Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 152


__ADS_3

Setelah melakukan perdebatan dengan suaminya. Kayra memilih untuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman. Dia ingin menenangkan diri untuk meredakan emosinya.


Mana mungkin Kayra tidak marah. Davin berjanji akan menemaninya untuk cek kandungan. Dan kalaupun ada hal yang mendadak apa salahnya Davin harus mengabari. Jika tidak menemui Kayra. Apa tidak bisa menghubunginya lewat telpon saat di mobil menuju rumah sakit.


Banyak yang harus di lakukan Davin. Tetapi tidak melakukannya. Seolah-olah Davin begitu panik di perjalanan memikirkan Pricilla sampai tidak mengingat Kayra.


Kayra juga masih menunggu-nunggu kabar dari Davin. Namun tidak ada sampai akhirnya dia harus USG sendirian dan malah melihat Davin menyuapi Pricilla.


Jelas Kayra marah. Namun dia mencoba untuk tenang dan mengerti situasi. Tetapi Davin malah membuat keributan yang berusaha menyebut-nyebut nama Pricilla. Ya semuanya jadi serba salah sekarang.


Kayra yang duduk di taman dengan ke-2 tangannya dilipat di dadanya dengan beberapa kali menghembuskan kasar napasnya kedepan dengan wajah murungnya.


Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di dadanya yang memeluknya erat yang ternyata adalah Davin.


" Jangan di luar di sini dingin! aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa," ucap Davin dengan memeluk Kayra erat. Pipinya yang menempel ke pipi Kayra.


" Kayra aku minta maaf sudah membuat mu marah. Aku tidak bermaksud untuk melupakan tugasku sebagai seorang suami dan juga calon ayah dari anak kita. Maafkan aku Kayra," ucap Davin dengan lembut yang membujuk Kayra.


Lebih baik bagi Davin mengalah dan meminta maaf dari pada membiarkan istrinya marah dan terus kepikiran.


" Kayra!" tegur Davin lagi.


Kayra membuang napasnya perlahan kedepan dan melihat ke arah Davin. Di mana mata mereka saling bertemu.


" Aku minta maaf ya," ucap Davin lagi. Kayra menganggukan kepalanya membuat Davin tersenyum dan langsung mencium kening Kayra.


Davin beralih pindah duduk di samping Kayra dan langsung merangkul istrinya tersebut. Memeluknya erat dan beberapa kali mencium pucuk kepalanya.


" Jangan marah-marah lagi. Nanti kamu semakin jelek," ucap Davin. Mampu membuat Kayra tersenyum tipis. Baginya tidak ada gunanya merajuk lama-lama dan untunglah Davin juga langsung membujuknya agar masalah mereka tidak berlarut-larut.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Kayra melihat ke arah Davin.


" Siapa?" tanya Davin.


" Kamu pasti tau siapa yang aku maksud," jawab Kayra.

__ADS_1


" Dia baik-baik saja. Dia sudah jauh lebih baik sekarang. Aku juga tidak tau kenapa pihak rumah sakit menghubungiku. Mungkin karena keluarganya belum datang," jelas Davin singkat.


" Lalu kenapa tidak mengabariku?" tanya Kayra dengan lembut.


" Handphone ku ketinggalan di kantor," jawab Davin.


" Karena sangat buru-buru jadi ketinggalan?" tanya Kayra.


Davin tersenyum dengan menggeleng, " tidak ada yang buru-buru Kayra dan tidak ada yang memikirkannya. Justru aku hanya memikirkanmu bagaimana caranya menghubungimu," jelas Davin menatap Kayra dengan dengan intens.


" Baiklah. Kita lupakan kejadian itu. Semoga kedepannya kesalah pahaman di antara kita bisa kita atasi dan aku juga tidak tau apa masih sanggup apa tidak. Jika nanti ada kesalahpahaman lagi," ucap Kayra.


" Maksud kamu apa?" tanya Davin.


" Tidak. Aku hanya tiba-tiba ingin mengeluarkan kata-kata itu. Dan iya bagaimana keluarganya. Apa sudah datang?" tanya Kayra.


" Kemungkinan besok atau lusa. Aku juga tidak tau pastinya. Kamu jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja. Setelah Pricilla di operasi. Maka tidak ada yang perlu di khawatirkan," ucap Davin.


" Ya di khawatirkan. Jika dia menolak operasi dan memanfaatkan situasi," batin Kayra.


" Aku tidak ingin kamu memikirkan apa-apa. Aku hanya ingin kamu fokus pada anak kita dan iya Kayra biar aku yang menyelesaikan masalah ini. Dan sangat meminta kamu untuk mengerti semuanya," ucap Davin sembari memegang pipi Kayra.


Kayra tersenyum tipis dengan mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada Davin.


" Aku akan mengerti Davin. Karena semuanya akan terbiasa. Jadi jangan khawatir," ucap Kayra.


Di teras atas ternyata Oma sedang melihat Davin dan Kayra. Oma juga sepertinya tau jika Kayra dan Davin habis bertengkar.


" Kedepannya mereka akan mengalami hal yang sulit. Kejadian akan menguji pernikahan mereka. Aku tidak tau apa Kayra dan Davin bisa melewati semuanya. Aku hanya berharap mereka bisa sing berkomunikasi agar masalah di antara mereka tidak berlarut-larut," batin Oma yang terus berharap untuk hubungan cucunya.


***********


Rumah sakit.


Pricilla terlihat gelisah yang duduk di atas ranjang rumah sakit dengan bersandar.

__ADS_1


" Kenapa Davin belum datang juga. Bukannya seharusnya pagi ini dia datang. Dia sudah berjanji kepadaku. Akan menemuiku," ucap Pricilla dengan kegelisahannya yang menunggu-nunggu Davin dan Pricilla terus saja melihat kearah pintu yang berharap Davin ada di sana.


Ceklek.


" Davin!" ucap Pricilla yang langsung memanggil Davin saat pintu terbuka. Ternyata bukan Davin melainkan Oma yang datang bersama dengan Dion.


" Oma!" lirih Pricilla.


" Bagiamana keadaan kamu Pricilla?" tanya Oma yang menghampiri Pricilla.


" Aku sering merasakan sakit kepala. Mungkin pikiranku terlalu banyak dan iya aku terus memikirkan Davin dan makanya kepala ku semakin sakit dan mungkin ini efek karena jatuh kemarin," jawab Pricilla.


" Kalau begitu jangan memikirkan Davin," sahut Oma yang bicara langsung tanpa ada basa-basi.


" Maksud Oma apa?" tanya Pricilla.


" Pricilla kecelakaan yang kamu alami. Karena perbuatan kamu sendiri. Kamu yang membuat diri kamu seperti ini dan kamu juga yang membuat sakit kepala kamu dengan memikirkan hal-hal yang tidak perlu kamu pikirkan," ucap Oma menegaskan.


" Apa yang Oma katakan. Aku seperti ini. Itu semua karena Davin. Aku nyaris mengalami kanker otak itu karena Davin. Hidupku yang tidak lama lagi itu karena Davin dan sekarang pikiranku yang juga tidak tenang itu juga karena Davin dan Oma malah menyalahkanku. Semua tidak akan terjadi. Jika Davin tidak menghiyanatiku," ucap Pricilla dengan air matanya yang keluar.


" Pricilla. Kamu jangan bilang Davin menghiyanati kamu. Davin sama sekali tidak pernah menghiyanati kamu dan Davin mendorong kamu. Karena kamu mencelakai istrinya. Dari situ seharusnya kamu sadar jika Davin hanya mencintai Kayra bukan kamu dan iya masalah yang terjadi kepada kamu. Akibat dorongan Davin. Sangat mudah untuk di selesaikan. Kamu bisa melakukan operasi secepatnya dan masalah ini tidak berlarut-larut," tegas Oma.


" Oma kenapa memaksaku untuk operasi. Hal sangat menakutkan bagiku. Lalu kenapa memaksaku. Aku tidak mau melakukannya," ucap Pricilla menegaskan.


" Kamu tidak mau melakukannya hanya untuk membuat Davin berada di sisimu iyakan?" tanya Oma.


" Apa maksud Oma?" tanya Pricilla.


" Jangan memanfaatkan kesempatan Pricilla dengan yang terjadi untuk membuat hubungan Kayra dan berantakan. Pricilla saya sangat memahami situasi ini dan saya juga tidak mungkin membiarkan semuanya seperti ini. Keluarga kami akan bertanggung jawab atas kamu dan itu hanya untuk operasi kamu bukan untuk hati kamu. Dan jika kamu tidak mau atau mengulur-ulur waktu agar dekat dengan Davin. Jadi maaf keluarga kami akan lepas tanggung jawab dan kamu urus diri kamu sendiri," tegas Oma yang bicara tanpa ada kata-kata manis. Hal itu sangat mengejutkan Pricilla.


" Dion kamu urus semua proses operasinya. Mau tidak mau Pricilla akan operasi!" perintah Oma.


" Baik Nyonya," sahut Dion.


" Kami permisi Pricilla. Kamu istirahat lah dan jangan memikirkan suami orang," ucap Oma dengan kata-kata yang pedas dan langsung pergi setelah tersenyum kepada Pricilla dan Pricilla terlihat kesal dengan tangannya yang terkepal.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2