Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 135 khawatir.


__ADS_3

Rumah sakit.


Malam kejadian di mana Kayra mengalami insiden dan untung saja ada pelayan yang kedapur dan menemukan Kayra tergeletak di dapur dan bahkan terdapat darah di pahanya.


Pelayan rumah langsung berteriak dan penghuni rumah langsung heboh dan kaget melihat Kayra dan buru-buru membawa Kayra kerumah sakit yang di tangani Dokter langsung.


Dan Kayra bahkan di rawat di Rumah sakit dengan selang infus di tangannya dan di hidungnya. Dengan kondisinya yang lemah. Bahkan sejak tadi Kayra sama sekali siuman.


Oma Elisabeth, Altarik, Lian, Zoy, Mesya dan Giselle berada di ruangan Kayra yang menunggu Kayra yang belum siuman juga padahal sudah pagi.


" Apa yang terjadi sebenarnya kenapa Kayra seperti ini?" tanya Oma yang begitu khawatir dengan Kayra.


" Oma, dia itu memang selalu merepotkan. Palingan dia tidak hati-hati sama sekali," ucap Giselle dengan sewot.


" Giselle kamu ini ya masih sempat-sempatnya bicara seperti itu. Lihat kondisi kakak ipar kamu sedang terluka, bukannya di do'akan kamu malah menyalahkannya," tegur Altarik.


" Aku berharap kejadian ini menguntungkan untukku semoga saja kandungannya lenyap dan Davin tidak jadi mendapatkan hak waris tunggal itu," batin Mesya dengan senyum sinis yang penuh dengan rencana.


Sementara Zoy melihat mamanya. Zoy mengamati ekspresi mamanya yang terlihat mencurigakan.


" Kenapa aku merasa jika kejadian ini di sengaja ya," batin Zoy dengan pemikirannya melihat ke arah mamanya yang penuh dengan kecurigaan.


" Sudah jangan ada yang di ributkan. Lihat kondisi Kayra. Seharusnya kita berdoa yang terbaik. Dia itu sakit. Jangan malah membuat keributan di sini," tegas Oma.


" Syukurin emang enak, semoga saja kandungannya celaka, semoga bayinya mati!" umpat Giselle di dalam hatinya yang penuh dengan penuh doa-doa yang jahat-jahat pada Kayra.


Brukk.


Suara pintu yang di buka dengan kuat membuat orang-orang di dalam ruangan itu terkejut yang ternyata adalah Davin.


" Kayra!" lirih Davin yang begitu terkejut ketika melihat istrinya yang terbaring.


" Apa yang terjadi padanya?" tanya Davin dengan wajah paniknya yang langsung menghampiri istrinya.


" Kami tidak tau apa yang terjadi tiba-tiba saja dia sudah tergelatak di lantai," jawab Mesya.


" Kenapa bisa?" tanya Davin panik.


" Ya ampun kak Davin kami mana tau, kamu semua ya tidur," sahut Giselle.

__ADS_1


Davin begitu takutnya Kayra kenapa-kenapa, duduk di samping Kayra dengan memegang tangan Kayra.


" Maafkan aku Kayra, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi," ucap Davin merasa bersalah.


" Istri kamu itu kurang hati-hati. Dia sendiri yang cari penyakit," sahut Mesya.


" Dia tidak mungkin tidak hati-hati aku sangat mengenalnya," sahut Davin melihat Mesya dengan tatapan mengintimidasi.


" Apa maksud kamu melihat mama seperti itu?" tanya Mesya.


" Reyhan!" panggil Davin. Reyhan yang sejak tadi di luar langsung memasuki ruangan itu.


" Iya bos," sahut Reyhan.


" Aku menyuruhmu untuk menjaga Kayra. Tapi kau tidak bejus melakukannya. Aku tidak mau tau. Dalam waktu hitungan jam. Kau harus memberitahu kepadaku. Kenapa istriku sampai seperti ini," ucap Davin dengan tegas.


Mesya, Lian dan Giselle terlihat terkejut mendengarnya. Bahkan ibu dan anak itu saling melihat yang seperti menyembunyikan sesuatu.


" Apa kau mengerti!" tegas Davin.


" Baik bos, saya akan mencari tau apa yang terjadi," ucap Reyhan menundukkan kepalanya. Lalu langsung pergi.


" Davin kamu sebaiknya tenang, kamu jaga Kayra dengan baik. Papa akan bicara dengan Dokter semoga Kayra tidak apa-apa," ucap Altarik.


" Iya pah, makasih," sahut Davin dengan suara rendahnya.


Perginya Altarik juga membuat satu persatu yang lainnya yang juga akhirnya pergi. Maupun Oma, Zoy, Lian, Mesya dan Giselle dan hanya tinggal Davin yang menatap nanar Kayra. Dia sangat menyesal meninggalkan Kayra. Belum 2 hari istrinya sudah masuk rumah sakit.


" Aku tidak akan mengampuni orang yang sengaja membuatmu celaka," batin Davin.


***********


Setelah beberapa jam kedatangan Davin. Kayra yang masih dalam perawatan membuka matanya perlahan. Mengerjap-ngerjapkan dengan perlahan-lahan sampai akhirnya membuka sempurna yang melihat langit-langit kamar.


Kayra terlihat mengamati tempatnya di mana. Tangannya yang di genggam membuat Kayra melihat perlahan ke arah orang yang di sampingnya.


" Kayra kamu sudah bangun!" ucap Davin dengan lembut yang masih setia menunggu istrinya.


" Davin!" lirih Kayra dengan air matanya yang menetes.

__ADS_1


Davin mendekatinya dan langsung memeluknya dengan erat, " maafkan aku Kayra, maaf jika aku meninggalkanmu, seharusnya aku tidak pergi," ucap Davin merasa bersalah.


" Aku takut!" lirih Kayra yang kesulitan bicara.


Davin melepas pelukannya dan memegang erat tangan Kayra.


" Apa yang kamu takutkan. Aku ada di sini untukmu. Jangan takut apapun," ucap Davin.


Tiba-tiba Kayra mengingat Vidio yang ditunjukkan Pricilla padanya. Awal vidio itu yang membuat perasannya menjadi tidak tenang dan memikirkan ini dan itu yang mungkin menyebabkan dia terpeleset dan memasuki rumah sakit akhirnya.


" Apa yang kamu pikirkan?" tanya Davin menatap sendu istrinya itu. Kayra menggelengkan kepalanya yang terlihat tidak mau menceritakan apa-apa pada Davin.


" Bagaimana dengan bayiku. Apa bayiku baik-baik aja?" tanya Kayra memikirkan janinnya dengan meraba-raba perutnya.


" Bayi kita baik-baik saja. Dia tidak apa-apa Kayra. Dokter mengatakan kamu ibu yang kuat. Kamu sangat menjaga bayi kita. Jadi bayi kita tidak kenapa-kenapa. Kamu mengalami pendarahan ringan dan itu bukan hanya karena jatuh. Tetapi kamu banyak pikiran. Apa yang kamu pikirkan Kayra?" tanya Davin dengan lembut yang berusaha mencari tau apa yang di pikirkan Kayra.


Kayra rasanya begitu lelah dan hanya menggelengkan kepalanya saja. Namun air matanya tetap saja keluar. Hal itu membuat Davin begitu cemas.


" Jangan menyembunyikan apa-apa dari ku. Apa ada terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui?" tanya Davin lagi. Kayra hanya diam yang tidak menjawab Davin.


Toko-tok-tok-tok.


" Masuk!" perintah Davin dari dalam yang ternyata adalah Reyhan.


" Ada apa?" tanya Davin. Reyhan menghampiri Davin dan berbisik di telinga Davin.


Eksperesi Davin terlihat begitu terkejut dengan matanya yang melotot dan melihat ke arah Kayra yang sudah tidak melihatnya lagi. Di mana Kayra menyeka air matanya.


Sepertinya hal serius yang di katakan Reyhan berhubungan dengan Kayra. Makanya Davin begitu terkejut.


" Hanya itu saja?" tanya Davin setelah Reyhan selesai berbisik.


" Benar Bos!" sahut Reyhan.


" Aku akan menemui sebentar lagi. Tunggu di luar!" titah Davin.


" Baik bos," sahut Reyhan menundukkan kepalanya. Lalu iya pun langsung pergi keluar dari ruangan itu setelah mendapat perintah dari Davin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2