Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 50 Saling canggung.


__ADS_3

Dengan perlahan Kayra membuka matanya, menatap matanya. Matanya yang sayu itu, mata yang begitu indah. Kayra melihat Davin yang sudah di atas tubuhnya. Dengan wajah Davin yang begitu dekat dengannya.


Napas berat Davin bahkan bisa di rasakan. Kayra menatap mata yang penuh gairah itu dan tidak tau kenapa Kayra bertahan dalam diamnya yang bukannya mendorong Davin malah betah beradu pandang dengan Davin dengan napas ke-2nya yang masih baik turun.


Mata Davin kembali turun pada bibir yang basah itu dan Davin mengecupnya sekilas dan tidak ada penolakan dari Kayra.


Davin juga mencium lembut kening Kayra membuat jantung Kayra berdetak semakin tidak menentu dan bahkan matanya terpejam saat kecupan hangat di keningnya itu. Ya tidak tau kenapa perasaannya sangat aneh dan bahkan membiarkan saja Davin melakukannya


Davin tidak berkata apa-apa lagi. Dia membantu tubuh Kayra untuk duduk yang mana ke-2nya akhirnya duduk bersama dan menjadi canggung di antara ke-2nya. Kayra juga mendadak seperti orang bodoh. Biasanya langsung marah dan mengatai Athar yang tidak-tidak.


Namun kali ini dia terlihat salah tingkah. Tidak ingin semakin salah tingkah yang akhirnya Kayra berdiri dan menaiki tempat tidur. Tidak ada yang di bicarakannya selain melakukan pembaringan miring yang membelakangi Davin.


Davin yang melihat hal itu tiba-tiba tersenyum. Ya tidak tau kenapa dia harus tersenyum aneh. Senyum yang ceria yang terlihat hatinya seperti disiram pupuk.


Davin berdiri dan matanya masih melihat ke arah Kayra yang membelakanginya yang di pastikan Kayra hanya pura-pura tertidur. Davin tidak hentinya tersenyum lalu menuju lemari dan menurunkan koper Kayra yang menjadi pemicu terjadi insiden tadi.


Davin meletakkan koper itu di samping lemari. Biar Kayra tidak kesusahan lagi mengambilnya. Mungkin Kayra akan mengisi kopernya ketika perasaannya sudah tenang. Karena jujur perasaaan benar-benar tidak karuan sama sekali.


Lalu Davin menaiki ranjang dan menoleh lagi ke arah Kayra yang masih betah dalam posisinya. Tiba-tiba saja jempol Davin mengusap bibirnya. Ya Davin benar-benar sangat kecanduan pada bibir yang manis yang begitu sensual dan membuatnya ketagihan.


**********


Mentari pagi kembali tiba. Kayra tampak sudah rapi-rapi dengan stelan Jeans biru navy dan kemeja coklat yang di masukkan ke dalam celana dan rambutnya di biarkan di gerainya. Penampilan nya sudah oke. Tetapi Kayra masih memasukkan barang-barangnya ke dalam koper. Karena memang tadi malam dia ketiduran dan tidak sempat untuk packing.


Davin yang sudah selesai rapi-rapi. Bahkan kopernya sudah di bawa Reyhan, di masukkan kedalam bagasi mobil. Tadi pagi sempat ada Drama di antara ke-2nya. Apa lagi jika Davin yang super memburu dan Kayra belum siap membuat mulut Davin harus merocos terus.


" Kayra sudah siapa apa belum?" tanya Davin yang kembali memasuki kamar dan melihat Kayra masih mengerjakan pekerjaannya dengan buru-buru.


" Astaga kau ini lama sekali," desis Davin semakin kelas mengusap kasar mulutnya.

__ADS_1


" Sabar sedikit. Hampir selesai," sahut Kayra yang tampak tergesa-gesa.


" CK. Bukannya dari tadi malam di kerjakan," ucap Davin yang terus menyalahkan Kayra.


" Kau itu sabar sedikit. Ini juga tidak akan terjadi jika tadi malam kau...." Kayra tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Dia bisa gila mengingat kejadian itu.


" Aku kenapa?" sahut Davin menaikkan satu alisnya menunggu kelanjutan kalimat Kayra yang dia sudah tau apa kelanjutannya.


" Tidak ada," sahut Kayra ketus dan melanjutkan pekerjaannya. Davin hanya mendengus kasar. Dan akhirnya Kayra selesai menyusun pakaiannya ke dalam koper.


" Reyhan!" teriak Davin membuat wajah Kayra kesal dengan berisiknya Davin. Dan untung saja Reyhan langsung datang, jika tidak Davin akan semakin berteriak sampai gendang telinganya pecah.


" Iya Bos," sahut Reyhan.


" Bawa kopernya ke mobil!" perintah Davin.


" Baik bos," sahut Reyhan mengangguk dan langsung memasuki kamar dan mengambil koper Kayra yang berada di atas tempat tidur.


" Iya ," sahut Kayra yang tampak tidak ikhlas dan langsung pergi menyusul Davin yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Sebelum berangkat Davin dan Kayra berpamitan dulu pada Oma, Altarik, dan ada juga Mesya di sana bersama Giselle dan Joy juga Lian.


" Oma Kayra pergi dulu," ucap Kayra pamit dengan mencium punggung tangan Oma.


" Kamu hati-hati ya," ucap Oma memeluk Kayra.


" Iya Oma," sahut Kayra yang melanjutkan berpamitan pada papa mertuanya.


" Kayra pergi ya pa," ucap Kayra pamit.

__ADS_1


" Iya Kayra, ingat bulan madunya harus mendapatkan hasil ya," goda Altarik membuat Kayra dan Davin sama-sama mengkerutkan dahi mereka.


" Papa ini apa-apaan sih," sahut Davin kesal dengan kata-kata papanya.


" Kamu ini langsung malu-malu," sahut Altarik yang semakin menggoda Davin.


" Sudahlah pamitannya. Pesawat sudah mau jalan, buruan nggak usah buang waktu," sahut Davin yang tidak mau mendengar kata-kata mesum papanya yang membuatnya mati kutu nantinya.


" Ya sudah kalau begitu Kayra pergi dulu," ucap Kayra yang kembali pamitan.


" Hati-hati Kayra," sahut Oma lagi," Davin kamu jagain istri kamu dengan baik," ucap Oma mengingatkan.


" Iya Oma," sahut Davin dengan datar.


Kayra pun akhirnya pergi dari hadapan orang-orang itu memasuki mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh Reyhan. Sebenarnya Kayra merasa untung dengan Davin yang menghentikan acara pamitan itu. Dengan begitu Kayra tidak perlu mencium tangan Mesya atau berpamitan pada adik-adik iparnya yang tidak menyukainya itu.


Mobil Davin akhirnya pun melaju meninggalkan pekarangan rumah itu. Oma dan Altarik langsung memasuki rumah dan tinggal Mesya, Lian, Joy dan Giselle.


" Lihatlah mah, wanita itu semakin lama semakin kurang ajar pada mama. Dia bahkan tidak menganggap mama dengan seenak jidatnya dia pergi begitu saja tanpa berpamitan pada mama," ucap Joy dengan mengkompor- kompori mamanya.


" Kamu benar, dia semakin lama semakin berani, benar-benar anak sialan," sahut Mesya yang kelihatannya begitu emosi dengan tindakan Kayra.


" Lalu bagaimana mah, dia sedang berbulan madu dengan kak Davin. Rencana kita akan berantakan. Dia akan semakin dekat dengan kak Davin dan kita mana bisa menghancurkan hubungan mereka," ucap Giselle.


" Kamu ada benarnya juga. Kenapa semua tidak sesuai dengan ekspektasi kita? Seharusnya kehadiran Pricilla membuat hubungan mereka pecah. Bukan malah semakin dekat," ucap Mesya yang semakin kesal.


" Mama ada rencana untuk memisahkan Davin dan Kayra?" tanya Lian yang memang tidak tau rencana mamanya dan ke-2 adiknya itu.


" Ya iyalah kak. Jika hubungan mereka di biarkan seperti itu. Maka semuanya akan berantakan. Kakak mau jika perusahaan benar-benar menjadi milik kak Davin. Dan jika itu benar-benar terjadi maka kita tidak akan mendapat apa-apa," ucap Joy yang menjelaskan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2