
Kayra merasa cemas dan malah kurang fokus. Kayra berjalan ke luar rumah dan di depan rumah ada Reyhan yang menunggunya di depan mobil.
" Apa yang sebenarnya yang ingin mereka lakukan," batin Kayra yang penuh tanya di hatinya.
" Nona Kayra baik-baik saja?" tanya Reyhan yang melihat ke panikan di wajah Kayra.
" Iya aku baik-baik saja," jawab Kayra bohong. Namun dia begitu kepikiran dengan apa yang di katakan Mesya sebelumnya.
" Kalau begitu silahkan masuk nona!" ucap Reyhan membuka pintu mobil dan Kayra langsung memasuki mobil duduk di bagian belakang dan lagi-lagi Kayra mendapatkan boucket bunga yang membuatnya kembali tersenyum yang mana rasa cemasnya hilang begitu saja dari pikirannya.
Kayra juga menemukan surat lagi di dalam rangkaian bunga yang begitu indah dan sangat harum itu.
..." Aku menunggumu di ruanganku. Aku tidak ingin kau terlambat dan jika kau terlambat aku akan menghukummu," tulis Davin....
" Dia jelas-jelas yang membuatku terlambat. Memang dasar Davin aneh. Dia pasti sengaja melakukan ini supaya terus-menerus bisa menghukumku," gumam Kayra geleng-geleng melihat kelakukan suaminya itu.
" Davin di kantor?" tanya Kayra pada Reyhan yang sudah memasuki mobil.
" Benar nona," jawab Reyhan.
" Ya sudah kita langsung ke kantor saja," ucap Kayra dengan semangatnya. Reyhan mengangguk dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan santai.
**********
Tidak lama akhirnya Kayra sampai di Perusahaan dan langsung buru-buru keluar dari Perusahaan untuk menemui Davin yang sudah begitu di rindukannya. Tidak tau kenapa dia merindukan Davin dan ingin bertemu Davin yang membuat hatinya berbunga-bunga hari ini.
Kayra bahkan asal memasuki ruangan Davin begitu saja tanpa mengetuk pintu.
" Davin aku datang!" ucap Kayra dengan semangatnya yang membuat ada beberapa orang di ruangan Davin duduk di Sofa melihat kearahnya membuat Kayra terdiam yang merasa malu dengan 2 pria duduk di Sofa dan ada juga Pricilla di sana dan termasuk Davin.
__ADS_1
" Hmmm, maaf aku tidak tau kalau ada meeting di sini," ucap Kayra menundukkan kepalanya yang malu dengan tingkahnya. Pricilla berdesis melihat kebodohan Kayra yang memalukan seperti anak-anak.
" Seharusnya kau biasakan punya etika saat memasuki ruangan pimpinan. Kau tidak punya tangan untuk mengetuk pintu hah! hanya karyawan yang datang siang dan sekarang membuat ulah. Apa tidak malu dengan klien besar Perusahaan ini," ucap Pricilla dengan sinis yang memanfaatkan situasi untuk mempermalukan Kayra.
Kayra ingin membalas kata-kata itu. Namun dia harus menjaga sikap di depan klien Davin.
" Pricilla cukup!" ucap Davin dengan pelan.
" Aku hanya memperingatkan karyawan yang suka pecicilan sepertinya dan sangat di harapkan dia tau batasnya. Lihat dia mengganggu meeting kita," ucap Pricilla menegaskan.
" Maaf kan kamu tuan untuk ketidak sopan santun dirinya," ucap Mesya.
" Tidak masalah," sahut salah seorang pria.
" Untuk apa kau masih di sana! pergi sana!" usir Pricilla dengan ketus. Pricilla mengangguk yang berusaha menahan dirinya.
Davin mengepal tangannya yang sejak tadi menahan dirinya. Karena Kayra di permalukan di depannya Davin menghela napasnya. Lalu berdiri dan menghampiri Kayra.
" Maaf tuan, ini bukan karyawan saya. Tetapi dia istri saya Kayra Anatasya Devi Altarik," ucap Davin menegaskan yang menjelaskan benar-benar jika wanita di sampingnya itu istrinya. Hal itu membuat Pricilla mengepal tangannya.
" Benarkan. Kapan tuan Davin menikah?" tanya Pria itu yang kelihatan memang tidak tau.
" Sudah berapa bulan lalu dan iya juga sudah banyak yang mengetahui pernikahan saya. Saya memang tidak mengundang banyak orang pernikahan saya. Jadi pasti tuan kaget. Tetapi saya sudah menikah dan mempunyai seorang istri," jelas Davin.
" Ya memang benar kami begitu terkejut mendengarnya tidak di sangka nona cantik ini istri tuan Davin dan kalian berdua terlihat begitu serasi," ucap pria itu memuji Kayra.
" Iya dan dia datang keruangan saya tidak perlu mengetuk pintu. Karena istri saya ingin istirahat di ruangan kami. Saya akan antarkan sebentar. Sekali lagi saya mohon maaf atas kesalah pahaman ini," ucap Davin 2 pria itu mengangguk-angguk dan Pricilla menjadi emosi sendiri.
Davin pun membawa Kayra keruangan pribadinya dan itu di saksikan oleh Pricilla yang di landa cemburu.
__ADS_1
" Sebentar lagi meeting kami akan selesai," ucap Davin dengan lembut berbicara pada Kayra di depan kamar.
" Iya. Aku akan menunggu di sini," jawab Kayra tersenyum. Davin mengangguk dan mencium kening Kayra dengan lembut.
" Kamu cantik sekali hari ini!" Davin masih sempat-sempatnya berbisik memuji istrinya itu membuat Kayra tersenyum. Pricilla semakin di landa api cemburu dan Davin kembali menghampiri sofa untuk melanjutkan meeting.
" Mari kita lanjutkan!" ucap Davin dengan ramah. 2 pria itu mengangguk-angguk dan langsung melanjutkan meeting tersebut dengan suasana hati Pricilla yang sudah panas.
Selesai meeting ke-2 klien Davin itu meninggalkan tempat itu setelah mereka selesai berjabat tangan.
" Apa kau lakukan tadi?" tanya Davin saat Pricilla ingin keluar dari ruangannya.
" Memang apa yang aku lakukan?" Pricilla kembali bertanya.
" Kau berani sekali bicara seperti itu kepada Kayra di depanku," ucap Davin menegaskan.
" Lalu kenapa? aku hanya mengatakan apa yang harus aku lakukan. Kau sangat peduli kepadanya sampai-sampai harus melakukan hal tadi," sinis Pricilla.
" Aku peringatkan kau Pricilla. Jangan sekali-kali kau mengganggu Kayra dan iya kalau masalah peduli. Aku jelas peduli pada Kayra. Kau harus tau Kayra bagiku adalah segalanya dan aku tidak akan tinggal diam. Jika kau berani-berani mengulangi apa yang kau lakukan tadi. Posisi dia di Perusahaan ini lebih tinggi di bandingkan dirimu. Jadi jangan bertingkah seperti anak kecil," tegas Davin pada Pricilla.
" Davin!"
" Keluar!" usir Davin, " aku rasa sudah cukup aku bicara padamu. Dan ini peringatan pertama dan terakhir untukmu dan jika kau masih berani melakukannya. Maaf jika aku terpaksa harus mengeluarkan mu dari Perusahaan ini," ucap Davin memberi ancaman tanpa melihat Pricilla.
Pricilla tersenyum mendengar ancaman Davin yang begitu membuatnya terluka.
" Kau berubah Davin. Mana Davin yang aku kenal dulu yang hanya mencintaiku dan melakukan semuanya untukku. Kau sekarang malah mengancamku. Kau itu sangat berubah," ucap Pricilla.
" Keluarlah dari ruanganku!" usir Davin tanpa menanggapi kata-kata Pricilla.
__ADS_1
" Baiklah aku akan keluar dari ruanganmu. Mau kamu melakukan apa saja kepadaku, mengatakan ini itu atau beberapa kali mengingatkan ku tentang pernikahan mu dengan Kayra. Aku tidak peduli Davin. Perasaanku tidak akan pernah hilang kepadamu. Jadi aku tidak akan peduli sama sekali," ucap Pricilla yang keluar dari ruangan itu. Davin membuang napasnya perlahan kedepan.
Bersambung