
Kayra memang mau tidak mau harus mengikuti Davin. Di mana sekarang Davin terus berjalan tebar pesona di kampus itu yang membuat para cewek-cewek yang harus mengakui Davin adalah dewa yang turun dari langit yang membuat mereka terus menatap dengan mata berbinar dengan wajah senyum-senyum dan pasti di otak-otak para wanita itu sudah mengkhayal yang tidak-tidak mengenai Davin.
Bisa di tebak khayalan-khayalan para wanita-wanita itu mungkin menjadi pacar Davin, atau juga menjadi istri Davin dan pasti khayalan yang kotor-kotor juga merasuki pikiran para cewek-cewek yang terus melihat Davin yang mana Davin semakin tenar pesona.
Sementara Kayra yang berjalan di sampingnya terlihat begitu kesal dengan wajahnya yang di tekuk dengan tangannya yang memegang laptop dan beberapa tumpukan buku-buku milik Davin.
Rasanya Kayra ingin melempar apa yang di bawanya itu ke wajah Davin yang sok ketampanan dan cari muka di Kampusnya dan jujur Kayra begitu kesal seolah menjadi seorang pembantu di sana.
" Jika kau ingin mengatakan kepada mereka aku adalah suamimu, aku tidak masalah. Biar mereka tidak berharap banyak kepadaku. Maka katakanlah!" ucap Davin berbicara pelan pada Kayra tanpa menoleh kearah Kayra.
Mendengarnya Kayra mendengus kasar, " Aku tidak Sudi mengatakannya. Lebih baik mereka tidak tau sama sekali dari pada harus mengatakannya," sahut Kayra dengan ketus.
" Benarkah! bukannya wajahmu yang di tekuk itu lantaran menunjukkan kau sangat kesal jika kau mereka harus menahan amarah. Karena mereka semua harus mengagumi ku," sahut Davin dengan percaya dirinya.
" Jangan kepedean. Aku sama sekali tidak peduli mereka mau mengagumi mu atau tidak," sahut Kayra menegaskan pada Davin. Jika dia memang tidak peduli.
Davin menanggapinya hanya dengan senyum miring yang penuh arti yang membuat Kayra heran. Namun dirinya justru semakin kesal.
Indri yang melihat-lihat orang pada heboh pun melihat arah mata para wanita yang hampir keluar itu dan melihatnya ke arah Kayra yang berjalan dengan seorang pria yang tidak dapat di lihat Indri. Hanya punggungnya saja yang di lihat Indri.
" Siapa itu, apa itu Pria yang mereka bicarakan. Kayra juga apa-apaan lengket-lengket segala. Pasti caper deh. Apa dia tidak sadar sudah punya suami tampan dan juga kaya raya. Memang benar-benar Kayra kamu itu wanita yang serakah pantang lihat yang segar-segar langsung di ambil," ucap Indri dengan geleng-geleng melihat Kayra. Padahal Indri tidak tau kalau itu justru suaminya sendiri.
************
Tidak lama akhirnya sampai juga di mobil Davin. Kayra sudah pegal dengan tangannya yang menahan beban. Davin membuka pintu belakang dan langsung Kayra memasukkan apa yang di bawanya tadi.
" Kau puas!" ucap Kayra.
" Apa yang harus aku puaskan," sahut Davin dengan mengangkat ke-2 bahunya, " Sekarang masuk!" perintah Davin membuat Kayra melotot.
" Mau kemana?" tanya Kayra heran.
__ADS_1
" Jangan banyak tanya masuk saja!" tegas Davin.
" Aku tidak mau," tolak Kayra.
" Kau mau melawanku," sahut Davin dengan menaikkan 1 alisnya.
" Eh, lihat di sekitarmu semua orang melihat kita, kau mau mereka menceritaiku pergi bersamamu atau masuk kedalam mobil mu," ucap Kayra.
" Aku tidak peduli masuk!" tegas Davin.
" Aku tidak mau. Aku masih ada kuliah," tolak Kayra menegaskan.
" Kau pikir aku bego hah! Aku tau kau tidak ada kuliah hari ini," sahut Davin yang memang sudah mengecek jadwal Kayra sebelumnya makanya bisa mengajaknya pergi.
" Kau itu sok tau," sahut Kayra.
" Masuk cepat!" desak Davin yang tidak peduli penolakan Kayra.
" Issss," Kayra dengan terpaksa pun harus memasuki mobil Davin.
Kayra juga melihat kearah luar di mana orang-orang melihatnya sinis yang pasti menceritainya dan mungkin menganggapnya wanita penggoda.
" Pakai sabuk pengamanmu!" titah Davin. Kayra diam yang sepertinya ngambek.
" Kau tidak mendengarku?" tanya Davin lagi. Kayra tetap diam dan membuat Davin harus melakukannya sendiri dan membuat Kayra tersentak kaget dengan Davin yang begitu dekat dengannya yang memakaikan sabuk pengamannya.
Deg
Ada debaran yang tiba-tiba terdengar di jantung Kayra. Parfum Davin yang begitu khas membuat Kayra ingin berhenti bernapas dan ini tidak tidak biasa untuknya.
Selesai memakaikan sabuk pengaman itu. Davin langsung melihat kearah Kayra yang membuat wajah mereka saling bertemu dengan jarak yang hampir tidak ada. Bahkan Kayra refleks memundurkan wajahnya. Namun pasti tidak bisa karena dia sudah bersandar pada jok mobil.
__ADS_1
" Kenapa kau sangat suka melawanku!" suara serak Davin yang hembusan napasnya tepat di wajahnya membuat Kayra tidak mampu berkutik dan mematung dengan mata yang sama sekali tidak berkedip.
Beberapa detik saling melihat yang akhirnya membuat Kayra sadar dan refleks memiringkan kepalanya yang tidak sanggup lagi harus mendapat tatapan dari Davin. Hal itu membuat Davin menyunggingkan senyuman yang berhasil membuat Kayra salting. Davin pun langsung bergeser kembali pada tempatnya.
" Wajahmu bisa merah juga," ejek Davin. Dengan bodohnya Kayra memegang pipinya untuk memastikan ucapan Davin dan hal itu membuat Davin tertawa.
" Kau benar-benar mengerjaiku," sahut Kayra kesal dengan wajahnya semakin memerah.
" Kenapa apa aku begitu mempesona?" ucap Davin dengan percaya dirinya yang membuat Kayra mendengus kasar. Seumur hidupnya baru pertama kali melihat orang yang begitu pede.
" Benarkan! Kau sampai tidak bisa menjawab," sahut Davin lagi.
" Terserah mu mau mengatai dirimu seperti apa. Yang jelas aku tidak tertarik kepadamu," tegas Kayra menekankan.
Mendengar ucapan Davin sungguh membuat Kayra dongkol dengan suaminya itu.
" Lihatlah! diam mu itu menunjukkan jika aku benar-benar mempesona sampai kau tidak bisa menggambarkan ketampanan ku," ucap Davin yang terus saja mengeluarkan kata-kata percaya dirinya.
Eksperisi wajah Kayra menunjukkan betapa gelinya dia melihat Pria itu, " sebaiknya kau Kerumah sakit, berobat!" saran Kayra. Hanya kata itu yang bisa di keluarkannya untuk menyadarkan pedenya Davin.
" Bukan aku yang aku kerumah sakit. Tetapi kau, coba periksa jantungmu aman atau tidak," sahut Davin yang membalas kata-kata Kayra.
Kayra sampai speacheels dengan napas kasarnya yang terbuang dan melihat ke arah Davin yang tersenyum dengan tebar pesona.
" Hey manusia sombong. Kau itu jangan berpikir yang aneh-aneh. Jangan kau anggap aku tertarik padamu. Sekalipun hanya kau tinggal satu-satunya Pria di dunia. Aku tidak akan tertarik kepadamu!" tegas Kayra yakin dengan dengan perkataannya.
" Jangan memutuskan secepat itu, awas nanti kata-kata mu bisa berbalik," sahut Davin yang tidak henti-hentinya membuat Kayra kesal.
" Terserah apa katamu," ketus Kayra mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
Percuma berdebat dengan Davin. Davin selalu merasa benar dan apa lagi masalah hal ini seakan-akan Davin sudahlah manusia paling tampan. Walau kenyataan memang iya. Makanya dia begitu percaya diri menggoda Kayra.
__ADS_1
Davin yang merasa puas yang sudah menggoda Kayra. Berhasil membuat wajah itu memerah, kesal langsung melajukan mobilnya yang Kayra juga tidak tau mau kemana Davin membawanya. Kayra malah sibuk mengumpat di hatinya tentang Davin yang pedenya minta ampun.
Bersambung