Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 157


__ADS_3

" Apa yang kau katakan?" tanya Davin dengan suaranya yang rendah menatap serius Kayra.


" Kau marah karena apa Davin. Aku sampai tidak mengenalimu yang kau seperti ini. Marah kepada Oma membuatku sangat terkejut. Aku melihat kau bukan dirimu dan marah-marah seperti tadi ternyata lebih sangat mengejutkan di bandingkan sebelumnya," ucap Kayra.


" Jadi apa menurutmu aku tidak boleh marah kepadamu. Kayra aku suamimu. Lalu apa dengan melihatmu berpelukan dengan dia. Dia yang menyukaimu. Apa aku tidak bisa marah dan sekarang kau malah menyalahkanku dengan kata-kata mu itu. Kau bicara seolah aku yang salah Kayra," ucap Davin.


" Lalu aku juga istrimu Davin. Dia bukan hanya menyukaimu bahkan mencintaimu dan bukan hanya mengatakan di depanmu saja. Bahkan di telingaku setiap hari aku dengarkan. Lalu apa aku juga memukulnya, menjambak rambutnya karena lebih berpelukan dengamu," sahut Kayra membalas kata-kata Davin dengan air matanya yang tidak berhenti menetes.


" Cemburu lagi!" ucap Davin dengan mendengus kasar dan langsung beralih dari hadapan Kayra dan kembali ke posisi duduknya dengan menyandarkan punggungnya ke jok mobil sembari memijat kepalanya.


" Kayra kita sudah membahas ini berkali-kali. Kau tau tujuanku di rumah sakit untuk apa dan kau tau aku dengannya seperti apa," ucap Davin dengan suaranya beratnya.


" Iya aku tau dan apa karena itu aku tidak perlu marah juga," sahut Kayra melihat ke arah Davin.


" Kayra kenapa membalikkan fakta dengan masalahku bersama Pricilla. Padahal kau sendiri yang membuatku harus kasar kepadamu, kau hanya diam seolah apa yang kau lakukan dengan Pria lain itu hal yang biasa," ucap Davin.


" Tapi kau tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. Kau tidak tau bagaimana aku. Davin kau semarah itu karena hanya melihat yang tidak jelas. Lalu bagaimana denganku. Bagaimana aku hah!" ucap Kayra.


" Kenapa lagi Kayra. Kenapa lagi? ada apa lagi dengamu?" tanya Davin menekan suaranya yang terlihat begitu marah pada Kayra.


" Tidak apa-apa. Aku tidak apa-apa sama sekali," sahut Kayra dengan menguatkan Volume suaranya.


" Kayra!" lirih Davin.


" Kenapa tidak mengerti Davin. Kenapa sangat sulit bicara padamu. Kenapa kau sangat jahat Davin. Kenapa berubah secepat itu!" ucap Kayra yang menagis yang terlihat begitu lelah.


" Apa yang aku tidak mengerti. Kenapa kau malah membuatku seperti orang yang paling jahat? Di mana letak kesalahanku?" ucap Davin. Kayra mendengus kasar dengan Davin tidak menyadari kesalahannya.

__ADS_1


" Kayra aku bahkan menunggumu. Aku menunggumu di rumah sakit. Apa suaminya tidak akan marah saat istrinya berpelukan dengan Pria lain, apa...


" Apa istrimu tidak marah," sahut Kayra memotong pembicaraan Davin. " istrinya buru-buru datang kerumah sakit dan saat melihat di kamar salah satu pasien suaminya menyisir rambut mantan kekasihnya. Lalu mereka saling bercerita dengan membahas masa lalu. Tidak hanya itu bahkan kau terlihat begitu sangat memperhatikannya. Kau selalu ingin di sisinya. Apa aku tidak bisa marah. Lalu sampai kapan aku akan seperti ini. Aku ubah pertanyaannya ku. Apa aku tidak boleh menyerah? apa aku tidak boleh lelah?" ucap Kayra yang berbicara sembari air mata mengalir terus membuat Davin terdiam mendengarnya dan hanya melihat kemarahan di wajah Kayra.


" Hiks! Aku tidak tau harus melakukan apa Davin. Dan memilih untuk memahami semuanya dengan memilih untuk pergi dan tidak melihat atau mendengar pembicaraan kalian yang lebih panjang lagi. Aku harus memikirkan sendiri apa yang terjadi hiks. Davin kau bahkan langsung menuduhku yang tidak-tidak dengan Aldo. Apa kau tau apa yang aku bicarakan padanya. Aku hanya memohon kepadanya agar keluarganya tidak membawa masalah yang terjadi pada Pricilla ke pihak berwajib. Aku hanya mengatakan itu dan semua yang aku lakukan hanya untukmu," ucap Kayra menegaskan dengan mengeluarkan semua unek-unek nya.


" Jadi kau memohon kepadanya?" tanya Davin dengan suara seraknya.


" Apa yang bisa di lakukan seorang istri. Jika suaminya akan mendapat masalah karena kejadian ini. Ini bukan masalah cemburu Davin. Bahkan aku sangat lelah dengan kata cemburu. Karena bagiku. Cemburu sudah tidak berarti lagi. Aku sudah capek dengan semua itu," ucap Kayra.


" Kayra aku sudah mengatakan kepadamu. Jangan pernah berbuat sesuatu untuk hal ini. Apa lagi memohon kepadanya. Kau tau itu yang membuatku begitu marah kepadamu. Apa kau pikir aku tidak bisa menyelesaikan semua masalah ini. Kau tidak perlu melakukan semua ini," ucap Davin yang kembali menguatkan Volume suaranya.


Mendengar tanggapan Davin yang justru menyalahkannya membuat Kayra tersenyum.


" Percuma aku bicara panjang lebar. Aku pikir kau memahami apa yang aku katakan Davin. Ternyata tidak sama sekali. Kau tidak bisa memahaminya dan tetap menyalahkanku. Kau memang mungkin punya cara sendiri untuk menyelesaikan semuanya dengan cara terus berada di sisinya. Lakukanlah!" ucap Kayra yang langsung membuka sabuk pengamannya dan langsung keluar dari dalam mobil itu.


" Kayra!" panggil Davin.


" Argh!" umpat Davin dengan memukulkan tangannya ke setir mobil.


" Kenapa Kayra kau tidak bisa mengerti? apa begini cara menyelesaikan masalah. Apa dengan pergi begitu saja," ucap Davin dengan hembusan napasnya yang berhembus kasar.


Davin memijat kembali kepalanya yang terasa sangat berat yang membuatnya benar-benar sangat frustasi.


**********


Setelah pertengkaran mereka di siang hari. Davin bukannya pulang kerumahnya untuk menemui Kayra saat itu juga. Malah pulang larut malam kerumahnya.

__ADS_1


Tidak tau di mana Davin yang mungkin pikiran Kayra pasti di rumah sakit. Tetapi sepertinya Kayra sudah capek dan tidak ingin tau atau harus membahas masalah yang hanya itu-itu saja.


" Kamu baru pulang Davin?" tanya Eyang membuat langkah Davin terhenti sesaat menaiki anak tangga.


" Bukannya aku biasa pulang jam segini Oma?" tanya Davin balik.


" Kamu biasa pulang larut malam sebelum menikah dengan Kayra. Setelah menikah Oma melihat kamu lebih memprioritaskan istrimu dan tidak pernah pulang larut," sahut Oma.


Davin menghela napasnya dengan panjang kedepan, " aku tidak ingin membahas masalah yang tidak penting. Aku hanya bekerja," ucap Davin dengan suara rendahnya.


" Reyhan bilang kamu tidak ada di kantor seharian. Apa itu artinya pekerjaan baru kamu yang kamu tekuni mengurusi wanita itu," sahut Oma dengan sinis.


" Jangan mulai lagi Oma. Jangan seperti Kayra yang selalu mengaitkan semua masalah pada Pricilla," sahut Davin.


Oma mendengus kasar mendengarnya dengan Oma yang tersenyum tipis.


" Karena namanya yang sangat indah untuk kamu ucapkan di mulutmu. Kau selalu mengingatkan dirinya pada Oma dan bahkan sekarang mengatakan Oma dan Kayra sama. Apa kamu juga dan wanita itu sudah sama. Sama-sama tidak punya akal. Sudah tidak punya pikiran. Atau sama-sama sudah gila," ucap Oma.


" Apa maksud Oma?" tanya Davin.


" Jangan bertanya apa maksud Oma. Oma tidak akan banyak bicara lagi kepadamu. Hanya karena dia membuat keributan di rumah ini dan mendapat banyak masalah. Kamu harus bertanggung jawab dan bertanggung jawab dengan berlebihan. Sehingga membuat kamu sampai harus seperti ini," ucap Oma.


" Oma aku tidak melakukan apapun," ucap Davin. Oma melangkah mendekati Davin.


" Ini yang terakhir Oma mengingatkan mu. Jika kau seperti ini terus kau akan kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga. Jangan harap Davin Oma akan mengatakan kepada Kayra untuk bertahan. Tidak. Oma tidak akan membujuknya. Tetapi Oma terus mengatakan kepadanya. Jangan memaksakan diri untuk bertahan jika itu sangat menyakitkan," ucap Oma membuat Davin terkejut.


" Jadi jika Kayra mendengarkan kata-kata Oma. Maka kau tau apa yang kau dapatkan. Jadi silahkan kau bersikap terus seperti ini. Lakukan semuanya dengan sesukamu. Tapi ingat resikonya. Karena Oma lebih bahagia melihat Kayra bahagia dari pada tertekan saat bersamamu," ucap Oma menegaskan dan langsung pergi dari hadapan Davin.

__ADS_1


Yang mana Davin hanya diam saat mendengar kata-kata Omanya. Apa yang di katakan Omanya seharusnya sudah membuat Davin sadar. Jika masalah Pricilla akan menghancurkan pernikahannya dan Omanya memihak pada Kayra.


Bersambung.


__ADS_2