Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 186


__ADS_3

Davin yang terlihat begitu schok langsung melihat ke arah Silvia dan Haykal terkapar di lantai dengan luka di wajahnya.


"Apa katamu!" pekik Davin.


"Dia suamiku apa kau puas sudah memukulnya!" teriak Silvia yang sejak tadi menahan diri.


Davin langsung melihat ke arah Aris dan Aris hanya menghela napasnya saja melihat insiden yang terjadi.


"Daddy kenapa bisa seperti ini mami?" tanya Brian yang menghampiri Haykal dan sangat khawatir pada Haykal.


"Om baik, kenapa Daddy luka seperti ini?" tanya Brian memegang pipi Haykal dan Haykal merengek kesakitan karena perih akibat Davin.


"Om tidak sengaja memukulnya," jawab Davin dengan wajah tanpa berdosa.


"Kau benar-benar keterlaluan," sahut Silvia mendorong Davin membuat Davin terduduk di lantai dan Silvia langsung memapah suaminya untuk berdiri dan juga di bantu Brian.


"Aku mana tau kalau dia suamimu. Aku pikir dia itu suami Kayra," sahut Davin dengan santai yang berdiri dari duduknya.


"Makanya kalau apa-apa itu cari tau dulu jangan asal main tuduh saja," sahut Silvia dengan kesalnya.


"Jadi Kayra belum menikah?" tanya Davin.


"Nggak tau," jawab Silvia dengan ketus, "Brian bantu mami ambilkan kotak obat," ucap Silvia.


"Baik mama," sahut Brian yang langsung berlari menuju laci untuk mengambil kotak obat.


Wajah Haykal babak belur karena beberapa pukulan dari Davin.


"Jadi Kayra belum menikah. Davin- Davin kenapa kau bisa berpikiran jika Haykal itu suami Kayra," batin Davin menyunggingkan senyumnya. Suasana hatinya dari kemarin begitu buruk sekarang sudah mencair kembali.


"Brian sekarang Brian sebaiknya tidur ya. Besok harus sekolah," ucap Aris yang harus bicara pada Davin dan tidak mungkin ada Brian.


"Baik kakek," Jawab Brian yang langsung berlari kekamarnya.


"Daaa semuanya," sapanya sebelum memasuki kamar dan yang lainnya hanya tersenyum.


Davin menghela napasnya dengan perlahan kedepan dan melihat Haykal yang menahan perih saat di obati Silvia yang barusan katanya adalah istri Haykal.


"Kau malah diam saja. Bukannya minta maaf," sahut Silvia dengan kesal.

__ADS_1


"Oke baik aku minta maaf. Lagian kenapa coba tidak bicara dari tadi," sahut Davin masih tidak mau di salahkan.


"Aku dari tadi sudah ingin bicara. Tapi kamu terus memukulku. Aku sampai tidak bisa bicara apa-apa," sahut Haykal.


"Ya berarti kamu kurang cepat bicaranya," sahut Davin dengan santainya dan Silvia semakin kesal dengan Davin dan rasanya ingin membunuh Davin.


"Ya lagian ya ni Haykal. Itu bukan salahku sepenuhnya. Kamu tidak pernah menjelaskan apa-apa dan iya kamu terlalu dekat dengan Kayra. Ya aku pikir kalian sudah menikah. Jadi itu bukan salahku. Aku pikir kamu suaminya dan sangat tidak pantas jika kau harus selengket itu dengan adik iparmu, pakai gendong-gendong segala, pakai menyuapi itu sangat tidak pantas. Jadi semua itu salahmu," ucap Davin yang malah menceramahi Haykal.


Sudah mendapat pukulan, di salahkan dan sekarang di ceramahi.


"Kau benar-benar ya Davin, mau dia seperti apa dengan Kayra. Itu bukan urusanmu. Kau dan Kayra sudah tidak ada hubungan apa-apa," sahut Silvia menegaskan.


"Eh Silvia jangan sembarangan. Aku ini masih sah suami Kayra," sahut Davin menegaskan.


"Mimpi saja kau menjadi suaminya," tegas Silvia.


"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar lagi. Davin ini semua hanya salah paham. Sekarang kamu sudah tau. Haykal bukan suami Kayra melainkan adalah suami Silvia. Haykal memang menantuku, tetapi dari Silvia," sahut Aris menjelaskan dengan detail.


"Lalu kenapa Kayra seakan membenarkan. Jika dia suaminya. Kayra juga mengatakan pernikahan kepadaku dan juga suami," sahut Davin yang mana memang Kayra menegaskan jika dia sudah menikah.


"Itu karena dia tidak mau di ganggu olehmu," sahut Silvia dengan ketus.


Kayra tidak bermaksud berbohong. Atau sengaja merencanakan hal itu. Namun hanya bertepatan saat Brian memanggil Haykal Daddy dan Davin langsung menarik kesimpulan jika Haykal suaminya. Padahal Brian memanggil Haykal Daddy dan Silvia mami karena memang Kayra ingin anaknya punya keluarga yang lengkap.


Kayra hanya mengikuti pemikiran Davin yang salah paham dan berharap Davin tidak mengganggunya setelah tau dia sudah menikah. Tetapi ternyata tidak bertahan dengan lama. Semuanya sudah Kebongkar.


"Makanya lain kali. Kalau tidak tau apa-apa jangan sembarangan bertindak," sahut Silvia dengan emosi.


"Lalu bagaimana dengan Brian?" tanya Davin tiba-tiba.


Silvia dan Aris saling melihat dan Kayra sendiri terlihat sangat panik dengan tangannya yang terkepal. Jantungnya berdebar kencang yang mengkhawatirkan sesuatu.


"Jika kau bukan suaminya dan Kayra tidak pernah menikah. Brian pasti anakku," ucap Davin yang sudah bisa menduganya.


"Davin kamu bisa tanya Kayra masalah itu. Kami tidak punya kekuasaan untuk membahas itu," sahut Aris.


Mendengar pernyataan Aris membuat Kayra yang di dalam kamarnya menghela napasnya. Dia memang sangat takut jika Davin mengetahui hal sebenarnya. Karena yang di takutinya. Davin akan mengambil harta yang paling berharga yang di milikinya.


"Baiklah aku tidak akan memaksa kalian untuk membicarakan hal itu. Tapi feeling ku sangat kuat dan aku akan membuktikan jika Brian adalah putraku," sahut Davin dengan tegas. Sekali lagi aku minta maaf atas kesalah pahaman ini dan baiklah aku pergi dulu. Maaf sudah membuat keributan," ucap Davin yang menghela napasnya dan akhirnya pergi.

__ADS_1


"Pergi seenaknya setelah membuat Haykal babak belur," desis masih begitu kesalnya.


"Sudahlah Silvia. Davin hanya salah paham," sahut Haykal yang begitu pengertian.


"Kalian ber-2 sebaiknya menginap di sini," sahut Aris.


"Papa bagiamana?" tanya Silvia.


"Papa juga akan menginap. Kalian tidur di kamar Brian. Biar papa yang di sini," ucap Aris.


"Baik pah," sahut Silvia dan Haykal bersamaan.


***********


Suasana hati Davin terlihat sangat baik. Lihatlah Haykal yang sekarang tidak henti-hentinya tersenyum bahagia saat menyetir mobil dengan jarinya yang mengetuk-ngetuk stir mobil.


"Dia belum menikah sama sekali. Apa dia masih menungguku," batin Davin dengan percaya dirinya.


Lain Davin yang terlihat bahagia. Tidak dengan Kayra yang sekarang sudah berbaring di atas ranjang yang bersandar di kepala ranjang yang mana wajahnya sangat murung yang terlihat di tekuk.


"Apa yang akan terjadi selanjutnya," batin Kayra yang terus cemas dengan semua hal.


toko-tok-tok-tok.


Pintu di ketuk yang ternyata Aris yang masuk membawakan segelas susu.


"Kamu belum tidur?" tanya Aris memasuki kamar Kayra.


"Kayra tidak bisa tidur pah," jawab Kayra.


"Minum dulu!" ucap Aris memberikan susu itu kepada Kayra dan Kayra langsung mengambilnya.


"Makasih pah," sahut Kayra.


"Kamu istirahat ya. Jangan memikirkan hal yang tidak perlu di pikirkan. Papa mengerti apa yang kamu takutkan. Tetapi Kayra Davin bukanlah orang yang jahat. Papa tau kamu di lukai olehnya dan memilih untuk pergi. Tetapi dia orang baik dan tidak mungkin melakukan apa yang kamu pikirkan," ucap Aris yang memberikan arahan pada Kayra untuk menenagkan pikiran Kayra.


"Kayra mengerti pah. Kayra hanya takut menghadapi semuanya kedepannya bagaimanapun nantinya," ucap Kayra.


"Kamu bisa menghadapinya. Jangan pernah takut Kayra," ucap Aris. Kayra mengangguk-anggukan kepalanya yang hanya berusaha untuk tenang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2