
" Iya hamil," jawab Oma santai, " Kamu sama kagetnya seperti Davin. Saat Oma sedang membahas masalah kehamilan. Kalian ber-2 sedang tidak menundakan?" tanya Oma memastikan dengan menatap selidik Kayra.
" Tidak Oma," jawab Kayra dengan cepat.
" Kayra jangan menunda-nunda kehamilan kamu. Kamu harus secepatnya memberikan Davin keturunan dan anak itu yang akan menjadi penerus nantinya. Oma hanya menunda pengalihan Perusahaan pada Davin. Karena meragukan Davin. Dan mungkin Oma akan mempertimbangkan jika kamu sudah mengandung anak Davin," ucap Oma yang memberi Kayra kode.
" Astaga, jadi karena itu Davin waktu itu pernah gelap mata ingin memperkosaku. Jadi karena masalah ini, dia ingin melakukan semuanya hanya untuk warisan itu dan ternyata benar apa yang di katakannya waktu itu. Jika Oma menambah syaratnya," batin Kayra yang cukup terkejut dengan pernyataannya Eyang.
" Tetapi masa iya aku harus benar-benar hamil dulu baru masalah Davin selesai. Yang ada masalah ku yang akan semakin banyak. Mana mungkin seperti itu. Aku ingin membantunya. Tetapi tidak berkorban juga," batin Kayra dengan mengedikkan bahunya yang geli sendiri harus memikirkan masalah itu.
" Kayra!" tegur Eyang membuat Kayra tersadar dari lamunannya.
" Hah, iya Oma," sahut Kayra.
" Kamu lagi memikirkan apa? dari tadi bengong terus?" tanya Oma heran.
" Tidak Oma tidak apa-apa," jawab Kayra tersenyum kaku. Oma meraih tangan Kayra dengan memegangnya dengan ke-2 tangannya.
" Kayra, jaga pernikahan kamu dengan Davin. Oma ingin pernikahan kalian tetap utuh sampai kalian menua nanti. Menjadi pasangan suami istri yang saling mencintai dan mempunyai keturunan yang baik dan berguna," ucap Oma yang dengan tulus berharap banyak pada Kayra.
" Tetapi itu tidak mungkin Oma, aku dan Davin menikah hanya dengan kontrak, mana mungkin kami sampai menua," ucap Kayra tetapi di dalam hatinya.
" Oma percayakan Davin pada kamu. Karena Oma yakin kamu bisa memberi kebahagian untuk Davin, menjadikan Davin Pria yang baik dan tidak egois seperti sekarang ini dan kamu bisa menjaga keutuhan keluarga kamu dan secepatnya kamu bisa mengandung anak Davin," lanjut Oma yang bicara tidak lepas dari menatap Kayra.
" Kamu bisakan Kayra?" tanya Oma memastikan.
Kayra hanya mengangguk pelan yang tidak bisa berjanji apa-apa pada Omanya. Oma tersenyum mendengarnya dengan membelai pipi Kayra.
__ADS_1
" Kamu anak yang baik, Oma percaya itu. Semoga perjalanan kamu ke Dubai menyenangkan," ucap Oma.
Kayra menautkan ke-2 alisnya, " Oma tau aku dan Davin ingin ke Dubai?" tanya Kayra memastikan.
" Ya Oma tau kamu dan Davin ingin pergi ke Dubai. Walau Davin tidak memberi tau Oma. Tapi bukan Oma namanya yang tidak tau apa-apa yang di kerjakan Davin," ucap Oma dengan senyum di wajah.
" Astaga Oma ternyata adalah seorang Intel jika Davin dan aku tidak waspada mungkin Oma akan mengetahui rahasia kami. Mungkin ini salah satunya membuat Oma ragu dengan pernikahan kami," batin Kayra cukup kaget dengan Oma Elishabet.
" Tapi Oma aku dan Davin ke Dubai hanya ingin melihat papa dan katanya Davin juga ada pekerjaan. Kami tidak liburan sama sekali," ucap Kayra menjelaskan maksud dari tujuan mereka pergi ke Dubai.
" Ya apapun itu Oma senang kamu dan Davin akan pergi ke Dubai dan sisanya Oma hanya berharap kalian berdua bisa berbulan madu di sana," ucap Oma dengan senyum mengandung arti.
Karya mendengarnya saja sudah merasa geli dengan mengkerutkan dahinya.
" Ya mana mungkinlah aku berbulan madu di sana," sahut Kayra tetapi hanya di dalam hatinya saja.
" Astaga apa yang Oma pikirkan, aku memang ingin membantu Davin. Tetapi nggak juga harus hamil dulu," batin Kayra yang merasa geli jika membayangkan hal itu.
" Baiklah Oma mau melanjutkan merawat tanaman. Kalau kamu tidak ada pekerjaan. Ayo ikut bantu Oma," ucap Oma yang sudah berdiri. Kayra menganggukkan kepalanya dan ikut membatu Oma. Ya lumayan lah membuang rasa penat di kepalanya. Walau sehabis mendengar cerita Omanya membuat Kayra harus berpikir keras dengan masalah itu.
**********
Mendapatkan uang yang banyak dari Davin.. Susan sekarang berpesta judi. Ya Susan belakangan ini memang menekuni hobi barunya yang apa lagi jika tidak berjudi. Di meja bulat itu yang di kelilingi kursi yang di isi kurang lebih 8 orang.
Di mana Susan dengan seriusnya bermain kartu judi dengan di temani alkohol. Mendapatkan uang dengan cuma-cuma memang di gunakan Susan untuk berjudi. Dan pantasan dia belakangan sering meminta uang pada Kayra.
Di tengah bermain judinya tiba-tiba notif pesan masuk kedalam ponselnya yang langsung membuat Susan melihat ponselnya. Susan menyunggingkan senyumnya saat melihat transferan masuk senilai 200juta tidak sampai 24 jam Susan sudah mendapatkan 500 juta dari menantunya yang kaya raya itu.
__ADS_1
" Menantuku benar-benar sangat pengertian dia langsung mentransfer banyak uang padaku. Benar-benar menantu idaman," batin Susan tersenyum penuh kemenangan.
" Kita main sampai pagi," sahut Susan yang ketagihan berjudi dan tidak tau pernah atau tidak dia menang atau tidak.
Dia menikmati hobi barunya dengan menghabiskan uang Davin. Paling kalau habis dia meminta lagi nanti pada Davin.
********
Davin berada di dalam kamar yang selesai mentransfer pada mertuanya itu.
" Aku harus mengeluarkan uang lagi untuknya. Aku harus melakukan sesuatu. Agar wanita ini tidak terus memeras ku," umpat Davin di dalam hatinya yang begitu kesal kepada mertuanya itu.
Tiba-tiba handphone Davin mendapatkan notif pesan yang ternyata dari Reyhan dan di mana Reyhan mengirim Foto-foto. Davin membuka wa itu yang dan menscroll kebawah. Yang ternyata foto-foto Susan di meja judi.
" Kurang ajar, jadi dia menggunakan uang ku untuk berjudi. Memang dasar wanita gila, sangat keterlaluan, kau lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu setelah ini. Kau sudah memeras ku dengan ancaman mu murahan mu itu. Kau benar-benar berani kepadaku, berani memperalatku. Aku bukan tandinganmu. Kau salah mencari lawan," desis Davin mengepal tangannya yang marah kepada Susan.
Krekkk.
Pintu kamar terbuka yang ternyata Kayra yang memasuki kamar. Kayra diam sejenak. Karena melihat Davin berdiri. Namun Kayra langsung masuk ke dalam kamar.
" Dari mana kau?" tanya Davin.
Kayra menoleh ke arah Davin dengan tatapan Kayra yang penuh tanda tanya. Ya tumben sekali suaminya menanyakan dia dari mana.
" Tidak dari mana-mana. Aku hanya dari taman, tadi sedang mengobrol sama Eyang," jawab Kayra apa adanya.
" Apa yang kalian obrolin aku melihat begitu serius. Kau tidak mengatakan sesuatu kepada Oma kan mengenai pernikahan kita?" tanya Davin memastikan yang takut Kayra membocorkan rahasia pernikahan mereka.
__ADS_1
Bersambung