
Setelah acara pernikahan Pricilla dan Lian untuk beberapa hari kedepan tinggal dulu di rumah Lian. Pricillia yang menjadi hari pertama sebagai istri sedang menyiapkan sarapan di sana juga ada Kayra yang turut membantu.
"Seharusnya biar aku saja Kayra yang melakukannya. Kamu bukannya akan siap-siap kerumah sakit," ucap Pricilla.
"Tidak apa-apa Pricilla, aku masih lama kok kerumah sakit. Jadi tidak apa-apa kalau menyiapkan sarapan lagian ini sudah hal yang biasa kok," sahut Kayra dengan tersenyum.
"Kayra punya obat pusing tidak?" tanya Giselle yang tiba-tiba datang kedapur dengan memegang kepalanya.
"Kamu sakit?" tanya Kayra.
"Sedikit pusing setelah bangun tidur tadi mungkin karena kelelahan," jawab Giselle.
"Ya sudah aku periksa ya," ucap Kayra.
"Tidak usah aku mau minum obat aja. Ada tidak kira-kira obat pusing?" tanya Giselle.
"Ada kok. Ya sudah kalau begitu tunggu sebentar biar aku ambil dulu," ucap Kayra. Giselle hanya menganggukkan kepalanya dan Kayra pun pergi mengambilnya dan Giselle langsung duduk dengan memijat kepalanya yang terasa berat.
"Kamu minum dulu!" ucap Pricilla yang tiba-tiba memberikan air untuk Giselle dan Giselle mengambilnya tanpa mengucapkan apa-apa. Pricilla pun melanjutkan pekerjaannya.
"Hmmm, apa kak Aldo punya pacar?" tanya Giselle tiba-tiba yang membuat Pricilla tersenyum.
"Tidak sama sekali," jawab Pricilla yang apa adanya.
"Serius dia tidak punya pacar?" tanya Giselle yang ingin memastikan sekali lagi.
"Iya setauku dia itu memang single," jawab Pricilla apa adanya.
"Ohhh, begitu ternyata," sahut Giselle yang santai saja. Namun sepertinya hatinya begitu bahagia yang mendengar kabar bahwa ternyata Aldo adalah single.
"Kamu menyukainya?" tanya Pricilla yang bisa menebak.
"Apa sih," sahut Giselle malu-malu.
"Kalau menyukainya tidak apa-apa. Nanti akan aku sampaikan padanya," sahut Pricilla.
"Memang kamu kalau misalnya aku menyukainya dan kamu mau menyampaikannya. Bukannya seharusnya kamu itu tidak suka pada ku ya," ucap Giselle.
"Kenapa tidak suka?" tanya Pricilla.
"Ya kan aku Hmmm, ya kamu tau sendirilah," sahut Giselle yang sadar dia itu keterlaluan dan seharusnya Pricilla tidak membantunya dalam urusan masalah Aldo.
__ADS_1
"Giselle kamu yang tidak menyukaiku dan aku tidak harus benci pada kamu. Lagian aku tidak bisa memaksa kamu bisa suka atau tidak padaku," ucap Pricilla dengan apa adanya.
"Hmmm, begitu," sahut Giselle yang sepertinya harus mengubah sifatnya dan juga tidak membenci Pricilla. Karena bagaimanapun Pricilla sudah menjadi kakak iparnya.
"Hmmm, jadi ceritanya bakalan ada nih yang mau jadi mad comblang," sahut Kayra yang sudah datang aja dengan membawa obat yang di butuhkan adik iparnya itu.
"Aku hanya membantunya saja," sahut Pricilla.
"Giselle kalau ingin di bantu jadi kamu jangan ketus-ketus lagi dengan Pricilla, masa iya mau jadi sepupu ipar harus saling musuhan," ucap Kayra.
"Apa-apaan sih, siapa juga yang mau jadi sepupu ipar," sahut Giselle.
"Oh jadi nggak mau. Ya sudah kalau begitu kebetulan aku punya teman di rumah sakit yang jomblo, kayaknya aku kenalkan aja pada Aldo siapa tau mereka cocok," ucap Kayra.
"Kayra apa-apaan sih, ada adik iparnya malah sama temannya, kamu itu bukannya mentingin keluarga malah yang lain," ucap Giselle dengan kesal.
"Katanya tadi nggak mau, bagaimana sih," sahut Kayra tersenyum, Pricilla juga tersenyum yang mana sepertinya Pricilla akan mendukung Giselle jika ingin bersama Aldo. Karena tidak ada masalah baginya.
**********
Kayra dan Davin mengantar Brian ke sekolah seperti biasa dan kali ini ada Cika yang ikut bersama mereka. Cika dan Brian duduk di belakang pastinya yang pastinya mereka juga saling mengobrol.
"Oh iya mama kapan pengumuman hasil ujian tes mama keluar?" tanya Brian
"Hasil ujian apa itu Tante kenapa sudah jadi Dokter ujian lagi?" tanya Cika yang memang tidak tau dan wajar bertanya.
"Ujian untuk baik tingkat Cika dan hasilnya akan keluar bulan depan do'akan ya Cika supaya Tante bisa lulus dengan baik," ucap Kayra.
"Pasti Tante, Cika akan mendoakan yang terbaik dan Tante pasti akan menjadi Dokter yang hebat," ucap Cika membuat Kayra tersenyum mendengarnya.
"Oh iya Brian nanti kalau sudah besar kamu jadi Dokter juga seperti Tante Kayra?" tanya Cika.
"Iya aku mau jadi Dokter kayak mama. Kalau kamu mau jadi apa?" tanya Brian.
"Aku mau jadi pengacara aja," jawab Cika.
Kayra dan Davin yang mendengarnya hanya tersenyum dengan pembicara 2 anak kecil yang membahas masalah cita-cita itu yang hebat.
**********
Lian baru pulang yang mungkin habis bekerja dan Lian langsung masuk rumah yang bertemu dengan mama dan juga adiknya Zoy.
__ADS_1
"Mama sama Zoy mau kemana?" tanya Lian yang melihat ke-2 orang itu tampak rapi.
"Hmmm, ke lokasi acara pernikahan Zoy, mau mengecek tempatnya," jawab Mesya.
"Oh begitu rupanya," sahut Lian.
"Kamu baru pulang?" tanya Mesya.
"Iya mah. Ya sudah Lian naik dulu. Mama sama Zoy hati-hati ya," ucap Lian.
"Iya," jawab Mesya yang mana Mesya dan Lian langsung pergi dan Lian juga langsung naik menuju kamarnya.
"Aku benar-benar kebelat mau buang air kecil," ucap yang buru-buru berjalan dengan cepat menuju kamarnya setelah memasuki kamar Lian langsung membuka pintu kamar mandi.
"Arggh!" teriak Pricilla yang ada di kamar mandi yang ternyata Pricilla sedang mandi dan Lian yang berdiri di depan pintu juga kaget dengan langsung mengalihkan pandangannya.
Pricilla mematikan shower dan mengambil handuk dengan melilitkan cepat pada tubuh polosnya.
"Kenapa kamu masuk tiba-tiba," ucap Pricilla yang panik dengan memegang handuk dengan erat dan terlihat gugup.
"Aku minta maaf, aku benar-benar tidak tau jika kamu di kamar mandi. Aku hanya buru-buru buang air kecil," ucap Lian.
"Kamu seharusnya ketuk pintu," ucap Pricilla.
"Iya maaf Pricilla," sahut Lian yang terus mengalihkan pandangannya.
"Ya sudah Pricilla apa aku boleh masuk, aku benar-benar kebelat, kamu keluar sebentar, nanti baru di lanjutkan mandinya," ucap Lian yang sudah tidak tahan sepertinya.
"Ya sudah kalau begitu, kamu ganggu aja," sahut Pricilla sedikit kesal dan langsung keluar dan Lian pun masuk yang langsung buang air kecil dan Pricilla yang masih basah-basahan menunggu di depan pintu saja.
Tidak lama akhirnya Lian pun selesai buang air kecil dan menghampiri Pricilla.
"Sudah selesai kamu masuk, kamu lanjutin mandi," ucap Lian, Pricilla mengangguk dan memasuki kamar mandi kembali dan Lian keluar. Namun tiba-tiba Pricilla terpeleset dan untungnya Lian dengan sigap menangkap Pricilla dan membuat mereka saling melihat satu sama lain.
Ke-2 nya yang saling melihat memang kelihatan begitu canggung sama sekali. Dan mereka bukan 2 orang yang mencintai dan menikah. Tetapi orang asing yang menikah dan wajar ke-2nya saling gugup dengan debaran-debaran yang mereka rasakan yang tidak tau apa artinya.
Lama saling menatap membuat tatapan Lian pada bibir Pricilla dan langsung mencium bibir itu. Tidak ada penolakan sama sekali dari Pricilla dia memejamkan matanya yang mungkin terbawa suasana menerima ciuman Lian. Ciuman pertama setelah mereka menikah.
Momen yang memang tidak di sengaja namun sangat tepat untuk di lakukan ke-2nya. Jadi sangat wajar kalau mereka yang berciuman dan tidak ada yang tau apakah akan berlanjut apa tidak ciuman di antara ke-2nya.
Karena pada nyatanya pasangan itu belum melakukan hubungan wajib mereka setelah pernikahan.
__ADS_1
Bersambung