
Kayra benar-benar tidak makan. Karena tidak mendapatkan makannya. Tetapi dia memang tidak terlalu lapar. Dan mereka berdua bahkan sudah pulang dan Kayra tadi yabg tidur di mobil langsung di gendong Davin kekamar. Karena tidak ingin membangunkan sang istri.
Dengan sangat hati-hati Davin langsung membaringkan tubuh Kayra di tempat tidur. Davin membuka heels Kayra dan menarik selimut sampai ke dada Kayra. Lalu duduk di samping Kayra sembari membelai-belai rambut Kayra.
" Kenapa aku harus peduli kepadamu?" tanya Davin yang memang begitu memperdulikan Kayra.
" Kau sangat aneh Kayra. Ada saja yang kau inginkan. Tetapi aku lebih aneh. Di pikiranku bagaimana caranya harus mengabulkan kemauanmu. Padahal itu tidak masuk akal. Mana mungkin kau bisa berenang bersama putri duyung. Aku saja tidak tau apa putri duyung itu nyata atau tidak," ucap Davin yang menatap wajah teduh sang istri yang begitu cantik.
" Apa kau sengaja ingin membuatku repot dan memang aku juga yang bodoh. Harus kepikiran dengan dirimu. Ya aku memang sangat aneh Kayra. Apa kau sadar itu betapa anehnya diriku," ucap Davin yang terus mengajak Kayra untuk bercerita.
Davin geleng-geleng dan mendekatkan wajahnya lada Kayra. Tidak lupa dia mengecup bibir manis itu sebelum dia juga beristirahat di samping Kayra.
************
Mentari pagi kembali tiba-tiba. Davin berada di kamar mandi yang sepertinya akan siap-siap untuk kekantor di pagi ini. Tidak lama Davin keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilit di pinggangnya.
Davin melihat di sekitar kamar tidak menemukan Kayra sama sekali. Perasaan tadi saat dia bangun Kayra masih tidur. Davin memang tidak pernah membangunkan Kayra. Kalau dia bangun terlebih dahulu. Sama saja dengan Kayra yang juga tidak pernah membangunkan Davin. Kalau Kayra bangun terlebih dahulu.
Mata Davin melihat ke arah tempat tidur dan terlihat rapi lipatan pakaiannya membuat Davin heran. Davin melangkah mendekati tempat tidur dan memegang kemeja yang ada di sana.
" Tumben sekali dia menyiapkannya. Apa aku tidak salah," batin Davin heran karena memang pasti Kayra yang menyiapkannya ya siapa lagi jika bukan Kayra.
Krekkk.
Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan Kayra memasuki kamar yang membawa kan secangkir kopi.
" Pagi!" sapa Kayra dengan senyumnya yang indah membuat Davin heran. Kayra menghampiri Davin dan berdiri di depan Davin. Lalu meniup kopi yang di buatnya.
" Minumlah!" ucap Kayra menyodorkan pada Davin. Davin menaikkan 1 alisnya yang benar-benar tidak percaya Kayra semanis itu kepadanya dan Davin pun langsung meneguk kopi buatan istrinya. Kayra tersenyum dan mengambil kembali cangkir dari tangan Kayra dan meletakkan cangkir kopi tersebut di atas nakas.
Kayra menghampiri Davin dan mengambil kemeja yang tadi sempat di pegang Davin. Lalu Kayra langsung memasangkan pada Davin membuat Davin benar-benar heran melihat kekasihnya itu.
Belum juga mengakancing kemeja itu kayra langsung mengambil celana panjang Davin dan memberikannya pada Davin.
__ADS_1
" Pakai celanamu!" perintah Kayra membuat Davin menaikkan satu alisnya melihat serius pada Kayra.
" Santai aku akan berbalik badan," sahut Kayra yang langsung membelakangi Davin agar tidak melihat Davin bergantian pakaian.
" Kenapa harus berbalik badan. Bukannya kau sering melihatnya!" goda Davin yang sembari memakai celananya.
" Sudah jangan bicara yang mengarah kesana. Buruan pakai," sahut Kayra.
" Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya Davin yang terus menggoda Kayra padahal Davin sudah memakainya.
" Davin... Sudah deh jangan cari masalah buruan di pakai!" tegas Davin lagi.
" Aku tidak mau Kayra," sahut Davin dengan santainya yang sekarang Davin mendekati Kayra dan memegang ke-2 bahu Kayra.
" Aku tidak akan memakainya sebelum kau melihatnya!" goda Davin berbisik di telinga Kayra. Membuat Kayra menautkan kedua alisnya.
" Aku tidak mau!" protes Kayra.
" Apa yang kau takuti. Ayo lihat aku!" paksa Davin menyinggirkan tangan Kayra dari tangan itu.
" Kau tidak mau," sahut Kayra yang bersih keras menahan tangannya di wajahnya.
" Jangan membantah!" tegas Davin memaksa Kayra dan Kayra lagi-lagi mengalah yang sekarang sudah melihat Davin dan membuka matanya perlahan dan betapa kesalnya Kayra dengan melihat Davin yang sudah rapi memakai pakaian.
" Kau mengerjaiku!" geram Davin memukul Kayra.
" Kau saja yang lebay," sahut Davin.
" Issssh, Kayra berdesis dengan kesalnya pada Davin yang begitu suka-suka padanya. Namun Kayra tidak peduli dan mengambil dasi Davin lalu memakaikannya pada suaminya itu.
" Kenapa kau aneh sekali hari ini?" tanya Davin.
" Bukannya kau menginginkan ini. Aku harus melayanimu," jawab Kayra.
__ADS_1
" Jadi sekarang ceritanya. Kau menyadari apa yang seharusnya kau lakukan?" tanya Davin.
" Hmmm, dan sangat simpel semuanya. Aku bisa melakukannya dengan baik dan kau akan mendapatkan pelayanan yang terbaik dari ku," ucap Kayra dengan yakin dan masih memasangkan dasi Davin.
" Lalu apa aku juga akan mendapatkan pelayanan di atas ranjang?" tanya Davin menaikkan 1 alisnya membuat Kayra menatap Davin horor.
" Baru saja kau mengatakan. Pelayanan itu bukan hanya berdasarkan ranjang tapi dari segi lain. Tapi apa sekarang. Kata-kata mu itu. Tidak ada benarnya," ucap Kayra dengan kesal. Yang selesai memasangkan Davin dasi dan langsung berlalu dari hadapan Davin.
Namun Davin menahan tangannya membuat Kayra melihat ke arahnya, " ada apa?" tanya Kayra.
Davin mengajaknya duduk di sofa, mendudukkan Kayra di sofa dan Davin terlihat keluar dari kamar membuat Kayra heran.
" Mau ngapain dia. Menyuruhku duduk dan dia pergi. Aneh!" gumam Kayra geleng-geleng.
Tidak berapa lama akhirnya Davin kembali lagi yang sekarang Davin membawa nampan yang membuat Kayra heran.
" Apa itu?" tanya Kayra Davin duduk di samping Kayra dan meletakkan nampan di atas meja.
" Sesuai yang kau mau, rendang ati unta dan steak daging unta," jawab Davin membuat Kayra melotot.
" Serius?" tanya Kayra tidak percaya.
" Iya aku serius. Maka nikmatilah," ucap Davin membuat Kayra tersenyum.
" Kok kamu bisa dapat ini?" tanya Kayra heran.
" Ya ada deh," sahut Davin.
Kayra benar-benar tidak percaya bisa memakan apa yang di inginkannya. Sebelumnya Davin mengatakan mustahil mendapatkan makanan itu. Tetapi siapa sangka ternyata sangat mudah di dapatkan Davin. Tidak mudah sih. Karena Reyhan yang harus berkorban.
Kayra begitu bahagianya yang sekarang memakan makanan itu dengan lahap yang mana Davin hanya tersenyum. Davin merasa bahagia. Jika melihat Kayra bahagia dan apa lagi bisa menuruti apa keinginan wanita itu.
Bersambung.
__ADS_1