Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 191


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Kayra sedang menyiapkan sarapan.


"Morning mama," sapa Brian yang keluar dari kamar yang sudah memakai seragam sekolahnya.


"Morning sayang. Ayo kemari sarapan!" ajak Kayra yang sedang mengolesi roti.


"Baik mah," sahut Brian dengan tersenyum dan langsung menghampiri meja makan untuk menikmati sarapan mereka.


"Kakek jadi pergi hari ini mah?" tanya Brian.


"Jadi Brian, kakek, Daddy dan mami jadi pergi," jawab Kayra.


"Lalu yang jemput Brian nanti siapa?" tanya Brian.


"Suster Maya nanti akan jemput Brian," jawab Kayra. Karena kelas dia tidak bisa. Sangat bertepatan dengan pulang sekolah Brian. Kayra ada Operasi.


"Baik mah kalau begitu," sahut Brian dengan memakan roti yang di siapkan mamanya kepadanya. Kayra tersenyum dan dia juga ikut melanjutkan sarapannya.


"Oh iya mah Minggu depan Brian ada acara di sekolah. Mama harus datang ya," ucap Brian.


"Oh iya acara apa sayang. Kenapa gurunya tidak mengabari mama," sahut Kayra yang memang biasanya jika ada apa-apa. Guru-guru Brian akan mengabari Kayra.


"Acara olahraga. Katanya banyak permainan yang harus di ikuti," jawab Brian.


"Hmmmm, begitu. Ya sudah nanti mama tanya guru Brian bagaimana jelasnya," sahut Kayra.


"Mama datang tidak?" tanya Brian.


"Mama pasti datang," sahut Kayra yang juga tidak tau bisa datang atau tidak. Namun dia katakan saja dulu pada Brian bisa. Agar Brian tidak kepikiran dan Kayra hanya tinggal melihat jadwalnya saja nanti.


**********


Rumah sakit.


Kayra berdiri di samping Maya yang mana mereka sama-sama melihat data pasien.


"Oh iya Maya. Nanti kamu tolong bantuin aku ya jemput Brian ke sekolah," ucap Kayra.


"Siap. Kamu selow aja. Kayak siapa aja. Harus pakai minta tolong segala," sahut Maya.


"Kamu memang paling bisa di andalkan," sahut Kayra tersenyum.


"Ya sudah kamu cek pasien ranjang 14 dulu. Baru masuk tadi malam!" ucap Maya.


"Oh iya karena apa?" tanya Kayra.

__ADS_1


"Biasa urusan lambung. Nggak jauh beda sama kamu," sahut Maya.


"Iya deh," sahut Kayra, "ya sudah ayo," sahut Kayra, Maya mengangguk dan mereka langsung melakukan kunjungan pasien untuk memeriksa kondisi pasien.


**********


Zoy di rawat di rumah sakit cendrawasih. Ternyata masalah lambung Zoy tidak bisa di anggap spele. Bahkan tadi malam Dion begitu paniknya dengan keadaan Zoy yang mana Zoy juga sempat tidak sadarkan diri dan akhirnya di larikan ke rumah sakit cendrawasih.


Di dalam kamar rawat Zoy. Ada Oma Elishabet, Altarik, Mesya dan Giselle yang melihat kondisi Zoy yang mana Zoy sudah sadarkan diri.


"Semenjak pulang dari Luar Negri. Kamu jadi seperti ini. Pasti kamu makannya tidak teratur kan. Jadi lihat daya tubuh kamu sangat lemah," ucap Mesya yang marah-marah pada Zoy.


"Mama jangan lebay, orang cuma sakit doang, entar juga sembuh," sahut Zoy yang menurutnya sang mama sangat berlebihan.


"Mama kamu bicara seperti itu karena khawatir bukan lebay. Lagian kamu jangan anggap remeh dengan kondisi kamu seperti ini," sahut Altarik.


"Oma juga sudah mengingatkan kepada kamu untuk makan teratur. Jika kamu mendengarkan Oma kejadiannya tidak akan seperti ini," sahut Oma.


"Iya-iya, aku minta maaf. Tapi aku sudah baik-baik saja. Jadi kalian semua jangan khawatir," sahut Zoy.


"Jelas semua orang khawatir kepada kakak. Makanya lain kali kakak jangan seperti ini ya. Sudah deh maha. Jangan kasih kak Zoy untuk tinggal di Luar Negri lagi," sahut Gisele.


"Mama tidak akan memberikan izin untuk hal itu. Tidak akan. Mama bisa stres jika Zoy di lepas begitu saja. Ini yang akan terjadi nantinya," sahut Mesya yang memang tidak akan mengijinkan Zoy tinggal di Luar Negri. Ya Zoy kalau sudah pergi ke sana pasti luka jalan untuk pulang.


"Kamu sudah berterima kasih sama Dion Zoy?" tanya Oma tiba-tiba.


"Karena dia yang sudah menyelamatkan Zoy, yang membawa Zoy kerumah sakit," jawab Oma.


"Itu memang kewajibannya. Jadi jangan berlebihan mah," sahut Mesya.


"Berterima kasih bukan berarti berlebihan Mesya," sahut Altarik. Masya hanya diam yang tidak menanggapi lagi. Namun wajahnya terlihat sangat ketus.


"Selamat pagi, kami memeriksa pasien sebentar ya!" sapa Kayra memasuki ruangan Zoy dan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu langsung melihat ke arah Kayra dan semuanya terkejut melihat Kayra begitu juga dengan Kayra yang terkejut.


Setelah 5 tahun barulah Kayra melihat kembali keluarga suaminya.


"Kayra!


"Kayra!


"Kayra!"


Mereka hanya menyebutkan nama itu dengan wajah mereka yang terlihat sangat shock sama dengan Zoy yang juga berada di atas tempat tidur melihat Kayra yang memakai pakaian Dokter.


"Selamat pagi!" sapa Kayra dengan tersenyum.

__ADS_1


"Pagi," sahut mereka dengan pelan. Sementara Suster Maya sudah memulai mengecek pasien dengan melihat-lihat infusnya.


"Kayra kamu sudah kembali?" tanya Altarik dengan suara rendahnya dan Kayra menoleh ke arah Maya. Pasti Maya sebenarnya heran dengan keluarga itu yang terlihat dekat dengan Kayra.


"Iya, aku periksa pasien sebentar," ucap Kayra tersenyum kaku dan berusaha untuk tenang langsung memeriksa Zoy.


"Benar ternyata Kayra sudah kembali dan dia Dokter di rumah sakit ini," batin Oma yang baru tadi malam membahasnya bersama Davin.


"Kayra Dokter, Davin pasti sering bertemu dengannya dan jangan-jangan ini yang membuat Davin belakangan ini sangat aneh," batin Altarik yang terus melihat ke arah Kayra yang sedang memeriksa Zoy.


"Jadi Kayra seorang Dokter. Aku tidak percaya dia seorang Dokter," batin Giselle.


"Apa Davin dan Kayra kembali bersama?" batin Mesya yang penuh dengan tanda tanya.


"Di mana lagi yang sakit?" tanya Kayra pada Zoy.


"Hanya di sebelah kiri. Tetapi sudah tidak apa-apa sekarang," jawab Zoy.


"Makanan yang pedas dan berminyak di jauhkan ya," ucap Kayra memberikan saran. Zoy hanya mengangguk saja.


Kayra yang selesai memeriksa pasien melihat keluarga Davin. Sangat tidak sopan jika Kayra tidak bicara atau menyapa.


"Maya kamu duluan periksa pasien yang lain!" ucap Kayra yang Maya tidak mau tau lebih lanjut urusan pribadinya.


"Baiklah aku tunggu!" sahut Maya yang langsung pergi setelah berpamitan pada keluarga pasien.


"Oma!" sapa Kayra. Oma tersenyum dan langsung memeluk Kayra,


"Kamu apa kabar Kayra?" tanya Oma yang sangat merindukan Kayra.


"Baik-baik saja Oma, sendri bagaimana?" tanya Kayra.


"Oma juga baik-baik saja Kayra," jawab Oma.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Kayra sudah melepas pelukan itu.


"Pah," sapa Kayra pada Altarik dan masih memanggil Altarik dengan sebutan papa.


"Kamu sekarang menjadi Dokter?" tanya Altarik.


"Iya pah, ini tugas Kayra," sahut Kayra.


"Kami semua senang Kayra bisa bertemu kamu lagi," ucap Altarik.


"Makasih pah. Kayra juga sangat senang. Ya sudah pah, Oma, Kayra pergi dulu ya. Harus menangani pasien," ucap Kayra yang tidak nyaman lama-lama bicara.

__ADS_1


"Iya," jawab Oma dan Altarik dan Kayra dengan tersenyum meninggalkan tempat itu.


Bersambung


__ADS_2