
"Zoy!" tegur Dion yang melihat Zoy hanya diam saja tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Jadi sebenarnya kalian berdua tidak ada hubungan apa-apa?" tanya Zoy yang melihat Dion dan Iren dengan bergantian.
"Benar Zoy kita berdua sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dan sudah di jelaskan bagaimana hubungan kami dan anak ini bukan anakku," jelas Dion lagi.
"Dan membiarkan ku untuk salah paham selama ini?" tanya Zoy.
"Aku minta maaf seharusnya aku tidak melakukan itu," ucap Dion.
"Lalu apa kak Davin tau semua ini?" tanya Zoy.
"Iya dia tau semuanya dan aku tadi masih ingin menyembunyikan semuanya. Namun akhirnya aku bertekad untuk memberitahu kamu," ucap Dion.
"Iya Zoy dan aku juga minta maaf pasti kamu sangat kaget dengan semua ini. Aku sudah menjadi penghalang hubungan kamu dengan Dion. Maafkan aku ya," sahut Iren yang merasa bersalah.
Zoy menghela napasnya kedepan, "seharusnya kalian tidak melakukan ini. Ini sama saja mempermainkan perasaanku dan ini bukan setahun dua tahun. Tetapi sudah 8 tahun dan kalian masih bisa menjelaskan dengan santainya," sahut Zoy yang ternyata kecewa dan Zoy langsung pergi dari hadapan Dion dan juga Iren.
"Zoy!" panggil Dion.
"Kamu kejar dia. Jangan sampai semuanya sia-sia," ucap Iren yang memberi saran. Dion menganggukkan kepalanya dan langsung pergi untuk mengejar Zoy yang di pastikan ngambek.
**************
Zoy berlari keluar dari rumah itu yang berlari bukan menuju mobil melainkan di tempat yang lain yang terus berlari yang sebenarnya Zoy juga tidak mengerti kenapa juga dia harus pergi dia ingin tau apa yang terjadi dan sesudah tau seharusnya dia bahagia apa lagi Dion dengan wanita yang selama ini yang menurutnya yang di cintai Dion ternyata tidak ada hubungan sama sekali.
Namun tidak sama sekali dia merasa telah di permainkan dan membuatnya berlari sampai kejalanan dan Dion berhasil menahan tangannya.
"Zoy tunggu!" panggil Dion.
"Mau tunggu apa lagi Dion, kamu mau apa lagi. Kamu sadar tidak jika kamu itu sangat jahat. Kamu sudah seenaknya mempermaikan perasaan ku dan sekarang kamu mau mengatakan tunggu lagi," ucap Zoy yang sudah malas dengan Dion.
"Aku minta maaf Zoy, sungguh aku minta maaf," sahut Dion yang merasa bersalah.
"Seharusnya kamu mengatakan semua ini kepadaku. Tetapi apa. Kamu tidak sama sekali mengatakan apa-apa. Kamu itu sangat jahat. Kamu membiarkan ku harus tetap dengan perasaan seperti ini. Dion kamu sangat tau bagaimana aku menyukaimu. Tapi kamu sangat senang mempermainkan perasaanku dan sekarang seperti ini jadinya. Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan ku Dion," ucap Zoy yang mengeluarkan isi hatinya.
"Aku benar-benar minta maaf," ucap Dion yang benar-benar meminta maaf pada Zoy.
"Sudahlah aku tidak ingin membahas masalah itu lagi," sahut Zoy yang ingin pergi. Namun Dion menarik tangannya dan langsung memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Maafkan aku Zoy, aku benar-benar minta maaf aku tidak bisa berbicara banyak pada kamu. Aku benar-benar minta maaf Zoy untuk semua kesalahanku. Tetapi asal kamu tau Zoy aku tidak bermaksud untuk mempermaikan kamu, sungguh Zoy aku tidak bermaksud sama sekali. Jadi maafkan aku," ucap Dion.
"Zoy aku menyukaimu sejak dulu. Keadaan membuatku tidak bisa menyatakan perasaan ku kepadamu sungguh Zoy maafkan aku, aku benar-benar minta maaf Zoy, aku sangat mencintaimu Zoy, aku jatuh hati padamu," ucap Dion yang akhirnya menyatakan perasaannya kepada Zoy dengan apa yang telah di pendamnya selama ini.
Zoy mungkin kaget dengan ungkapan perasaan itu yang mana dulu dia hanya menyatakan terus perasaannya pada Dion dari dia remaja sampai dewasa pernah menembak Dion. Namun Dion tidak mengatakan apa-apa mengenai perasaannya dan akhirnya dia pasrah dengan perasaannya dan sekarang dia mendengar sendiri semuanya dari Dion dan jujur hal itu membuat jantungnya berdebar dengan kencang yang tidak percaya dengan apa yang telah di dengarnya.
Namun Zoy tidak bicara apa-apa. Dia hanya diam yang mendengarkan saja pengakuan-pengakuan dari Dion.
Dion melepas pelukan itu dari Zoy dan melihat Zoy dengan memegang tangan Zoy dan menatap Zoy dalam-dalam.
"Sungguh Zoy aku benar-benar menyukaimu, aku sangat menyukaimu dan sangat mencintai," ucap Dion yang menyatakan perasaannya pada Zoy yang membuat Zoy berdiam diri.
"Kamu kenapa diam. Apa kamu sudah tidak menyukaiku lagi?" tanya Dion.
"Aku tidak bisa mengatakan apa-apa Dion untuk saat ini karena perasaan ku masih simpang-siur. Aku butuh waktu," ucap Zoy yang ternyata tidak langsung membalas perasaan Dion. Tidak tau apakah Dion sangat kecewa atau tidak.
"Aku akan menunggumu ini sangat wajar jadi tidak apa-apa bagiku," ucap Dion dengan tersenyum yang menerima jawaban dari Zoy karena itu sangat wajar. Zoy saja sudah bertahun-tahun dengan perasaannya dan seharusnya Dion memahami perasaan itu.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang ya," ajak Dion.
"Baiklah," sahut Zoy yang menganggukkan kepalanya dan langsung pergi bersama Dion yang pada akhirnya ke-2nya telah baik-baik saja.
************
"Di mana Zoy?" tanya Oma Elishabet.
"Tadi kayaknya pergi sama Dion deh," sahut Giselle.
"Kamu ini ya Giselle, Dion itu jauh lebih tua dari pada kamu. Seharunya memanggilnya dengan sebutan kakak bukan panggil nama dengan asal-asalan," Davin.
"Benar kata kakak kamu," sahut Altarik.
"Iya-iya," sahut Giselle.
"Oh iya Kayra bagaimana dengan kamu dan Davin. Kalian berdua jadi buat acara bulan madunya?" tanya Mesya.
"Mama sama papa jadi berangkat bulan madu?" tanya Brian yang sangat ingin tau.
"Belum tau Brian mama cek dulu pekerja mama di rumah sakit," sahut Kayra yang memang tidak bisa memastikan apa-apa.
__ADS_1
"Kalau memang kalian ada rencana untuk liburan katakan saja pada mama, nanti mama akan atur liburan untuk kalian berdua," sahut Mesya.
"Makasih mah, nanti aku sama Davin akan membicarakannya," sahut Kayra.
"Mama sama papa liburan aja. Kalau Brian nanti aman-aman aja sama kakek, Opa, Oma, Nenay, Tante, Dady dan mami," sahut Brian.
"Iya Brian," sahut Kayra gemes sendiri dengan anaknya.
"Permisi tuan!" sahut bibi yang tiba-tiba datang.
"Ada apa bi?" tanya Mesya.
"Ada tamu nyonya," jawab bibi.
"Siapa?" tanya Oma Elisabeth.
"Ada di depan katanya ingin bertemu dengan nona Kayra," sahut bibi.
"Siapa?" sahut Kayra heran.
"Aku Kayra?" sahut suara yang tidak asing itu membuat Kayra langsung melihat ke arah suara tersebut.
"Pricilla," sahut Kayra yang langsung berdiri dari tempat duduknya yang heran dengan kedatangan Pricilla. Davin juga heran dengan kedatangan Pricilla. Begitu juga dengan yang lainnya yang pasti sangat terkejut.
"Kamu!" sahut Oma yang pasti terkejut dengan kedatangan Pricilla.
"Berani sekali kamu datang kerumah ini. Kamu itu benar-benar wanita tidak tau diri yang masih berani memunculkan wajah kamu setelah kamu menghancurkan kehidupan Kayra," Oma langsung naik pitam melihat kedatangan Pricilla.
"Oma tenang dulu," sahut Kayra berusahalah untuk menenangkan omanya, "Pricilla untuk apa kamu datang kemari?" tanya Kayra.
"Aku minta maaf jika kedatanganku membuat kegaduhan di tempat ini. Tetapi sungguh aku datang kemari karena aku hanya ingin mengatakan sesuatu di mana aku ingin mengatakan siapa ayah Cika sebenarnya dan aku juga meminta bantuan pada keluarga ini untuk membawa ayahnya menemui Cika agar bisa mendonorkan sumsum tulang belakang untuk Cika," ucap Pricilla yang membuat semua orang heran.
"Apa maksud kamu?" tanya Mesya, "siapa lagi itu Cika?" tanya Mesya.
"Pricilla apa hubungannya Cika dengan keluarga ini dan kamu jangan mengatakan lagi. Jika Cika anak Davin," sahut Kayra.
"Cika buka anak Davin. Tetapi Cika anak Lian saudara diri Davin anak Tante Mesya," sahut Pricilla yang mengejutkan semua orang dengan pengakuan baru dari Kayra.
Bersambung
__ADS_1