Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 145 Saling berjanji.


__ADS_3

Kayra dan Indri berbincang-bincang di halaman kampus yang terdapat bangku di sana. Di mana ke-2nya terlihat santai yang mana Kayra menunggu jemputan nya yang tak lain adalah Davin.


" Kay habis ini mau cek kandungan ya?" tanya Indri.


" Tepat sekali Indri. Aku mau cek kandungannya," jawab Kayra.


" Memang kandungan kamu sudah berapa bulan sih?" tanya Indri.


" Sudah 4 bulan," jawab Kayra.


" Apa sudah ketahuan jenis kelaminnya?" tanya Indri.


" Belum sih. Tapi mau itu cewek apa cowok itu bagiku sama saja. Yang penting bayinya sehat," jawab Kayra.


" Benar sih apa kata kamu yang penting bayinya sehat. Tapi kalau cewek lucu kali ya. Pasti gemesin dan cantik kayak kamu," ucap Indri.


" Kamu itu bisa aja," sahut Kayra.


" Kayra kalau di flashback kebelakang lucu ya pertemuan kamu dengan Davin. Hasil Jomblang Tante Susan. Padahal waktu itu kamu sudah berusaha sedemikian rupa menjadi wanita yang membuat ilfil. Tau-taunya Davin dengan santainya menerima kamu dan set-set langsung menikah," ucap Indri yang menjadi salah satu saksi pertemuan sahabatnya dengan Davin.


" Tidak semudah itu Indri! ada cerita di balik semuanya. Aku juga tidak percaya dan bahkan kami menandatangani kontrak pernikahan dan ternyata pernikahan itu menjadi nyata," batin Kayra yang juga merasa tidak tau jika posisi ini ada padanya. Indri memang tidak tau masalah pernikahan mereka berdua.


" Kamu pasti bahagia kan Kayra?" tanya Indri melihat sahabatnya itu.


Kayra menganggukkan kepalanya, " kamu benar aku bahagia. Aku tidak percaya bisa memiliki Davin dan kamu tau tidak Indri jika aku itu rasanya tidak mau kalau Davin itu dekat-dekat dengan orang lain," ucap Kayra.


" Ya wajarlah kan kamu istrinya dan lagian cemburu dalam pernikahan itu sangat wajar. Tidak ada yang salah dalam hal itu," ucap Indri.


" Jadi itu tidak berlebihan kan?" tanya Kayra.


" Ya tidak lah. Aku malahan heran sama kamu. Kamu itu bisa-bisanya takluk dengan Davin. Padahal dia orangnya cuek. Mukanya datar, auranya itu dingin seperti kutub es," ucap Indri yang malah menggibahi Davin.


" Ehmmm!" tiba-tiba terdengar suara deheman membuat Indri dan Kayra kaget dan langsung melihat ke arah suara tersebut siapa lagi jika bukan Davin.


" Suka benget menceritai orang," ucap Davin dengan menaikkan 1 alisnya pada Indri dan Indri tersenyum cengengesan.


" Hmmm, aku, aku tadi bicara apa ya," sahut Indri yang pura-pura lupa dan Kayra hanya tersenyum saja.

__ADS_1


" Semoga terus-menerus lupa ingatan," ucap Davin berdoa. Indri hanya mengumpat kesal.


" Ayo Kayra!" Davin langsung meraih tangan Kayra sampai Kayra berdiri di samping Davin.


" Hmmm, Reyhan tidak ikut?" tanya Indri.


" Memang dia anakku yang harus mengekor terus," sahut Davin kesal.


" Ya ampun hanya bertanya doang langsung marah-marah," sahut Indri.


" Tanya sendiri sama mas Reyhan mu," ucap Davin kesal sekalian mengejek. Indri hanya menarik ujung bibirnya yang sewot melihat Davin.


" Sudah-sudah. Masih aja ribut. Ya sudah kita pergi aja. Indri kami duluan ya," ucap Kayra pamit.


" Baiklah Kayra. Kamu hati-hati ya dan iya salam buat mas Reyhan," ucap Indri yang tidak malu sama sekali mengucap salam.


" Iya pasti!" sahut Kayra. Davin berdecak kesal dan hanya geleng-geleng. Lalu langsung membawa istrinya pergi.


" Daaaa," sahut Kayra yang melambaikan tangannya dan Indri pun melakukan hal yang sama.


" Issss, suami seperti itu benar-benar sangat angkuh, sirik aja. Untung aja mas Reyhan tidak seperti dia," ucap Indri tersenyum. Kala mengingat Reyhan. Moodnya yang tidak karena Davin akhirnya kembali kala mengingat Reyhan.


Kayra berada di atas tempat tidur rumah sakit yang mana Dokter sekarang sedang memeriksa kandungannya dengan alat yang di putar-putarkan di perutnya.


Davin di sebelahnya melihat ke layar monitor begitu juga dengan Kayra yang kepalanya yang harus sedikit mendongak ke atas untuk melihat janinnya di dalam rahimnya.


" Janinnya berkembang dengan baik dan bahkan sangat aktif," ucap Dokter. Davin dan Kayra sama-sama tersenyum mendengarnya.


" Bu Kayra terus jaga kesehatan ya. Pola makan dan jangan lelah-lelah," ucap Dokter mengingatkan.


" Baik Dokter," sahut Kayra. Davin dan Kayra saling melihat terlihat kebahagiaan di wajah mereka yang sebentar lagi akan menjadi orang tua bari dan pasti Kayra tidak menyangka hal itu akan datang padanya.


" Baiklah saya akan tuliskan vitamin lagi untuk Bu Kayra," ucap Dokter. Kayra mengangguk saja.


Davin mengusap-usap kepala Kayra dan mencium lembut kening Kayra.


" Terima kamu telah menjaganya dengan baik," ucap Davin. Kayra menganggukan kepalanya yang tersenyum penuh dengan keharuan.

__ADS_1


**********


Setelah selesai cek USG ke rumah sakit. Kayra dan Davin jalan-jalan sore di sekitaran pantai Ancol di Jakarta.


Tadi juga mereka menikmati makanan yang ada di sekitar sana. Tangan ke-2 pasangan suami istri itu saling menggenggam dengan erat.


Langkah mereka terhenti ketika mereka tepat berada di sinar senja yang membuat wajah ke-2nya memerah karena sinar senja di sore hari.


Davin dan Kayra saling berhadapan dengan Davin menyelipkan anak rambut Kayra ke belakang telinga Kayra. Maklum angin kencang membuat rambut Kayra menari-nari yang menutupi wajah cantiknya itu.


" Kamu sudah capek?" tanya Davin yang menatap intens Kayra.


" Tidak sama sekali. Aku justru sangat senang bisa jalan-jalan seperti ini. Soalnya kita tidak pernah jalan-jalan sore hari. Kita selalu menghabiskan waktu di kantor sampai malam hari dan paling hanya makan di luar. Jadi aku merasa jalan-jalan sore seperti ini sangat indah," ucap Kayra dengan senyum menunjukkan rasa bahagianya.


" Baiklah sekarang kita buat jadwal saja bagaimana. Jika dalam seminggu kita akan jalan-jalan sore, melakukan banyak hal supaya kamu juga bisa reflesing," ucap Davin.


" Memang kamu bisa. Apa tidak sibuk?" tanya Kayra.


" Aku akan meluangkan waktuku untuk kamu. Jadi pasti akan bisa," jawab Davin. Kayra tersenyum lebar mendengarnya dan mengangkat tangannya menunjukkan jari kelingkingnya.


" Janji!" ucap Kayra yang ingin Davin tidak menepati janjinya.


" Aku berjanji," sahut Davin yang juga menautkan jarinya kelingkingnya pada jari Kayra. Mereka saling melihat dengan tatapan mata yang sangat dalam yang penuh cinta dan Davin langsung memeluk Kayra dari belakang dengan dengan pipi mereka yang saling menempel.


" Kayra tetaplah jadi istriku apapun yang terjadi nanti," ucap Davin.


" Kalau kamu miskin aku tidak bisa menjamin," jawab Kayra dengan nada bercandaan.


" Aku serius Kayra," ucap Davin.


" Aku hanya bercanda Davin. Kamu jangan khawatir aku akan tetap menjadi istrimu sampai kapanpun itu. Aku akan terus di sisimu akan mendukungmu walau kamu tidak punya apa-apa sama sekali," ucap Kayra dengan tulus bicara.


Davin tersenyum dan membalikkan tubuh Kayra kembali menghadapnya Davin memegang ke-2 tengkuk Kayra dan mencium lembut kening Kayra.


" Aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu," ucap Davin Kayra mengangguk dengan senyumnya dan Davin menatap bibit Kayra yang mana mereka langsung saling menautkan bibir masing-masing. Saling berciuman dengan romantis di antara ke-2nya.


Ciuman romantis yang pasti saling membalas, sangat lembut dan menuntun yang terang karena sinar senja yang menyorot mereka berdua.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2