Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Eps 13 1 pesawat.


__ADS_3

Indri dan Kayra kembali kelapangan dan di suguhkan dengan jet pribadi yang jauh lebih mewah bahkan mereka di antar dengan ramah oleh pramugari cantik dan sopan.


" Serius ini Ra!" tanya Indri yang merasa tidak percaya dengan kakinya yang terus menaiki anak tangga.


" Sudah kamu ikuti saja," ucap Kayra.


" Ya ampun calon suami Kayra begitu kaya. Tapi tetap aja pasti om-om atau kalau tidak kakek peyot," batin Indri berprasangka buruk.


Akhirnya Kayra dan Indri pun memasuki jet pribadi yang mewah itu. Kayra biasa saja. Tetapi Indri kepalanya terus berkeliling dengan mengamati isi di dalam jet yang mewahnya minta ampun itu.


" Mari nona silahkan!" Pramugari mempersilahkan Kayra menuju tempat Davin


Di mana Davin duduk dengan santai sambil memegang handphonenya yang tidak tau apa yang di lihatnya


" Silahkan duduk nona Kayra!" ucap pramugari mempersilahkan Kayra duduk di depan Davin yang bangkunya memang berhadapan.


" Siapa Pria tampan ini. Apa anak buahnya lagi," batin Indri yang melihat Davin sudah membuatnya ingin meleleh.


" Nona silahkan duduk di sana!" ucap pramugari itu mempersilahkan Indri untuk duduk di depan Reyhan yang berada di sebelah kiri.


" Oh, baiklah!" sahut Indri.


" Ra aku kesana," ucap Indri langsung pergi.


Davin mengangkat kepalanya dan menyimpan handphonenya di sakunya.


" Kau maaih mau berdiri di situ?" tanya Davin. Kayra menarik napasnya dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu duduk di depan Davin.


" Kenapa kau begitu bodoh sekali," ucap Davin yang mengatainya Kayra tanpa basa-basi.


" Apa maksudmu seenaknya mengataiku bodoh," sahut Kayra kesal.


" Apa namanya jika kau tidak bodoh. Kau malah tinggal dan sementara orang-orang yang tidak penting itu pergi. Kau pikir aku mau menikah dengan mereka hah!" ucap Davin dengan kesal.


" Kau tidak tau ceritanya. Jadi jangan bicara sembarangan dan mengataiku. Jika aku tidak naik pesawat bersama mereka itu pasti awalnya ada perdebatan dulu dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Seperti apa katamu," sahut Kayra yang ikutan kesal.

__ADS_1


" Itu karena kau tidak bisa menegaskan sedikit untuk dirimu," ucap Davin menegaskan.


" Kau tidak tau posisiku. Jadi jangan bicara sesukamu," ucap Kayra. Davin Berdecak kesal dengan Kayra yang selalu punya jawaban.


" Baiklah, kau yang tau posisimu dan aku rasa juga tidak perlu untuk ikut campur. Karena itu tidak penting untukku. Duduklah, tidak seharusnya kau berdiri terus," ucap Davin yang dengan santai. Kayra pun akhirnya duduk.


" Aku hanya berharap kebodohanmu tidak terbawa-bawa ketika kita menikah. Jadi jangan menyusahkan diriku. Kau mengerti," ucap Davin menegaskan.


" Kau jangan mengataiku bodoh, seperti kau sudah pintar saja," ucap Kayra kesal.


" Memang kau itu bodoh. Kalau tidak bodoh. Kau tidak akan berada di sini dan mereka pergi tanpa mu. Untung saja aku menemukanmu. Jika tidak aku akan menjadi orang gila yang mencarimu kesana kemari," ucap Davin kesal. " belum apa-apa saja kau sudah membuat susah," desis Davin.


" Ya sudah daripada kau takut akan di susahkan lagi. Batalkan saja pernikahannya," ucap Kayra.


" Apa katamu membatalkan pernikahannya. Kau pikir semudah itu. Setelah aku memberi semua kepada keluargamu," ucap Davin darah tingginya mulai naik.


" Bukan aku yang menerimanya, mereka yang menerimanya. Lagian aku lihat-lihat ada kok yang ingin menggantikan ku. Jadi apa salahnya jika kau dengannya saja," ucap Kayra dengan gampangnya.


" Apa maksudmu. Kau pikir aku ini suami pengganti hah! yang harus menikahi saudaramu itu lantaran kau tidak mau," ucap Davin yang merasa di rendahkan.


Sementara di sudut sana Indri yang melihat Kayra dan Davin penuh dengan kebingungan. Di mana Indri pasti bertanya-tanya siapa Davin sebenarnya.


" Ehemmm," Indri berdehem kepada Pria yang di depannya itu. Namun Raisa terlihat santai dan tidak peka dengan deheman Indri.


" Hey, ada orang di depanmu!" ucap Indri melambai-lambaikan tangannya di depan Reyhan.


" Iya saya tau, memang ada apa?" tanya Reyhan dengan wajah bingungnya.


" Ya, bicara kek atau apa. Aku ini manusia bukan patung," ucap Indri dengan kesal.


" Memang ada yang ingin anda tanyakkan?" tanya Reyhan.


" Ya elah, nggak usah formal-formal amat bicaranya," sahut Indri. Jangan pakai anda ini ini," ucap Indri kesal.


" Memang apa yang ingin di tanyakan?" tanya Reyhan.

__ADS_1


" Siapa laki-laki di depan temanku itu?" tanya Indri to the point.


" Dia bos Davin, calon suaminya nona Kayra," jawab Reyhan langsung membuat Indri kaget sampai matanya melotot dan 2 bola mata itu ingin keluar.


" Apa katamu, dia calon suami Kayra!" pekik Indri dengan wajah paniknya.


" Benar sekali. Dia calon suami temanmu," jawab Davin dengan apa adanya.


" Ya ampun serius," sahut Indri yang masih tidak percaya yang matanya sekarang melihat ke arah Davin.


" Ya Allah doaku akhirnya engkau kabulkan. Aku tidak percaya jika temanku yang sering di zholimi itu. Akhirnya mendapatkan suami yang layak, Pria tampan bak pangeran dan Pria kaya raya. Ya memang seharusnya Kayra menikah dengan orang seperti itu. Aku yakin takdir Kayra akan berubah dengan Pria itu. Semoga saja Pria itu benar-benar tulus kepada Kayra dan bisa memberikan kebahagian Kayra," batin Indri dengan doanya yang penuh dengan harapan yang telah melihat temannya yang sekarang bersama Pria yang menurut Indri bisa mengubah takdir Kayra.


************


Sementara di pesawat yang satunya pesawat Susan dan juga teman-temannya dengan kakak tirinya dan bersama para teman-teman Susan.


Silvia yang duduk dengan santai dengan menyunggingkan senyumnya.


" Aku berharap Kayra tidak akan sampai tepat waktu dengan begitu. Aku bisa menggantikan dia menikah dengan Davin," batin Silvia yang penuh harapan yang bermimpi akan menggantikan posisi Kayra.


Dia tidak tau aja jika Kayra menaiki jet pribadi Davin dan lebih mewah dari pada sebelumnya dan sekarang malah Kayra sedang menikmati makan bersama Davin.


Walau duduk saling berhadapan. Tetapi ke-2 orang itu sama sekali tidak ada obrolan. Hanya berbicara saat pertama tadi Kayra bertemu Davin. Sampai detik ini mereka tidak ada obrolan dan makan dengan santai.


" Kau bisa makan tanpa minum alkohol?" tanya Davin dengan penuh sindiran yang membuat Kayra mengangkat kepalanya melihat Davin yang berbicara kepadanya.


" Kenapa melihatku seperti itu. Kau seperti wanita yang tidak pernah minum alkohol. Hmmm atau jangan-jangan aku benar lagi. Kau memang tidak bisa meminumnya dan hanya sok-sok an bisa meminumnya supaya terlihat keren di depanku," ucap Davin menebak.


" Diamlah mulutmu!" ucap Kayra dengan kesal.


" Kau menyuruhku diam. Hey, nona ini adalah tempatku. Ini wilayahku. Bagaimana mungkin kau menyuruhku diam," sahut Davin.


" Kalau begitu bicaralah sesuakamu," ucap Kayra yang kembali makan dan tidak peduli dengan Davin. Davin hanya mendengus kasar melihat Kayra yang tampak begitu kesal.


" Dia terus saja mengejekku dengan Kejadian waktu itu. Kamu sih Kayra kenapa coba pakai sok-sokan bicara seperti itu kemarin. Lihatlah selalu menggunakan kata-kata itu, membuat mu menjadi orang panik dan terlihat bodoh," batin Kayra yang sekarang terjebak dengan omongannya sendiri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2