Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 188


__ADS_3

Ting.


Pintu lift terbuka. Kayra dan Davin masih saling berhadapan wajah Kayra yang penuh dengan ke khawatiran. Davin tidak bicara lagi dan langsung ke luar dari dalam lift yang membiarkan Kayra bengong di dalam dengan wajahnya yang sangat ketakutan.


"Tidak aku tidak akan biarkan Davin melakukan semua itu tidak akan," batin Kayra yang begitu panik. Dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Kayra berusaha untuk menenangkan dirinya.


***********


Kayra yang di jam pulang sekolah Brian kebetulan tidak ada Operasi dan membuat Kayra bisa menjemput Brian. Kayra turun dari mobil dan langsung memasuki sekolah Brian.


"Mama!" Brian tiba-tiba memanggil dari belakang Kayra membuat Kayra melihat kebelakang. Kayra tersenyum. Namun senyumnya memudar ketika melihat Davin ada bersama Brian.


"Mama jemput Brian?" tanya Brian pada mamanya dengan kepalanya yang mendongak keatas. Kayra menganggukkan kepalanya.


"Om baik juga katanya mau jemput Brian. Mau antar Brian ke rumah sakit. Tadi Brian mau. Karena kan Daddy tidak bisa jemput dan mama juga tidak bisa. Tetapi ternyata mama juga jemput Brian," ucap Brian.


"Brian lain kali jangan pulang dengan sembarang orang ya," ucap Kayra mengingatkan, Davin mendengar hal itu hanya menghela napas saja.


"Tapi kan Om baik, tidak sembarang orang. Dia kenal Brian dan mama juga kenal," ucap Brian. Davin menyunggingkan senyumnya mendengar perkataan Brian.


"Sudahlah ayo kita pulang!" ajak Kayra yang malas harus berlama-lama di sana. Apa lagi ada Davin yang sepertinya sengaja mencari masalah.


"Mama mumpung mama jemput Brian. Kita main bentar yok," ucap Brian.


"Mama harus kembali kerumah sakit. Lain kali saja," ucap Kayra yang memang harus pergi.


"Kalau begitu aku yang akan membawanya untuk bermain," sahut Davin yang langsung mengambil alih membuat Kayra kaget mendengarnya.


"Benarkah Om baik mau?" tanya Brian yang terlihat sangat bahagia mendengarnya. Davin mengangguk dengan tersenyum.


"Tidak perlu. Kau bukan siapa-siapanya," sahut Kayra dengan ketus yang langsung menolak keinginan Davin dan tidak mungkin juga di ijinkannya.


"Kenapa mah, kan tidak apa-apa. Brian pengen main soalnya," rengek Brian.


"Lain kali saja," sahut Kayra langsung memegang lengan Brian yang membawanya pergi dan Brian di pastikan sudah ngambek. Saat melewati Davin. Davin menahan tangannya yang mana merek berdiri bersebelahan dan Kayra melihat ke arah Davin.

__ADS_1


"Kenapa kau masih menghalangiku," ucap Davin dengan wajah seriusnya. Kayra diam yang tidak tau harus menjawab apa kata-kata dari Davin.


Davin melepas tangannya dari Kayra dan berjongkok di hadapan Brian yang mana wajah Brian begitu di tekuk dan terlihat sangat marah.


"Brian mau jalan-jalan?" tanya Davin dengan memegang ke-2 bahu Brian. Brian tidak mengangguk atau menggelengkan kepalanya. Karena Brian takut mamanya marah.


Davin melihat ke arah Kayra yang mana Kayra membuang wajahnya.


"Kau akan membiarkannya seperti ini?" tanya Davin. Kayra diam yang tidak menjawab apa-apa.


"Mama Brian tadi dapat nilai bagus dan paling bagus di antara semuanya. Jadi Brian pengen main sebentar. Brian bosan main di rumah sakit terus," ucap Brian dengan suaranya yang lembut yang masih membujuk mamanya.


Kayra diam yang tidak bicara sama sekali. Davin menghela napasnya dan kembali berdiri dan langsung menarik tangan Kayra.


"Brian tunggu sebentar!" ucap Davin. Brian menganggukkan kepalanya dan Davin langsung membawa Kayra.


"Davin lepaskan! apa yang kau lakukan!" pekik Kayra dengan wajah kesalnya yang melepaskan tangannya dari Davin.


"Kayra kenapa kau tegas sekali membiarkan Brian seperti itu. Jika kau tidak mau membawanya. Maka biar aku yang membawanya," ucap Davin.


"Kau pikir siapa dirimu yang harus membawanya. Aku sudah memperingatkan mu jangan pernah mengganggu aku dan juga Brian," tegas Kayra.


"Mama kenapa jadi marah-marah dengan Om Baik. Kenapa jadi Om baik yang di salahkan mama," batin Brian yang melihat Kayra kelihatan begitu marah.


Brian jadi serba salah dan kasihan melihat Davin yang di marahi Kayra. Namun tiba-tiba Brian melihat Aris, Silvia dan Haykal yang keluar dari mobil.


"Kakek!" panggil Brian membuat Davin dan Kayra berhenti dan melihat ke arah Brian yang menghampiri Aris. Kayra dan Davin sama-sama menghela napas dengan serentak dan saling melihat dengan kekesalan dan bahkan sama-sama pergi menghampiri Brian dan juga Aris.


"Ada apa ini kenapa kalian berdua ribut di sekolah seperti ini?" tanya Aris yang walau tidak mendengar perdebatan Kayra dan Davin. Namun melihat dari wajah Kayra dan Davin sangat terlihat jelas mereka itu pasti bertengkar.


"Sudah pasti ini yang bikin onar," sahut Silvia menatap kesal Davin.


"Silvia!" tegur Haykal.


"Kak Silvia aja tau siapa yang mencari masalah. Dia yang membuat keributan," sahut Kayra yang langsung menyalahkan Davin.

__ADS_1


"Mama jangan terus marah pada Om baik. Om baik tidak salah. Kakek tadi itu Davin dapat nilai bagus dan mau jalan-jalan. Mama tidak bisa dan Om baik bisa. Tetapi mama tidak memberi ijin. Dan malah marah-marah sama Om baik," ucap Brian dengan apa adanya dan sangat polos bicara.


Pembelaan Brian pada Davin membuat Davin tersenyum dan Kayra rasanya sudah ingin menelan Davin hidup-hidup yang mana Davin pasti merasa dirinya adalah pemenangnya.


"Kayra kamu ini kenapa sih?" tanya Aris.


"Papa pasti tau alasannya," sahut Kayra.


"Sudah-sudah. Brian main sama kakek ya. Biar kakek yang temani. Kalau mama tidak bisa. Mama mungkin harus kembali kerumah sakit untuk menjalankan tugasnya sebagai Dokter," ucap Aris yang membujuk cucunya itu.


"Benar Brian mami Silvia dan Daddy juga menemani Brian," sahut Silvia yang ikut membantu mencairkan hati Brian.


"Iya kita main di Mall, main game, dan yang lainnya," sahut Haykal.


"Baiklah!" sahut Brian tersenyum yang kembali semangat, "tapi Om baik boleh ikut ya," ucap Brian yang meminta izin.


"Tidak bisa," sahut Kayra langsung menolak.


"Kayra!" tegur Aris.


"Om itu pasti sibuk Brian," sahut Silvia yang juga kelihatannya Tidka setuju.


"Tidak kok Brian Om tidak sibuk sama sekali. Malahan Om senang kalau bisa menemani Brian bermain," sahut Davin tersenyum pada Silvia dan juga Kayra seakan menegejek 2 wanita yang menantangnya itu.


"Ya sudah kalau begitu. Om baik boleh ikut bersama kita," sahut Aris yang memutuskan.


"Pah!" sahut Silvia dan Kayra bersamaan yang tampak tidak setuju. Namun Davin hanya menyunggingkan senyumnya mendengarnya.


"Sudah jangan membuang waktu. Ayo kita jalan-jalan," sahut Aris yang memutuskan.


"Aku ikut," sahut Kayra. Mendengarnya Davin mendengus tersenyum.


"Tadi katanya mama tidak bisa," sahut Brian.


"Itu tadi. Ayo!" sahut Kayra yang memang harus ikut. Dia paling tidak mau jika anaknya dekat-dekat dengan Davin.

__ADS_1


"Kau memang tidak pernah mau kalah!" bisik Davin pada Kayra membuat Kayra kesal dan Davin langsung pergi terlebih dahulu membiarkan Kayra penuh dengan kekesalannya.


Bersambung


__ADS_2