Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 36 dongkol.


__ADS_3

Hotel.


Terlihat Silvia yang duduk di meja rias yang merapikan riasannya sementara Lian duduk di atas ranjang dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dengan telanjang dada.


Tidak tau apa yang mereka lakukan. Namun tempat tidur itu terlihat begitu berantakan yang pasti jika dia pria dan wanita di dalam hotel berduaan apa lagi jika bukan ke-2 nya sedang enak-enakan.


" Silvia yang sudah selesai merapikan riasannya menoleh ke arah Lian.


" Apa malam ini kau menikmatinya?" tanya Silvia dengan tidak tau malunya. Lian menganggukkan saja kepalanya. Mendapat anggukan itu membuat Silvia tersenyum lebar.


Silvia berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Lian dengan mencium bibir Lian.


" Aku juga menikmatinya. Aku juga ingin melakukannya lagi. Tapi aku harus pergi," ucap Silvia dengan wajahnya yang begitu genitnya.


" Maaf aku tidak bisa mengantarmu," ucap Lian.


" Tidak apa-apa. Ya sudah aku pergi dulu. Bye," sahut Silvia yang langsung bangkit dari tempat tidur dengan melambai pada Lian dan Lian membalasnya dengan senyuman saja.


" Hmmm, ternyata tidak susah mengajaknya untuk bersenang-senang," gumam Lian dengan seriangi nakal di wajahnya.


Silvia memang tidak akan menolak ajakan itu. Apa lagi jika bukan untuk memperlancar niatnya yang ingin masuk kedalam keluarga Altarik supaya bisa seperti Kayra yang menjadi kaya raya. Dia harus melakukan itu supaya hubungannya dengan Lian semakin jelas. Dan Lian yang memang mengajaknya untuk check in. Tetapi Silvia yang memberi kode.


*********


Setelah menemui profesor Davin dan Kayra juga sebelumnya tadi makan dan sekarang Davin mengantarkan Kayra ke kantor. Karena Kayra mengatakan ada pekerjaan di kantor.


Sebenarnya Davin sangat tidak suka melihat Kayra bekerja. Ya tidak tau alasannya. Apa kah karena bos Kayra atau karena apa. tetapi mana mungkin Davin melarangnya karena itu adalah syarat yang di minta Kayra sebelum sepakat dalam pernikahan kontrak mereka.


Mobil itu sudah berhenti di depan perusahan itu membuat Kayra membuka sabuk pengamannya dan langsung membuka mobil. Keluar seenaknya tanpa basa-basi dulu dengan Davin yang membuat Davin mengkerutkan dahinya dengan sikap ketus Kayra.


" Dia pikir aku supir," umpat Davin yang hanya melihat kepergian istrinya itu, " memang dasar tidak tau terima kasih, baru saja aku mengeluarkan banyak uang untuk papanya, mengajaknya makan untuk mengisi perutnya dan lihat apa yang di lakukannya sudah di antarkan pergi begitu saja. Apa mulutnya bisu tidak bisa mengucapkan kata terima kasih," Davin terus mengumpat dengan istrinya itu.


Davin menautkan ke-2 alisnya ketika melihat Kayra yang memasuki Perusahaan dan Aldo bos Kayra menghampiri Kayra dan mereka ber-2 terlihat berbincang-bincang yang membuat Davin seketika menjadi panas.

__ADS_1


" Lihatlah, alasannya saja jika ada pekerjaan yang ingin di kerjakan. Tetapi hanya untuk menemui kekasih gelapnya itu. Memang wanita itu lain dari yang lain," Davin malah menuduh Kayra yang tidak-tidak.


" Issss awas saja kau. Aku akan memberimu pelajaran. Supaya kau tidak bisa membodohi ku lagi," batin Davin yang tampaknya punya rencana pada Kayra. Tidak tau apa itu.


************


Kayra yang berjalan di dalam rumah yang ingin ke dapur harus berpapasan dengan Mesya ibu mertuanya.


" Hey Kayra!" tegur Mesya berhenti di depan Kayra.


" Iya mah ada apa?" tanya Kayra.


" Kamu dengar ya jangan macam-macam di rumah ini," ucap Mesya yang membuat Kayra bingung.


" Apa maksud mama?" tanya Kayra heran.


" Nggak usah pura-pura bodoh. Kamu pikir aku tidak tau hah, jika kamu sengaja mencari masalah dengan Joy dan juga Giselle," ucap Mesya.


" Aku tidak mengerti apa yang mama katakan. Aku tidak ada urusan dengan mereka dan aku tidak pernah mengganggu mereka," tegas Kayra.


" Aku tidak mencari alasan tetapi pada nyatanya aku memang tidak melakukan kesalahan apa-apa. Jadi aku tidak perlu minta maaf," tegas Kayra yang tidak takut sama sekali dengan Mesya.


" Permisi!" Kayra pun langsung pergi begitu saja membuat mata Mesya melotot dengan keberanian Kayra yang pergi dengan seenaknya.


" Kurang ajar anak itu. Benar kata Joy dan Gisella dia memang sangat berani di rumah ini," umpat Mesya yang tidak terima dengan perlakuan Kayra.


Setelah Kayra terbebas dari ibu tirinya Kayra pun melanjutkan langkahnya dan yang mana dia ingin menemui Davin. Karena pelayan memanggil Kayra di suruh Davin. Kayra harus ke kolam renang yang begitu mewah dan sangat luas di mana Davin ternyata sedang berenang di sana.


" Ngapain sih dia memanggilku!" batin Kayra kebingungan yang mendekati pinggiran kolam renang dan melihat Davin masih berenang di ujung sana.


Ketika melihat Kayra Davin langsung memutar arah dan berenang menghampiri Kayra.


Byurrrr.

__ADS_1


Davin langsung muncul dari dalam air tepat di depan Kayra yang berdiri yang penuh pertanyaan.


" Ada apa?" tanya Kayra ketus.


" Buatkan aku jus," jawab Davin. Kayra menautkan alisnya. Cape-cape dia berjalan malam-malam, sudah tau rumah itu sangat luas dan hanya untuk menyuruhnya membuatkan jus.


" Kenapa masih diam, kau tidak tulikan," sahut Davin.


" Ya, kenapa kau tidak bilang dari tadi. Apa susahnya mengatakan kepada bibi untuk menyuruhku membuatkan jus dengan begitu aku datang dengan membawa permintaan mu dan tidak harus kedapur lagi," sahut Kayra yang pasti protes dengan Davin yang selalu memerintah dengan seenaknya.


" Kau selalu mencari keributan jika hanya di suruh hal spele, sudah sana jangan banyak protes cepat buatkan!" tegas Davin.


" Issss!" Geram Kayra dengan mengepal tangannya yang terpaksa harus pergi


" lihatlah dia pasti kembali lagi," ucap Davin dengan tersenyum yang sepertinya mengerjai Kayra. Dugaan Davin benar Kayra kembali lagi.


" Jus apa?" tanya Kayra yang tidak mengingat bertanya apa dan untung dia ingat saat belum jauh. Jika tidak dia akan berjalan jauh lagi.


" Orens jus," jawab Davin. Kayra langsung pergi


" Kayra tunggu!' panggil Davin lagi


" Ada apa lagi," sahut Kayra semakin kesal dengan Davin.


" Ingat jangan terlalu asam, jangan terlalu manis," ucap Davin request permintaan.


" Kenapa tidak air putih saja yang kau minum atau air kolam itu sekalian," sahut Kayra dengan kesal yang kembali pergi setelah puas mengumpat pada Davin.


" Kalau air putih untuk apa juga menyuruhmu," desis Davin yang kembali menyeburkan kepalanya ke dalam kolam renang ya dia kembali berenang sambil menunggu Kayra membuatkannya jus. Ya untung saja Kayra mau membuatnya.


Di mana Kayra dengan kesalnya yang berada di di dapur yang membuatkan permintaan Davin.


" Apa dia pikir aku pembantunya. Dia tidak melihat apa ini sudah malam. Sudah tau orang mau tidur malah menyuruh membuat jus. Apa dia tidak punya pekerjaan lain. Memang dasar menyebalkan," Kayra terus mengumpat di dalam hatinya dengan tangannya yang sambil bekerja untuk membuatnya jus tersebut.

__ADS_1


" Seharusnya aku meracunnya. Biar dia mati sekalian," umpatnya yang mempunyai nilai jelek pada suaminya.


Bersambung


__ADS_2