
Davin dan Kayra pun harus memasuki Restaurant lain dan mereka sudah keluar dari mobil yang akan memasuki Restaurant yang juga tidak kalah mewahnya. Davin berjalan di depan sementara Kayra di belakang mengikutinya.
Namun tiba-tiba langkah Davin harus berhenti dan Kayra yang berjalan terus di belakang Davin tidak menyadari jika Davin berhenti dan akhirnya kepalanya menabrak punggung Davin.
" Auhhhh," lirih Kayra memegang dahinya dengan mengosok-gosoknya.
" Makanya kalau jalan hati-hati," ucap Davin.
" Kau yang tidak berhenti pada tempatnya," sahut Kayra menyalahkan Davin dengan menggosok-gosok dahinya yang lumayan sakit.
" Menyalahkan segala lagi selaluwrasa paling benar," sahut Davin kesal.
" Ya lalu, kenapa coba berhenti tiba-tiba," sahut Kayra dengan nadanya yang begitu ketus.
" Tuh lihat!" tunjuk Davin dan Kayra langsung melihat arah tangan Davin. Di mana Kayra langsung kaget melihat Silvia kakak tirinya yang makan bersama Lian saudara tiri Davin.
" Mereka kok bisa makan bersama?" tanya Kayra heran.
" Mana aku tau memang itu urusanku," sahut Davin masa bodo.
" Apa maksud kak Silvia. Kenapa dia begitu dekat dengan Lian. Apa jangan-jangan kak Silvia ada maksud tertentu," batin Kayra yang tiba-tiba merasa ada yang tidak beres.
" Huhhhh, aku sih sudah melihat ada aroma yang tidak sehat," sahut Davin yang bisa menebak. Karena memang Davin orang yang peka dan sangat pintar yang sangat cepat menangkap situasi.
" Kita cari tempat lain aku tidak ingin makan ada mereka berdua," ucap Davin yang langsung pergi. Kayra melihat sekali lagi kearah kakak tirinya dan langsung menyusul Davin.
Reyhan yang berada di dalam mobil heran dengan bosnya yang balik lagi ke mobil.
" Apa mereka akan cari tempat baru lagi. Ya ampun sebenarnya mereka lapar atau tidak sih," gerutu Reyhan yang heran dengan bosnya itu. Davin dan Kayra kembali memasuki mobil.
" Kita mau kemana lagi bos?" tanya Reyhan.
" Cari tempat makan yang lain," jawab Davin.
" Di mana bos?" tanya Reyhan.
__ADS_1
" Aku tidak tau terserah kau saja," sahut Davin yang sudah malas mencari tempat.
" Baiklah bos," sahut Reyhan. Reyhan harus banyak-banyak sabar untuk menghadapi bosnya itu. Maklum Reyhan ini adalah ujian. Jadi bersabarlah.
***********
Sudah 2 kali gagal mencari tempat makan yang cocok akhirnya Kayra dan Davin bisa makan juga di Restauran yang bertemakan outdoor yang langsung mengarah ke pantai yang bisa melihat air laut dan merasakan angin yang sepoi-sepoi.
Mereka juga sudah menikmati makan mereka yang sudah di pesan terlebih dahulu dan sepertinya pasangan suami istri itu memang begitu lapar sampai makan tanpa ada bicara sama sekali. Tidak laparpun mereka juga memang tidak akan pernah bicara.
" Kira-kira apa rencana kak Silvia untuk mendekati Lian. Apa memang benar ada maksud terselubung," batin Kayra. Walau makan dengan lahap ternyata Kayra sama sekali tidak fokus.
" Ada apa denganmu?" tanya Davin yang menyadari Kayra terlihat punya banyak pikiran.
" Hmmm, tidak, tidak apa-apa," jawab Kayra gugup.
" Mana mungkin tidak ada apa-apa. Jika wajahmu menunjukkan sesuatu," sahut Davin.
" Jangan sok tau, aku memang tidak apa-apa," sahut Kayra dengan santai.
" Hmmm, baiklah. Lagian terserahmu mau kau kenapa-kenapa atau tidak aku tidak peduli," sahut Davin cuek.
" Apa katamu," sahut Davin. Kayra langsung menggeleng cepat.
" Jangan menceritaiku di belakang. Kau pikir aku tidak tau apa yang kau katakan," sahut Davin kesal.
" Ya kalau tau ngapain bertanya," sahut Kayra santai. Davin hanya diam jika bicara lagi. Maka perdebatannya tidak akan pernah selesai.
***********
Mobil mewah Lian berhenti di depan rumahnya dan keluar dari mobilnya dengan sempoyongan.
" Argggghhh kenapa aku mengantuk sekali sampai pandangan mata ku saja tidak sejernih ini," Ocehnya yang berjalan memasuki rumahnya yang mana pintu rumah langsung di buka oleh Mesya.
" Lian!" Pekik Mesya.
__ADS_1
" Eh mama aku pikir siapa," sahut Lian dengan memegang kepalanya yang terasa begitu berat.
" Kamu mabuk," ucap Mesya dengan membuat jarinya di bawah hidungnya yang mencium bau alkohol yang begitu menyengat.
" Nggak ah mah, hanya minum sedikit. Masa iya mabuk," sahut Lian mengelak.
" Kamu jangan alasan, kamu pikir mama Tidak tau mana bau alkohol dan tidak," sahut Mesya dengan menekan suaranya.
" Iya, iya mah, sudahlah hanya sedikit buktinya Lian bisa pulang dengan selamat," sahut Lian dengan santai.
" Terserah kamu ya mau mengatakan apa. Jangan bicara panjang lebar. Sekarang kamu masuk cepat kekamar kamu sebelum Oma melihat kamu mabuk. Kamu jangan mencari masalah di rumah ini," ucap Mesya menegaskan dengan wajahnya yang terlihat marah.
" Iya mah, santai aja, mama ini berlebihan marah-marahnya," sahut Lian mencubit ke-2 pipi mamanya.
" Lian kamu ini ya," sahut Mesya geram dengan menepis tangannya.
" Maaf-maaf," sahut Lian tertawa-tawa dan langsung meninggalkan mamanya.
" Anak itu benar-benar keterlaluan, untung saja tidak ada mama. Jika tidak aku bisa di ceramahi karena kelakuan Lian yang tidak bisa di beritahu," ucap Mesya yang merasa aman. Oma memang akan marah besar jika melihat cucunya keluar dari norma-norma dan ajaran yang sudah di terapkan di rumah itu.
********
Lian pun akhirnya memasuki kamar dengan jalannya yang tidak beres. Namun ternyata Lian salah masuk kamar di mana Lian yang ternyata memasuki kamar Davin dan juga Kayra.
Lian memasuki kamar itu dengan asal-asalan dengan langkahnya yang sempoyongan dengan tangannya yang memegang kepalanya yang terasa begitu berat.
Langkah Lian terhenti ketika di dekat sofa ketika melihat seseorang mencuri perhatiannya yang ada di sana. Kayra yang tertidur di sofa dengan pakaian tidur yang minim, tidur dalam keadaan miring dengan gaun tidurnya yang naik keatas sampai paha mulus Kayra yang begiti seksi terekspos.
Melihat hal itu membuat Lian menutup matanya dan membukanya lagi sampai mengucek-ngucekatanya memastikan apa sungguh yang di lihatnya. Memastikan apa yang di lihatnya membuat Lia menyeriangi nakal yang terdapat senyum jahat di wajahnya.
" Ternyata aku tidak salah lihat. Dia kakak iparku, dia ternyata berada di kamarku. Ya sangat cantik dan tubuhnya begitu seksi.
Aku sungguh tidak percaya bisa melihat kakak iparku berada di kamarku. Dia ternyata menyukaiku sampai harus repot-repot datang kekamarku," ucap Lian dengan cengengesan tertawa. Dia belum menyadari jika ternyata kamar itu adalah kamar Kayra dan Davin.
" Baik Kayra cantik, kita akan bersenang-senang malam ini," ucap Lian tersenyum miring yang mulai mendekati Kayra dengan mengamati tubuh seksi Kayra. Lian membungkukkan tubuhnya dengan tangannya yang semakin lama semakin dekat dengan paha mulus Kayra yang ingin mengelus paha itu.
__ADS_1
Sementara Kayra memang tidak sadar sama sekali dan tetap saja tertidur dengan wajah polosnya. Tangan Lian semakin dekat dengan senyum miringnya dan saat tangan itu ingin mengusap paha itu. Tiba-tiba tangan Lian langsung di cekal dengan tangan yang mencengkram kuat pergelangan tangannya.
Bersambung