Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 44 Pemerasan mertua.


__ADS_3

" Sial kenapa Davin tiba-tiba ada di sini. Berantakan semua rencanaku," batin Susan yang mendadak panik dengan hadirnya Davin dan belum lagi Davin menatapnya dengan tajam.


" Menantuku!" ucap Susan tersenyum lebar. Layaknya orang yang tidak berdosa sama sekali yang masih bisa cengengesan pada Davin.


" Ada apa ini? Kenapa dia terluka?" tanya Davin menekan suaranya yang masih mengendalikan dirinya untuk tidak marah pada mertuanya itu yang menyebalkan itu.


" Tidak apa-apa Davin," jawab Susan sesantai mungkin.


" Jangan berbohong!" sentak Davin mulai keras dan membuat Susan terkejut. Sementara Kayra panik dengan melihat di sekitarnya yang takut penghuni rumah keluar. Apa lagi suara Davin begitu kuat.


" Dia membentakku," batin Susan kesal.


" Aku tidak suka basa-basi di rumah ini. Jadi katakan kenapa dia terluka? Apa yang kau lakukan di rumahku dan lancang melukainya? ucap Davin yang terlihat begitu marah apa yang terjadi pada Kayra. Kayra bahkan juga terkejut dengan Davin yang terlihat mengkhawatirkan dirinya.


Susan sampai tidak bisa berkata-kata dengan Davin yang baru di lihatnya mengamuk dan jujur itu membuatnya takut.


" Kurang ajar anak ini, beraninya dia membentakku di depan wanita ini," batin Susan tampak tidak terima dengan kemarahan Davin kepadanya.


" Katakan!" gertak Davin lagi.


" Ya Allah, Davin sampai semarah itu," batin Kayra yang menatap wajah Davin yang memerah dengan rahang kokoh yang mengeras sampai urat-urat lehernya terlihat menegang.


" Kenapa diam? katakan?" bentak Davin semakin emosi.


" Baik aku akan mengatakannya tujuanku datang kemari. Pertama karena anakku selalu mengabaikan telponku. Dia sengaja menghindariku. Dan yang pasti tujuan utamaku datang kerumah ini menemui Kayra, untuk meminta uang jatah bulanan Kayra yang kamu janjikan saat menikah dengannya dan seharusnya dia memberikannya kepadaku. Karena itu sudah kesepakatan kami," ucap Susan terang-terangan mengatakan tujuannya yang sebenarnya. Rasa malunya yang meminta uang benar-benar sudah tidak ada lagi.


" Jadi hanya karena uang, kau sampai melukainya seperti ini," sahut Davin menekan suaranya bahkan sampai menunjuk Susan.


" Aku hanya tidak suka dengan Kayra yang memakan sendiri uang yang seharusnya milik bersama. Karena itu sudah menjadi kesepakatan kami," sahut Susan dengan sinis.

__ADS_1


" Aku memang tidak memberinya uang. Percuma kau memintanya kepadanya," sahut Davin membenarkan apa yang di katakan Kayra sebelumnya kepada Susan.


" Kalau begitu berikan uangnya, karena Kayra harus memberikannya pada ibunya," ucap Susan dengan santai.


" Kenapa aku harus memberinya kepadamu. Jika aku memberinya. Maka itu hanya untuk Kayra!" tegas Davin.


" Aku dan Kayra sudah punya kesepakatan dan uang yang di dapatkannya harus di serahkan kepadaku. Jadi berikan apa yang seharusnya menjadi hak Kayra," sahut Susan menegaskan yang membuat Davin mendengus kasar.


" Berapa yang kau inginkan?" tanya Davin yang tampaknya tidak mau ambil pusing menghadapi wanita serakah itu.


" 300 juta, sesuai dengan janjimu sebelumnya. Itu nominal yang paling kecil bukan," sahut Susan dengan entengnya mengatakan jumlah uang yang di inginkannya.


" Mah," lirih Kayra merasa mamanya semakin lama semakin menjadi-jadi.


" Kau ingin memerasku menggunakan anakmu," sahut Davin yang tampaknya lama-lama lelah dengan mata duitannya ibu tiri Kayra. Dan lebih parah lagi seenaknya meminta nominal yang tinggi.


Dirinya saja belum mendapatkan apa-apa, sementara ibu Kayra sudah kenyang dengan uang yang nilainya tidak sedikit.


" Jangan mengajariku soal itu. Aku bisa memberinya. Tetapi bukan untuk di miliki orang lain," tegas Davin.


" Davin, aku menyetujui pernikahan itu. Karena kau juga memenuhi mahar dan syarat yang tepat. Salah satunya uang bulanan yang sudah di tentukan nilainya dan permasalahan uang itu untuk Kayra atau untukku. Itu urusan ibu dan anak. Tugasmu hanya memberikan dia hak sebagai istrimu itu saja dan jika kau tidak memberikannya. Kayra juga tidak mungkin hidup tanpa nafkah yang jelas. Jadi jangan salahkan aku. Jika aku akan mencarikan suami pengganti untuknya yang bisa memberikannya nafkah yang jelas," ucap Susan dengan ancamannya.


Hal itu membuat Davin dan Kayra terkejut. Davin sampai melotot yang tidak percaya jika wanita mata duitan di depannya itu bisa mengancamnya.


" Apa yang mama bicarakan, mama tidak bisa seenaknya kepada Kayra. Kayra audah menikah dan mama tidak bisa menyuruh Kayra menikah lagi hanya karena uang,"'sahut Kayra yang tidak terima dengan kata-kata mamanya.


" Kenapa? Mama berhak melakukan itu. Jadi kamu jangan macam-macam. Jangan bodoh dengan suami yang tidak bisa memberimu uang. Banyak laki-laki yang jauh lebih kaya dari dia," ucap Susan benar-benar to the point bicara. Dia sudah menunjukkan serakahnya dirinya dan ketidak pedulian nya pada Kayra.


" Wanita ini sungguh sialan, dia benar-benar mengancamku," Batin Davin yang semakin naik darah dengan mertuanya yang semakin lama semakin serakah.

__ADS_1


" Jika Davin tidak memenuhi janjinya. Termasuk uang bulanan untuk kamu. Maka kamu ikut mama pulang," ucap Susan memberikan ancaman.


" CK, sial!" umpat Davin yang mengeluarkan handphone dari sakunya dan terlihat sedang melakukan sesuatu pada handphonenya.


" Aku sudah mentransfer apa yang anda mau," sahut Davin yang memang tidak punya pilihan selain menuruti kemauan ibu mertuanya itu.


Sementara Kayra hanya diam yang tidak tau harus melakukan apa.


" Aku akan mengeceknya sebentar," ucap Susan dengan tidak tau malunya yang langsung mengecek handphonenya.


Senyumnya begitu mengembang ketika melihat nominal yang di transfer Davin. Mata hijau yang melihat nominal uang yang fantastis.


" Aku akan mentransfer sisanya," sahut Davin. Yang merasa nominal yang di lihat mertuanya itu tidak cukup. Karena Davin memang hanya mentransfer 300 juta saja. Walau itu uang yang di janjikan nya untuk Kayra.


" Baguslah kalau begitu. Aku akan menunggu sisanya. Jangan terlambat memberikan jatah bulanan untuk Kayra. Jika tidak aku akan mencari penggantimu," ucap Susan yang kembali mengancam Davin.


" Wanita merendahkan diriku, beraninya dia melakukan itu," umpat Davin dengan kesal.


" Pergilah dari sini!" usir Davin yang muak melihat Susan.


Susan tersenyum lebar, " baik menantuku memang mertuamu ini akan pulang. Terima kasih untuk yang janji kamu ucapkan. Mama pulang menantu yang bisa di andalkan," ucap Susan dengan menyunggingkan senyumnya yang merasa penuh kemenangan dan langsung pergi setelah mendapatkan apa yang di inginkannya.


Kayra membuang napasnya perlahan dengan mengusap wajahnya sampai kerambutnya. Tidak tau dia harus apa lagi dengan mama tirinya yang semakin lama semakin menjadi- jadi. Bahkan mamanya tidak berakting lagi di depan Davin sudah terang-terangan dan bahkan berani mengancam Davin.


Kepergian Susan membuat Davin membuang napasnya kasar dengan umpatan di dalam hatinya yang menunjukkan emosi berat pada Susan. Davin menoleh ke arah Kayra yang terlihat Kayra resah. Kayra juga melihat Davin. Namun diam tanpa apa yang harus di katakan Kayra.


Kayra memilih pergi tanpa mengucapkan apapun. Namun Davin menarik tangan Kayra dan membawanya menaiki anak tangga.


" Davin apa yang kamu lakukan?" tanya Kayra heran saat Davin membawanya menaiki anak tangga dan ternyata memasuki kamar mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2