
Kayra dan Davin yang saling bertatapan dan mungkin hati mereka sama-sama saling bicara yang tidak tau apa yang mereka bicarakan. Brian yang melihat mama dan papanya langsung menghampiri mama dan papanya dan langsung duduk di tengah dengan Brian yang meraih tangan Kayra dan juga Davin.
"Brian senang melihat mama dan papa seperti ini," ucap Brian dengan tersenyum yang melihat bergantian ke-2 orang tuanya. Kayra dan Davin kembali saling melihat.
"Mama papa," ucap Brian.
"Iya kenapa Brian?" tanya Davin.
"Bukannya papa janji kalau Brian bisa menang, mama dan papa akan memberikan hadiah yang banyak untuk Brian," ucap Brian.
"Memang Brian mau hadiah apa?" tanya Davin.
"Brian tidak minta apa-apa dari mama dan papa. Brian hanya ingin kita ber-3 tinggal 1 rumah," ucap Brian. Kayra dan Davin saling melihat. Wajah Kayra sudah menjelaskan ekspresi yang menentukan jika apa yang di inginkan Brian itu hal yang tidak mungkin.
Brian menoleh kembali ke arah mama dan juga papanya, "pah mah, bisakan kita tinggal bersama?" tanya Brian yang sangat ingin kepastian yang jelas dari ke-2 orang tuanya itu.
Wajah Brian sangat penuh dengan harapan keinginan yang besar untuk bisa tinggal bersama dengan ke-2 orangtuanya.
"Bukannya papa bilang kita akan tinggal bersama," ucap Brian.
"Brian papa memang mengatakan seperti itu. Tetapi ini belum waktunya," ucap Davin.
"Kenapa? apa mama tidak mengijinkan kita untuk tinggal sama-sama?" tanya Brian. Kayra hanya terdiam tanpa mengeluarkan kata-kata.
Davin langsung berdiri dari duduknya dan berjongkok di depan Brian dengan memegang pipi Brian.
"Brian dengarkan papa. Kita akan tinggal bersama. Tetapi bukan sekarang. Brian papa melakukan banyak kesalahan yang artinya papa harus menebusnya," ucap Davin.
"Kesalahan apa. Apa itu kesalahan pada mama?" tanya Brian yang rasa taunya sangat besar.
"Iya sayang, kesalahan pada mama dan itu tidak bisa membuat kita untuk bersama-sama," jawab Davin.
"Mama kesalahan apa yang papa lakukan. Kenapa membuat kita tidak tinggal bersama dan walaupun papa membuat kesalahan. Bukannya mama selalu bilang harus memaafkan. Mama kan mengajari Brian untuk saling memaafkan. Lalu kenapa kesalahan papa tidak bisa di maafkan?" tanya Brian dengan wajah senduh nya.
__ADS_1
Kayra menghela napasnya yang tidak tau harus menjawab apa dari kata-kata Brian yang jujur dia juga tidak tau harus mengatakannya apa.
"Ya sudahlah. Kalau memang tidak bisa tinggal sama mama dan papa. Padahal Brian ingin seperti orang-orang lain yang mama papanya terus berada di rumahnya. Jika seperti ini sama saja Brian dengan Brandon. Sama-sama orang tuanya tidak bersama," ucap Brian dengan wajahnya yang cemberut dengan tangannya yang di lipat di dadanya.
Davin sangat mengetahui jika Brian sangat marah. Dan Davin melihat kearah Kayra yang mana Kayra tidak berbicara apa-apa dan juga wajahnya yang bereksperesi datar yang terlihat menyimpan kesedihan.
"Aku ke toilet dulu," ucap Kayra yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi.
"Mama mau kemana pah?" tanya Brian.
"Hanya ke toilet," jawab Davin.
"Apa mama marah sama Brian?" tanya Brian.
"Mama tidak marah sama Brian. Mama hanya sedih dengan permintaan Brian," sahut Davin.
"Apa permintaan Brian sebuah kesalahan?" tanya Brian pada Davin. Davin mengusap-usap pucuk kepala putranya tersebut.
"Brian seperti yang papa katakan. Tidak mudah untuk mama dan papa untuk bersama dan Brian jangan tanya alasannya kenapa. Karena penjelasannya sangat panjang dan Brian belum mengerti sama sekali. Karena Brian harus tau kesalahan papa sangat besar dan papa tidak bisa memaksa mama kamu untuk memaafkan papa. Karena itu tidak mudah Brian," jelas Davin dengan pelan-pelan agar Brian mengerti.
"Biar papa yang melakukannya. Brian jangan Khawatir. Biar semua ini menjadi urusan papa," jawab Davin.
"Baiklah kalau begitu. Tetapi papa harus janji akan mendapatkan maaf dari mama dan kita bisa tinggal bersama dan papa jika butuh bantuan Brian harus mengatakannya pada Brian," ucap Brian.
"Iya sayang. Papa janji sama Brian," jawab Davin.
"Janji," sahut Brian menunjukkan jari kelingkingnya dan langsung di sambut Davin yang berjanji pada putranya tersebut.
"Kalau papa bohong nanti akan jadi hewan jahat," ucap Brian. Davin tersenyum mendengarnya dengan mengusap-usap pucuk kepala Brian.
"Papa tidak akan bohong. Jadi Brian jangan Khawatir," jawab Davin.
Brian walau tidak mendapatkan keinginannya. Namun dengan sang papa yang sudah berjanji sudah membuatnya merasa lega dan sangat bahagia. Jadi tidak masalah baginya.
__ADS_1
Sementara Kayra berada di dalam kamar mandi yang berdiri di depan cermin. Dia terus mengingat perkataan Brian yang menginginkan dia dan Davin tinggal serumah yang artinya dia dan Davin harus rujuk.
Sangat ingin memberikan putranya kebahagiaan. Namun apa harus memberikannya dengan cara seperti ini rasanya juga sangat tidak mudah. Namun membuat Kayra harus kepikiran dengan apa yang di katakan putranya tersebut.
"Maafkan mama Brian mama tidak bisa menuruti permintaan kamu. Kamu tidak mengerti apa yang terjadi dan semua ini tidak mudah. Maafkan mama sayang tolong beri mama waktu dan kamu juga lama kelamaan akan paham," batin Kayra dengan wajahnya yang sendu yang hanya bisa meminta maaf pada putranya.
*********
Tidak mendapatkan keinginannya membuat Brian meminta hal lain yaitu menginap di rumah Davin. Kayra mengijinkan hal itu. Namun Kayra tidak bisa menginap di sana. Karena dia harus ke rumah sakit.
Dan Brian pun tinggal di rumah Davin yang pasti keluarga Davin juga sangat merindukan Brian.
Brian yang sudah di rumah Davin melihat Oma Elishabet yang duduk dengan membaca koran membuat Brian langsung menghampiri Oma.
"Nenay," sapa Brian.
"Eh Brian, kenapa belum tidur?" tanya Oma
"Belum mau tidur," jawab Brian, "boleh Brian duduk di pangkuan Oma?" tanya Brian.
"Baik Brian boleh. Ayo duduk sayang!" ajak Oma. Brian mengangguk tersenyum dan langsung duduk.
"Apa Brian berat?" tanya Brian.
"Tidak sama sekali. Brian sangat ringan," jawab Oma.
"Benarkah?" tanya Brian. Oma menganggukkan kepalanya.
"Oma katakan pada Brian apa kesalahan yang membuat mama dan papa tidak boleh 1 rumah lagi?" tanya Brian yang masih kepo dengan apa yang di katakan Davin. Karena dia memang belum mendapatkan jawaban apa-apa.
"Apa maksud Brian? kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Oma.
"Papa bilang papa punya kesalahan besar pada mama dan mama belum bisa memaafkan papa. Tapi Brian tidak tau apa yang papa lakukan. Kenapa kelihatannya memang mama sangat marah," ucap Brian.
__ADS_1
Oma jadi bingung harus menjawab di mulai dari mana.
Bersambung