Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 51 Menanyakan.


__ADS_3

Davin benar-benar mengantarkan Kayra kedalam toilet dan sampai di depan toilet Kayra menghentikan langkahnya.


" Kau mau apa?" tanya Kayra heran yang melihat Davin yang terlihat ingin masuk, " kau tidak akan masuk kedalam kan?" tanya Kayra memastikan.


" Kau pikir aku pria seperti apa. Aku tidak akan masuk kedalam," jawab Davin menegaskan pada Kayra.


" Ya sudah tunggu di sini! Awas saja kalau tiba-tiba masuk," sahut Kayra dengan kesal. Davin tidak mempedulikannya dan Kayra pun akhirnya masuk kedalam toilet.


" Apa-apaan sih Davin, memang harus ya kau harus mengantarkannya ke toilet. Kau itu ya Davin benar-benar sangat aneh yang tumben-tumbennya seperti itu," batin Davin yang merasa tingkahnya aneh.


Saat menunggu Kayra di depan pintu toilet. Tiba-tiba Reyhan datang menghampiri Davin.


" Ada apa?" tanya Davin.


" Bos semua urusan Susan sudah saya tangani," ucap Reyhan yang memberikan informasi pada atasannya. Davin menyunggingkan senyumnya yang mendapat laporan berharga itu.


" Bagus kalau begitu. Akhirnya wanita itu mendapatkan pelajaran. Karena berani main-main dengan denganku. Enak saja kau menggunakan uangku untuk berjudi. Lihat hasilnya terakhirnya kau tidak mendapatkan apa-apa. Makanya jangan berani mengancamku," ucap Davin dengan menyunggingkan senyumnya yang puas dengan pekerjaan Reyhan.


" lalu apa lagi bos yang akan saya lakukan lagi?" tanya Reyhan.


" Untuk saat ini tidak ada yang perlu kau lakukan. Aku sudah merasa puas dengan apa yang terjadi padanya. Kau hanya perlu menyuruh orang-orang mu untuk mengawasinya," ucap Davin menegaskan.


" Baik bos," sahut Reyhan.


Kayra pun keluar dari kamar mandi dan heran dengan Reyhan yang sudah berada di depan kamar mandi bersama dengan Davin.


" Reyhan, kok ada di sini?" tanya Kayra heran.

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa. Ayo jika sudah selesai," sahut Ardian yang mengambil alih untuk menjawab dan langsung pergi meninggalkan Kayra dan Reyhan. Reyhan pun ikut menyusul bosnya dan Kayra pun akhirnya ikut menyusul. Walau sebenarnya dia penuh dengan kebingungan dan tanda tanya.


Karena kesal dan marah dengan Susan yang memeras Davin dan berani mengancamnya. Apa lagi Susan menggunakan uang-uang yang di berikannya pada Susan untuk berjudi. Davin yang tidak terima hal itu langsung menyuruh Reyhan untuk mengurus semuanya.


Reyhan memang bisa di andalkan dengan mudah menipu Susan dengan idenya yang cemerlang dan akhirnya membuat Susan kalah di meja judi dan pasti itu ulah Reyhan yang membuat skenario tipu sana tipu sini yang akhirnya uang yang di berikan Davin kemarin kembali menjadi milik Davin.


Pantesan Susan semarah itu. Ternyata uangnya habis dengan kebodohannya. Ya walau Davin tau. Setelah ini Susan pasti meminta lagi pada Kayra. Tetapi untungnya mereka berada di Dubai dan sepertinya lumayan lama di Dubai. Jadi masa bodo dengan Susan dan lagian orang-orang Reyhan juga sudah mengawasi Susan selama dia ikut bosnya ke Dubai.


***********


Malam hari perjalanan masih berada di udara dan sekarang Davin dan Kayra sedang menikmati makan malam di pesawat. Keduanya sama-sama menikmati makan malam bersama. Kayra tiba-tiba menoleh ke arah Davin yang tampaknya ada yang ingin di tanyakannya.


" Davin!" tegur Kayra.


" Ada apa?" tanya Davin tanpa menoleh ke arah Kayra dan tetap melanjutkan makannya.


" Aku tidak tau, mungkin lama. Karena pekerjaanku banyak di sana," jawab Davin dengan datar, " memang kenapa?" tanya Davin.


" Kemarin aku sempat bicara sama Eyang dan kata Eyang kamu bukannya akan merayakan ulang tahun ke-30," jawab Kayra.


Davin menoleh kearah Kayra, " iya itu benar," jawab Davin.


" Lalu Oma juga mengatakan. Kalau aku akan di tunjukkan ke publik," ucap Kayra dengan pelan.


" Iya, itu memang akan terjadi. Makanya aku mengajakmu ke Dubai. Aku tidak mau ada perayaan di Perusahaan itu yang membuat semua orang akan tau. Jika kau adalah istriku. Dan lagian acara ulang tahun itu tidak berguna lagi untukku. Karena Perusahaan tidak akan di wariskan kepadaku. Jadi tidak ada yang istimewa dalam hal itu," jelas Davin.


Mungkin sebelumnya Davin akan menunggu- nunggu hal itu. Tetapi siapa sangka Omanya berubah pikiran. Jadi benar tidak ada yang perlu di acara itu dan bahkan Davin menghindari acara itu karena tidak ingin Kayra di ketahui orang-orang sebagai istrinya.

__ADS_1


" Kenapa? Kau juga tidak maukan jika orang-orang tau kau itu istriku?" sahut Davin yang menatap Kayra serius yang bertanya lada Kayra.


" Iya, aku juga tidak mau," jawab Kayra dengan nada tidak bersemangat. Seperti ada kesedihan di hati Kayra, " tapi bukannya kau akan di angkat sebagai pimpinan di Perusahan pada acara itu juga?" tanya Kayra yang memang mendapatkan lengkap cerita masalah itu.


" Iya, tetapi ada tidaknya perayaan itu. Tidak akan mengubah aku di tetapkan sebagai pimpinan dan perayaan itu memang tidak diperlukan," tegas Davin yang kembali melanjutkan makannya. Sementara Kayra masih melihatnya dengan wajah Kayra yang masih ingin menanyakan hal lain-lain.


" Jika Oma tidak mewariskan apa yang kau ingin kepadamu. Lalu bagaimana dan pernikahan kita bagaimana. Sampai kapan pernikahan ini dan bukannya waktu itu kamu bilang hanya sebentar saja?" tanya Kayra.


Davin kembali menoleh ke arahnya dengan menatapnya serius, " kau sudah mulai jenuh menjadi istriku. Kau sudah ingin terbebas dariku?" tanya Davin dengan menatap Kayra penuh arti.


" Bukan begitu. Aku hanya tidak ingin mama terus memerasmu dan aku ingin mengakhiri pernikahan kita secepatnya dengan kamu yang mendapat keuntungan dan aku mendapatkan kebebesan dari ibu tirimu sesuai dengan janji yang kau ucapkan sebelumnya," ucap Kayra.


" Tapi bukannya kau sudah tau, jika Oma meragukan pernikahan kita dan itu menjadi alasannya menunda warisan untuk ku. Dan mungkin yang bisa meyakinkan Oma dengan hubungan kita yang semakin dekat," jelas Davin.


" Ya kamu benar, Oma memang meragukan pernikahan kita dan kemarin Oma terang-terangan bicara kepadaku dan tampaknya sering mengawasi kita dan bahkan Oma mengatakan kepadaku. Jika dia akan mempertimbangkan warisan di berikan secepatnya kepadamu jika...." Kayra yang panjang lebar bicara menyetop kalimatnya tiba-tiba.


" Jika apa?" tanya Davin dengan menaikkan 1 alisnya yang begitu penasaran dengan lanjutan kalimat Kayra.


" Jika aku hamil," jawab Kayra dengan pelan.


Ekspresi Davin hanya datar-datar saja. Ya sebelumnya dia tau hal itu. Tetapi dari perkataan papanya dan tidak di sangkanya jika Omanya memang menginginkan hal itu.


" Lalu bagaimana?" tanya Davin menaikkan 1 alisnya.


Kayra mengkerutkan dahinya mendengar pertanyaan Davin, " bagaimana apanya maksudmu?" tanya Kayra mendadak gugup.


" Kau tau pertimbangan untuk aku mendapatkan semua yang aku inginkan yang itu artinya ada pada dirimu yang kuncinya ada padamu," jawab Davin dengan santainya bicara. Namun Kayra sudah melotot yang begitu sulitnya menelan salivanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2