
Mentari pagi kembali tiba. Kayra yang begitu kelelahan tertidur di bangku panjang yang ada di luar. Sudah pagi seperti ini namun Kayra belum terbangun sama sekali. Dia tetap tertidur walau banyak orang-orang yang berlewatan di sekitarnya, suara ricuh dan yang lainnya yang tidak sama sekali membangunkannya.
Mungkin karena Kayra begitu kecapean dan rekan-rekannya juga tidak ingin mengganggunya yang memberikannya waktu untuk beristirahat. Karena mereka tau Kayra yang paling banyak menghabiskan waktu untuk pasien sampai konsinyasi juga ikut lemah.
Tiba-tiba terdengar suara helikopter yang begitu kuat. Helikopter yang mengisaratkan begitu rendah sampai tiupan anginnya membuat rambut Kayra menari-nari di wajahnya.
Helikopter itu berhenti di lapangan yang ada di depan ruang sakit yang sekitar 20 meter jauhnya. Namun suara dan tiupan angin itu mampu membuat mata Kayra terbuka dan posisinya yang memang tertidur miring menghadap lapangan.
Jadi Kayra bisa melihat helikopter tersebut. Saat mata itu terbuka dengan sempurna Kayra melihat yang turun dari helikopter itu adalah Davin. Tidak tau dia mimpi apa tidak yang kelas Kayra langsung terbangun dan langsung duduk.
Sementara Davin yang turun dari helikopter dengar memakai kacamata hitam yang mencuri perhatian semua orang. Dan pasti para Dokter lega. Karena pihak rumah sakit mereka langsung datang. Namun Davin melihat disekitar yang mencari-cari seseorang yang pasti siapa lagi jika bukan Kayra.
Tujuan utamanya untuk datang ke tempat itu, untuk memastikan keadaan istrinya yang sebelumnya Davin berusaha untuk menghubungi Kayra namun tidak bisa sama sekali.
Mata Davin terus mencari-cari Kayra dengan posisinya yang tetap berdiri di tempatnya. Namun tiba-tiba mata itu berhenti pada suatu titik. Pada titik ujung yang mana melihat orang yang di carinya yaitu Kayra yang berlari kearahnya.
Kayra bahkan melewati orang-orang yang berada di depannya yang fokus melihat Davin karena Davin begitu mencuri perhatian. Davin juga tinggal diam di tempat dia pun berlari menghampiri Kayra sampai akhirnya mereka saling berhadapan dengan napas yang sama-sama naik turun dan langsung saling memeluk.
"Kayra!" lirih Davin yang merasa lega. Dengan selamatnya Kayra dan memeluk Kayra dengan erat yang tidak akan meninggalkan Kayra sama sekali. Sama dengan Kayra yang tidak tau kenapa begitu menginginkan Davin berada di sisinya dan sangat ingin bersama Davin yang merasa Kayra kembali semangat Karsan sudah ada Davin yang sekarang memeluk dirinya.
Kayra dan Davin yang berpelukan. Harus membuat fokus dokter-dokter dan perawat, suster hilang. Mereka tau Davin adalah atasan mereka dan kenapa berpelukan dengan Kayra yang menjadi tanya bagi mereka dengan wajah kaget pasti.
Namun Dion dan Zoy yang ada di belakang 2 orang yang berpelukan itu sama-sama saling melihat yang mana Zoy juga lega karena Kayra benar-benar selamat.
Tidak dengan Maya dan juga Anggi saling melihat dengan mata yang terbuka lebar, dengan wajah yang sangat shock.
__ADS_1
"Apa aku tidak salah lihat?" tanya Anggi.
"Kalau kamu salah lihat. Apa aku juga salah lihat," sahut Maya yang sampai menepuk pipinya.
"Kayra dan Pak Davin berpelukan erat seperti pasangan. Sepertinya itu nyata," ucap Anggi yang masih tidak percaya
"Itu memang nyata, tapi sejak kapan dan apa mungkin mereka ada hubungan?" tanya Maya dengan penuh kebingungan.
Sementara Davin dan Kayra yang selesai berpelukan saling melepas pelukan itu dan lihatlah Kayra bisa-bisanya mengeluarkan air mata dan Davin langsung memegang ke-2 pipinya dengan mengusap air mata itu.
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Davin dengan cemasnya pada Kayra. Kayra menggelengkan kepalanya yang tidak sanggup berkata-kata. Davin yang merasa lega langsung mencium kening Kayra dan setelah itu kembali memeluk Kayra.
Davin dan Kayra tampaknya tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan mereka itu mencuri perhatian orang-orang yang akan menimbulkan isu-isu. Namanya juga saling merindukan. Jadi tidak masalah sama sekali.
*********
"Apa sudah ada sinyal?" tanya Kayra.
"Belum ada. Kamu jangan Khawatir. Nanti kalau sudah ada kita akan langsung telpon Brian dan akan mengabari keadaan kamu," ucap Davin yang tau apa yang di pikirkan Kayra.
"Apa Brian rewel?" tanya Kayra.
"Dia sangat takut terjadi sesuatu pada kamu. Jadi sangat wajar kalau Brian rewel," jawab Davin.
"Lalu kamu kenapa datang kemari?" tanya Kayra yang sembari mengunyah makanannya.
__ADS_1
"Tanpa aku menjawab kamu sudah tau alasannya yang pasti tujuanku datang kemari untuk kamu," ucap Davin, "aku lega Kayra kamu baik-baik saja. Seharusnya aku tidak membiarkan untuk pergi. Jadi kejadian ini tidak akan terjadi," ucap Davin.
"Aku tidak apa-apa Davin. Makasih sudah mengkhawatirkanku dan makasih sudah datang yang membuatku jauh lebih tenang dengan adanya kamu di sini," ucap Kayra yang jujur dengan perasaannya. Jika dia jauh lebih dari sebelumnya.
"Kamu tampak lelah. Apa kamu tidak tidur?" tanya Davin yang melihat mata panda Kayra.
"Tidak aku tidak apa-apa sama sekali dan masalah tidur itu sangat biasa untuk seorang Dokter," ucap Kayra dengan tersenyum.
"Setelah makan istirahatlah," ucap Davin. Kayra mengangguk dengan tersenyum yang tumben-tumbenannya menurut pada Davin. Davin lega dengan mengusap pucuk kepala Kayra dia benar-benar bisa bernapas tenang ketika Kayra baik-baik saja.
Di tengah kemanisan itu tiba-tiba suara meja yang bergeser terdengar membuat Kayra dan Davin melihat ke arah suara itu. Siapa lagi kalau bukan Maya dan Anggi yang tidak tau sejak kapan di sana yang pasti menjadi penguping.
"Maaf kami pikir tidak ada orang," sahut Anggi dengan gugup.
"Iya kami, hanya, hanya mengambil, anu, itu, makanan," sahut Maya dengan beralasan. Namun Anggi memukul tangan Maya.
"Kenapa mengambil makanan. Itu kamar. Makanan ya adanya di dapur," ucap Anggi.
"Ya aku melihat Kayra makan ya aku pikir ada makanan di sini," ucap Anggi yang mana ke-2nya malah bertengkar.
"Lalu kalian mau sampai kapan di sana?" tanya Davin
"Mau sampai kalian selesai," jawab Anggi keceplosan, "oh maksudnya ini juga sudah mau pergi kok. Maaf ya pak Davin. Ayo Maya!" Anggi yang dengan gugup langsung menarik tangan Maya yang mereka langsung pergi. Davin dan Kayra saling melihat dan tersenyum penuh arti. Keduanya tidak tau apa yang di pikirkan. Namun tampaknya hubungan mereka semakin dekat.
Mungkin hikmah dari kejadian ini akan membuat mereka harus go publik. Karena pasti sudah banyak isu-isu yang akan menyebar.
__ADS_1
Bersambung