Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 197


__ADS_3

Seharian ini Brian bermain di rumah Davin yang mana Meraka berada di taman belakang. dan bahkan terlihat bahagia saat bermain dengan Altarik yang layaknya seperti cucu dan kakek pada umumnya.


Di mana Altarik yang berlari-lari dengan Brian yang terlihat tawa Bria tidak hilang. Dia jarang seperti itu dan sangat terlihat begitu bahagia.


Mereka bermain-main di taman dan Oma Elishabet, Davin, Kayra, Mesya, Zoy, dan Giselle hanya duduk melihat Altarik yang bermain dengan Brian.


"Kayra kamu dan Brian makan siang di sini ya, biar nanti Oma suruh pelayan menyiapkan makan siang yang semuanya makanan kesukaan kamu," ucap Oma Elisabeth.


Kayra terlihat ragu yang tidak langsung mengatakan iya atau pun tidak.


"Iya Kayra, Brian kelihatannya sangat suka di sini. Jadi apa salahnya jika kalian berdua makan di sini. Kan hanya sekali-sekali, mumpung hari ini libur," sahut Zoy.


"Lagian juga kalau mau pulang tanggung. Sudah makan di sini saja, jangan pakai mikir," sahut Mesya dengan ketus. Walau bicaranya ketus. Tetapi terlihat welcome dengan kedatangan Kayra.


"Ya sudah kalau begitu," sahut Kayra yang akhirnya mengalah lagi. Melihat Brian se happy itu membuat Kayra luluh yang mengenyampingkan egonya.


"Nenek ayo ikut main sama Brian," sahut Brian mengajak Mesya. Mesya langsung geleng-geleng dengan cepat menolak permintaan Brian. Dia sudah merasa ada yang tidak beres nantinya.


"Isssss nenek," sahut Brian kesal dengan wajahnya yang cemberut dan langsung berlari menghampiri Mesya yang membuat Mesya jadi panik. Brian langsung menarik tangan Mesya dengan paksa yang mengundang tawa orang-orang yang ada di sekitar Mesya.


"Tidak Brian, jangan melakukan itu!" sahut Mesya menolak keras.


"Issss ayolah nenek, Brian juga jarang kemari. Jadi ikut main sama Brian," sahut Brian memaksa Mesya dengan menarik tangan Mesya.


"Brian mungkin nenek akan mau ikut main sama Brian. Tapi jangan panggil nenek. Karena nenek menolak untuk tua," sahut Zoy.


"Benarkah lalu harus panggil apa?" sahut Brian bertanya.


"Menurut Brian harus panggil apa," sahut Zoy.


"Jika Omanya papa di panggil Nenay. Kalau begitu mamanya papa akan Brian panggil Neci," ucap Brian yang membuat yang lainnya heran dengan mereka saling melihat apa itu artinya Neci.


"Apa itu Necai Brian?" tanya Giselle.

__ADS_1


"Nenek cantik," sahut Brian dengan tersenyum lebar yang membuat semua orang tertawa-tawa.


"Cocok tidak?" tanya Brian.


"Sangat cocok," sahut Zoy.


"Mama bolehkan di panggil Necai?"tanya Brian. Orang-orang yang ada di sana langsung melihat ke arah Kayra, menunggu persetujuan Kayra.


"Iya terserah Brian saja, mau di panggil apa," sahut Kayra.


"Horeee boleh di panggil Necai. Jadi sekarang ayo ikut main sama Brian dan kakek," ucap Brian dan Mesya masih kelihatan sangat ragu.


"Sudah Mesya sana. Kamu ini sama cucu pelit sekali. Kamu itu seharusnya menemani cucu kamu. Nanti juga kalau kamu sudah tua seperti saya. Cucu yang menemani kamu," sahut Oma Elishabet.


"Sudah mah sana," suruh Zoy. Mesya menghela napasnya dengan perlahan kedepan.


"Baiklah. Tapi jangan main kotor," sahut Mesya yang akhirnya mengalah. Walau mempunyai syarat.


"Tante juga ikut!" Brian juga menarik tangan Giselle dan sama dengan terpaksa Giselle juga ikut.


Brian sepertinya sangat tau mana orang-orang yang judes di rumah itu. Makanya dia mengajak Mesya dan Giselle dan untungnya Mesya dan Giselle mau. Walau sangat terpaksa dan sepertinya ibu dan anak itu tidak bisa menolak permintaan Brian.


"Selama Altarik menikah degan Mesya. Oma baru melihat Mesya seperti seorang ibu," ucap Oma.


"Sama Oma, Zoy juga kaget melihat mama yang bisa-bisanya seperti itu sama Brian," sahut Zoy yang melihat mamanya di kejar-kejar Brian karena Brian menakuti dengan hewan yang barusan di temuinya di dalam dedaunan bunga. Brian ini sepertinya mengerjai Mesya dan Giselle. Tau aja di ke-2 orang itu jahat pada mamanya.


"Tante Mesya sekarang aku lihat berubah. Aku tidak percaya dia se humbel itu dan menerima Brian. Padahal dulu dia dan Davin tidak dekat dan Brian anak Davin dan Tante Mesya menganggap seperti cucunya," batin Kayra yang cukup kaget dengan apa yang di lihatnya.


"Aku tidak menyangka Kayra membuka dirinya kembali. Dia benar-benar memberiku dan keluargaku kesempatan untuk bersama Brian," batin Davin yang terus melihat ke arah Kayra. Sampai akhirnya Kayra juga melihatnya dan mereka sama-sama saling melihat.


Oma juga melihat hal itu dan tersenyum melihat kedekatan Kayra dan Davin.


"Aku tidak berharap banyak. Karena aku tau apa yang terjadi dulu dan semuanya tidak mudah untuk Kayra. Tetapi kalau boleh meminta aku ingin mereka berdua kembali seperti dulu dan semoga saja keinginan ku di kabulkan," batin Oma yang masih berharap. Walau harapan itu sangat jauh.

__ADS_1


"Zoy yang duduk di samping Kayra tiba-tiba berdiri dan tidak sengaja tangannya menyenggol gelas berisi jus dan menumpahkan kebaju Kayra.


"Ya ampun Kayra maaf, aku tidak sengaja," ucap Zoy merasa bersalah dan Kayra langsung berdiri yang membersih-bersihkan pakaiannya.


"Tidak apa-apa Zoy," sahut Kayra.


"Ya pun Kayra Sorry banget ya," sahut Zoy merasa tidak enak.


"Santai aja," sahut Kayra.


"Kamu ini hati-hati Zoy lain kali," sahut Oma.


"Iya maaf Oma, Zoy kurang fokus," sahut Zoy.


"Sudah jangan di besar-besarkan tidak apa-apa," sahut Kayra.


"Ya sudah Kayra kamu ganti baju aja. Baju kamu sudah kotor," sahut Oma.


"Iya kamu ganti di kamar. Baju kamu masih ada di kamar," sahut Davin membuat Kayra melihat ke arah Davin. Davin juga terlihat cemas dengan Kayra.


"Zoy aku boleh pinjam baju kamu. Aku ganti di kamar kamu saja," sahut Kayra yang menolak permintaan Davin.


"Oh ya sudah boleh, lagian baju kamu kotor karena perbuatan ku. Ya sudah ayo. Aku temani kamu untuk ganti baju," ucap Zoy. Kayra menganggukan kepalanya.


"Oma Kayra ganti baju sebentar," ucap Kayra


"Iya Kayra gantilah!" sahut Oma. Kayra pun akhirnya pergi bersama Zoy dan Davin terlihat menghela napasnya yang Kayra menolak dirinya dan lebih memilih mengganti baju di kamar Zoy.


"Davin, kamu harus memaklumi Kayra. Kayra mungkin tidak mudah untuk menerima semuanya. Jadi beri dia waktu," ucap Oma.


"Iya Oma aku tau ini tidak mudah bagi Kayra dan mungkin dia benar-benar sudah melupakan segalanya. Sampai kekamarnya sendiripun dia tidak mau," ucap Davin yang akan jauh lebih bersabar lagi kedepannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2