
Davin begitu mengkhawatirkan Kayra dan menunggu dengan wajahnya yang semakin cemas. Apa lagi masih tear suara Kayra yang mual-mual.
" Kay. Kamu baik-baik saja?" tanya Davin mengetuk pintu dan tidak ada sahutan dari dalam. Terdengar suara air dan tidak lama pintu pun di buka dan memperlihatkan mulut Kayra yang basah dan wajah Kayra yang masih pucat.
" Kamu tidak apa-apa?" tanya Davin memegang ke-2 bahu Kayra di mana Davin begitu paniknya pada Kayra.
" Aku sudah mengatakan aku lapar. Tetapi kau malah memaksaku," jawab Kayra dengan kesal yang memijat kepalanya yang terasa berat.
" Maafkan aku Kayra. Apa kita harus kerumah sakit. Aku melihat kamu sedang tidak sehat," ucap Davin yang merasakan tubuh Kayra hangat.
" Aku tidak apa-apa. Aku mau makan saja dan setelah itu mau istirahat," ucap Kayra dengan suaranya yang begitu lemas.
" Baiklah Kayra. Ya sudah aku akan menyuruh Reyhan untuk membawakan makanan. Kamu istirahat di ruanganku," ucap Davin begitu lembut.
" Tidak usah," tolak Kayra.
" Kayra jangan memulai masalah. Ayo istirahat di ruanganku!" ajak Davin yang tidak mau ribut lagi dengan Kayra.
" Bagaimana jika ada yang masuk. Semuanya akan bertanya-tanya. Kenapa aku ada di ruangan mu dengan santai-santai," ucap Kayra.
" Kau hanya mengikutiku saja. Jangan memikirkan bagaimana ini dan itu. Ayo!" tegas Davin. Kayra menghela napasnya dan mau tidak mau menuruti Davin. Dia memang ingin merebahkan dirinya. Karena tubuhnya yang tidak baik-baik saja.
Davin dan Kayra pun akhirnya keluar dari ruangan itu yang langsung menuju ruangan Davin. Di perusahaan memang tidak ada yang tau jika Davin sudah menikah. Meski Altarik juga masih sering ke perusahaan. Namun dia juga tidak pernah menyinggung-yinggung soal pernikahan putranya. Ya kalau tidak di tanya kenapa harus bicara.
Sementara Lian sendiri tidak beroperasi di perusahaan dan hanya Zoy yang ada di perusahaan. Tetapi sangat kebetulan. Ketika Zoy di pindahkan ke Bandung oleh Oma. Kayra memasuki Perusahaan. Jadi tetap saja tidak ada yang tau Davin menikah. Atau istri Davin adalah Kayra. Mungkin kalau Zoy masih di Perusahaan dan melihat Kayra ada di sana ya di pastikan semuanya memang akan terungkap.
******
__ADS_1
Akhirnya Reyhan pun membelikan berbagi makanan untuk istri bosnya itu. Namun apa Kayra yang sudah berada di ruangan Davin dan duduk di sofa di samping Davin. Malah tidak selera memakan sedikitpun makanan itu.
" Kayra kau tadi mengatakan lapar. Sekarang sudah banyak makanan. Bukannya di makan. Tapi malah di lihati saja. Ayo makan!" desak Davin dengan tegas.
" Aku sudah tidak selera makan. Ini semua salahmu. Kau mengganggu mood ku. Seharusnya tadi aku lapar. Tetapi kau melakukan hal-hal yang tidak-tidak. Laparku jadi hilang dan malah mau muntah melihat makanan ini," ucap Kayra dengan kesal yang malah menyalahkan Davin.
" Jadi semua ini salahku?" tanya Davin menaikkan 1 alisnya.
" Jadi salah siapa lagi. Masa iya salah Reyhan," sahut Kayra.
" Baiklah aku yang salah. Tetapi kau harus tetap makan," sahut Davin mengalah dan tetap memaksa Kayra makan.
" Aku sudah mengatakan tidak berselera. Nanti saja aku makan. Aku mau tidur," ucap Kayra yang tetap menolak.
Davin hanya menghela napasnya panjang. Dia tidak tau juga harus mengatakan dan berbuat apa-apa.
" Baiklah ayo istirahat!" ajak Davin membuat Kayra bingung.
Davin tidak menjawab dan langsung meraih tangan Kayra dan membuat Kayra berdiri. Kayra heran kemana Davin membawanya.
" Davin aku mau kau bawa kemana. Aku mau tidur?" tanya Kayra yang memberontak sampai pada akhirnya Davin membuka pintu dan Kayra melihat ke dalam ruangan yang barusan di bukakan Davin yang ternyata kamar tidur dengan tempat tidur yang ber size besar yang berseprai coklat muda.
" Kamar!" pekik Kayra yang cukup kaget.
" Kamu istirahat di dalam saja," ucap Davin.
" Ada kamar rahasia di ruanganmu!" ucap Kayra yang seharunya memang tidak heran. Karena bukankah kebanyakan para Pembisnis itu akan mempunyai tempat lain di ruangannya untuk beristirahat.
__ADS_1
" Ya seperti yang kau lihat," jawab Davin, " jadi istirahatlah di dalam. Jika nanti ada yang masuk pun. Tidak akan ada yang mengetahui kamu ada di ruanganku. Karena kamu ada di dalam," ucap Davin.
" Sudah berapa wanita yang kau ajak tidur di dalam?" tanya Kayra to the point. Karena memang pasti Davin tidak mungkin tidak pernah mengajak wanita untuk berada di dalam.
" Kau itu jangan berpikiran buruk saja kepadaku. Aku tidak pernah mengajak wanita bercinta di ruanganku. Aku masih punya uang untuk menyewa hotel. Jadi pikiranmu ini jangan selalu jelek kepadaku. Kau yang pertama yang melihat tempat ini," ucap Davin meyakinkan Kayra.
Tidak tau apakah Kayra harus senang atau tidak dengan pernyataan Davin yang mengatakan dia orang pertama.
" Jangan melamun ayo buruan istirahat. Bukannya tadi mengatakan ingin istirahat," ucap Davin.
" Kamu sendiri ngapain?" tanya Kayra.
" Aku tidak akan mengganggumu. Aku akan mengerjakan pekerjaanku di mejaku. Jadi jangan panik. Takut sekali aku memperkosamu," ucap Davin dengan yang tau jalan pikiran Kayra yang makanya Kayra ragu untuk memasuki ruangan itu.
" Jika pekerjaanmu tidak banyak. Aku ingin di temani di dalam," ucap Kayra tiba-tiba. Sampai membuat Davin kaget dengan ke-2 matanya melotot yang bola matanya hampir keluar, Sepertinya telinga Davin salah mana mungkin Kayra wanita si jual mahal mengatakan hal itu. Atau mungkin mulut Kayra yang bicara tanpa dia sadari.
" Aku hanya mengatakan. Jika pekerjaanmu tidak banyak," sahut Kayra menegaskan yang memang apa yang di dengar Davin tidak salah.
" Aku benar-benar tidak salah dengar kau memintaku untuk menemanimu di dalam?" tanya Davin yang masih begitu shcok.
" Aku tiba-tiba takut sendirian dan ingin kau ada di dekatku," ucap Kayra dengan santainya bicara. Davin sampai tidak bisa berkata apa-apa. Dengan kata-kata Kayra yang begitu lempang bicara.
" Kenapa diam? kau tidak bisa menemaniku?" tanya Kayra yang Davin merasa Kayra sebenarnya sadar tidak dengan apa yang di bicarakannya.
" Hmmm, baiklah aku akan menemanimu. Aku tidak tau ini efek karena kau sedang tidak enak badan atau seperti apa. Tetapi jika kau menginginkan aku menemanimu maka akan aku temani. Tetapi jangan salahkan aku jika aku khilaf," ucap Davin yang mana mungkin melewatkan kesempatan begitu saja.
" Isss, otakmu tidak pernah bersih-bersihnya," desis Kayra kesal dan langsung memasuki kamar tersebut.
__ADS_1
Davin mendengus kasar melihat tingkah Kayra, " Sepertinya otaknya yang tiba-tiba bermasalah," gumam Davin masih heran dengan kelakukan istrinya yang tiba-tiba aneh. Tadi ribut bahkan memberontak saat Davin menginginkannya dan sekarang dengan lembutnya Kayra meminta Davin untuk menemaninya. Makanya Davin berpikiran jika ada yang salah dengan Kayra. Kayra sendiri juga tidak tau yabg tiba-tiba saja ingin bersama Davin.
Bersambung.