
Davin duduk di bangku yang ada di pinggir kolam renang. Raut wajahnya menunjukkan terlihat punya beban pikiran yang isi kepalanya mungkin sudah pecah.
Beberapa kali Davin membuang napasnya kedepan yang menandakan banyak hal yang di hadapinya. Pasti berhubungan dengan pertemuannya dengan Kayra, kata-kata Kayra dan Brian anak kecil yang menghantui Davin membuat perasaannya menentu.
Dengan telapak tangan yang saling mengatup dan Davin yang tertunduk dengan deru napas kasar menjelaskan perasaannya. Tepukan bahu membuat Davin sedikit kaget dan menoleh kesampingnya yang ternyata Dion yang duduk di sampingnya. Yang mana mereka terhalang meja yang di atas meja ada beberapa minuman kaleng. Dion pun langsung membuka minuman kaleng itu dan langsung meneguknya.
"Aku bertemu Kayra," ucap Davin dengan suara beratnya.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Dion langsung tersedak minuman yang terkejut dengan perkataan Davin.
"Kayra," sahut Dion melihat tidak percaya pada Davin.
"Iya aku bertemu dengannya," jawab Davin.
"Kau serius?" tanya Dion yang masih merasa sakit di tenggorakannya karena tersedak. Davin menganggukkan kepalanya. Dion sebentar mengamati wajah Davin. Lalu menghela napas dan kembali meneguk minuman itu untuk meredakan tenggorokannya.
"Aku pikir dunia ini sangat lebar. Ternyata memang hanya selebar daun kelor. Lama mencari kemana-mana tidak bertemu dan 5 tahun berlalu dan baru bertemu," sahut Dion dengan mendengus yang merasa aneh.
"Dia sudah menikah," sahut Davin.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Untuk ke-2 kalinya Dion tersedak minuman. Karena Davin sangat mengejutkannya.
"Kau serius," sahut Dion yang tidak percaya dengan perkataan Davin. Davin menganggukkan kepalanya.
"Bukannya kau tidak mengajukan perceraian ke pengadilan dan Kayra masih istri mu dan dia sudah menikah. Apa itu artinya dia telah memadumu," seloroh Dion. Namun Davin tidak tertarik dengan candaan itu sama sekali. Hanya wajah datar yang di tunjukkannya.
"Davin kau tidak bercanda kan?" tanya Dion yang sekarang benar-benar serius bicara kepada Davin.
"Aku tidak bercanda sama sekali. Dia menjelaskan semuanya dan aku melihat sendiri suaminya dan bahkan anak itu memanggil ayah pada suaminya," jelas Davin.
__ADS_1
"Anak!" pekik Dion, "dia sudah punya anak?" tanya Dion.
"Aku tidak tau itu anaknya atau tidak. Tapi aku yakin tidak. Kayra pergi saat hamil dan dia tidak jujur padaku. Kemana anak kami. Dia mengatakan sudah tidak ada. Tetapi aku tidak percaya sama sekali," jelas Davin.
"Ya, ampun. Ternyata akan masih panjang Drama setelah ini," ucap Dion.
"Dia begitu marah saat aku bertemu dengannya, sangat terlihat masih membenciku, aku pikir setelah bertahun-tahun semuanya bisa berubah dan memulai semuanya. Tetapi ternyata dia bahkan menghiyanati pernikahan yang aku masih tunggu sampai detik ini dan tidak jujur kepadaku masalah anak kami," ucap Davin.
"Davin, wanita itu hatinya sangat lembut, jika dia harus kuat. Maka akan kuat. Jika dia harus lemah maka akan lemah. Dan wanita itu bisa di katakan akan menjadi orang yang paling jahat. Ketika dia sudah sangat hancur. Kayra wanita yang sangat mencintaimu. Tetapi lihat ketika mendapat balasan yang tidak setimpal darimu. Cinta itu bahkan memudah dan memilih orang lain dan tidak menyusahkan sedikit untukmu. Itu lah jahatnya wanita. Jika sudah di sakiti. Dia akan membuat kita sama sekali tidak pernah berarti," kelas Dion yang memberikan arahan pada Davin.
"Aku mengakui ke salahanku yang sudah menyia-nyiakannya. Tetapi di masa lalu tidak semua yang di pikirkan Kayra adalah kebenarannya dan Kayra tidak berhak menghukumku seperti ini. Masalah anak yang mana dia tidak bisa menjauhkannya dari ku yang aku yakin anak itu adalah anakku," ucap Davin.
"Maksud kamu apa?" tanya Dion.
"Brian, aku bisa merasakan dia putraku dan Kayra hanya berbohong," ucap Davin dengan yakin.
"Kamu punya buktinya?" tanya Dion. Davin melihat ke arah Dion yang sepertinya Davin begitu berpikir.
Dion mengalihkan pandangannya ke depan dan kembali minum yang perasaan Dion mulai tidak tenang.
Huffff
"Davin pekerjaan ku banyak. Kenapa bukan Reyhan saja. Aku malas ikut-ikutan dalam urusan mu dengan Kayra, kau saja yang bergerak jangan libatkan aku," protes Dion dengan wajah malasnya.
"Kau bisa di andalkan dalam hal ini. Kau itu mata-mata yang paling bagus bukan," sahut Davin harus menuju Dion dulu. Biar Dion mau membantunya.
"Davin kalau aku bisa di andalkan. Sudah sejak dulu kita menemukan Kayra. Tetapi lihat apa yang terjadi kita tidak menemukannya. Jadi apa yang mau aku cari tau," sahut Dion.
"Semuanya, Kayra di mana dia selama ini, pernikahannya, suaminya dan Bria," tegas Davin.
"Ck, kau benar-benar menyusahkan," sahut Dion yang semangatnya jadi hilang.
Davin berdiri dengan menepuk bahu Dion, " kau harus melakukannya dan besok pagi jangan lupa jemput adikku di Bandara," ucap Davin mengingatkan.
__ADS_1
"Kau saja yang menjemputnya," sahut Dion.
"Kau jangan menghindarinya terus. 5 tahun juga sudah berlalu," sahut Davin yang tersenyum dan langsung pergi.
Dion hanya terdiam kala mengingat Zoy. Ya setelah 5 tahun lalu penolakan kembali di ungkapkan Dion. Bukan Dion yang pergi tetapi Zoy dan sekarang wanita itu kembali membuat Dion sekarang menghela napas berat dan gantian dia yang pusing sekarang.
*********
Kayra berdiri di depan jendela di Apartemennya dengan melihat bangunan-bangunan kota yang di penuhi lampu dengan raut wajahnya yang terlihat berpikir. Tidak jauh-jauh dari pikirannya masalah Davin.
Ceklek.
Pintu kamar yang terbuka membuat Kayra tersadar dari lamunannya dan melihat ke belakangnya.
"Brian sudah tidur pah!" tanya Kayra menduduki kursi yang di meja makan.
"Dia sudah tidur," jawab Aris yang juga duduk di depan Kayra dan memperhatikan raut wajah putrinya itu.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Aris.
"Aku baik-baik saja," jawab Kayra bohong.
"Papa sudah bertemu dengannya, sebelum kamu bertemu dengannya," ucap Aris membuat Kayra melihat ke arah Aris.
"Maksud papa Davin?" tanya Kayra. Aris menganggukan kepalanya.
"Papa mengenalnya?" tanya Kayra yang cukup terkejut. Kayra menikah saat papanya koma dan saat berpisah tidak ada satupun yang di bawa Kayra yang berhubungan dengan Davin, foto-foto pernikahan atau apapun. Jadi sangat mustahil. Jika papanya tau kalau Pria yang di temuinya itu adalah mantan suaminya.
"Saat papa di rumah sakit papa sempat melihatnya dan bahkan berbicara padanya," jawab Aris yang mengejutkan Kayra.
"Saat papa sempat sadar?" tanya Kayra yang benar-benar sangat terkejut.
"Kamu benar. Papa sempat sadar dan bicara sekitar beberapa menit dengannya. Wajahnya, suaranya dan semuanya masih tetap sama," jelas Aris yang begitu mengejutkan Kayra yang tidak menyangkal jika Aris mengenal Davin dan pantesan saat melihat Davin yang seperti merasakan ada sesuatu.
__ADS_1
Bersambung.