja sudah begitu dekat. Lalu kenapa Kayra tidak pekak juga, seharunya Kayra itu membuka hati untuk pada Davin," sahut Anggi yang gemes dengan temannya itu.
"Kita doakan aja yang terbaik," sahut Maya. Anggi menganggukan kepalanya.
********
Davin sudah selesai bicara dengan Bella, menegur Bella dan memberi Bella hukuman. Tapi tidak tau hukuman apa yang di berikan Davin. Namun saat keluar dari ruangan Davin terlihat wajah Bella yang tampak begitu kesal dengan tangannya yang terkepal.
"Kurang ajar, semua ini gara-gara anak sialan itu. Aku mendapat teguran keras dan gara-gara anak itu juga aku di hukum. Issss ibu sama anak sama saja," umpat Bella penuh kemarahan yang tidak terima dengan hal itu.
"Tapi kenapa anak itu sangat dekat dengan Davin ya dan tadi pakai di pangku-pangku segala lagi. Aku yakin pasti Kayra menggunakan anaknya untuk mencari perhatian Davin," batin Bella semakin marah.
Kayra yang mencari Brian memilih untuk keruangan Davin yang menurutnya Brian ada di sana dan Bella belum pergi dari depan ruangan itu membuat Kayra dan Bella saling menatap sinis.
"Semua ini gara-gara wanita ini. Lihatlah dia pasti cari perhatian setelah ini," batin Bella dengan sinis.
Namun Kayra tidak meladeninya dan langsung masuk ke ruangan Davin dengan cepat.
Bersambung
__ADS_1