Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 74 Melewati malam terindah.


__ADS_3

Napas ke-2nya saling memburu dengan Davin yang sudah membuka matanya terlebih dahulu dan sementara Kayra masih perlahan membuka matanya dan tepat mendapati 2 mata indah di depannya yang menatapnya penuh dengan gairah, penuh hasrat yang pasti bertujuan pada suatu titik.


Jantung Kayra. Terlihat tidak aman dengan kondisi dia dan Davin yang begitu intim. Debaran yang terus semakin kencang yang tidak bisa di mengertinya.


" Katakan kepadaku Kayra. Alasanmu menelpon ku. Apa karena kau cemburu dengan aku bersama Pricilla?" tanya Davin dengan suara seraknya yang ingin mendengar langsung dari Kayra dengan suara beratnya.


" Aku sudah mengatakan aku tidak tau harus menjawab apa. Aku tidak tau apa yang harus aku katakan," jawab Kayra dengan suara beratnya yang memang tidak bisa menjawab apa-apa.


" Aku melihat kau cemburu pada Pricilla. Apa selama ini kau tidak menyukaiku bersama Pricilla. Apa kau begitu cemburu. Jika aku bersamanya," ucap Davin dengan percaya dirinya.


" Lalu bagaimana denganmu. Apa kau juga cemburu denganku dan juga Aldo?" tanya Kayra yang membalikkan pertanyaan dengan masalah dia dan Aldo.


" Pernikahan kita hanya kontrak yang seharusnya hubungan privasi tidak saling di campuri. Tetapi kenapa semuanya seakan berubah. Yang mana kau juga mencampuri hubunganku yang marah dengan kedekatan ku dan Pak Aldo yang kami benar-benar hanya sebatas rekan kerja dan sama dengan mu saat ini. Yang mana aku marah tidak suka kau dengan Pricilla. Kita bisa menjadi bertengkar karena permasalahan Pricilla," ucap Kayra kembali mengungkap isi hatinya.


" Aku tidak mengerti Davin apa yang aku alami. Yang pada intinya aku tidak menyukai kau membuat janji dengan dia," tegas Kayra.


" Jadi jika menyuruhku menjawab pertanyaanmu. Aku tidak bisa menjawabnya. Karena kontrak dalam pernikahan kita tidak bisa membuatku mempunyai hak. Apakah aku harus cemburu dengan mu dan Pricilla. Jika tidak ada kontrak mungkin aku bukan menelponmu. Tetapi aku pastikan sudah keluar tadi dan pasti melabrak dia yang menciummu tepat di depanku," ucap Kayra yang secara tidak langsung sudah menjawab pertanyaan Davin.

__ADS_1


Davin hanya diam melihat dengan intens wajah Kayra yang sejak tadi banyak bicara dengan matanya yang berkaca-kaca.


Sampai di detik berikutnya Davin bukannya menanggapi apa-apa. Davin malah bangkit dari tubuh Kayra yang berdiri dari tempat tidur yang membuat Melody membuang napasnya panjang yang baru bisa bernapas secara netral.


" Apa yang kau katakan Kayra. Dia tidak peduli sama sekali tentang keluhan mu dan bahkan perkataan mu kepadanya terlalu berlebihan dan tidak seharusnya kau mengeluarkan kata-kata itu," batin Kayra yang seolah merasa sesak yang seakan tidak di pedulikan walau sudah bicara begitu banyak.


Davin berjalan menuju pintu yang terbuka yang terbuka sedikit dan bukannya Davin keluar dari pintu itu Davin malah menutup pintu dan mengkuncinya. Lalu kembali berjalan ke arah Kayra yang mencoba untuk duduk tanpa sepengetahuan Kayra Davin kembali menghampirinya.


Dan seketika telapak tangan Davin sudah memegang tengkuk pipi Kayra dan dengan seketika langsung menempelkan bibirnya pada Kayra. Hanya mengecup sebentar saja lalu kembali melepasnya dengan matanya menatap dalam-dalam Kayra.


Kayra terkejut mendengarnya yang jantungnya berdetak tidak menentu dan saat mulutnya ingin mengeluarkan suara yang mungkin membalas perkataan Davin. Tiba-tiba terhentikan dengan benda kenyal di bibirnya yang menempel yang Davin kembali menciumnya dengan memburu.


Kedua tangan Davin yang berada di tengkuk lehernya semakin mendekatkan wajah Kayra kepadanya sehingga Kayra mendongak ke atas. Agar Davin semakin bisa memperdalam ciumannya kepada wanita di hadapannya itu.


Ternyata tidak hanya sampai di situ tangan Davin turun pada res di belakang baju Kayra dan langsung menurunkan perlahan dress itu tanpa melepas ciuman itu. Tangan lincah Davin bahkan berhasil menurunkan dress yang di kenakan Kayra sehingga hanya tersisa pakaian dalamnya saja.


Perlahan Davin membaringkan tubuh Kayra di atas tempat tidur dan sebentar melepas ciuman yang semakin memburu itu. Mata Kayra terbuka perlahan yang merasa ada yang hilang dari tubuhnya. Yang ternyata dia melihat Davin membuka jasnya melempar kesembarang tempat.

__ADS_1


Melonggarkan dasinya membukanya dan melemparnya asal. Lalu membuka satu-satu persatu kancing kemejanya dan kembali mencium bibir Kayra yang sudah menganggur beberapa saat.


Ciuman itu semakin dalam dan pasti Kayra menikmati dengan tangan Kayra yang memegang bahu Davin. Ciuman Davin bahkan sudah turun pada leher jenjang itu memberikan tanda-tanda yang belum menghilang dan tangannya sudah bermain pada tempat-tempat favoritnya yang menjadi candunya.


Hasrat dan perasaan dan lagi-lagi hal yang di tahan Davin. Harus di tuntaskan pada tubuh kecil di bawahnya yang mencumbuinya tanpa meninggalkan sehelai benang pun. Tubuh polos yang sekarang benar-benar di kuasai Davin dengan penuh gairah dan Kayra pasti menikmati semua sentuhan dari Davin yang membawanya terbang sampai ke awang-awang.


Apa lagi suara-suara indah Kayra terdengar di telinganya membuatnya semakin menggila dan tidak akan meninggalkan sedikit pun dari tubuh indah itu yang terus membuatnya terbayang dan ingin menyentuh, menyentuh dan menyentuh lagi.


Sampai pada detik berikutnya untuk yang ke-2 kalinya Davin dan Kayra akhirnya melakukan penyatuan. Yang mana Davin menuntaskan hasrat pada Kayra. Penyatuan yang sudah di tunggu-tunggunya yang membuat tubuhnya terus menginginkannya dan pasti dengan kesempatan yang tidak di rencanakan sama sekali.


Kayra kembali menikmati surga dunia yang tidak akan pernah bisa di tolaknya yang tubuhnya menginginkan dan menginginkan terus saat Davin begitu pintar membuatnya hanyut dan iya harus di akui Kayra di menikmati semua sentuhan suaminya bahkan tidak menolak apapun yang akan di lakukan suaminya kepadanya.


Percintaan panas suami istri itu yang di lakukan dengan panas di dalam rumah sakit yang disiapkan Reyhan untuk mereka dan untung saja kamar yang di siapkan Reyhan bagus. Jadi tidak merusak percintaan panas mereka.


Tadinya Davin ingin pulang, mandi dan baru kembali ke rumah sakit dan siapa tau ternyata kehadiran Pricilla menimbulkan konflik lagi dan akhirnya harus di selesaikan di atas ranjang dengan percintaan yang panas.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2