
" Benar kata kak Joy kita memang ingin menghancurkan rumah tangga Kayra dan kak Davin dengan cara apapun," sahut Giselle memperjelas niat jahatnya.
" Kanapa tidak mengatakan dari awal? Aku bisa melakukannya," sahut Lian dengan tersenyum miring
" Memang kamu bisa melakukan apa?" tanya Mesya menatap dengan meremehkan.
" Mama jangan spele. Aku bisa merusak hubungan mereka ber-2. Jika memang mama, Giselle dan Joy memang menginginkan hal itu," sahut Lian dengan tersenyum miring yang penuh rencana.
" Ya sudah kalau kamu memang punya rencana untuk memisahkan hubungan mereka. Tetapi kamu ingat Lian. Jangan ceroboh. Karena kamu tau Davin seperti apa dia tidak akan mengampuni kamu jika kamu bertindak gegabah dan melakukan kesalahan," ucap Mesya mengingatkan Lian putranya.
" Mama santai aja, semuanya akan beres di tanganku jangan khawatir mama sayang," sahut Lian dengan percaya dirinya.
" Baiklah kalau begitu. Yang intinya kita harus benar-benar memisahkan mereka berdua dan kamu lakukan apa yang harus kamu lakukan," sahut Mesya.
" Setuju!" sahut Joy dan Giselle dengan serentak.
" Aku akan membuat Kayra menjadi milikku. Dia harus jatuh cinta kepadaku. Dengan begitu hubungan Davin dan Kayra akan berantakan dan Kayra akan menjadi milikku," batin Lian dengan rencananya. Ya dia memang sudah mengincar Kayra dari awal. Dia memang menyukai Kayra. Walau Silvia mendekatinya. Tetapi Kayra yang dapat menarik perhatiannya.
Begitu mamanya punya rencana untuk memisahkan hubungan Kayra dan Davin membuat Lian mengambil kesempatan itu. Karena dia begitu percaya diri sekali. Jika Kayra menyukainya. Padahal Kayra tidak pernah meliriknya sama sekali. Kayra tidak buta. Dia juga bisa memilih untuk pasangannya dan Lian dan Davin jelas berbeda.
********
Akhirnya Kayra dan Davin sampai di Bandara dan Reyhan ikut bersama mereka. Karena memang Reyhan di butuhkan di sana untuk membantu pekerjaan Davin. Begitu sampai di Bandara, Reyhan mengurus segala keberangkatan dan sampai akhirnya Davin dan Kayra berada di dalam pesawat yang VVIP.
Kayra langsung duduk di dekat jendela. Begitu juga dengan Davin yang langsung duduk di sebelahnya yang sebelumnya Davin membuka jasnya terlebih dahulu.
Tidak lama Reyhan pun memasuki ruangan tersebut untuk menemui bosnya.
" Bos butuh sesuatu?" tanya Reyhan.
" Tidak ada nanti aku akan memanggilmu," ucap Davin.
" Baik bos. Kalau nona Kayra butuh sesuatu?" tanya Reyhan menawarkan Kayra.
" Tenggorokan ku haus. Aku minta tolong untuk membawakanku minum," ucap Kayra merasa tidak enak harus menyuruh Reyhan.
" Baik nona, saya ambil sebentar!" sahut Reyhan yang langsung pergi. Dia memang harus meladeni istri tuannya itu karena sama saja Kayra juga bosnya. Karena sudah menikah dengan Davin.
Tidak lama akhirnya Reyhan kembali dengan membawakan Kayra air mineral.
" Silahkan nona!" ucap Reyhan.
__ADS_1
" Makasih Reyhan," sahut Kayra tersenyum manis dan langsung mengambil air mineral itu. Kayra kesulitan membukanya.
" Reyhan aku minta tolong!" Kayra kembali memberikannya pada Reyhan untuk membukakan botolnya.
Davin mendengus kasar dengan Kayra yang mendadak sangat manja pada asistennya itu. Bahkan Davin merasa tidak di anggap yang berada di sebelah Kayra. Yang seharusnya Kayra meminta tolong padanya bukan malah melangkahinya.
" Sudah nona," sahut Reyhan memberikan dan lagi-lagi Davin hanya kesal melihat interaksi dua orang itu yang sangat dekat yang mana merasa risih dengan tangan Kayra dan Reyhan yang beberapa kali muncul di hadapannya.
" Makasih Reyhan," sahut Kayra tersenyum manis dan langsung meneguk air tersebut.
" Apa nona butuh sesuatu lagi?" tanya Reyhan yang melihat Kayra sudah selesai minum.
" Aku mau ke toilet, kamu bisa mengantarkanku," sahut Kayra dengan mudahnya. Davin kembali mendengus kasar dan menoleh ke arah Kayra.
" Dia bukan pramugari!" ketus Davin pada istrinya yang kecentilan itu.
" Tapikan aku minta tolong padanya. Dia juga tidak keberatan," sahut Kayra yang harus berdebat dengan Davin.
" Ck. Panggil pramugari kemari!" perintah Davin pada Reyhan.
" Baik bos," sahut Reyhan yang langsung pergi. Kayra hanya berdesis kesal dengan Davin yang melarangnya bersama Reyhan.
" Maaf pak, Bu ada yang bisa di bantu?" tanya pramugara itu dengan ramah.
Karya tersenyum melihat ke tampanan Pria itu dan Davin menoleh kearah Kayra yang mendadak kesal dengan Kayra yang semakin lama semakin menjadi-jadi genitnya.
" Saya mau ketoilet. Tolong antarkan saya," sahut Kayra dengan cepat.
" Baik Bu," sahut pramugara dengan menganggukkan kepalanya. Kayra begitu semangatnya langsung berdiri dan saat ingin melewati Davin. Davin langsung berdiri dan menghalangi Kayra.
" Ada apa?" tanya Kayra heran.
" Aku yang akan mengantarmu. Kau pergilah dari sini!" ucap Davin yang mengusir pramugara itu.
" Baik pak," sahut pramugara itu dan langsung pergi.
" Apasih, dia mau mengantarkan ku. Kau malaj ikut-ikutan," sahut Kayra dengan kesal.
" Kenapa kau keberatan dan kesal karena dia tidak mengantarmu ke toilet," sahut Davin tampaknya marah.
" Iyalah aku kesal," sahut Kayra dengan santainya.
__ADS_1
" Kau ini benar-benar ya," geram Davin.
" Kenapa menyalahkanku," sahut Kayra.
" Sudah diam, ayo ketoilet!" tegas Davin yang menarik tangan Kayra begitu saja.
" Dasar kecentilan. Matanya tidak bisa diam apa jika tidak melihat pria," gerutu Davin di dalam hatinya yang kelihatan panas dengan tingkah Kayra.
*********.
Sementara di sisi lain Susan tampaknya sedang emosi di dalam kamarnya yang mana Susan menyapu meja riasnya dengan tangannya sehingga barang-barang di atas meja rias itu berjatuhan ke lantai.
" Sialan, kenapa semuanya jadi seperti ini. Aku bisa-bisa kalah dan semua uangku sudah habis," teriaknya dengan oebug emosi yang ternyata kemarahannya di sebabkan judi.
Baru Davin mentransfer total 500 juta dan bahkan belum ada 2 hari. Uang itu sudah habis di meja judi.
" Argggghhh!" Susan mengacak rambutnya prustasi yabg layaknya seperti orang gila.
" Kenapa semuanya bisa jadi seperti ini. Semuanya benar-benar sialan. Aku benar-benar di tipu," umpatnya dengan kemarahan yang merasa bahwa dirinya telah ditipu.
Biasalah kalau kalah tidak akan menerima kekalahan dan sekarang hanya bisa marah-marah karena kalah..Mendengar teriakan Susan membuat Silvia menghampiri susuan kekamarnya.
Silvia terkejut dengan kamar sang mama yang begitu berantakan. Barang-barang berserakan di lantai dan mamanya seperti orang gila.
" Mama! apa yang terjadi?" tanya Silvia dengan penuh keheranan.
" Mama di tipu dan semua uang mama telah habis," jawab Susan.
" What, di tipu. Kok bisa," pekik Silvia dengan kaget.
" Mama bisa-bisanya kalah bermain judi. Padahal jelas mama merasa ada sesuatu dan uang 500 juta yang di berikan Davin ludes semuanya," jelas Susan.
" Davin memberi mama uang 500 juta," sahut Silvia yang tampak terkejut.
" Iya ," sahut Susan.
" Dan mama tidak mengatakannya kepadaku. Mama memakan uang itu sendiri," sahut Silviana yang tampak tidak terima. Susan diam dan tidak menjawab.
" Syukur kalau uang itu habis siapa suruh serakah dan tidak membagiku," batin Silvia yang kelihatan begitu kesal.
Bersambung
__ADS_1