Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 201


__ADS_3

Sekarang Kayra sedang menyuapi Brian makan di mana Brian duduk di Sofa dan makan dengan lahap. Sementara Davin ada di sebelah Brian yang juga menemani Brian makan.


"Mama kenapa kakek tidak menjemput Brian kemarin?" tanya Brian dengan makanan yang penuh di mulutnya.


"Kakek lupa Brian," jawab Kayra.


"Begitu! tetapi untung ada papa," ucap Brian.


"Kalau misalnya Brian sendirian. Brian telpon papa ya," ucap Davin dengan mengusap-usap pucuk kepala Brian.


"Tidak perlu papa. Brian kan laki-laki. Jadi tidak boleh takut. Lagian kalau Brian sendiri. Itu juga karena mama harus menyelamatkan pasien. Karena seorang Dokter tanggung jawabnya lebih besar. Jadi Brian harus berani terus. Kalau tiba-tiba mama pergi. Karena tidak mungkinkan mama harus telpon kakek lagi dan juga telpon papa. Jadi Brian sudah terbiasa. Karena Brian tau mama juga pasti tidak mau meninggalkan Brian," ucap Brian yang berbicara begitu dewasanya yang di pastikan membuat Davin hanya terdiam.


Davin harus malu dengan Brian yang jauh lebih dewasa dari pada dirinya. Anak 5 tahun saja sangat mengerti bagaimana Kayra. Namun dirinya. Hanya bisa marah-marah tanpa tau apa yang sebenarnya, menyalahkan seenaknya seperti orang yang sudah paling tau saja. Perkataan Brian secara tidak langsung menampar Davin. Untuk tidak berpikiran yang buruk-buruk pada Kayra.


"Mama tadi malam operasinya berhasilkan?" tanya Brian.


"Iya berhasil sayang," jawab Kayra tersenyum.


"Alhamdulillah. Brian juga sudah sembuh. Mama benar-benar hebat," ucap Brian mengacungkan 2 jempolnya. Kayra tersenyum mendengarnya. Sementara Davin hanya melihat Kayra saja dengan tatapan yang penuh dengan arti.


"Brian makan lagi," ucap Kayra. Brian mengangguk dan makan sangat lahap.


***********


Setelah Brian selesai makan Brian juga langsung mandi dengan Kayra berada di kamar Brian yang membersihkan kamar itu. Sementara Davin masih tetap ada di rumah Kayra. Dia di sana hanya ingin memastikan kondisi Brian walau sebenarnya Brian baik-baik saja.


"Brian pakaiannya mama taruh di sini ya," ucap Kayra dengan suara seraknya yang terlihat sangat sesak bahkan sampai memegang dadanya.


"Iya mah," sahut Brian dari dalam kamar mandi.


Kayra menghela napasnya dengan kasar dan membuangnya perlahan kedepan dan juga berjalan keluar dari kamar Brian dengan dadanya yang kembang kempis yang mana Kayra merasakan begitu sesak.


Kayra juga begitu lemas tiba-tiba yang membuka pintu kamar dan Davin terlihat menonton televisi. Jangan tanya Davin menganggap itu rumahnya. Kayra tidak memperdulikannya dan berjalan menuju dapur.


Davin hanya meliriknya yang memperhatikan Kayra memang sepertinya tidak baik-baik saja. Seperti ada sesuatu yang tidak di ketahui ada apa dengan Kayra yang berjalan dengan lemas.

__ADS_1


Kayra menuju meja makan untuk menuang segelas air.


Prang.


Tiba-tiba gelas yang di pegangnya pecah dan membuat Davin terkejut yang langsung melihat ke arah Kayra yang mana Kayra yang begitu lemas. Sampai berpegangan pada pinggir meja.


"Kayra!" lirih Davin yang langsung mendekati Kayra dengan memegang ke-2 bahu Kayra.


"Kayra kamu kenapa?" tanya Davin dengan wajahnya yang panik.


"Aku tidak apa-apa," sahut Kayra dengan wajah lemasnya dengan tangannya yang memijat kepalanya.


"Tapi kamu sangat pucat," ucap Davin. Kayra melepas tangan Davin dari bahunya.


"Aku tidak apa-apa. Aku mau istirahat. Kamu tolong bantu Brian. Aku mau tidur sebentar," ucap Kayra berjalan ke kamarnya dengan lemas. Namun Kayra yang merasa dirinya kuat ternyata tidak dan bahkan Kayra hampir jatuh yang membuat Davin terkejut dan dengan cepat menilang Kayra.


"Kayra kau benar-benar tidak baik-baik saja," ucap Davin yang merasakan hangat di tubuh Kayra.


"Kau baik-baik saja," sahut Kayra yang merasa sangat kuat. Davin tidak bisa membiarkan Kayra tetap keras kepala dan Davin langsung menggendong Kayra ala bridal style yang membuat Kayra terkejut.


"Davin apa yang kau lakukan? turunkan aku!" ucap Kayra.


"Aku tidak apa-apa. Turunkan aku!" ucap Kayra berusaha memberontak dan jangan tanya Davin peduli atau tidak. Dia tidak peduli sama sekali dan melangkah menuju kamar Kayra yang membantu Kayra kekamar.


"Davin kau ini!" geram Kayra dengan wajah kesalnya.


"Aku sudah mengatakan akan membantumu," ucap Davin.


Dengan perlahan Davin merebahkan Kayra di atas tempat tidur. Dan bahkan memegang kening Kayra dengan punggung tangannya dan Kayra sangat panas.


"Kau panas Kayra. Kita ke dokter," ucap Davin.


"Tidak perlu. Kau tau apa yang terjadi padaku. Jadi tidak usah di bawa ke Dokter. Aku baik-baik saja, kau keluar saja. Aku mau tidur!" ucap Kayra menolak bantuan Davin dan lebih memilih untuk sendiri.


"Kenapa masih di sini! keluar Davin. Jangan menggangguku," usir Kayra. Davin hanya menghela napasnya dan mau tidak mau meninggalkan Kayra. Karena memang itu keinginan Kayra. Kayra pun perlahan memejamkan matanya mungkin dia kelelahan. Makanya sampai kondisi tubuhnya seperti itu.

__ADS_1


***********


Davin masih berada di rumah Kayra. Yang sekarang berada di dapur yang sepertinya menyiapkan makanan.


"Papa ngapain?" tanya Brian.


"Papa sedang menyiapkan makan untuk mama," jawab Davin.


"Memang mama belum makan!" tanya Davin.


"Belum Brian," jawab Davin.


"Biar Brian bantu," ucap Brian. Davin tersenyum dan Brian membantu Davin yang walau Brian tidak tau harus membantu apa.


"Papa Brian mau tanya sesuatu pada papa?" tanya Brian.


"Tanya apa Brian?" tanya Davin sembari memotong-motong sayuran.


"Apa itu divorced papa?" tanya Brian membuat Davin berhenti memotong dan melihat ke arah Brian yang naik di atas kursi di sebelahnya agar sejajar tingginya dengannya.


"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Davin.


"Teman-teman Brian mama dan papanya tinggal serumah dan Brian bilang pada mereka kalau mama dan papa Brian tidak tinggal serumah dan kata mereka berarti mama papa Brian sudah divorced," jawab Brian.


"Tidak Brian mama dan papa tidak Divorced. Mungkin belum saatnya untuk mama dan papa tinggal serumah," ucap Davin.


"Tapi papa belum menjawab apa itu Divorced?" tanya Brian yang sangat penasaran.


Sabun menghela napasnya dengan perlahan kedepan. Lalu langsung mengangkat Davin untuk duduk di meja dan Davin berdiri di depannya dengan memegang ke-2 bahu Brian.


"Divorced itu adalah perceraian, perpisahan orangtua. Tapi mama dan papa tidak mengalami hal itu. Seperti yang papa bilang belum saatnya mama dan papa dan juga Brian untuk tinggal bersama," jelas Davin dengan pelan-pelan pada Brian agar Brian paham.


"Jadi nanti kapan-kapan. Mama dan papa pasti akan tinggal serumah lagi?" tanya Brian.


"Iya pasti. Brian doakan saja yang terbaik ya. Biar mama sama papa bisa serumah dan kita sama-sama," ucap Davin tersenyum.

__ADS_1


"Baik papa," sahut Brian. Davin tersenyum dengan mengusap-usap pucuk kepala Brian.


Bersambung


__ADS_2