
Kayra menyiapkan sarapan di dapur yang mana Kayra memasak nasi goreng untuk Davin. Tiba-tiba saja Davin ingin memakan nasi goreng.
Kayra tampak semangat melakukannya dan bahkan nasi goreng special itu sudah selesai dan sudah di pindahkan kedalam piring dan pasti tidak lupa memberi banyak hiasan-hiasan supaya tidak terlalu polos.
" Kampungan!" desis Giselle yang tiba-tiba muncul dari belakang Kayra membuat Kayra menoleh kebelakang dan melihat Giselle yang mana Giselle menatapnya dengan sinis. Namun Kayra tidak mempedulikannya dan melanjutkan pekerjaannya.
" Enak banget ya datang kerumah ini. Di kasih hidup enak dan sekarang dapat warisan. Kerja sama kamu sama Davin harus di ajungi jempol," sindir Giselle yang terus mengoceh di belakang Kayra.
" Sudah mendapat kan semuanya. Wanita penjebak sama saja dengan kakaknya yang juga menjebak. Keluarga serakah yang hanya tinggal mau enaknya saja," lanjut Giselle yang mencaci maki Kayra.
" Sudah selesai sarapannya. Aku panggil suamiku untuk menikmatinya," sahut Kayra tersenyum yang langsung pergi. Dia sama sekali tidak menanggapi kata-kata Giselle bahkan tidak menganggap Giselle ada di sana.
" Sial!" umpat Giselle dengan kemarahannya.
" Dia pikir aku patung apa. Dia pergi begitu saja," geram Giselle mengepal tangannya dengan kayra tidak menganggapnya ada.
Giselle melihat sarapan di atas meja itu sepiring nasi goreng itu yang sudah hias sedemikian rupa. Giselle yang kesal berniat ingin mengacak-acaknya. Namun sebuah tangan langsung mengangkat piring itu yang ternyata adalah Kayra.
" Masak sendiri dan acak-acak sendiri. Jangan mengganggu makanan orang lain," ucap Kayra dengan tegas yang menatap tajam Giselle.
" Kau berani kepadaku," sahut Giselle semakin emosi.
" Aku tidak pernah takut kepadamu. Aku peringatkan kepadamu. Jangan pernah mengusikku sedikitpun. Karena aku tidak akan tinggal diam dan jika kau melakukan itu, melewati batasmu aku akan menggunakan status ku sebagai istri Davin yang kau tau apa pun bisa aku lakukan kepadamu!" tegas Kayra dengan tajam. Kata-kata pelan namun sangat menusuk.
" Kau!" geram Giselle. Kayra menyunggingkan senyumnya lalu langsung pergi dari hadapan Giselle.
" Awas kau Kayra!" teriak Giselle yang penuh dengan emosi karena Kayra yang semakin berani melawannya.
**********
Kayra akhirnya membawa sarapan untuk suaminya kekamar. Dia memang kembali akhirnya karena merasa tidak enak meninggalkan sarapan itu di sana yang mana pasti Giselle akan merusaknya. Dan dugaannya benar, untung saja Kayra cepat datang dan mencegah apa yang di lakukan Giselle.
Kayra memasuki kamar dan melihat Davin duduk di pinggir ranjang dengan melihat handphonnya dengan serius.
" Kamu belum siap-siap untuk kekantor?" tanya Kayra berjalan memasuki kamar menuju nakas untuk meletakkan sarapan.
" Sebentar lagi," jawab Davin.
" Kenapa? nanti kesiangan. Aku aja sudah siap-siap?" tanya Kayra heran. Davin baru selesai mandi dan hanya memakai kaos saja tanpa memakai pakaian kerjanya yang membuat Kayra heran. Davin tidak menanggapi apa yang Kayra katakan lagi dan kembali fokus pada handphone.
" Aku sudah siapkan sarapan yang kamu minta. Mau makan dulu?" tanya Kayra meletakkan di atas nakas.
Davin tetap tidak menjawab membuat Kayra heran. Apa yang di lihat suaminya di handphone itu sampai suaminya tidak mempedulikannya sama sekali. Akhirnya membuat Kayra penasaran dan berdiri di belakang Davin melihat apa yang di lihat Davin.
Kayra langsung shock melihat apa yang di lihat Davin. Ternyata dirinya yang waktu itu sedang mabuk dan meracau yang tidak jelas pada Davin membuat Kayra menutup mulutnya yang begitu terkejut.
__ADS_1
" Davin!" teriak Kayra membuat Davin tersentak.
" Kayra kamu kenapa sih teriak-teriak aja," sahut Davin heran.
" Kamu ngapain. Apa yang kamu lihat?" tanya Kayra kesal.
" Oh, ini. Ya hanya ini saja. Kenang-kenangan. Sangat seru melihatnya. Kamu mau dengar tidak apa yang kamu katakan saat itu. Sini deh kita lihat sama-sama," ucap Davin tanpa dosa yang menarik tangan Kayra mengajaknya duduk di sebelahnya untuk menonton Vidio melantur Kayra.
" Kau merekamnya!" ucap Kayra menekan suaranya dengan matanya melihat Davin horor.
" Iya buat koleksi," jawab Davin tanpa dosa.
" Hapus tidak!" titah Kayra.
" Kenapa di hapus?" tanya Davin heran.
" Aku bilang hapus," bentak Kayra yang sudah seperti monster yang mengamuk.
" Untuk apa di hapus Kayra, kamu dengar deh, suara kamu itu cantik sekali di sini. Dengar apa yang kamu bilang. Kamu itu betapa marahnya dan sangat takut kehilanganku," ucap Davin mengejek Kayra.
" Davin!" teriak Kayra dengan suara menggelegar.
" Kau berani-beraninya merekam tanpa sepengetahuanku. Sekarang hapus aku bilang!" teriak Kayra dengan emosi.
" Enak saja di hapus," sahut Davin.
" Aku tidak mau. Itu salahmu sendiri. Siapa suruh berani-beraninya minum di saat hamil, ini akan jadi bukti kalau anak kita nanti lahir. Dia akan melihat kelakukan mu yang sudah mengajari anak kita untuk minum alkohol masih saat di kandungan. Jadi ini bukti penting untukku," tegas Davin yang membuat Kayra semakin kesal dan berusaha merebut handphone itu dari tangan Davin.
Semua itu tidak semudah itu bagi Davin. Dia akan mengelakkan tangannya dari Kayra yang berusahalah dengan cepat. Davin berdiri dan Kayra mengejarnya yang terus berusaha agar mendapatkan handphone itu.
" Davin aku bilang hapus. Aku tidak mau terus menggunakan Vidio itu untuk mengancamku! cepat hapus!" rengek Kayra yang terus mengejar Davin.
" Aku tidak akan melakukannya. Kalau kamu mau. Kamu saja yang menghapusnya," sahut Davin menantang Kayra. Masih pigi tapi Kayra sudah berolahraga gara-gara Davin yang membuatnya ngos-ngosan yang mengejar Davin di dalam kamar itu.
Sampai tiba-tiba Kayra berdiri dengan memegang perutnya dengan wajahnya yang terlihat pucat.
" Ahhhhhhh," ucap Kayra yang mengeluh kesakitan hal itu membuat Davin panik dengan Kayra memegang perutnya bahkan satu tangannya berpegangan pada dingding.
" Kayra kau tidak apa-apa?" tanya Davin yang langsung menghampiri Kayra dengan paniknya wajah Davin memegang tangan istrinya.
Namun Kayra tersenyum dan langsung merebut ponsel Davin.
" Aku mendapatkannya," sahut Kayra yang ternyata hanya berakting dan membuat Davin menghela napasnya panjang yang dia pikir Kayra kenapa-kenapa.
" Kau mengerjaiku?" tanya Davin menaikkan 1 alisnya.
__ADS_1
" Kau tidak memberikannya padaku. Jadi aku harus mendapatkan dengan cara seperti ini," sahut Kayra menyunggingkan senyumnya. Davin berdecak kesal mendengarnya.
" Ck. Begitu rupanya permainan mu," sahut Davin yang melangkah mendekati Kayra. Membuat Kayra panik dan perlahan-lahan mundur kebelakang dan sialnya punggungnya tertabrak dingding. Saat Kayra ingin pergi Davin langsung mengurungnya di dalam kungkungannya yang tidak akan membiarkan Kayra pergi.
" Apa yang mau kau lakukan?" tanya Kayra dengan wajah paniknya yang menyembunyikan handphone itu di belakangnya yang takut Davin akan mengambilnya.
" Kembalikan hanphonnya!" pinta Davin dengan lembut mendekatkan wajahnya pada Kayra.
" Aku tidak mau," sahut Kayra.
" Kayra jangan mencari masalah denganku. Kita tidak akan jadi kekantor hari ini. Jika kau membantahku," ucap Davin dengan lembut.
" Kau itu jahat sekali. Selaku saja menggunakankan hal itu untuk menindasku," ucap Kayra dengan kesal.
" Siapa yang menindasmu. Aku hanya ingin mengambil handphone itu saja," ucap Davin dengan lembut.
" Sama saja, kau harus menghapusnya dulu," ucap Kayra.
" Kenapa di hapus?" tanya Davin.
" Kau akan memanfaatkan Vidio itu nantinya," jawab Kayra.
" Tidak aku tidak akan melajukannya. Aku juga tidak akan menontonnya lagi," ucap Davin.
" Kau tidak mempercayai mu," sahut Kayra.
" Kau harus percaya kepadaku," sahut Davin meyakinkan Kayra. Kayra tampak berpikir dengan Davin yang semakin mendekatkan wajahnya pada Kayra. Wajah panik Kayra.
" Nih!" akhirnya Kayra mengalah dan memberikannya pada Davin. Hal itu membuat Davin tersenyum yang menang dari Kayra.
" Awas saja kalua kau mengejekku lagi," ucap Davin dengan kesal.
" Aku tidak akan mengejekmu," ucap Davin mengambil handphone itu dan Kayra langsung pergi dari hadapan Davin. Namun Davin menarik tangannya dan memeluknya dari belakang.
" Kenapa pagi-pagi begini sudah marah-marah saja," ucap Davin menempelkan pipinya pada Kayra.
" Kau yang mencari masalah terlebih dahulu. Kau itu jahat sekali. Sangat suka mengerjaiku," ucap Kayra.
" Kapan aku melakukan itu," sahut Davin.
" Ya ini," sahut Kayra dengan wajah cemberutnya.
" Aku tidak suka mengerjaimu. Yang aku suka ini," ucap Davin yang mencium leher Kayra.
" Davin geli apa yang kau lakukan!" Kayra yang adanya kegelian dengan ulah Davin yang menciumi lehernya sembari menggelitik perutnya.
__ADS_1
Suara teriakan kegelian Kayra mewarnai kamar itu. Tidak henti-hentinya Davin mengerjai Kayra. Kayra memang harus banyak-banyak bersabar menghadapi Davin yang tingkahnya ada-ada saja.
Bersambung