
Karena Kayra sudah tidak bekerja lagi di anak Perusahaan dan akan di pindahkan ke Perusahaan utama dan besok baru hari pertamanya bekerja. Jadi sekarang dia dan Davin sedang berada di Restaurant menikmati makanan yang bisa di katakan makan siang. Padahal belum siang-siang amat. Karena masih jam 10.
" Hey, kau sepertinya begitu sedih sudah tidak satu perusahaan lagi dengan Aldo," sindir Davin sambil mengunyah makanannya.
" Sok tau," sahut Kayra dengan kesal.
" Lalu lihat wajahmu itu. Kenapa di tekuk seperti itu?" tanya Davin.
" Davin. Kau seharusnya tidak menarikku ke perusahaan mu. Itu tidak mudah bagiku," sahut Kayra yang menjadi beban pikirannya karena tindakan Davin.
" Bukannya dia mengancam akan memecatmu. Jika kau tidak mengikuti perintahnya," sahut Davin.
" Ya, tapi kan bukan seharusnya kau melakukan hal itu," sahut Kayra.
" Sudahlah Kayra. Kau juga tidak mau kau berada di sana. Lagian dengan kau pindah. Hubungan mu dengan dia menjadi jauh. Jadi jangan mempermasalahkan hal yang tidak perlu di permasalahkan," ucap Davin menegaskan.
" Tapi Davin..."
" Tapi apa lagi?" tanya Kayra.
" Aku masih minim mengenai bisnis dan di Perusahaan yang lama saja. Aku tidak ada apa-apanya. Apa lagi di Perusahaan mu. Aku tidak tau harus mulai dari mana," ucap Kayra yang mengatakan apa yang di pikirkannya.
" Akhirnya kau mengakui kau tidak memiliki kemampuan apa-apa," sahut Davin tersenyum miring.
" Terserahmu mau berpikir apa," sahut Kayra.
" Jangan khawatir Kayra. Aku sudah menempatkan posisi yang tepat untukmu di Perusahaan ku. Kau hanya mengikuti bagaimana kinerjanya saja. Jadi yakinlah semua akan baik-baik saja," ucap Davin yang bicara dengan bijak pada Kayra.
Kayra hanya menghela napasnya saja. Dia masih kebingungan harus bagaimana nantinya kalau sudah ada di sana.
__ADS_1
" Ayo cepat makan. Kau harus meneraktirku hari ini lagi," ucap Davin membuat Kayra mengkerutkan dahinya.
" Apa maksudmu?" tanya Kayra heran.
" Kau berulang tahun dan istriku belum meneraktir ku dan bahkan tidak memberiku hadiah. Jadi aku masih menunggu semua itu," sahut Davin.
" Ulang tahun saja sudah lewat," sahut Kayra sewot.
" Apasalahnya sih Kayra meneraktirku sekali-kali. Lagian bukannya kau sudah dapat pesangon. Kau juga dapat uang dari ku. Jadi gunakan untuk royal padaku. Jangan di simpan terus uangnya nanti jadi di makan semut," ucap Davin.
" Jika aku memakai uangmu untuk royal padamu. Itu sama saja. Jadi kalau kau masih menuntut hadiah dan teraktiran dari ku untuk ulang tahunmu yang sudah lewat beberapa hari itu ya sudah aku akan memberikannya. Tapi tidak mewah-mewah. Uangku hasil kerjaanku tidak banyak," tegas Kayra.
" Hmmm, oke baiklah kalau begitu," sahut Davin mengangkat ke-2 bahunya yang kelihatan setuju dengan Kayra. Tapi tidak tau juga Kayra akan mengajaknya kemana untuk traktiran ulang tahun suaminya itu dengan uangnya sendiri. Karena memang sampai detik ini Kayra tidak menggunakan uang Davin sepersespun.
*************
Setelah selesai makan. Akhirnya Kayra mengajak Davin pergi ke suatu tempat yang berada di tempat wisata.
" Kan kau ulangtahun. Jadi aku mengajakmu kemari?" jawab Kayra.
" Kau pikir aku anak kecil. Ulang tahun di ajak ketempat wisata," jawab Davin.
" Ya anggap saja, kau memang anak kecil," sahut Kayra santai dan mempercepat jalannya menuju kasir pembelian tiket masuk kedalam wahana itu. Davin hanya mendengus kasar dan akhirnya mengikuti Kayra.
Setelah mendapatkan tiketnya dan juga gelang tanda pengunjung. Kayra memasangkan pada lengan Davin dan betapa pasrahanya Davin ketika istrinya memasangkannya. Dia juga melihat di sebelahnya ada ibu-ibu yang memasangkan anaknya gelang pengunjung. Tidak ada bedanya dengan Davin yang seperti anak kecil.
" Ayo!" ajak Kayra menarik tangan Davin. Davin hanya pasrah dan mengikuti kemana Kayra membawanya.
Tempat wisata itu lumayan lengkap. Dari wahana permainannya, kolam dengan sepeda airnya, kebun binatangnya dan juga ada kebun untuk buah-buahan.
__ADS_1
Sekarang Kayra dan Davin berada di kebun buah. Di mana Kayra memegang kantin untuk tempat buah yang di petiknya.
" Kayra tidak perlu kemari kalau hanya mengambil buah. Dia supermarket banyak. Kau itu menambah-nambahi pekerjaan saja," protes Davin saat dirinya hanya mengekor di belakang Kayra yang memetik jeruk.
" Kau itu terus saja dari tadi komplain terus, lihat di sekitarmu yang lain itu wajahnya ceria dan menikmati apa yang mereka kerjakan. Tidak sepertimu banyak protes. Memetik buah itu sangat bagus," tegas Kayra.
" Teorimu terlalu banyak," ucap Davin kesal.
Kayra menghela napasnya dan membuka jeruk yang baru di petiknya dan saat Davin ingin bicara lagi Kayra langsung memasukkan kedalam mulut Davin membuat Davin stop bicara dengan ekspresi dahi mengkerut yang sepertinya terlalu asem.
" Jangan banyak protes!" ucap Kayra mengedipkan sebelah matanya dan langsung pergi.
" Issss... kau ini!" geram Davin dengan perbuatan Kayra. Mungkin di hari ulang tahunnya Kayra hanya menyiksa dirinya saja.
Kayra hanya mengikuti saja Kayra yang sudah memetik banyak buah dan sekarang mereka ber-2 berjongkok memetik buah strawberry. Kayra mengambil 1 buah yang menggiurkan itu dan langsung memakannya dengan mulutnya yang imut itu.
" Hmmmmmm, nikmat sekali," ucap Kayra melihat ke arah Davin dan bahkan memakan untuk ke-2 kalinya dan Davin hanya memperhatikan bibir Kayra yang basah itu.
" Kau tidak mau mencobanya?" tanya Kayra menyodorkan pada Davin 1 buah. Davin mengambil apa yang di berikan Kayra. Namun dengan cepat kepalanya memiring yang mencium bibir Kayra membuat Kayra melotot.
" Bagiku ini jauh lebih nikmat," ucap Davin melepas kecupan itu dengan menatap mata Kayra yang masih melotot sampai detik ini.
" Issss, kau ini!" geram Kayra memukul Davin, " kau benar-benar tidak tau pada tempatmu kapan harus melakukan itu. Lihat orang ramai," ucap Kayra kesal.
" Aku tidak peduli," sahut Davin dengan santainya. Kayra hanya kesal saja dengan kelakukan Davin yang memang selalu mau suka-sukanya.
Pasangan suami istri itu terus menjalankan aktivitas mereka yang mana sekarang Davin sudah berdamai dengan keadaan dan sudah menikmati jalan-jalannya bersama istrinya. Senyumnya juga sudah keluar yang mereka terlihat sekarang sedang berada di kebun binatang yang mana Kayra dan Davin memberi jerapah makanan sambil tertawa-tawa dengan Davin.
Terkadang mereka memang saling jahil, saling mengerjai ya mereka sudah sama-sama menikmati kebersamaan mereka. Bahkan sekarang mereka sama-sama menaiki sepeda air dengan wajah yang terus mengeluarkan tawa bahagia tanpa beban. Mungkin hal itu sederhana. Tetapi bagi Davin sepertinya itu hadiah termewah selama dia berulangtahun.
__ADS_1
Mungkin karena ketulusan Kayra. Makanya hadiah itu terasa istimewa dan benar-benar di nikmati.
Bersambung.