
Kayra,Davin, Brian sedang bersiap-siap di dalam kamar yang kelihatannya pasangan suami istri itu ingin pergi yang mana mereka terlihat sangat rapi dan juga cantik.
"Kita mau kemana sih mah?" tanya Brian yang rambutnya sekarang sedang di sisir Kayra.
"Kita mau makan malam sayang bersama keluarga papa dan juga keluarga mama," jawab Kayra.
"Kakek, Deddy dan mami Silvia berarti ikut dong," tebak Brian.
"Iya Brian mereka semua ikut," jawab Kayra.
"Memang ada acara apa? kok tiba-tiba makan malam?" tanya Brian.
"Sayang Om Lian dan Tante Pricilla akan menikah. Jadi akan di adakan makan malam bersama keluarga Tante Pricilla," jawab Kayra.
"Jadi Om Lian akan menikah dengan Tante Pricilla yang artinya Cika mama dan papanya sudah satu rumah lagi," ucap Brian.
"Benar sekali," ucap Kayra dengan mencolek hidung putranya.
"Horee jadi Brian bisa lebih sering main dengan Cika," ucap Brian yang begitu happy nya.
"Iya sayang. Ya sudah Brian ayo cepat pakai sepatu nanti kita telat lagi," ucap Kayra.
"Baik mah," sahut Brian yang mengangguk dengan tersenyum dan Kayra menghampiri suaminya yang berdiri di depan cermin yang sedang memakai dasi.
Kayra langsung mendekati sang suami dengan Kayra yang mengambil alih untuk memakaikan dasi pada suaminya dan Davin langsung menarik pinggang Kayra agar lebih dekat lagi dengannya.
"Kamu ini yah benar-benar," geram Kayra yang tadinya sempat kaget.
"Kamu kenapa cantik sekali Kayra," puji Davin pada istrinya.
"Benarkah aku cantik?" tanya Kayra.
"Apa wajahku ini menyimpan kebohongan?" tanya Davin membuat Kayra tersenyum.
"Tidak sama sekali, kamu juga sangat tampan," ucap Kayra yang langsung mencium pipi suaminya.
"Ayo kita sudah di tunggu!" ucap Kayra. Davin menganggukkan kepalanya yang begitu semangat dengan mendapatkan kecupan dari istrinya.
__ADS_1
"Ayo Brian sudah selesai?" tanya Kayra.
"Sudah mah," jawab Brian yang mana mereka ber-3 langsung pergi keluar dari kamar yang mana yang lainnya sudah menunggu mereka yang akan segera pergi menuju Restaurannya yang akan mereka tuju.
*********
Kayra dan keluarga Davin dan juga keluarga Kayra sudah berkumpul di Restaurant tersebut yang mana terdapat meja bulat yang untuk banyak orang yang di atas meja sudah terhidang makanan yang sangat banyak yang pasti makanan yang mahal-mahal yang sudah di pesan sebelumnya.
Restaurant mewah itu pilihan Oma untuk mengadakan acara makan malam bersama keluarga besar dan juga keluarga Pricilla yang sampai sekarang belum datang.
"Kenapa Pricilla belum datang Lian?" tanya Oma.
"Sebentar lagi Oma, katanya masih di jalan," jawan Lian.
"Huhhh, belum aja masuk dalam keluarga kita, sudah membuat orang menunggu sangat tidak disiplin," cicit Giselle yang kalau tidak protes bukan Giselle namanya.
"Giselle kamu jangan protes terus kita tunggu aja dulu, mungkin tadi macet," sahut Kayra yang berpikiran positif.
"Benar Giselle lagian kita juga baru sampai. Jadi apa salahnya menunggu sebentar," sahut Zoy.
"Ya sudah lah, aku mau ketoilet dulu," sahut Giselle yang langsung berdiri dari tempat duduknya yang ingin ketoilet. Yang lainnya hanya menghela napas melihat kepergiannya.
"Tidak Opa, nanti saja menunggu Cika," jawab Brian.
"Baiklah kalau begitu," sahut Altarik.
"Sebentar lagi Cika dan mamanya pasti datang. Tidak apa-apa ya Brian menunggu," ucap Kayra.
"Tidak apa-apa mah, Brian kan orangnya sabar tidak seperti Tante Giselle yang kerjanya protes terus," ucap Brian yang membuat Kayra dan yang lainnya tersenyum.
*********
Mobil BMW hitam berhenti di depan Restaurant yang keluarga besar Davin dan Kayra ada di sana yang ternyata penghuni mobil itu adalah. Pricilla yang turun dari mobil bersama dengan Cika dan ternyata tidak hanya mereka berdua ada juga Aldo sepupu Pricilla.
"Di sini kita makan mah," ucap Cika.
"Iya sayang," jawab Pricilla.
__ADS_1
"Pricilla kamu duluan masuk ya, aku mau ketoilet dulu sebentar," ucap Aldo.
"Oh ya sudah tidak apa-apa," sahut Pricilla dengan mengangguk dan langsung masuk bersama dengan Cika.
***********
Aldo langsung memasuki toilet dengan buru-buru yang mana Aldo masuk kedalam area toilet yang kebetulan juga Giselle yang keluar dari toilet. Namun Giselle yang fokus sama handphonenya dan tidak melihat ada orang di depannya yang akhirnya membuat Giselle dan Aldo saling bertabrakan bahu.
"Oh My God," pekik Giselle saat melihat ponselnya jatuh kelantai dan lihatlah wajah shock yang melihat handphonnya dengan matanya yang terbelalak kaget.
"Ya ampun maaf aku tidak sengaja," sahut Aldo yang merasa panik.
"Pakai bilang tidak sengaja lagi," sahut Giselle kesal dengan melihat ke arah Aldo. Namun Giselle yang tadinya ingin mengeluarkan kata-kata amarahnya kembali tiba-tiba terdiam saat melihat pria yang menabraknya itu.
"Ya ampun kenapa dia begitu tampan sekali!" batik Giselle yang justru terpesona dengan Aldo sampai Giselle lupa jika dia tadi sangat kesal dan bahkan marah-marah terus kerjanya karena sudah di tabrak.
"Maaf nona saya benar-benar tidak sengaja," ucap Aldo yang mengambil handphone Giselle yang terjatuh, "ini handphone kamu kalau ada kerusakan maka saya akan menggantinya. Kamu jangan khawatir saya akan bertanggung jawab," ucap Aldo yang memberikan handphone Giselle. Namun Giselle malah bengong yang terus melihat wajah Aldo yang sepertinya Giselle terpesona dengan Aldo.
"Maaf Nona!" tegur Aldo, "Nona!" Aldo harus menegur berkali-kali untuk meyadarkan Giselle dan akhirnya Giselle sadar.
"Hah! iya kenapa?" tanya Giselle dengan gugup dan malah salah tingkah.
"Ini ponsel kamu," ucap Aldo dengan lembut.
"Oh iya, makasih," ucap Giselle yang terlihat sangat canggung dan langsung mengambil ponselnya dari tangan Aldo.
"Saya benar-benar minta maaf sudah menabrak kamu," ucap Aldo.
"Oh tidak apa-apa aku yang salah kok, tadi tidak fokus berjalan terlalu sibuk main handphone jadi seperti itu. Jadi aku yang salah kok," ucap Giselle yang malah mengakui kesalahannya yang tadi dia sempat marah-marah. Mungkin marah-marahnya langsung berubah ketika melihat pria yang menabraknya sangat tampan dan mencuri hatinya.
"Saya juga salah. Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu! sekali lagi maaf ya," ucap Aldo.
"Oh iya tidak apa-apa," sahut Giselle yang tersenyum. Dan Aldo langsung memasuki kamar mandi.
"Ya ampun kenapa ada orang setampan itu. Dia sangat tampan sekali, suaranya sangat lembut dan wajahnya penuh dengan karismatik," puji Giselle yang langsung menyukai Aldo saat pertama kali bertemu.
"Huhhh hari ini ternyata hari keberuntunganku yang bertemu dengan pria tampan itu," Giselle senyum-senyum sendiri yang begitu bahagianya karena bertemu Aldo. Padahal sebelumnya dia tadi mengoceh terus pada Aldo.
__ADS_1
Bersambung.