Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 259


__ADS_3

Rumah sakit.


Davin, Zoy, Giselle, Oma, Altarik, Mesya, Lian dan Silvia sudah berada di rumah sakit yang akan melakukan tes untuk Lian, sementara Cika pasti di ruang perawatan yang juga siap-siap untuk mendapatkan donor.


Kayra keluar dari ruangan Cika yang mana Kayra sudah lengkap dengan pakaian Dokternya.


"Ayo Lian kita keruangan tes, aku akan cek tulang sumsum belakang kamu," ucap Kayra.


"Baiklah," sahut Lian yang mengikuti Kayra kemana Kayra pergi dan yang menunggu dengan harap-harap cemas yang berdoa untuk Lian yang semoga saja cocok dan Cika bisa di selamatkan. Karena memang hanya Lian yang sangat di butuhkan untuk saat ini.


**********


Lian sudah berada di ruang yang berbeda yang pertama akan melakukan tes terlebih dahulu dan Kayra ada di sana bersama dengan suster Maya dan pasti Lian sendiri yang sudah berbaring di atas tempat tidur.


"Suster Maya kamu siapkan semua alat-alatnya!" titah Kayra.


"Baik Dokter," sahut Maya yang langsung bergerak dengan cepat untuk mempersiapkan semuanya.


Sementara Kayra sedang melakukan bius untuk Lian dengan menyuntikkan sesuatu di lengan Lian.


"Apa donornya akan cocok?" tanya Lian melihat Kayra.


"Jika kau ayah kandungnya maka donornya akan cocok," jawab Kayra yang fokus dengan pekerjaannya.


"Apa kau sudah lama menangani Cika?" tanya Lian.


"Sekitar 2 bulan belakangan ini," jawab Kayra.


"Apa keadaannya sangat parah?" tanya Kayra Kayra.


"Iya, keadaannya begitu parah dan hanya kau harapan satu-satunya. Karena tulang sumsum mu yang di butuhkan untuk Cika," jawab Kayra dengan apa adanya.


"Kalau begitu selamatkan dia," ucap Lian membuat Kayra melihat ke arah Lian.


"Aku melakukan banyak kesalahan dan di depan mataku, aku melihat jelas bagaimana dia. Jadi kau sebagai Dokter aku meminta padamu untuk menyelamatkannya. Paling tidak aku masih berguna untuk kali ini," ucap Lian.


Kayra sampai terdiam dengan seriusnya Lian yang berbicara dengan panjang lebar dengan benar-benar begitu serius seperti bukan Lian yang selama ini dikenalnya.

__ADS_1


"Kamu mau kan membantu Cika?" tanya Lian.


"Aku seorang Dokter dan tugas seorang Dokter akan melakukan semua dengan semampunya. Aku dan Dokter lainnya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik," ucap Kayra yang pasti itu kata-kata yang selalu di katakannya pada pasien seperti biasanya.


"Aku percayakan semua pada kamu," sahut Lian.


"Dokter semuanya sudah siap," sahut suster Maya yang kembali datang


"Baiklah kalau begitu, kamu siapkan yang lainnya. Kita akan selesai melakukan tes nya," sahut Kayra.


"Baik Dok," sahut suster Maya.


*********


Lian melakukan pemeriksaan dan keluarga masih menunggu di luar dengan harap-harap cemas yang berharap semuanya akan berjalan dengan lancar. Pricilla yang pasti paling khawatir, penuh dengan kecemasan yang pasti dek-dekan menunggu kabar yang terbaik.


"Kenapa tesnya lama sekali di lakukan," ucap Zoy dengan gelisah.


"Kita tunggu saja. Semuanya perlu proses dan tidak bisa langsung begitu saja," sahut Oma.


"Huhhhh, aku tidak tau harus berharap berharap berhasil atau tidak," sahut Mesya.


Tidak lama akhirnya Kayra pun datang dan Pricilla langsung dengan cepat menghampiri Kayra.


"Kayra bagaimana hasil tesnya. Apa hasilnya cocok?" tanya Pricilla dengan jantungnya yang berdebar dengan kencang.


Sementara yang lain pasti juga menunggu jawaban dari Kayra.


"Alhamdulillah hasilnya cocok," jawab Kayra dengan singkat yang membuat Pricilla bernapas lega yang akhirnya hasil dari tes tersebut cocok.


"Alhamdulillah," sahut mereka.


"Terima kasih ya Allah, Cika akhirnya bisa mendapatkan donor, makasih ya Allah," ucap Pricilla yang meneteskan air mata yang tidak percaya dengan putrinya yang sekarang sudah ada harapan untuk sembuh.


"Lalu Kayra kapan operasinya akan di laksanakan?" tanya Oma.


"Kami akan mempersiapkan semuanya Oma. Oma dan yang lainnya jangan Khawatir, Kayra dan tim Dokter akan berusaha untuk Cika," ucap Kayra yang meyakinkan keluarganya.

__ADS_1


"Kayra aku mohon padamu, tolong selamatkan Cika. Hanya kamu yang bisa membantuku Kayra, hanya kamu Kayra yang menjadi harapan ku. Jadi aku benar-benar memohon untuk kamu selamatkan," ucap Pricilla yang memegang tangan Kayra dan memohon pada Kayra.


"Pricillia kamu tidak perlu berlebihan, aku hanya Dokter dan kamu jangan mengharapkan kesembuhan kepadaku. Kamu harus serahkan semuanya kepada sang pencipta. Karena dia pemilik kesembuhan sesungguhnya. Kami Dokter hanya perantara dan kami hanya berusaha semampu kami," sahut Kayra dengan apa adanya.


"Tapi aku titip Cika padamu. Kesembuhan pada kamu," Pricilla lagi-lagi berharap pada Kayra.


"Baiklah, aku akan berusaha," sahut Kayra, "ya sudah kalau begitu kami akan melakukan operasi," ucap Kayra pamit.


"Kayra!" Davin memanggilnya dan membuat Kayra menggantikan langkahnya dan Davin langsung menghampirinya dengan memegang ke-2 bahu istrinya.


"Semangat untuk operasi kamu," ucap Davin yang memberi semangat untuk istrinya.


"Iya sayang kamu doain aku ya," ucap Kayra. Davin mengangguk dan memeluk istrinya dengan erat yang pasti memberikan semangat pada istrinya sampai mereka saling melepas pelukan itu.


"Baiklah aku melakukan operasi dulu, kalian tunggu di sini dan berdoa untuk Cika," ucap Kayra dengan berpesan.


"Iya," sahut Davin dan Kayra langsung pergi untuk melaksanakan operasi pada Cika setelah mereka mendapatkan donor dari Lian.


"Jika donor kak Lian cocok dengan kak Cika berati pricillia tidak bohong. Cika benar-benar anak dari kak Lian," sahut Zoy.


"Aku sudah mengatakan apa yang benar dan itu kebenarannya. Aku tidak bohong sama sekali," ucap Pricilla.


"Sudahlah jangan membahas itu lagi, sekarang yang paling terpenting kita doakan yang terbaik untuk Cika. Semoga operasinya berhasil," sahut Oma.


"Iya benar kata Oma kita doakan saja yang terbaik," sahut Altarik.


"Papa!" tiba-tiba suara Brian yang terdengar dan ternyata Brian datang bersama dengan Dion yang sepertinya Brian baru saja pulang dari sekolah.


"Brian baru pulang," sahut Davin.


"Iya papa tadi Oma Dion bilang papa di rumah sakit, jadi tidak bisa jemput Brian. Om Dion juga bilang kalau mama sekarang sedang melakukan operasi dan pasien mama kali ini adalah Cika teman Brian," ucap Brian dengan suaranya yang begitu khas.


"Iya sayang mama sedang ada operasi. Jadi kita tunggu di sini ya. Kita sama-sama menunggu mama, dan semoga Cika baik-baik aja," ucap Davin.


"Baik pah. Kita menunggu sembari berdoa ya untuk temannya Brian," sahut Brian.


"Iya Brian," sahut Altarik yang gemas dengan cucunya itu yang jika berkata-kata sangat dalam seperti orang yang dewasa. Lagi-lagi itu didikan dari Kayra. Bagaimana Davin tidak semakin mencintai istrinya. Istrinya mendidik anaknya sendirian dengan sangat baik.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2