
" Hmmm, lalu kamu bagaimana, kapan ibumu meninggal?" tanya Kayra yang juga ingin tau.
" Saat usia ku 7 tahun. Paling tidak aku masih melihat wajahnya. Masih merasakan saat bersamanya. Lalu papa menikah dengan mama Mesya yang juga memiliki anak saat itu yaitu Lian. Dan sari hasil pernikahan papa dengan istrinya melahirkan Joy dan juga Giselle," jawab Davin yang jujur tanpa menutupi apapun.
" Jadi mereka adalah saudara tiri kamu?" tanya Kayra.
" Iya sama sepertimu. Silvia juga saudara tirimu," sahut Davin.
" Tapi hidupmu jauh lebih beruntung di bandingkan aku. Aku kehilangan segalanya, mama yang aku anggap baik, kakak yang aku anggap menyayangiku benar-benar hilang di saat papa koma dan aku hanya terus di manfaatkan," ucap Kayra mengeluhkan keadaannya.
" Kau benar. Aku jauh lebih beruntung dari padamu. Karena aku jauh lebih pintar dari padamu," sahut Davin membuat dahi Kayra mengkerut.
" Ibu dan saudara tiriku juga tidak baik dan ada niat di balik semuanya dan apa lagi jika ingin kekuasaan. Tetapi karena kepintaranku mereka tidak bisa menang dariku dan tidak membuat mereka bisa menguasai ku. Berbeda denganmu. Kau itu terlalu bodoh makanya sampai di perdaya oleh ibu tirimu dan juga saudara tirimu. Itu karena kebodohanmu sendiri," ucap Davin yang dengan blak-blakan bicara dengan Kayra yang membuat Kayra langsung menatap Davin kesal.
" Kau sudah menyadari betapa bodohnya dirimu," ucap Davin lagi.
" Jangan sok pintar. Aku sudah mengatakan kau tidak tau bagaimana posisi ku," sahut Kayra kesal.
" Papamu. Kau lemah karena dia. Kau takut jika dia kenapa-kenapa. Kau sudah menikah seharusnya kau bisa bertindak tegas gunakan kesempatan dengan baik. Tapi tidak kau itu hanya berani kepadaku saja. Tetapi kepada ibu tirimu kau menjadi wanita menyedihkan yang menye-menye dan takut ini itu," ucap Davin yang bicara terang-terangan dengan Kayra.
" Diamlah! Jangan terus mengocehiku. Tidak ada ya dalam perjanjian kau itu ikut campur dan terus-menerus memojokkan ku," sahut Kayra kesal.
" Aku bicara seperti itu. Supaya otakmu itu terbuka," sahut Davin.
" Iya-iya, terserah kau," sahut Kayra.
Darrrrrr.
Tiba-tiba petir berbunyi kuat membuat Kayra yang tersentak kaget dan spontan langsung memeluk Davin berlindung di dada bidang Davin dengan matanya yang terpejam dan ke-2 tangannya yang memeluk erat yang begitu takut dengan suara gemuruh yang begitu kuat itu.
Davin mendadak kaku dengan Kayra yang memeluknya tidak ada penolakan baginya dan malah membiarkan saja Kayra melakukannya. Tetapi justru ada yang aneh yang tiba-tiba jantungnya berdetak kencang tidak biasanya. Lebih kencang 10 kali lipat dan mungkin Kayra bisa mendengarkan detak jantung itu.
Kayra menyadari dia yang berada di pelukan Davin langsung membuka matanya perlahan dan kaget dengan tindakan yang di lakukannya membuat Kayra langsung beralih cepat-cepat.
" Maaf aku tidak sengaja," sahut Kayra yang mendadak gugup yang menyadari kebodohannya.
__ADS_1
Darrrrrr suara petir kembali terdengar lagi dan membuat Kayra kembali tersentak kaget. Namun tidak berani untuk memeluk Davin lagi.
" Kayra kamu apa-apaan sih. Kenapa coba bisa sampai memeluknya. Kamu ini benar-benar ya dia bisa kegeeran dengan apa yang kamu lakukan. Kamu ini ya memang benar-benar keterlaluan," batin Kayra menyadari kebodohannya
" Apa-apaan sih Davin, biasa aja dong, kenapa juga kau malah gugup mendadak? Davin jangan gila," batin Davin yang ternyata sedang mengatur napas yang mana Davin juga begitu gugup.
Kayra dan Davin jadi saling canggung dan malah sama-sama saling salah tingkah
**********
Akhirnya hujan reda juga dan selama itu Kayra dan Davin menunggu sedari tadi akhirnya kesabaran mereka berbuah manis.
" Ayo!" ajak Davin. Karya mengangguk dan langsung berdiri dengan membuka jasnya dan langsung memberikan pada Davin dan Davin langsung mengambilnya dan memakainya. Setelah itu mereka ber-2 berjalan tanpa ada obrolan sama sekali sampai kemobil Davin.
Di mana ternyata Reyhan sudah berdiri di samping mobil yang melihat bosnya dan istrinya berjalan ke arahnya.
" Kok bisa bos Davin sama nona Nayra. Kapan nona Nayra datangnya? Aduh apa aku akan di marahi setelah ini. Karena membiarkan bos Davin kehujanan. Kamu sih Reyhan bisa-bisanya ketiduran sekarang lihat ulah kamu," batin Reyhan yang tampaknya takut-takut dengan Davin yang semakin mendekat.
" Kenapa masih diam, buka pintu mobil!" titah Davin.
" Dan kau kenapa masih berdiri di sana. Kau tidak ingin pulang. Ingin menginap di pemakaman ini," desis Davin.
" Memang aku boleh ikut?" tanya Kayra.
" Kenapa kau sudah janjian untuk di jemput seseorang?" Sindir Davin.
" Issss, kau itu selalu saja berpikiran jelek," sahut Kayra kesal yang langsung memasuki mobil dengan terpaksa. Davin melihat ke arah Reyhan dan Reyhan tersenyum mendapatkan tatapan itu.
" Apa tidurmu nyenyak?" tanya Davin dengan menyindir.
" Maaf bos, saya tidak tau kalau bos ternyata masih ada di sana," ucap Reyhan yang mengakui kesalahannya dan Davin pun langsung menyusul Kayra memasuki mobil dan Reyhan juga memasuki mobil duduk di tempat pengemudi.
" Apa kita langsung pulang bos?" tanya Reyhan.
" Kita cari makan dulu aku lapar," jawab Davin.
__ADS_1
" Baik bos," sahut Arya.
Kayra hanya duduk santai, walau dia sedikit canggung karena mungkin masalah tadi. Jadi Kayra agak gugup berada di samping Davin.
************
Akhirnya mobil Davin berhenti di depan sebuah Restaurant mewah. Kepala Kayra berkeliling melihat Restauran itu yang mana itu adalah Restaurant Jepang yang pertama kali dia bertemu dengan Davin di sana.
" Kita makan di sini?" tanya Kayra yang masih heran.
" Iya," jawab Davin dengan santai. Saat Kayra mau turun tiba-tiba Kayra melihat Aldo dengan 2 orang Pria yang juga di kenalnya yang siapa lagi kalau bukan rekan kerjanya yang membuat Kayra kaget dengan matanya yang melotot.
" Aku tidak ikut makan," ucap Kayra membuat Davin kaget dan langsung melihat kearahnya.
" Kenapa?" tanya Davin heran.
" Lihat di sana!" tunjuk Kayra. Davin langsung melihat kearah yang Kayra tunjuk melihat Aldo.
" Lalu. Kau tidak akan makan. Karena ada dia di sana," sahut Davin yang mulai kesal.
" Ya memang tidak mungkinkan aku dan kamu makan ber-2 dan mereka kalau melihat kita bagaimana. Bagaimana mereka bertanya-tanya. Kok kita bisa bersama yang ada pernikahan kita akan ketahuan," ucap Kayra.
" Kau takut dia tau kau sudah menikah," sahut Davin.
" Jadi kau mau kalau dia tau kau menikah denganku," sahut Kayra yang balik bertanya yang membuat Davin berdecak kesal.
" Pindah lokasi!" titah Davin pada Reyhan. Reyhan menganggukkan kepalanya yang memang hanya bisa menurut. Reyhan sudah sangat biasa mendengarkan Davin dan Kayra sudah bertengkar.
" Kok bisa sih, tiba-tiba Pak Aldo ada di sini?" Gumam Kayra
" Jangan tanya aku," sahut Davin menyambar dengan suara ketus.
" Siapa yang bertanya padamu," sahut Kayra geleng-geleng. Wajah Davin sudah entah seperti apa yang di tekuk dengan penuh kekesalan yang seakan-akan bersembunyi dari pernikahannya dan pasti kesalnya dia karena dia yang harus main petak umpet yang padahal dia menikah dengan sah pada Kayra.
Bersambung
__ADS_1