Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 161


__ADS_3

Kayra pulang kerumahnya yang pasti di antar oleh Reyhan. Dia masih saja murung dan sangat tidak bersemangat dalam hal apapun. Saat memasuki rumah. Giselle berlari kedalam seolah menunggu Kayra. Giselle menghampiri mamanya di ruang tamu.


" Mama benar ya pasti kak Davin lebih memilih Pricilla di bandingkan Kayra," ucap Giselle saat melihat Kayra memasuki rumah.


"Iya Giselle kita juga tau. Kalau Pricilla dan Davin itu saling mencintai. Kamu bisa melihat kecelakaan Pricilla membuat Davin begitu menyesal. Makanya dia terus berada di sisi Pricilla," ucap Mesya semakin memanas-manasi Kayra yang memang berdiri dengan menghentikan langkahnya saat mendengar cuitan orang-orang jahat itu.


"Aku malah punya pikiran mah. Kak Davin itu seperti tertekan. Aku yakin kak Davin sebenarnya ingin marah-marah dengan Kayra karena gara-gara Kayra wanita yang masih di cintainya harus menanggung sakit parah. Kak Davin tidak marah-marah padanya. Hanya karena ada Oma saja. Hmmm kalau tidak pasti kak Davin akan memarahinya," ucap Gisella.


"Wanita itu tidak tau diri Giselle dia hanya menjadi orang ke-3 di dalam hubungan itu. Ya sangat tidak tau diri. Isssss, wanita tamak dan serakah sama dengan keluarganya," sahut Mesya.


Kayra membuang napasnya perlahan dan langsung menaiki anak tangga dan tidak ingin mendengarkan lagi.


Giselle dan Mesya sama-sama tersenyum dan bahkan tos yang berhasil membuat Kayra kesal. Memang ibu dan anak itu sengaja melakukan hal itu.


***********


Kayra masih tetap bertahan dengan dirinya yang semenjak kejadian itu 2 hari berlalu dan air mata Kayra tidak henti-hentinya keluar. Karena pasti ada saja yang semakin membuatnya sakit.


Dirinya bahkan tidak bersemangat sama sekali dan apalagi Davin. Jadi bayangkan saja semenjak 2 hari Davin tidak pernah pulang kerumah dan tidak tau di mana dia. Tidak mengabari Kayra. Atau Kayra juga tidak bertanya. Pasti Davin ada di rumah sakit dengan wanitanya.


Kayra keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe dan Kayra cukup terkejut dengan Davin yang tiba-tiba ada duduk di sofa yang sibuk dengan laptopnya.


"Kayra kamu buru-buru siap-siap ya. Malam ini kita Perusahaan untuk menghadiri acara Perusahaan. Hari ini Eyang akan meresmikan Perusahaan utama kepadaku," ucap Davin tanpa melihat Kayra.


"Hmmmm," sahut Kayra hanya dengan deheman yang berjalan langsung menuju lemari.


"Akhirnya aku mendapatkan apa yang aku mau juga. Tidak sia-sia aku menikah denganmu dan uangku yang keluar untuk ibu tirimu akhirnya bisa tergantikan," ucap Davin membuat Kayra menelan salivanya saat mengambil pakaiannya.


Matanya bergenang mendengar kata-kata Davin. Tidak tau Davin sadar apa tidak dengan perkataan yang sudah menjelaskan Davin menikah tidak ada bedanya dengan surat kontrak dalam pernikahan mereka.


"Hmmmm, aku sudah tidak sabar Perusahaan akan menjadi milikku. Aku mandi dulu kamu cepat ya. Aku juga harus kerumah sakit sekarang," ucap Davin berdiri dari tempat duduknya dan langsung kekamar mandi.


Kayra menyeka air matanya yang akhirnya jatuh dan mengganti pakaiannya dengan cepat. Tidak tau apa yang di kejar Kayra dia hanya ingin buru-buru.

__ADS_1


************


Setelah selesai mengganti pakaian Kayra berdiri di depan cermin dengan memberi makeup pada wajahnya. Ya dia harus pakai makeup agar wajahnya yang sembab tidak terlihat dan Davin bagaimana bisa melihat sembabnya wajah Kayra. Karena saat bicara saja dia tidak melihat Kayra.


Kayra memakai dress selutut berwarna merah mencolok dengan rambutnya di sanggul cepol dan 2 anak rambut di sisahkan di kiri dan kanannya yang di kriting untuk menambah kecantikannya.


"Di mana antingku," batin Kayra yang harus memakai anting agar tidak polos.


Kayra pun membuka laci dan bukannya menemukan antingnya malah Kayra melihat dokumen dan Kayra mengenali Dokument dengan judul surat kontrak pernikahan.


"Sampai detik ini ternyata pernikahan kami memang hanya kontrak. Kata-kata mu yang kau ucapkan ingin pernikahan ini utuh hanya bualan. Kau bahkan masih menyimpan rapi surat kontrak itu tanpa merobeknya. Ya ini sudah waktunya," batin Kayra yang tersenyum getir.


Ceklek.


Davin keluar dari kamar mandi dengan handuk dililit di tubuhnya. Dan Kayra langsung kembali menutup laci itu.


"Kamu sudah selesai?" tanya Davin.


"Kamu sangat cantik hari ini Kayra," puji Davin.


"Aku tunggu di bawah," sahut Kayra mengambil tas dan handphonnya langsung keluar dari kamar tersebut yang tidak mempedulikan pujian Davin. Dia sudah muak semuanya.


Davin melihat kepergian Kayra dengan ekspresi bingung yang pasti heran dengan Kayra.


***********


Kayra berada di dalam mobil duduk di bangku belakang dengan Oma yang duduk di sebelahnya. Oma dan keluarga lain akan ikut hari untuk Peresmian pemindahan alhi Perusahaan.


Kayra duduk dengan murung di samping Oma. Oma memegang tangannya, membuat Kayra melihat ke arah Oma.


"Makasih Oma, sudah melakukannya," ucap Kayra tersenyum tipis.


Elishabet menganggukan kepalanya dengan memegang pipi Kayra, "Ini hanya demi kamu Dan Oma berdoa untuk kebahagiaan kamu setelah ini. Oma menuruti apa yang kamu. Tetapi berjanji pada Oma kamu akan bahagia," ucap Elishabet. Kayra mengangguk dengan tersenyum. Walau tersenyum matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


Kayra langsung memeluk Oma Elishabet dengan erat dengan air matanya yang jatuh.


*************


Peresmian atas nama perusahaan kepada Davin akhirnya di adakan di depan media dan di hadiri banyak petinggi-petinggi.


Davin dan Oma yang duduk bersebelahan dengan sama-sama menandatangani dokumen penting itu yang di berikan Reyhan dan Dion. Setelah selesai menandatanganinya Davin dan Oma berdiri dan langsung berjabat tangan yang artinya Perusahaan resmi milik Davin.


Tepuk tangan yang meriah di berikan kepada Davin dengan sinar kamera yang terus memotret Davin. Kayra yang berdiri tidak jauh dari Davin terus melihat wajah Davin. Davin begitu bahagianya yang akhirnya mendapatkan apa yang dia mau dan itu tujuannya menikahi Kayra.


Tidak sekali pun Davin melihat ke arah Kayra. Sehingga sudah melupakan Kayra. Karena Davin sudah mendapatkan apa yang dia mau. Sementara Oma melihat ke arah Kayra. Oma menghela napas dengan wajah senduh Oma yang begitu kasihan kepada Kayra.


Peresmian pengalihan nama itu membuat, Mesya, Lian dan Giselle Sudja tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Mereka hanya bisa menonton dengan penuh kekesalan di mana segala usaha mereka sia-sia.


Davin berdiri dengan wajah bahagianya yang layaknya seorang pengusaha yang membuat Mesya, Lian dan Giselle semakin marah dan Kayra semakin sakit hati dengan air mata yang akhirnya jatuh dan Oma hanya geleng-geleng kepala dengan melihat Davin. Sementara Altarik bereksperesi datar yang juga matanya hanya melihat menantunya saja. Zoy di sana juga hanya berekspresi datar dengan peresmian itu.


********


Setelah acara selesai, sepanjang acara Davin hanya sibuk sendiri tanpa memperdulikan Kayra dan Kayra juga sudah tidak peduli lagi.


Davin dan Kayra sama-sama pulang kerumah dan sama-sama memasuki kamar.


" Akhirnya Perusahaan menjadi melirikku. Tidak sia-sia segalanya. Untung saja kamu hamil Kayra. Jadi Oma bisa mempercepat semuanya," ucap Davin yang lagi-lagi kata-kata Davin begitu menyakitkan hati Kayra.


Kayra berjalan menuju lemari dan tiba-tiba langkahnya berhenti karena melihat benang yang sudah kosong dari tempat gulungannya tanpa ada yang tersisah lagi membuat Kayra tersenyum getir.


"Kayra aku kerumah sakit sebentar ya. Aku lupa Pricilla sudah sangat lama di tinggalkan sejak tadi dia terus menelpon. Aku kerumah sakit ya," ucap Davin berjalan buru-buru menuju pintu.


"Mari berpisah Davin," ucap Kayra membuat langkah Davin terhenti dan terkejut mendengar kata-kata Kayra.


"Aku sudah mengurus perceraian kita," lanjut Kayra membuat Davin semakin terkejut mendengarnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2