
" Kayra kamu tunggu sebentar di sini. Aku mau bicara dengan Reyhan dulu!" ucap Davin. Kayra menganggukkan kepalanya. Davin mencium lembut keningnya. Lalu pergi meninggalkan Kayra.
Kayra mengusap-usap perutnya dengan hembusan napasnya yang begitu berat.
" Maafkan mama sayang. Mama tidak memikirkanmu dan hampir saja kamu celaka. Gara-gara kecerobohan mama. Maafkan mama sayang. Mama janji tidak akan ceroboh lagi. Mama janji akan menjaga kamu dengan baik," ucap Kayra dengan merasa bersalah pada bayinya.
" Tunggu dulu. Malam itu aku terpeleset karena lantai begitu licin," batin Kayra tiba-tiba mengingat sesuatu. Kayra tiba-tiba melihat telapak tangannya dan terbayang saat dia terjatuh telapak tangannya yang menyentuh lantai.
" Minyak!" ucapnya tiba-tiba.
" Iya minyak. Aku mengingat jelas ada minyak di lantai. Kenapa bisa ada itu di dapur kotor. Sangat mustahil ada minyak," Kayra berpikir begitu keras yang berusaha bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya.
" Apa jangan-jangan aku akan sama dengan Silvia?"
" Bayi di kandungan ku satu-satunya alasan untuk Davin mendapatkan semua itu dan aku sangat tau jika ibu tiri Davin dan saudara-saudaranya sangat serakah dan menginginkan hak Davin. Apa mungkin semua ini berkaitan.....?" Kayra mencoba bertanya-tanya menyimpulkan sendiri apa yang terjadi.
" Haahhhhhh tidak, itu tidak mungkin!" Kayra menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk tenang dan berusaha untuk tidak memikirkan apa yang sudah terjadi.
Sementara Davin berbicara serius dengan Reyhan di luar rumah sakit.
" Jadi Pricilla melakukan tindakan konyol itu?" tanya Davin menekan suaranya yang penuh dengan emosi.
" Benar Bos nona Pricilla menunjukkan rekaman Vidio sewaktu bos Davin menyatakan cinta padanya. Orang-orang di kantor juga tau jika nona Pricilla adalah mantan dari bos Davin dan nona Kayra sendiri melihat pertunjukan itu," jelas Reyhan.
" Kurang ajar kau Pricilla mau mu apa sebenarnya. Kau selalu berusaha mengusik Kayra. Aku tidak akan tinggal diam dengan perlakukan mu," umpat Davin yang sudah tidak bisa menahan dirinya yang rasanya ingin cepat-cepat menemui Pricilla.
" Lalu bagaian dengan kejadian di rumah. Kenapa tiba-tiba Kayra bisa jatuh. Karena itu tidak mungkin seharunya terjadi?" tanya Davin dengan menatap Reyhan dengan serius.
" Saya menemukan bekas minyak di lantai dan kemungkinan itu di sengaja," jawab Reyhan.
Davin melihat serius ke arah Reyhan, " apa maksudmu?" tanya Davin.
" Nona Kayra terpleset di dapur yang di lantainya sebelumnya terdapat minyak. Karena tidak masuk akal jika ada minyak di sana," jelas Reyhan.
__ADS_1
" Lalu siapa menaruhnya?" tanya Davin.
" Rekaman Cctv mengarah pada tempat
kejadian tidak terekam. Bahkan jatuhnya nona Kayra juga tidak terlihat," jawab Reyhan.
" Kurang ajar. Ulah siapa lagi ini," umpat Davin mengepal tangannya yang begitu emosi dengan kejadian yang menimpa Kayra yang jelas-jelas di sengaja.
" Aku tidak mau tau. Kau harus mendapatkan orangnya secepatnya. Siapa yang sengaja mencurahkan minyak di lantai sampai Kayra terjatuh!" tegas Davin.
" Baik bos, saya akan mencari tau lebih serius lagi semuanya," sahut Reyhan.
" Pergilah!" titah Davin. Reyhan menganggukkan kepalanya dan dia pun langsung pergi dari hadapan Davin.
" Aku sudah menduga semuanya. Pasti ada yang ingin mencelakakan Kayra dan Pricilla kau tidak bisa di ampuni lagi. Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan perbuatan mu. Semakin lama kau semakin tidak bisa di kasih tau. Kau melewati batasmu," batin Davin mengepal tangannya dengan tatapan ke-2 bola matanya yang tajam.
*********
Perusahaan.
" Jadi bersiaplah. Aku akan memindahkan mu ke anak cabang Perusahaan kau bantu Aldo di sana!" perintah Davin. Pricilla kaget mendengarnya dengan menatap Davin serius.
" Apa yang kau katakan Davin?" tanya Pricilla menekan suaranya yang tidak percaya jika Davin akan memindahkannya.
" Apa yang aku katakan sudah jelas. Aku tidak akan mengulanginya lagi!" tegas Davin.
" Davin kau tidak bisa melakukan ini. Apa salahku?" tanya Pricilla.
" Kau masih bertanya apa salahmu. Kau sadar dengan semua yang kau lakukan. Kau sudah membuat onar di Perusahaan ku dengan cara mempertontonkan hal murahan seperti itu," sahut Davin menekan suaranya begitu marah pada Pricilla.
" Kau mengatakan itu murahan. Davin apa yang aku pertontonkan adalah kenyataan. Memang terjadi. Kita ber-2 yang saling mencintai. Orang-orang juga bisa melihat semuanya di mana kita ber-2 saling mencintai dari apa yang aku tunjukkan!" tegas Pricilla.
" Hubungan kita masa lalu Pricilla. Aku sudah menikah!" tegas Davin dengan suara bentakan.
__ADS_1
" Aku sudah mengatakan aku tidak peduli sama sekali. Aku mencintaimu dan semua berantakan karena pertemuanmu dengan dia!" teriak Pricilla yang tidak kalah berteriak-teriak di depan Davin.
Davin mengepal tangannya lalu berdiri menghadap Pricilla.
" Kau jangan memancingku lagi melakukan hal yang lebih parah padamu. Kau pergi dari Perusahaan ini. Karena aku sudah memindahkanmu!" tegas Davin merendahkan suaranya.
" Kau melakukannya karena Kayra?" tanya Pricilla meneteskan air mata.
" Lalu menurutmu apa. Dia istriku. Dan aku akan melakukan semua untuknya. Dia yang ada di hidupku sekarang bukan kau," jawab Davin dengan yakin yang membuat Pricilla semakin hancur.
" Tapi aku tidak akan pergi dari Perusahaan ini!" tegas Pricilla yang tidak mau kalah.
" Terserah mu. Aku masih memberimu kesempatan untuk berada di anak Perusahaan. Hanya itu satu kesempatan untukmu. Jika tidak maka Oma yang akan bertindak selanjutnya. Kau masih ingatkan Pricilla kau datang kerumah dengan kelancanganmu dan apa yang kau dapatkan dan aku juga harus mengatakan hal penting bagimu. Jika Kayra juga cucu menantu kesayangan Oma. Jika aku sudah capek menghadapi mu aku akan menyerahkan pada Oma dan aku tidak tau apa yang akan di lakukan Oma kepadamu. Karena kau yang meminta semua itu!" tegas Davin dengan bicara begitu santai.
Namun Pricilla yang mendengarnya terkejut dan pasti ada kepanikan di wajahnya dengan ke-2 tangannya yang terkepal.
" Jangan membuang waktu di depanku sana pergi!" usir Davin beralih dari hadapan Pricilla yang kembali ke meja kerjanya yang tidak menganggap ada Pricilla di ruangannya.
" Keterlaluan kau Davin!" umpat Pricilla dengan penuh kebencian dan mau tidak mau Pricilla pun pergi dari ruangan Davin dengan penuh kekesalan.
Davin menghela napasnya perlahan kedepan.
" Jika tidak kontrak di antara kita mungkin kau sudah tidak berada di Perusahaan mana pun Pricilla. Tapi aku tidak akan peduli apapun lagi. Jika kau akan membuat ulah lagi," batin Davin.
Davin memang tidak bisa mengeluarkan Pricilla begitu saja. Karena masih terikat kontrak. Dia hanya berusaha melakukan banyak hal agar Pricilla mengganggu Kayra. Atau tidak punya kesempatan untuk mendekat pada istrinya.
...๐น๐นPara readers ku jangan lupa ya mampir ke Novel terbaru aku. Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah....
...Menceritakan kisah Asyifa yang sudah dewasa. Kalau kalian membaca novel Tertulis Dalam Imamku. Ada sepenggallan cerita Asyifa saat kecil. Asyifa anak dari Rania dan Rendy. ๐น๐น๐น...
...Jadi yang menunggu-nunggu ceritanya sekarang sudah di up ya. Tinggalkan jejak, komet dan vote sebanyak-banyaknya ya. Terima kasih untuk semuanya....
__ADS_1
Bersambung.