Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 36 Mengerjai.


__ADS_3

" Issss, kalau dia di racun alangkah bahagianya hidupku. Jika dia akan mati di tangan ku. Ya karena memang itu akan jauh lebih baik," Kayra terus mengoceh sambil tangannya bekerja membuat jus.


" Kayra kamu ini apa-apaan sih. Kamu jangan aneh-aneh punya pikiran untuk meracuninya. Masa iya dia hanya mengganggu tidurmu saja. Kamu sudah berencana untuk meracun nya. Kayra dia itu baru saja melakukan penyembuhan serius pada papamu di Dubai. Kau malah berpikir untuk membuat yang tidak-tidak kepadanya. Kau jangan seperti itu Kayra. Tidak boleh air susu di balas dengan air tuba. Jadi jangan mengada-ada," Kayra menyadari apa yang di bicarakan nya tadi keterlaluan.


Ya dia harus menyadari sebenarnya Davin itu banyak membantunya. Tetapi ya tetap Davin adalah Pria yang membuatnya kesal dan hanya mengumpat terus sepanjang dalam pembuatan jus dan bahkan jus itu selesai dengan hasil umpatan Kayra.


Akhirnya Kayra kembali ke kolam renang dan lagi-lagi Davin di ujung sana yang masih berenang. Davin melihat Kayra. Tetapi kayaknya Davin sengaja berenang-renang untuk membuat Kayra yang berdiri di sana yang semakin kesal.


" Dia sudah melihatku. Tetapi bukannya kemari," desis Kayra dengan raut wajahnya yang begitu kesal.


" Davin ini jusnya!" Kayra harus berteriak untuk memanggil Davin karena sedari tadi dia sudah capek berdiri dengan tangannya yang memegang segelas jus itu.


Puas mempermainkan Kayra dan membuatnya kesal. Akhirnya Davin pun berenang untuk menghampiri istrinya yang mana wajah cantik istrinya itu sudah merengut seperti istri yang tidak di berikan uang bulanan.


Byurrr kepala Davin kembali timbul tepat di hadapan Kayra, Davin mengusap wajahnya sampai ke kepalanya. Dia semakin jelas melihat wajah cemberut Kayra.


" Sini jusnya!" titah Davin masih mengusap wajahnya dengan tetap berada di kolam renang.


" Kau benar-benar sangat menyebalkan," umpat Kayra di dalam hatinya dan terpaksa berjongkok dan memberikan Davin jus itu.


" Nih!" ucap Kayra dengan nada ketus yang terpaksa memberinya.


" Aku tidak bisa memegang gelasnya tangan ku menggigil. Jadi tolong bantu aku untuk meminumnya," ucap Davin dengan tingkahnya yang ada saja yang mendadak menjadi bayi gede.


Kayra merapatkan giginya yang benar-benar ingin menyiram jus itu ke wajah Davin. Wajah Davin yang benar-benar begitu menyebalkan.


" Ayo cepat! Jangan diam aja!" ucap Davin dengan santai. Yang mau tidak mau Kayra pun harus memberi Davin minum jus tersebut. Ya Kayra harus menyulangi bayi gede tersebut dengan ke-2 tangan Davin di letakkan di pinggir kolam renang.


" Tidak enak!" protes Davin selesai meminum sedikit.


" Sudah syukur aku membuatkannya untukmu pakai protes segala lagi," sahut Kayra.


" Itu memang ke wajiban mu untuk membuatnya. Karena seorang istri itu harus melayani suaminya, jadi kalau di kritik harus di terima biar bisa belajar kedepannya," ucap Davin menceramahi Kayra, " bukan seperti ini. Baru juga di suruh membuat segelas jus. Rasanya entah seperti apa. Kau pasti membuatnya tidak ikhlas kan. Atau jangan-jangan kau punya niat lagi untuk meracuni ku," tuduh Davin.


Ya memang iya Kayra sempat kepikiran untuk melakukan hal itu..


" Kenapa diam? atau jangan-jangan kau sudah meracuniku," ucap Davin dengan kesal.


" Iya. Aku sudah meracuni mu, racun tikus," sahut Kayra dengan kesal.


" Kau ini benar-benar istri durhaka," desis Davin.


" Kau yang suami durhaka yang terus mengganggu kesenangan ku," kesal Kayra.


" Nih lanjutkan minum sendiri. Punya tangan di gunakan," ucap Kayra dengan kesal meletakkan jus itu di pinggir kolam renang.


Lalu Kayra berdiri yang ingin pergi. Namun bukan Davin namanya jika tidak bertingkah dan langsung menarik tangan Kayra yang membuat Kayra kaget sampai melotot.


Byurrrr.


Akhirnya Kayra harus kecebur kedalam kolam renang masuk bersama Davin.


" Davin. Kau!" Geram Kayra mengusap wajahnya sampai ke kepalanya dengan kedua tangannya yang basah kuyup dengan perbuatan Davin dia bahkan hampir kelelap karena shock yang tiba-tiba jatuh ke kolam.


Davin hanya tertawa-tawa yang melihat istrinya di depannya yang begitu tertindas.


" Kau benar-benar ya!" Kayra yang semakin kesal ingin memukul dada Davin. Namun Davin menangkap tangannya dan malah menarik Kayra lebih dekat kepadanya.

__ADS_1


" Lepaskan!" berontak Kayra.


" Ada Oma di atas yang melihat kita," ucap Davin yang ternyata melihat Omanya berada di lantai 2 yang melihat Davin dan istrinya sama-sama berdiri di dalam kolam renang dengan saling berhadapan dan begitu dekat


Kayra pun melihat dari bayangan air memang ada sosok yang berdiri, " lalu apa urusannya denganku. Lepaskan aku!" berontak Kayra yang berusaha melepaskan diri dan ingin menjauh.


Bukannya Davin melepasnya malah menarik pinggang Kayra dan lebih dekat lagi pada Davin sampai dada mereka bertabrakan yang membuat Kayra kaget.


" Davin kau!" geram Kayra dengan suara seraknya.


" Kayra belakangan ini Oma selalu mencurigakan ku. Itu karena kau tidak bisa mengikuti sandiwara ku jadi pikiran Oma kepadaku tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan," ucap Davin yang membelai-belai rambut Kayra yang membuat Kayra gugup dan jujur jantungnya berdebar kencang saat pria itu bicara dengan begitu dekat kepadanya.


" J_jauhkan tangan mu itu!' ucap Kayra.


" Aku sudah melakukan banyak hal untuk keluargamu. Paling tidak balaslah dengan bersikap manis kepadaku saat di depan Oma," ucap Davin menatap Kayra dengan intens membuat Kayra menelan salivanya.


" Apa maksudmu. Kau yang pintar bersandiwara. Aku tidak bisa melakukan hal itu. Jadi jangan menyuruhku," tegas Kayra yang semakin gugup dengan dekatnya wajah Davin padanya.


Davin melihat Omanya yang masih tetap berdiri yang tampaknya terus mengawasi Davin yang membuat Davin mengumpat di hatinya dengan keponya Omanya kepadanya.


Kayra masih berusaha untuk tenang dan bahkan berusaha bergerak-gerak untuk bisa lepas dari Davin. Situasi yang di hadapi Davin harus membuat Davin menempelkan bibirnya pada Kayra.


Kenyal yang yang di rasakan Kayra membuat Kayra melotot dengan kelakukan pria di depannya itu dan Kayra berusaha mendorong Davin.


Namun Davin tidak bergerak sedikitpun dan bahkan menuntut untuk mencium lebih dalam memaksa masuk lidahnya kedalam mulut Kayra yang akhirnya Kayra yang tidak bisa apa-apa pun pasrah dan memejamkan matanya saat Davin menciumnya dengan lembut.


Oma yang melihat ke intiman suami istri itu akhirnya pergi. Mana mungkin dia jadi obat nyamuk untuk melihat cucunya yang bercumbu di kolam renang.


Selang beberapa detik membuat Davin melepas ciuman yang jujur membangkitkan hasratnya. Kayra dan Davin sama-sama membuka mata mereka dengan napas yang tidak beraturan napas yang naik turun dengan dada kembang kempis.


" Kau tidak bisa berpura-pura manis di depan Oma. Tetapi aku tidak menyangka ternyata bibirmu sangat manis," puji Davin.


Apa yang di dengar Kayra membuat Kayra langsung mendorong Davin dan berhasil menjauh darinya, " kurang ajar. Kau benar-benar lancang kepadaku!" umpat Kayra yang begitu kesal pada Davin dan Kayra pun langsung pergi dengan tangannya yang sempat menampar air karena saking kesalnya dengan Davin.


Perginya Kayra dengan basah kuyup penuh kemarahan membuat Davin menyunggingkan senyumnya dan langsung kembali menyeburkan diri kedalam kolam renang dengan posisi terbaring. Dia memang membuat drama berlebihan malam ini dan Kayra yang mendapatkan sialnya di cium seenaknya oleh Davin hanya untuk memperlancar aksinya.


Davin melakukannya karena ada Omanya. Tetapi siapa sangka bibir Kayra begitu nikmat sampai akhirnya membuatnya harus mencium lebih lama lagi dan sekarang sepertinya Davin akan ketagihan mencium Kayra.


**********


Kayra yang berada di dalam kamar harus marah-marah karena perbuatan Davin yang menyebalkan. Sudah basah-basahan dan sekarang berani menciumnya.


" Davin sialan, nggak ada akal, brengsek!" Maki Kayra berdiri di depan cermin dengan melap bibirnya dengan tisu. Kayra juga sudah mengganti pakainya.


" Dia pikir siapa dirinya berani menciumku sembarangan, apa dia pikir bibirku ini bibir murahan," geram Kayra yang tampaknya tidak terima dan dengan kasar mengusap-usap bibir itu tidak ingin bekas Davin ada di bibirnya.


Ceklek.


Kayra semakin emosi ketika melihat Davin dari depan cermin yang mana Davin sudah datang.


Kayra menatap Davin tajam dari depan cermin yang mana Davin dengan bathrobe beridri tidak jauh dari belakang Kayra dengan tangannya yang di lipat di dadanya.


" Ck. Apa aku sekotor itu sampai kau harus menghapusnya dengan begitu keterlaluan," desis Davin.


Dengan cepat Kayra membalikkan tubuhnya dan Davin sangat jelas melihat wajah marahnya Kayra dengan pipinya yang memerah.


" Ada apa, kau ingin memakiku lagi," sahut Davin yang terlihat santai.

__ADS_1


" Baru juga di cium sudah seperti kehilangan apa saja," sahut Davin dengan santainya.


Kayra semakin darah tinggi dan mendekati Davin, " apa katamu baru di cium. Kau pikir aku ini perempuan apaan hah. Kau itu terlalu lancang yang sudah mengambil ciuman pert....." Kayra tidak jadi melanjutkan kalimatnya.


Davin menaikkan 1 alisnya menunggu Kayra bicara, " apa yang kau katakan. Jangan bilang kau....." Davin menatap Kayra dengan penuh selidik.


" Hey, apa ini ciuman pertamamu!" tebak Davin yang sepertinya ingin tertawa mengejek Kayra. Yang benar saja Kayra tampak diam dan cemas dengan Davin yang malah menertawakannya.


" Hey, usiamu sudah berapa tahun. Masa iya kau sudah sebesar ini Barus berciuman. Hmm pantesan kau terlihat kaku ternyata baru pertama kali melakukannya," ejek Davin yang membuat dada Kayra kembang kempis yang tidak bisa bicara apa-apa lagi. Hanya bisa marah di hati dengan tangan yang mengepal..


" Ehmmm apa aku termasuk pria yang beruntung yang menciummu pertama kali," sahut Davin dengan mengusap-usap dagunya yang menikmati posisinya yang membuat Kayra mati kutu.


" Tutup mulutmu!" geram Kayra.


" Ya mungkin aku sedikit beruntung," lanjut Davin yang punya bahan untuk menggoda Kayra.


" Hmmmm, jika ini ciuman pertamamu apa jangan-jangan ini kau juga masih seorang perawan," bisik Davin di telinga Kayra yang membuat Kayra melotot dan langsung mendorong Davin menjauh darinya.


" Kau diam! Jangan bicara lagi! akan aku sobek mulutmu, jika kau bicara lagi kepadaku," geram Kayra dengan kesal yang mampu membuat Davin tertawakan melihat Kayra yang habis-habisan di goda Davin.


Kayra hanya yang dengan napas naik turunnya hanya menatap penuh kemarahan pada Pria yang masih tertawa-tawa di depannya itu. Tidak ingin menjadi orang bodoh di depan Davin Kayra pun akhirnya memilih untuk pergi memasuki kamar mandi.


Davin mendengus kasar yang tertawa puas dengan kejadian yang bisa di katakan berkesan, ya cukup berkesan untuknya. Tidak lama pintu kamar mandi terbuka lagi dan lihat apa yang di lakukan Kayra tidak tau dari mana dapatnya ember.


Byurrrr.


Kayra langsung membuang semua air itu keatas tempat tidur yang membuat Davin kaget.


" Kayra!" sentak Davin.


" Kenapa? Mau marah. Terserah. Tidur saja di atas tempat tidur yang basah. Kau sudah memperlakukanku seenaknya menarikku kekolam renang dan menciumku dan sekarang itu balasan untukmu," oceh Kayra yang mulutnya seperti rel kereta api dan langsung membuang ember itu pada Davin.


Hampir mengenai kaki Davin untung Davin mengangkat kakinya. Lalu Kayra langsung beralih kesofa di depan TV dan berbaring miring di sana tanpa mempedulikan Davin.


Davin mendengus kasar melihat tingkah Kayra yang kesetanan dan melakukan hal bodoh sampai membasahi tempat tidurnya. Davin harus geleng-geleng dengan kelakukan Kayra yang benar-benar orang sudah kehilangan harga diri.


" Aku baru pertama kali menemui wanita seperti ini. Astaga untung saja pernikahan ini kontrak. Jika tidak aku tidak akan tau apa lagi dan bagaimana setiap hari aku akan melihatnya marah-marah," batin Davin harus mengelus-elus dada dengan kelakukan istrinya yang galaknya minta ampun.


************


Mentari pagi kembali tiba. Walau tempat tidur di basakan Kayra ternyata Davin tetap tertidur. Tidak hanya 1 sofa yang ada di sana. Banyak sofa yang ada di sana dan Davin juga tidur di sofa.


Kayra mengerjapkan matang perlahan saat sinar matahari yang masuk dari sela-sela jendela itu mengusik matanya. Kayra mengucek-ngucek matanya dan langsung duduk dengan memivat belakang lehernya.


" Jam berapa sekarang," ucapnya yang terlihat memiring-miringkan tubuhnya.


Karena begitu pegal. Saat memiringkan tubuhnya Kayra mendapati Davin yang juga masih tertidur di atas sofa dengan berbaring lurus dengan satu tangan Davin di bawah kepalanya yang di jadikannya bantal.


Kayra menoleh ke atas tempat tidur. Ember masih ada di lantai dan mungkin tempat tidur itu sudah kering.


" Dia bisa juga tidur di situ. Makanya jangan membuat ulah," batin Kayra yang langsung berdiri untuk mengecek handphonenya yang tetnyata sudah hampir setengah 7.


Kayra menoleh kembali ke arah Davin, " tumben sekali jam segini dia belum bangun," batin Kayra yang heran dengan Davin. Kayra pun melangkah mendekati Davin dan melihat dengan teliti Davin yang mana masih tertidur dan jangan tanya betapa tampannya Davin.


" Apa dia memang masih tidur. Tapi kok napasnya tidak terlihat ya," gumam Kayra yang begitu memperhatikan Davin. Karena merasa ada yang aneh dan ingin memastikan apa yang terjadi pada Davin. Kayra pun membungkukkan tubuhnya yang berusaha memperhatikan dengan dekat napas Davin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2