Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 79 debat gemes


__ADS_3

Kayra dan Davin masih menghabiskan waktu di luar. Yang mana dari pagi sampai malam mereka ber-2 tetap berduaan sampai detik ini yang sekarang pasangan itu sedang duduk di atas karpet yang di bentang di atas pasir di pinggir laut dengan makanan yang banyak di depan mereka dan mereka sudah sama-sama menikmati makanan itu.


Kayra dengan lahapnya menikmati spageti dengan suara decakan dari mulutnya yang memang menurutnya makanan itu begitu lezat Davin di depannya hanya geleng-geleng saja melihat wanita yang terlihat rakus makan di depannya itu.


" Makanlah pelan-pelan. Aku tidak akan mengabiskan makanan ini semuanya," sahut Davin menyindir.


" Siapa yang takut makanan ini di habiskan. Aku tidak takut," sahut Kayra.


" Lalu kenapa makan terburu-buru?" tanya Davin.


" Siapa yang makan terburu-buru. Kau itu berlebihan," sahut Kayra yang terus mengunyah makanannya dan melihat ke arah Davin dengan tersenyum.


" Ya kau yang makan terburu-buru," sahut Davin.


" Walau terburu-buru. Tetapi aku tidak makan berantakan sepertimu," sahut Kayra.


" Siapa yang berantakan," sahut Davin. Kayra hanya terlihat tersenyum membuat Davin bingung dan terlihat Davin melap mulutnya dengan tisu. Kayra malah tertawa kecil yang sepertinya mengejek Davin.


" Ya ampun kau ini!" Kayra gemes sendiri melihat Davin dan mendekati Davin dengan memajukan wajahnya dan dan mengusap bekas makanan di ujung bibir Davin.


" Jangan seperti anak kecil makan harus berantakan," ucap Kayra menatap Davin dengan dalam-dalam dan Davin juga melihatnya. Yang posisi mereka begitu dekat membuat jantung ke-2nya bergetar hebat.


Hembusan napas mereka yang saling menerpa dengan mata yang saling menerpa.


" Maaf bos!" tiba-tiba suara yang khas membuat ke-2nya yang saling menatap langsung terkejut dan siapa lagi jika bukan Reyhan yang datang di tukang perusuh membuat Kayra dan Davin sama-sama menjauh dan ke-2nya saling salah tingkah.


" Ada apa?" tanya Davin dengan ketus.


" Ini bos saya membawakan apa yang bos minta," sahut Reyhan yang memperlihatkan botol anggur dan Kayra melihat wine tersebut mengkerutkan dahinya.


" Kau mau minum?" tanya Kayra.


" Iya, kenapa?" tanya Davin santai.


" Tidak-tidak bawa kembali minuman itu. Jika aku ada bersamamu. Kau tidak boleh minum!" tegas Kayra.


" Bukannya kau juga suka minum," sahut Davin.

__ADS_1


" Kapan aku melakukannya," sahut Kayra.


" Hmmm, sudah kuduga kau hanya sok-sok hebat, sok peminum yang makan harus minum alkohol. Tetapi pada nyatanya kau tidak berani minum. Ya aku tau itu. Aku tau jika dirimu itu bukanlah peminum hanya gayamu saja yang banyak," ucap Davin.


Kayra terdiam yang kelihatan tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Karena memang Kayra tidak minum alkohol dan awal pertemuannya dengan Davin itu hanya akal-akalan saja seakan menjadi seorang wanita liar yang padahal dia tidak minum sama sekali.


" Aku benarkan!" sahut Davin.


" Issss, terserahmu mau bicara apa. Tetapi jika ada aku kau tidak boleh minum. Kau tidak mau," sahut Kayra menegaskan.


" Kenapa?" tanya Davin heran.


" Semua itu tidak perlu alasan. Kau dengarkan saja. Reyhan bawa kembali minuman itu!" perintah Kayra.


Reyhan mengangguk dan mengambil dari tangan Davin.


"Apa yang kau lakukan, berani sekali kau mengambilnya," sahut Davin kesal.


" Ambil!" sahut Kayra menegaskan.


Kayra dan Davin malah berdebat dan Reyhan jadi bingung sendiri mau melakukan apa.


" Bos jadi ini bagaimana sebenarnya," sahut Reyhan garuk-garuk kepala melihat bosnya yang malah bertengkar.


" Pergi dari sini!" usir Kayra dan Davin dengan serentak.


" Ya itu jauh lebih baik," sahut Reyhan menghela napasnya dan memilih pergi tanpa membawa minuman yang beralkohol itu.


" Kalian memang suami istri yang langkah kerjaannya hanya bertengkar terus," ucap Reyhan yang meninggalkan tempat itu dengan geleng-geleng kepala dan di pastikan Davin dan Kayra masih saja bertengkar sampai sekarang.


" Stoppppp!!!! Kayra berteriak membuat Davin menutup telinganya dengan ke-2 tangannya.


" Berisik Kayra!" kesal Davin. Kayra mengatur napasnya yang ngos-ngosan.


" Kau itu benar-benar menyebalkan. Pokonya aku bilang jangan minum tetap tidak usah minum!" tegas Kayra.


" Kenapa kau takut aku mabuk dan terakhirnya aku akan menghantam mu di atas ranjang," goda Davin.

__ADS_1


" Kau itu!" geram Kayra yang semakin kesal dengan Davin.


" Hmmmm, baiklah, aku akan menuruti apa maumu. Kau tidak ingin aku minum baik aku tidak akan minum," sahut Davin yang terlihat mengalah.


" Benar kau tidak akan melakukannya," sahut Kayra. Davin mengangguk tersenyum membuat Kayra juga tersenyum yang merasa menang.


Namun Kayra kembali mengkerutkan dahinya ketika melihat Davin membuka botol wine tersebut. Kayra melotot saat dengan santainya Davin ingin menuang ke dalam gelas.


" Davin!" sentak Kayra yang menggebu-gebu ingin mengamuk. Namun tiba-tiba ternganga kaget saat melihat air yang keluar dari dalam botol itu adalah air berwarna kuning membuat Kayra heran seperti orens jus.


" Minumlah!" titah Davin memberikan pada Kayra.


" Ini alkohol?" tanya Kayra. Davin mengangkat ke-2 bahunya. Kayra yang heran mengambil gelas itu dan mengendus-endus minuman itu yang mencium aromanya dan tidak ada bau alkohol sama sekali.


" Apa ini?" tanya Kayra lagi. Davin tidak menjawab dan hanya menunggu apa Kayra akan di lakukan Kayra dan Kayra yang ragu akhirnya meminum minuman itu. Dahi Kayra mengkerut saat merasakan asem. Dugaannya benar itu adalah jus jeruk.


" Kau menipuku!" pekik Kayra.


" Aku hanya ingin mastikan kau itu selama ini berbohong atau apa," sahut Davin.


" Issss, kau selalu saja mengerjaiku," sahut Kayra kesal.


" Sudah sekarang kau makan lagi. Aku tau kau itu bukan peminum dan aku tidak mungkin menyuruhmu minum. Jika kau tidak mau. Jadi makan lagi. Itu hanya jus jeruk," sahut Davin dengan santai. Karya berdecak kesal dengan Davin yang suka-suka dalam mengerjainya.


" Kau marah?" tanya Davin.


" Nggak tau," sahut Kayra yang kembali makan dengan wajahnya yang masih terlihat kesal. Davin hanya tersenyum saja yang begitu puas melihat Kayra yang di buatnya kesal.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt


tiba-tiba handphone Davin berdering yang di letakkan di samping makanan dan Kayra melihat panggilan masuk itu dari Pricilla. Davin pun melihat panggilan itu dan melihat ke arah Kayra. Saat tangan Davin ingin mengambil handphone itu. Kayra dengan cepat mengambilnya membuat Davin kaget


" Kau tidak boleh mengangkatnya," sahut Kayra yang melarang Davin.


Davin menaikkan 1 alisnya mendengar larangan dari Kayra. Namun ya hal itu justru membuat Davin tersenyum. Karena jelas pasti Kayra cemburu. Makanya Kayra dengan cepat mengambil handphone itu. Rasa cemburu Kayra itu terlihat semakin jelas.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2