Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 223


__ADS_3

Kayra sedang duduk di salah satu bangku yang ada di rumah sakit. Kayra terlihat begitu murung yang beberapa kali mengusap wajahnya dengan kasar dengan hembusan napasnya yang terlihat tidak teratur. Mungkin saja Kayra memikirkan banyak hal yang pasti memikirkan Davin, dan juga anak yang di katakan Pricilla sebagai anaknya.


"Kayra!" tiba-tiba terdengar suara membuat Kayra mengangkat kepalanya melihat ke arah suara tersebut.


"Indri," sahut Kayra yang terkejut melihat sahabatnya dulu yang memang belum pernah di temuinya.


"Ya ampun Kayra. Ini sungguh kamu," pekik Indri yang begitu bahagia melihat ke kedatangan Kayra. Bahkan Kayra langsung berdiri dan memeluk sahabatnya itu.


"Iya ini aku lah. Aku tidak percaya bisa bertemu dengan kamu," ucap Kayra yang kesenangan yang masih berpelukan dengan Indri.


"Aku juga senang Kayra, aku benar-benar kangen banget sama kamu," ucap Indri dengan begitu bahagiannya yang terus memeluk Kayra dengan erat dan sampai mereka berdua saling melepas pelukan itu.


"Kamu tambah cantik aja," puji Indri.


"Kamu juga," sahut Kayra dengan terharu memeluk sahabatnya itu.


"Kamu sudah lama di Jakarta. Tetapi tidak mau mengabariku. Apa kamu sudah melupakanku?" tanya Indri dengan wajahnya yang lesu.


"Bukan begitu Indri, ceritanya panjang. Aku mana mungkin melupakan kamu," ucap Kayra.


"Baiklah kalau begitu ayo kita mengobrol. Bukannya banyak yang harus kita obrolin," ucap Indri.


"Baiklah, sangat banyak yang harus kita ceritakan. Sudah 5 tahun tidak bertemu," sahut Kayra yang pasti ingin banyak mengobrol dengan temannya itu.


**********


Indri dan Kayra pun mengobrol di salah satu kafe yang tidak jauh dari rumah sakit di mana mereka terlihat mengobrol dengan minuman yang mereka pesan.

__ADS_1


"Kayra saat kamu pergi. Davin benar-benar seperti orang frustasi. Dia terus mencari kamu bahkan mencari ku bukan hanya sekali yang Davin mengira bahwa aku telah menyembunyikan kamu. Padahal sama sekali tidak. Aku tidak pernah menyembunyikan kamu sama sekali. Tapi bolak-balik Davin selalu menanyakan kamu," jelas Indri yang menceritai apa yang terjadi saat Kayra tidak ada.


"Penyesalan memang selalu datang terlambat dan saat dia kehilangan kamu dia juga baru sadar bahwa Pricilla dan mamanya hanya menjebaknya dengan memanfaatkan keadaan di mana Pricilla yang berpura-pura sakit. Saat itu Davin merasa bodoh dan benar-benar menyesal dan tidak ada yang di katakannya pada Pricilla maupun mamanya karena kemarahannya yang sudah tidak bisa di kendalikan lagi," jelas Indri.


Sepenjang Indri bercerita. Kayra hanya diam dengan wajahnya yang sendu yang tidak tau apa yang di rasakan dan di pikirkannya.


"Percayalah padaku dia sangat mencintai mu sampai detik ini dia tidak memiliki wanita lain. Karena memang menunggumu," ucap Indri.


"Tapi dia punya anak dari Pricilla," sahut Kayra dengan suara seraknya yang mengatakan hal itu terasa sangat sakit baginya.


"Apa kamu yakin itu anaknya?" tanya Indri balik.


"Oke, mungkin saja Davin tidak akan melakukannya atau sengaja melakukannya. Tapi bukannya Pricilla dia sangat licik bisa saja Davin di jebak dan sampai hal itu terjadi dan mau itu di jebak atau tidak. Tetap Davin punya anak dari wanita lain," ucap Kayra.


"Kayra tapi semua itu belum tentu," ucap Indri.


"Indri aku juga berusaha untuk segalanya, tapi jika masalah anak aku juga tidak mungkin membiarkan Davin tidak bertanggung jawab dengan anak itu," sahut Kayra.


"Kamu benar. Itu memang kepastiannya. Namun untuk kondis Cika yang sekarang ini. Aku jadi tidak tega dengan dia yang sudah tau Davin ayahnya. Namun akan melakukan tes DNA dan jika Cika bukan anak Davin. Aku tidak membayangkan bagaimana kecewanya Cika," ucap Kayra dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Jika itu terjadi. Itu bukan kesalahan kamu. Tetapi kesalahan Pricilla. Kayra dulu Kayra berusaha untuk menghancurkan pernikahan kamu dengan caranya yang sangat licik dan kamu bertahan sampai akhirnya kamu juga tidak bertahan dan memilih pergi yang artinya Pricilla pemenangnya walau pada akhirnya Davin mengetahui kebenarannya dan sekarang di saat kamu kembali dan Davin berusaha untuk memperbaiki semuanya dia juga kembali. Lalu apa kamu akan membiarkan Pricilla untuk menang lagi?" tanya Indri yang mencoba untuk memberi arahan pada temannya itu.


"Ingat Kayra kamu juga punya anak dan anak kamu harus mendapatkan haknya sebagai anak. Apa kamu ingin memberikan hak anak kamu dengan anak yang belum tentu anak Davin dan mungkin kamu mempertimbangkan segalanya karena kamu simpatik dengan Cika yang sedang sakit. Tetapi bukan berarti rasa simpatik kamu harus membuat anak kamu kehilangan haknya yang seharusnya bisa bersama ayahnya," jelas Indri dengan bijaksana yang menceramahi temannya itu.


"Aku mengatakan ini. Karena aku hanya ingin kamu bahagia. Karena sudah cukup dulu. Di mana kamu menderita dan jika ingin membalas penderitaan kamu maka balas pada Davin. Tuntut dia untuk memberimu kebahagian berlipat-lipat atas penderitaan yang di berinya," ucap Indri dengan penuh penegasan pada temannya itu.


Kayra memejamkan matanya dengan menutup dengan ke-2 tangannya yang menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan yang mana dia masih penuh dengan kebingungan.

__ADS_1


Ting.


Notif pesan tiba-tiba masuk dan Kayra langsung membukanya yang ternyata dari Davin.


"Papa mengantarkan Brian kerumah karena ingin makan malam bersama Oma dan yang lainnya. Papa juga ada di sana. Jadi ikutlah pulang kerumah kita bisa membujuk Brian di sana. Aku yakin dia tidak akan marah lagi," tulis Davin dalam pesannya.


"Ada hal penting?" tanya Indri yang melihat temannya tampak sendu.


"Indri aku harus pergi," ucap Kayra.


"Baiklah kalau begitu. Aku juga harus pergi. Aku berharap kamu bisa memikirkan semua ini ingat ini untuk Brian," ucap Indri.


"Iya makasih ya sudah memberiku saran," ucap Kayra.


"Iya," sahut Indri yang tersenyum. Dia hanya berharap temannya itu akan baik-baik aja setelah dia memberikan arahan.


***********


Kayra dan Davin akhirnya tiba di kediaman Davin yang mana ke-2nya sama-sama turun dari dalam mobil dan langsung memasuki rumah.


"Aku sudah melakukan tes DNA pada Cika. Hasilnya akan besok," ucap Davin yang melakukan tes DNA dengan cepat. Kayra tidak menanggapi kata-kata Davin dan langsung melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu yang mana langsung matanya tertuju pada Brian yang bermain bersama Giselle dan juga Zoy dengan bermain bola.


Kebetulan bola itu menghampiri Kayra dan Davin yang sudah menghentikan langkahnya dan Brian berlari mengejarnya. Namun langkah Brian yang tadi begitu sangat mengambil bola itu langsung terhenti ketika melihat orang tuanya.


Bukannya menghampiri orang tuanya Brian langsung berlari menuju Oma Elisabeth dan memeluk Oma Elishabet yang mana Brian masih menunjukkan marahnya pada orang tuanya.


Oma Elishabet, Altarik, Mesya, Zoy dan Gisella, Aris, Silvia dan Haykal melihat hal itu tidak bisa mengatakan apa-apa. Mereka hanya berusaha untuk memahami Brian yang pasti sangat marah pada orang tuanya.

__ADS_1


Kayra jadinya sedih dengan anaknya yang jangankan memeluknya menegurnya memanggil namanya saja Brian sudah tidak mau.


Bersambung


__ADS_2