
"Lihat aku Kayra. Kenapa tidak melihatku?" tanya Davin.
Kayra pun menatap wajah Davin, "apa yang kau inginkan Davin?" tanya Kayra.
"Itu bukan pertanyaan Kayra. Kau tau apa yang aku inginkan. Yaitu kita kembali seperti dulu," ucap Davin dengan jujur yang benar-benar yang di inginkannya.
"Itu tidak mungkin," jawab Kayra yang langsung menolak.
"Apa maksudmu Kayra? apa tadi malam itu belum menjawab semuanya. Jika kau ingin melanjutkan semuanya, kehidupan kita ber-3 bersama Brian," ucap Davin.
"Hanya sebuah ciuman dan aku tidak menolaknya buka. berati aku menerima semua keinginan mu. Tidak begitu Davin. Aku sudah mengatakan, aku tidak akan bisa kembali menjadi istrimu yang hanya akan membuat lembaran yang penuh dengan coretan akan kembali terbuka. Cukup waktu itu saja aku mengalaminya dan aku tidak akan membiarkan diriku untuk masuk dalam lembaran itu lagi," tegas Kayra yang memang tetap pada pendiriannya yang tidak ingin terluka dengan Pria yang sama.
"Kau tidak akan memberiku kesempatan?" tanya Davin.
"Aku harus buru-buru kerumah sakit," Kayra berusaha melepas tangannya dari Davin. Dia memilih pergi dari pada menjawab pertanyaan Davin. Namun Davin masih tetap menahannya dan semakin mendekatkan Kayra kepadanya.
"Aku belum selesai bicara Kayra. Aku hanya ingin kau menjawab pertanyaan ku. Apa kesempatan itu sudah tidak ada?" tanya Davin yang butuh kepastian.
Kayra diam. Berat untuk menjawab tidak dan juga berat untuk menjawab iya. Hatinya sedang di landa gejolak dan mungkin perasaan sakit masih tersisa di hatinya dan Davin terburu-buru memaksanya untuk kembali bersama.
"Lalu kenapa tidak menolakku tadi malam?" tanya Davin yang masih butuh alasan.
"Aku sudah mengatakan itu hanya ciuman dan itu tidak berarti apa-apa. Aku juga tidak menggunakan perasaan. Jadi jangan berlebihan karena hanya kita berciuman yang bukan berati aku menerima dirimu," tegas Kayra yang saling bertatap mata dengan Davin yang tanpa melepas sedikitpun yang jika di tanya Davin kecewa atau tidak jawabannya jelas membuatnya kecewa.
"Papa!" tiba-tiba suara teriakan Brian terdengar membuat Davin dan Kayra sama-sama terbuyar dari lamunan dan ketika Bria berlari memasuki kamar tersebut Davin pun melepas tangannya dari pergelangan tangan Kayra.
"Papa sudah baikan?" tanya Brian yang langsung memeriksa Davin. Kayra pun berdiri dari tempat duduknya dan membiarkan Brian seakan seorang Dokter mengecek panas di tubuh Davin dan juga melihat dengan teliti kemerahan di tubuh Davin apa berkurang atau tidak.
"Sepertinya papa sudah lumayan sembuh," ucap Brian yang sok tau.
"Iya Brian papa memang sudah merasa jauh lebih baik," jawab Davin tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu, Brian senang dengan papa yang sudah baik-baik saja. Papa sudah minum obat?" tanya Brian.
__ADS_1
"Papa belum makan jadi mana belum bisa minum obat," jawab Davin.
"Mama papa belum makan. Mama tidak mau ambilkan papa makanan supaya papa minum obat supaya cepat sembuh," ucap Brian yang melihat kearah Kayra.
"Iya sayang, nanti mama ambilkan. Tetapi papa harus mandi dulu, setelah itu baru sarapan," ucap Kayra.
"Hmmm, begitu rupanya. Ya sudah papa harus mandi dulu," ucap Brian.
Davin mengangguk tersenyum dengan mengusap-usap pucuk kepala Brian. Anaknya itu memang sangat pintar dan menggemaskan.
"Mama ayo bantu papa," ucap Brian. Kayra mengangguk dan membantu Davin untuk berdiri.
Kayra dan Brian membantu Davin memasuki kamar mandi dengan langkah yang perlahan. Karena memang Davin masih belum sehat.
Kayra tadinya belum menyiapkan air hangat yang pertama di katakannya pada Davin. Jadi Kayra masih menyiapkan mandi Davin dan Davin hanya memperhatikan saja Kayra yang melakukannya.
Terlihat sangat tulus, peduli, khawatir kepadanya. Tetapi kalau di ajak untuk kembali bersama, Kayra selalu menolak dan Davin tidak tau jalan pikiran Kayra seperti apa.
"Iya," jawab Davin.
"Ayo Brian kita keluar. Biar papa mandi dulu!" ucap Kayra.
"Baik mah," sahut Brian dengan mengangguk dan mereka langsung keluar yang membiarkan Davin untuk mandi.
***********
Sementara Davin mandi Kayra pun ke dapur untuk menyiapkan bubur untuk Davin. Dia tau apa yang harus di makan Davin agar Alergi Davin cepat hilang. Kayra pun harus beraktivitas di dapur itu setelah begitu lama berlalu.
"Kayra!" tegur Oma yang memasuki arena dapur dan menghampiri Oma.
"Oma, Oma sudah pulang?" tanya Kayra yang memang Setaunya Oma tidak ada di rumah dan tadi malam Brian mengatakan hal itu.
"Iya Oma tadi malam pulang," jawab Oma, "bagaimana keadaan Davin?" tanya Oma.
__ADS_1
"Kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku menyiapkannya sarapan dulu. Baru ke rumah sakit," jawab Kayra.
"Makasih ya Kayra kamu masih memperhatikan Davin," ucap Oma.
"Tidak perlu berterima kasih Oma. Aku merawatnya karena aku seorang Dokter dan jika sekarang aku mengurusnya. Itu karena Brian memintaku. Jadi tidak ada yang perlu yang berterima kasih," ucap Kayra.
"Apapun itu Oma tetap mengucapkan terima kasih. Karena Oma juga melihat ketulusan kamu dalam merawat Davin dan melihat dari cara kamu memperlakukannya. Oma yakin kamu itu benar-benar tulus padanya," ucap Oma.
Kayra tidak menanggapi lagi perkataan Oma. Oma Elishabet tersenyum dengan mengusap pundak Kayra. Lalu Oma pun langsung pergi dari dapur membiarkan Kayra yang melanjutkan aktivitasnya.
**********
Setelah Davin selesai mandi dan sudah begitu fress dan sudah mengganti pakaiannya yang mana Brian masih menemani papanya yang terlihat dia sangat khawatir dengan papanya
Krekk
Pintu kamar terbuka yang ternyata Kayra yang datang membawakan bubur yang telah di buatkannya memang khusus untuk Davin.
"Mama ini sarapan papa?" tanya Brian.
"Iya Brian ini sarapan papa," jawab Kayra yang meletakkan sarapan itu di atas nakas.
"Papa duduk biar di suapi mama," sahut Brian.
"Brian mama harus ke rumah sakit. Papa kan pasti bisa makan sendiri," ucap Kayra yabg sudah langsung menolak.
"Tapi kan papa masih sakit mama. Kenapa harus makan sendiri. Kalau ada yang sakit kita harus merawatnya dan mama kan sering merawat pasien. Jadi mama juga harus merawat papa dan lagian mama juga waktu itu sakit di rawat oleh papa," ucap Brian yang paling pintar untuk mendekatkan ke-2 orang tuanya.
Ya dia memang punya cara yang jitu dan mungkin saja Zoy sudah memberinya banyak arahan.
"Ayo mama jangan diam saja suapi papa," sahut yang menarik tangan Kayra untuk duduk di atas ranjang dan Davin hanya diam yang tidak bicara apa-apa. Tidak melarang Brian yang menyuruh Kayra yang dia tau Kayra tidak mungkin nyaman dengan hal itu.
Bersambung
__ADS_1