
Sudah satu Minggu lebih Kayra tidak juga di temukan. Davin masih terus dalam pencarian. Perusahaan yang ditanganinya juga sedikit terbengkalai. Jadi mau tidak mau Davin harus membagi waktunya. Hanya seperlunya datang ke Perusahaan dan selebihnya waktunya di habiskannya untuk mencari istrinya yang tidak kunjung pulang.
Mencari keseluruh tepat dengan banyak orang. Segala sesuatu sudah di lakukan Davin. Bahkan Kayra tidak bisa di hubungi dengan lewat telpon.
Davin sekarang berada di ruangannya yang menandatangani berkas-berkas dengan buru-buru. Karena dia harus cepat-cepat melakukan pencarian lagi untuk Davin. Saat menandatangani berkas tersebut pulpen yang di gunakannya membuatnya teringat pada Kayra.
Pulpen itu adalah hadiah ulang tahunnya yang di berikan Kayra waktu itu. Hal itu mampu membuat bayangan Kayra saat berbicara terlintas di benaknya.
Huffffff, Davin membuang napasnya perlahan kedepan dengan terus melihat pulpen pemberian Kayra.
Toko-tok-tok.
Ketukan pintu membuat Davin membuyarkan lamunannya.
"Masuk!" pinta Davin.
Pintu terbuka yang ternyata adalah Reyhan. Reyhan melangkah masuk dengan menundukkan kepalanya saat berdiri di depan bosnya itu.
"Ada apa?" tanya Davin yang kembali menandatangani berkas-berkas tersebut.
"Tuan Aris yang berada di rumah sakit Dubai sudah di pindahkan," ucap Reyhan membuat Davin terkejut bahkan sampai berhenti menandatangani berkas-berkas tersebut.
Davin mengangkat kepalanya menatap Reyhan dengan serius, "apa maksudnya?" tanya Davin.
"Saya mendapat informasi dari profesor Han. Jika tuan Aris di pindahkan oleh Nona Kayra," jelas Reyhan yang berita itu sungguh mengejutkan baginya.
"Kayra!" lirih Davin.
"Benar bos. 3 hari yang lalu proses pemindahannya selesai," jawab Reyhan.
"Jadi Kayra selama ini ke Dubai," ucap Davin yang tidak kepikiran dengan hal itu.
"Saya sudah mencari tau. Nona Kayra memang ke Dubai 1 hari dia tidak di temukan. Nona Kayra mengurus pemindahan rumah sakit Tuan Aris," jelas Reyhan.
__ADS_1
"Lalu kemana di pindahkan?" tanya Davin.
"Maaf bos saya tidak mendapatkan informasinya. Bahkan pihak rumah sakit Dubai sudah memberitahu pemindahan yang di lakukan Nona Kayra dan saya juga cek ke rumah sakit yang mereka katakan. Namun tuan Aris tidak ada sama sekali. Saya menarik kesimpulan Nona Kayra sengaja membuat laporan pemindahan ketempat lain. Namun tidak memindahkannya dengan sesuai keterangannya. Karena pasti Nona Kayra tidak ingin di temukan," jelas Reyhan berdasarkan kesimpulan.
Davin membuang napasnya perlahan kedepan dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya yang mana dia semakin lelah.
"Kayra kau benar-benar tidak memberiku kesempatan," ucap Davin yang harapannya semakin tidak ada untuk menemukan Kayra.
"Saya akan mencoba mencari lagi Bos," ucap Reyhan yang berusaha semampunya. Agar Bosnya tetap semangat.
"Iya carilah dia," sahut Davin dengan suara beratnya. Reyhan menganggukkan kepalanya dan langsung keluar dari ruangan Davin.
"Hukuman ini terlalu berat Kayra. Kembalilah Kayra aku akan memperbaiki segalanya. Maafkan aku tidak pernah memahami Perasaan mu. Jangan pergi Kayra. Jangan hukum aku dengan berpisah dari anak kita," batin Davin dengan matanya yang bergenang dengan mengingat Kayra.
Jika di tanya merindukan pasti sangat merindukan. Setiap hari hanya di bayang-bayangi dengan halusinasi Kayra saja, rasa bersalah, penyesalan sudah tidak berarti lagi sekarang. Orang yang tidak di hargainya benar-benar sudah pergi. Bahkan Kayra memindahkan papanya dari rumah sakit dan tidak ada yang tau di pindahkan kemana.
*********
"Jadi dia benar-benar pergi?" tanya Pricilla yang kelihatan begitu terkejut mendengar cerita Wulan.
"Benar Pricilla, Kayra sudah pergi. Akhirnya dia tau diri juga dan pergi dari kehidupan Davin," ucap Wulan. Orang yang paling bahagia atas kepergian Kayra.
"Apa itu artinya mereka akan bercerai?"tanya Pricilla.
"Ya iyalah apa lagi kalau bukan bercerai. Jadi semuanya tidak sia-sia. Untung saja Dokter yang menangani kamu. Mama mengenalinya dan mama memanipulasi segalanya sehingga perhatian Davin jatuh pada kamu," ucap Wulan dengan tersenyum yang ternyata ada drama di balik sakitnya Pricilla.
"Maksud mama apa?"tanya Pricilla yang terlihat bingung.
"Pricilla asal kamu tau saja. Mama sengaja melakukan semuanya. Bekerja sama dengan Dokter itu untuk mencari perhatian Davin dengan membuat kamu kanker otak. Padahal itu hanya akal-akalan mama saja," ucap Wulan.
"Jadi maksud mama aku selama ini tidak terkenak kanker otak!" sahut Pricilla dengan wajah terkejutnya.
"Ya iyalah mana mungkin hanya jatuh dan terguling. Langsung di vonis kanker otak. Nggak ada hubungannya. Itu hanya akal-akalan mama saja untuk menipu keluarga Davin. Membuat Davin merasa bersalah pada kamu dan apa lagi kamu itu takut operasi. Jadi mama sengaja melakukan semuanya. Agar Davin menghabiskan waktunya untuk kamu, membujuk kamu, menghibur kamu dan lama-kelamaan dia akan melupakan istrinya," jelas Wulan yang ternyata otak di balik semua yang telah terjadi.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya ini semua rencana mama?" tanya Pricilla yang terlihat terkejut. Wulan mengangguk seperti orang yang tidak punya dosa.
"Bagaimana menurut kamu keren kan?" tanya Wulan.
"Mah tapi kenapa bawa-bawa penyakit segala. Bagaimana jika terjadi padaku dan pantesan aku tidak merasakan sakit apa-apa. Ternyata aku memang tidak kenapa-kenapa," ucap Pricilla.
"Pricilla semua ini mama lakukan demi kamu, demi kamu yang harus kembali pada Davin dan kamu harus tau mama juga menekan Kayra, mengancam Kayra akan memenjarakan Davin. Jika Kayra tidak meninggalkan Davin. Semuanya mama lakukan untuk hubungan kamu dan juga Davin," jelas Wulan.
"Lalu bagaimana kalau Davin tau semuanya. Kalau selama ini aku tidak sakit. Bukannya semuanya akan semakin berantakannya?"tanya Pricilla yang seketika menjadi cemas.
"Dia tidak akan tau. Karena dia sudah masuk dalam jebakan kita. Sudahlah kamu jangan memikirkan apa-apa. Sekarang Kayra sudah tidak ada dan ini tugas kamu untuk kembali merebut hati Davin. Kamu harus melihat selama kamu sakit Davin sangat memperdulikan kamu dan bahkan mama melihat sendiri dia bertengkar dengan Omanya. Jadi sekarang kamu harus benar-benar memanfaatkan situasi ini," ucap Wulan dengan penuh penekanan pada Pricilla.
"Tuan Davin ingin masuk?" tiba-tiba terdengar suara Suster yang menyebutkan nama Davin membuat Pricilla dan Wulan terkejut dan mereka sama-sama melihat ke arah pintu.
Mereka sama-sama melotot saat melihat Davin berdiri di depan pintu dengan matanya yang menatap tajam Pricilla dan juga Wulan.
"Davin!" lirih Wulan
"Davin!" pekik Pricilla terkejut.
"Tadi saya ingin masuk. Tetapi sekarang tidak. Karena saya tidak ada kepentingan berada di sini," ucap Davin dengan suara dinginnya dan langsung pergi dari ruangan itu.
"Davin tunggu!" panggil Pricilla dengan wajah kagetnya.
"Mah Davin!" ucap Pricilla yang jadi panik.
"Sial kenapa semuanya jadi seperti ini. Kenapa dia tau semuanya," umpat yang sekarang rencananya sudah berantakan dengan Davin yang mengetahui segalanya.
Davin sendiri langsung memasuki mobilnya dan memukul-mukul tangannya ke stir mobil.
"Bodoh, kau memang sungguh bodoh Davin. Bisa-bisanya kau tertipu dengan mereka dan semuanya berantakan. Kau tertipu dengan mereka dengan mengorbankan pernikahan mu. Kau benar-benar sangat bodoh Davin. Aku sudah kehilangan Kayra dan Kayra bahkan selama ini selalu di ancam oleh wanita itu," umpat Davin hanya bisa marah-marah dalam penyesalan kembali dengan apa yang terjadi.
Bersambung
__ADS_1