
Mentari pagi kembali tiba. Kayra sejak tadi malam tidak terbangun sama sekali dan sekarang masih tetap pada posisi tidurnya yang memeluk Brian. Namun bedanya tangannya dan Davin sama-sama berada di atas dada Brian dan bahkan saling menggenggam yang tidak tau kapan hal itu terjadi.
Dengan perlahan Kayra membuka matanya yang masih terasa berat. Merasa ada yang menggengam tangannya membuat Kayra melihatnya dan terkejut dengan tangan Davin yang Kayra melupakan jika Davin memang menginap di apartemennya. Karena mendengar rengekan Brian. Dengan perlahan Kayra melepas genggaman yang sangat erat itu.
Kayra pun mengecek kembali kondisi Brian dan Alhamdulillah panas Brian sudah turun yang membuat Kayra bernapas lega. Kayra mencium kening Brian dengan lembut dan menarik selimut sampai ke dada Brian yang sebelumnya selimut Brian sudah turun.
Setelah itu dengan hati-hati Kayra langsung turun dari ranjang. Dia tidak membangunkan Davin. Karena takut Brian nanti akan terbangun dan membiarkan Brian dan Davin tertidur. Dan Kayra memilih untuk keluar dari kamar.
***********
Kayra sudah mandi dan sudah rapi-rapi. Kayra pun berada di dapur yang menyiapkan makanan untuk Brian.
Sementara di kamar Brian. Davin baru saja terbangun dan juga Davin melihat ke arah Brian yang masih tertidur dan Kayra sudah tidak ada di sana. Davin memegang kening Brian dengan punggung tangannya.
"Syukurlah Brian sudah baik-baik saja," batin Davin lega dengan kondisi Brian yang sudah tidak panas lagi.
Davin mencium kening Brian. Lalu turun dari ranjang yang langsung keluar dari kamar dan melihat Kayra yang ada di dapur. Saat Davin keluar Kayra hanya melihatnya sebentar dan Kayra kembali melanjutkan pekerjaannya membuat bubur untuk Brian.
Davin menghela napasnya dengan perlahan kedepan. Lalu menghampiri Kayra yang ada di dapur.
"Papa tadi malam datang kemari," ucap Davin.
"Aku tau papa barusan menelponku," jawab Kayra dengan ketus yang tanpa melihat kearah Davin. Ya pasti Kayra masih kesal dengan Davin.
"Hmmm...Aku minta maaf Kayra atas apa yang aku katakan tadi malam," ucap Davin mengakui kesalahannya dan tidak masalah jika harus meminta maaf.
Kayra diam saja dan menuang bubur kedalam mangkok yang bubur itu sudah masak dan Kayra yang selesai melakukannya mengambil gelas berisi susu panas dan membawa mangkok yang sudah di beri bubur. Lalu Kayra langsung pergi dari tempatnya yang melewati Davin membuat Davin menahan Kayra dengan memegang lengan Kayra yang memegang susu.
__ADS_1
"Maafkan aku Kayra!" ucap Davin yang penuh penyesalan.
"Kau tidak tau apa-apa Davin tentang aku dan Brian. Kau malah menyalahkanku seakan kau paling tau segalanya. Selama ini aku hanya berdua dengannya. Kau pikir dengan perkataan mu tadi malam pantas untukku dengan kau yang tidak ada bersama kami selama ini," ucap Kayra melihat Davin dengan intes.
Dari pandangan mata itu terlihat sekali Kayra sangat tersinggung dengan apa yang dikatakan Davin.
"Aku tau Kayra. Makanya aku ingin minta maaf padamu dan memang aku tidak pantas mengatakan hal itu," ucap Davin yang mengakui kesalahannya.
"Kayra aku mengerti profesi mu itu punya tanggung jawab yang besar. Dan aku adalah ayah Brian, aku punya keluarga dan mulai sekarang aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi. Aku akan ikut mengasuh Brian," ucap Davin.
Kayra mengkerutkan dahinya saat mendengar kata-kata Davin, "apa maksudmu?" tanya Kayra heran dengan pernyataan Davin membingungkan.
"Tinggallah kembali bersamaku," ucap Davin membuat Kayra terkejut dengan matanya yang terbuka lebar.
"Kau gila Davin," pekik Kayra yang terkejut.
"Aku tidak gila. Aku hanya ingin kita ber-2 sama-sama membesarkan Brian," sahut Davin.
"Kau salah Kayra. Tidak seperti itu sama sekali," sahut Davin.
"Lalu apa lagi jika tidak. Kau itu memang jahat," ucap Kayra melepas tangannya dari Davin dengan kasar dan membuat susu panas itu tumpah ke lengan Davin.
"Argh!" keluh Davin mengibas-ngibaskan lengannya. Kayra juga ikutan kaget dan dengan cepat meletakkan mangkok dan juga gelas itu di atas meja.
"Maafkan aku Davin," ucap Kayra yang panik dengan spontan memegang tangan Davin.
Kayra bahkan dengan cepat mengambil kotak obat dan mengambil salep untuk mengolesi ke tangan Davin yang terlihat memerah akibat terkena susu panas.
__ADS_1
Kayra terlihat panik dan mengolesi salap sembari meniup-niup dengan lembut membuat Davin terus melihat ke arah Kayra.
"Kau tidak pernah berubah Kayra, kau begitu takut. Jika terjadi sesuatu padaku dan panik mu yang sangat berlebihan yang tidak pernah hilang," batin Davin yang terus melihat Kayra yang seakan masih memperdulikannya.
Kalau masalah hari tidak tau bagaimana hati Kayra pada Davin. Apakah masih ada cinta atau tidak. Tetapi mungkin Davin masih mencinta yang masih menjadi istrinya itu.
"Maafkan aku!" ucap Kayra mengangkat kepalanya yang melihat ke arah Davin dan terlihat sangat Khawatir pada Davin. Kayra dan Davin jadi saling melihat dengan tatapan dalam yang penuh dengan arti dengan tangan Davin yang masih di pegang Kayra.
"Mama, papa!" suara gemes Brian yang membuat ke-2 orangtuanya itu terkejut dan sama-sama buyar dari lamunannya dan melihat kearah Brian yang Kayra juga dengan cepat melepas tangannya dari Davin.
"Sayang," sahut Kayra yang tiba-tiba gugup dan langsung menghampiri Brian.
"Mama sama papa bertengkar lagi?" tanya Brian yang mana sekarang Kayra berjongkok di depan anaknya itu.
"Brian sudah bangun kita sarapan dulu, mama sudah masakkan untuk Brian," ucap Kayra.
"Jangan bertengkar terus. Brian nanti tidak akan sembuh," ucap Brian dengan manjanya. Kayra melihat Davin dengan ekor matanya yang mana Davin juga menghampiri Brian yang berjongkok juga di samping Kayra.
"Papa sama tidak bertengkar, ayo Brian makan dulu," ucap Davin mengusap kepala Brian.
"Kalau begitu peluk Brian," ucap Brian dengan manjanya. Davin Kayra pun memeluk Brian dengan bersamaan. Ya semua demi Brian.
"Jangan bertengkar lagi. Harus janji sama Brian," ucap Brian. Kayra dan Davin saling melihat di pelukan Brian.
"Mama sama papa kenapa diam? jangan bertengkar pokoknya," ucap Brian lagi.
"Iya kami tidak akan bertengkar lagi. Brian jangan memikirkan apa-apa. Mama sama papa hanya berdebat. Jadi tidak ada masalah yang besar," ucap Davin.
__ADS_1
"Iya Brian mama dan papa tidak bertengkar sayang," sahut Kayra. Brian tersenyum mendengarnya dan mengeratkan pelukannya pada orangtuanya itu. Kayra dan Davin harus menjaga images di depan Brian dan mengenyampingkan ego mereka.
Bersambung