
Kayra dan Davin masih sama-sama makan. Dengan Davin yang lahapnya makan. Katanya rasanya biasa aja. Tetapi nyatanya malah habis. Huhhhh Davin memang suka mencari gara-gara saja.
" Apa kau mencintainya?" tiba-tiba Kayra bertanya membuat Davin menghentikan makannya dan melihat ke arah Kayra yang tetap makan tanpa melihat dirinya.
" Siapa?" tanya Davin.
" Pricilla," jawab Kayra.
Davin menautkan ke-2 alisnya yang heran mendengar kata-kata Kayra yang tiba-tiba bertanya seperti itu.
" Kenapa tiba-tiba harus membicarakannya?" tanya Davin yang pasti heran.
" Aku hanya bertanya saja. Karena aku tiba-tiba kepikiran. Aku pernah mendengarmu bertengkar hebat dengan Oma hanya karena Pricilla. Pricilla dan keluarganya jelas salah dan kau begitu membelanya meski Oma marah-marah dan saat di Dubai kau juga menyuruh Dion untuk tidak memberikan informasi pertemuanmu dengan Pricilla. Ya aku bisa melihat kau begitu sangat melindunginya. Jadi aku hanya ingin bertanya. Apa kah kau mencintainya?" tanya Kayra lagi dengan senyum kakunya.
Davin hanya memperhatikan saja wajah Kayra dia memang merasa jika Kayra itu sangat aneh.
" Jawablah Davin apa kau masih mencintai mantanmu dan kau merasa pernikahan kita hanya hambatan untuk hubunganmu dan juga Pricilla?" tanya Kayra lagi yang seperti menahan sesuatu.
" Apa kau jatuh cinta padaku Kayra?" Davin berbalik bertanya yang membuat Kayra langsung melihat ke arah Davin di mana mata mereka saling bertemu dengan debaran jantung yang pasti tidak menentu.
" Apa kau tidak menyadari. Betapa anehnya diri mu satu hari ini dan sekarang kau bertanya dengan masalahku dengan Pricilla. Kau berbicara cinta. Jadi sekarang aku yang bertanya padamu. Apa kau jatuh cinta padaku?" tanya Davin dengan wajah seriusnya membuat Kayra terdiam dengan menelan salivanya.
" Iya aku jatuh cinta padamu," sahut Kayra membuat mata Davin melebar sempurna. Davin tidak percaya jika Kayra mengatakan perasaannya begitu saja dan Davin jelas begitu terkejut mendengar pengakuan dari Kayra.
" Ha-ha-ha-hah," Kayra tiba-tiba tertawa-tawa dengan tangannya berada di mulutnya yang membuat Davin heran dengan Kayra yang sekarang malah tertawa.
__ADS_1
" Kau itu aneh sekali. Aku jatuh cinta padamu ya jelas tidak lah. Lagian kau itu kepedean harus bertanya seperti itu kepadaku. Aku hanya mempertanyakan hubunganmu dengan Pricilla ya aku ingin tau saja dan tidak ada urusannya dengan perasaanku," sahut Kayra yang berbicara sambil tertawa-tawa yang membuat Davin hanya diam dan melihat serius ke arah Kayra. Davin pasti kesal dengan perasaannya yang tiba-tiba di perlakukan seperti itu.
" Arghh sudahlah Davin jangan membahas itu lagi. Nanti kau malah berpikiran lebih panjang lagi. Kau punya pikiran jika aku menyukaimu," sahut Kayra yang masih terasa begitu lucu semuanya.
" Kau sudah kenyangkan. Sini aku pulangkan piringnya sekalian aku bayar," ucap Kayra yang langsung mengambil piring itu dari tangan Davin dan keluar dari mobil. Davin masih tetap diam dengan perasaannya yang campur aduk.
Kayra pun membayar makanan mereka. Namun terlihat Kayra menghela napas kasar dan wajahnya yang tadi tertawa-tawa dengan cepat berubah ekspresi dengan debaran jantungnya yang ternyata masih berdetak sampai saat ini.
Tertawanya Kayra yang tadi terbahak-bahak. Hanya untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya tidak menentu dan dia juga tidak bisa menjelaskan perasaan itu seperti apa. Kayra bahkan melihat ke arah mobil dengan wajahnya yang berpikiran lain.
Setelah selesai membayar makanan itu Kayra kembali memasuki mobil.
" Kita sebaiknya pulang!" ucap Kayra dengan datar.
" Kau tidak tertawa-tawa lagi?" sindir Davin.
" Kau tidak ingin tau jawabanku?" tanya Davin.
" Tidak perlu. Itu juga bukan urusanku," jawab Kayra yang seolah berpura-pura tidak apa-apa
" Sudah ayo pulang. Ini sudah larut malam. Aku mengantuk," ucap Kayra. Davin tidak merespon kata-katanya lagi dan akhirnya menarik gas mobil dan melajukan mobil itu.
" Apa yang ada di pikiran mu Kayra. Aku bisa melihat jika kau seperti menutupi sesuatu. Tetapi aku tidak tau apa itu," batin Davin yang menyetir menjadi tidak fokus.
" Kayra, kenapa sih kau harus seperti ini. Kau sadar tidak bagaimana tingkah mu. Lagian kenapa kau bertanya seperti itu pada Davin. Ada apa denganmu Kayra apa yang sebenarnya kau inginkan," batin Kayra menyesal karena sudah bertanya pada Davin.
__ADS_1
Terakhirnya dia dan Davin jadi canggung-canggungan.
**********
Tidak lama akhirnya Kayra dan Davin sampai juga di rumah dan ini sudah lumayan malam. Mereka pun sama-sama keluar dari mobil dan terlihat tidak saling bicara dan iya memang mendadak diam.
Mereka sama-sama memasuki rumah. Namun saat di ruang tamu. Langkah Kayra terhenti ketika melihat Silvia kakak tirinya duduk di ruang tamu bersama dengan keluarga Davin, Oma, Altarik, Mesya, Giselle dan juga Lian.
" Kak Silvia," pekik Kayra begitu kagetnya dan melihat ke arah Davin. Davin juga bingung kenapa wanita itu tiba-tiba ada dan biasanya kalau keluarga Silvia datang apa lagi kalau bukan masalah uang. Tetapi tidak ada Susan di sana hanya Silvia saja.
" Kenapa kakak ada di sini?" tanya Kayra heran melihat Silviana hanya menunduk dan Mesya dan Giselle terlihat sinis. Altarik dan Oma terlihat cemas dan memang ruang tamu itu begitu tegang yang membuat Kayra semakin bingung dan ikutan cemas takut sang kakak membuat masalah.
" Kak!" lirih Kayra yang melangkah mendekati ruang tamu begitu juga dengan Davin. Namun terlihat Oma berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Davin dengan langkah yang cepat.
Plakkk. Tidak ada angin atau hujan. Eyang langsung melayangkan tangannya pada Davin dan menampar pipi Davin membuat Kayra kaget dengan menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya yang begitu shocknya melihat Davin yang tiba-tiba di tampar.
" Eyang apa yang Eyang lakukan?" tanya Davin yang benar-benar terkejut. Dia tidak tau kenapa dia bisa tiba-tiba di tampar.
" Kamu itu benar-benar keterlaluan ya Davin," sahut Mesya tiba-tiba membuat Kayra dan Davin semakin bingung.
" Apa yang kalian bicarakan. Kenapa mengataiku seperti itu apa yang aku lakukan memangnya," sahut Davin yang benar-benar bingung.
" Kamu masih bertanya. Lihat perbuatan kamu. Di mana pikiran kamu hah! kamu sudah menikah dan lihat kamu bisa-bisanya menghamili kakak iparmu sendiri!" bentak Oma menunjuk Silvia yang duduk di Sofa.
Mendengar pernyataan Oma membuat Davin melotot dengan matanya yang hampir keluar. Begitu juga dengan Kayra yang begitu terkejut mendengarnya.
__ADS_1
" Hamil!" pekik Kayra dengan matanya melihat Silvia yang tetap menunduk.
Bersambung