Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 33 Tidak di sangka dia lagi


__ADS_3

" Dasar murahan, kamu menikah dengan kak Davin hanya untuk harta bukan," tuduh Giselle lagi. Kayra mendengar kata-kata itu mungkin sudah kebal hati. Karena penghinaan atau tuduhan bukan hal yang asing di telinganya. Jadi dia sudah kebal untuk hal itu.


" Terserah kalian mau berpikir apa kepadaku. Aku tidak bisa memaksa kalian untuk menyukaiku. Jadi terserah kalian. Sekarang minggirlah aku mau lewat!" tegas Kayra.


" Siapa kau yang berani mengatur-atur kami," sahut Giselle.


" Ada apa ini!" tiba-tiba terdengar suara Oma yang membuat Joy dan Giselle kaget dan membalikkan tubuh melihat ke sumber suara itu.


" Apa yang kalian lakukan, kenapa menghalangi jalan Kayra?" tanya Oma.


" Tidak Oma, siapa yang menghalangi jalannya kita hanya bicara kepadanya," sahut Giselle.


" Ya sudah bukannya bicara kita sudah selesai. Maka minggirlah!" sahut Kayra. Joy dan Gisella benar-benar kaget mendengar ucapan Kayra menggunakan kesempatan untuk menentang mereka berdua.


" Hmmm, pasti," sahut Joy tersenyum terpaksa yang membuka jala. Kayra membuang napasnya perlahan lalu melewati 2 orang itu.


" Oma, Kayra pergi dulu. Kayra buru-buru mau kekampus," ucap Kayra yang mencium punggung tangan Omanya.


" Kamu naik apa?" tanya Oma.


" Aku naik Taxi aja Oma," jawab Kayra.


" Kamu di antar supir saja," ucap Oma.


" Tidak usah Oma," tolak Kayra.


" Tidak apa-apa Kayra, kamu nanti bisa telat," sahut Oma menegaskan yang langsung membawa Kayra keluar rumah untuk di antarkan supir.


" Sialan dia, sungguh benar-benar berani kepada kita," ucap Giselle dengan mengepal tangannya.


" Lihat aja. Kita akan balas perbuatannya," sahut Joy yang mempunyai dendam pada Kayra.


" Hmmm, benar, orang sepertinya memang harus di berikan pelajaran supaya kapok," sahut Giselle yang sama gilanya dengan kakaknya.


************


Kayra pun sudah sampai di depan kampusnya yang mana dia terus melihat arloji di tangannya yang benar-benar dia sudah begitu terlambat.


" Makasih ya Pak," sahut Kayra yang langsung buru-buru keluar dari mobil.


" Nona nanti mau di jemput atau tidak?" teriak Pak supir. Kayra tidak mendengarnya dan langsung lari dengan kencang kedalam kampusnya.


" Aduh, bukannya di jawab dulu malah yang langsung lari aja," ucap pak supir dengan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Kayra dengan lari-larian menuju kelas yang mana dia memang telat. Saking buru-burunya Kayra harus bertabrakan dengan Indri temannya.


" Ya ampun Kayra," pekik Indri.


" Sory-sory Indri aku buru-buru. Soalanya ada kelas komunikasi kasih hari ini," ucap Kayra dengan wajah paniknya.


" Ohhh, aku tau yang kata-kata anak-anak bimbingannya seorang pengusaha hebat ya yang datang memberikan arahan," sahut Indri.


" Aku tidak tau. Apa kelasnya sudah berjalan?" tanya Kayra panik.


" Kayaknya sudah. Soalnya tadi kampus sempat heboh dengan kedatangan Pria tampan katanya dan aku juga tidak sempat melihatnya katanya sih pria itu..." sahut Indri.


" Ya sudah kalau begitu aku masuk kelas dulu," ucap Kayra yang langsung buru-buru berlari.


" Huhhhhh, aku belum selesai bicara dia sudah main pergi aja. Karya-karya," Indri geleng-geleng melihat kearah Kayra yang sudah tidak terlihat lagi. Larinya Kayra benar-benar begitu cepat.


*************


Sementara untuk di kelas Kayra semua mahasiswa yang berurusan sudah berkumpul di sana dan memang ada seorang Pria yang bisa di katakan berumur dengan yang mungkin dosen profesional dan seorang Pria tampan di sampingnya yang tak lain adalah Davin yang memberikan arahan pada orang-orang itu.


Brukkk.


Kayra membuka pintu ruangan itu dengan keras membuat perhatian tertuju padanya tidak ketercuali Davin dan lagi-lagi ke-2nya sama-sama di kejutkan yang pasti tidak menyangka akan bertemu di sana.


" Kenapa dia ada dini?" tanya Davin kaget dengan suara pelan.


" Jangan bilang jika dia adalah orang yang akan...," Batin Kayra yang mulai merasa ada yang tidak beres yang begitu terkejutnya dengan suaminya yang tiba-tiba ada di kampusnya dan bahkan di dalam kelas yang akan di masukinya.


" Kayra ayo masuk kenapa berdiri di sana. Bergabung dengan teman-temanmu," ucap Kayra dosen yang satunya.


" Baik pak," sahut Kayra menganggukkan kepalanya yang melangkah perlahan yang memasuki ruangan itu dan mencari tempat duduk.


" Apa dia salah satu murid di sini?" tanya Davin pada dosen tersebut.


" Benar pak Davin," jawab Dosen.


" Hmmm, saya merasa sedikit kecewa dengan pertemuan pertama ini. Di mana ternyata ada salah satu mahasiswa yang tidak disiplin yang datang terlambat," ucap Davin menyindir Kayra. Kayra yang mendapat sindiran itu mendapat tatapan dari teman-temannya yang ada di sekelilingnya.


" Kayra minta maaf lah pada pak Davin," sahut Dosen tersebut.


" Issss, benar-benar dia mengambil kesempatan dalam kesempitan," umpat Kayra di dalam hatinya yang begitu kesal dengan Davin.


" Kayra!" tegur dosen itu lagi.

__ADS_1


" Buruan kay, jangan bikin kampus kita malu," sahut temannya. Kayra dengan terpaksa pun akhirnya berdiri di tempat duduknya.


" Maafkan saya yang sudah merusak kedisplinan, saya tidak akan mengulanginya lagi," ucap Kayra menundukkan kepalanya yang. Hal itu membuat Davin menyunggingkan senyumnya yang merasa menang.


" Baiklah, untuk masalah ini kita anggap selesai. Baik kita akan lanjutkan," sahut Davin dengan berwibawa nya yang kembali menyampaikan apa yang ingin di sampaikannya pada mahasiswa/i tersebut.


Publik speaking Davin memang begitu lancar yang membuat seisi kelas mengagumi Davin. Kayra yang melihat di sekitarnya melihat teman-teman wanita di kelasnya benar-benar seperti mengagumi sosok Davin.


" Baiklah, saya rasa cukup sampai di sini. Semoga apa yang saya katakan bisa kalian terima dan semoaga pertemuan pertama ini membuat kita saling betkwsa, terima kasih untuk semuanya," ucap Davin mengakhiri pertemuan itu.


Para mahasiswa itu bertepuk tangan dan juga pasti Kayra juga bertepuk tangan. Davin pun berjabat tangan dengan Dosen yang mendampinginya sedari tadi.


" Terimakasih Pak Davin atas waktu bapak," ucap dosen tersebut.


" Sama-sama Pak," sahut Davin.


" Hmmm, saya boleh minta tolong salah satu murid bapak untuk membawakan laptop dan juga beberapa barang-barang saya ke mobil," ucap Davin.


" Pasti Pak Davin," sahut Dosen tersebut dengan kepalanya melihat ke arah para murid yang akan di perintahkannya.


" Yang terlambat tadi saja pak, sekalian hukuman untuknya supaya tidak mengulanginya lagi," sahut Davin.


" Oh benar pak Davin," sahut Dosen itu setuju dan melihat ke arah Kayra ingin keluar dari tempat duduknya.


" Kayra!" panggil dosen tersebut membuat Kayra melihat. Dan dosen itu memanggil Kayra menggunakan tangannya. Kayra pun mengangguk dan langsung menghampiri Pak dosen.


" Ada apa pak?" tanya Kayra.


" Tolong kamu bawa barang-barang Pak Davin kemobilnya," jawab Dosen tersebut membuat Kayra melotot dan langsung melihat tajam ke arah Davin.


" Tidak apa-apa kan jika saya minta tolong," sahut Davin dengan senyum kemenagannya.


" Kayra kamu jangan diam saja. Pak Davin ini buru-buru. Lagian ini anggap saja hukuman untuk kamu yang datang terlambat," ucap Dosen tersebut. Kayra merapatkan giginya yang tau jika semua ini adalah rencana Davin.


" Sepertinya mahasiswi bapak keberatan," sahut Davin.


" Tidak Pak Davin mana mungkin. Kayra kamu jangan diam saja cepat bantu pak Davin!" desak dosonnya tersebut.


Kayra mengeluarkan senyum terpaksanya dan langsung melakukan apa yang di perintahkan yang pasti tidak ikhlas.


" Baik Pak saya permisi!" ucap Davin pamit.


" Dasar, dia hanya mengerjaiku," batin Kayra dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2