
Davin tidak mandi sendirian. Kayra yang tadi sudah mandi akhirnya mandi lagi bersama Davin yang mana mereka berdua berciuman dengan panas di bawah guyuran air shower
Kayra yang mengalungkan tangannya di leher Davin yang masih memakai bathrobe penutup tubuh polosnya. Ciuman itu semakin menuntun di mana ke-2 saling memberi kenikmatan satu sama lain. Tangan Davin yang mengusap-usap punggung Kayra juga berhasil menurunkan penutup tubuh istrinya dan mereka sudah sama-sama polos dalam ciuman yang sudah berpindah pada leher jenjang Kayra.
Davin memang selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mana mungkin membiarkan istrinya menganggur. Jadi dia harus menjalankan aksinya untuk menyentuh seluruh tubuh istrinya.
Mereka saling merindukan. Hubungan biologis memang pasti menjadi candu untuk ke-2 pasangan itu. Apa lagi ke-2nya sudah saling mencintai dan Kayra yang biasanya malu-malu. Namun sekarang tidak dia bahkan ingin memberikan suaminya itu kenikmatan.
Seperti sekarang ini yang tidak tau kapan mereka sudah berpindah ke atas ranjang di mana Kayra yang berada di atas tubuh Davin. Yang menciumi tubuh Davin dan Davin begitu menikmati setiap sentuhan Kayra sampai matanya terpejam.
Kayra merasa wanita yang paling sempurna. Ketika berhasil membuat suaminya menikmati apa yang di lakukannya. Ke-2nya sama-sama saling memberi kenikmatan yang sama-sama terbuai dengan dengan sentuhan-sentuhan yang saling membalas di antara ke-2nya.
***********
Setelah melakukan percintaan panas mereka yang terlewatkan yang tidak tau sudah beberapa jam. Tetapi sekarang sudah pukul 3 pagi di pastikan mereka pasti baru selesai melaksanakan perang di atas ranjang itu.
Kayra dan Davin yang berada di atas ranjang dengan sama-sama polos yang hanya tertutupi selimut. Di mana Kayra berada di dada bidang suaminya sembari jarinya yang lentik meraba-raba dada bidang itu.
Keduanya habis bercinta yang tidak tau terlewatkan beberapa jam, mungkin sangat panjang dan sekarang dia begitu kelelahan dan beristirahat.
" Lalu hukuman apa yang akan kamu berikan kepada mereka?" tanya Kayra. Davin memang menceritakan semua yang terjadi pada istrinya.
" Aku akan memberi pelajaran yang berat. Terutama untuk Lian. Ini juga demi menjaga kamu. Agar mereka tidak macam-macam padamu. Aku tidak mau mereka akan bertindak yang lebih jauh lagi padamu," ucap Davin.
Kayra menghela napasnya, " Mereka benar-benar jahat. Aku selama ini berpikiran. Jika hanya ibu tiri ku yang jahat. Tetapi ternyata aku salah. Ibu tirimu dan saudara tirimu juga begitu jahat," ucap Kayra mengangkat kepalanya untuk melihat wajah tampan suaminya.
" Aku bukan anak kandungnya Kayra. Jadi sangat wajar dia begitu jahat," ucap Davin.
__ADS_1
" Kamu itu sangat hebat Davin. Kamu bisa bertahan mengatasi mereka. Kita sama-sama kehilangan seorang ibu dan ayah kita sama-sama menikah lagi. Namun kamu sangat pintar yang tidak membiarkan orang lain menguasaimu. Sangat berbeda denganku yang membiarkan ibu tiriku menguasai ku. Menjadikanku alat untuk mencari uang untuk memenuhi kehidupan mewahnya," ucap Kayra dengan matanya berkaca-kaca yang merasa dirinya tidak seberuntung Davin.
Davin memegang kedua pipi Kayra dan mendekatkan kening Kayra ladanya dengan menciumnya lembut.
" Tapi dari semua ini. Kita jadi bertemu. Aku dan kamu saling memiliki. Dan sekarang kamu bukan Kayra yang dulu lagi yang akan di jadikan alat pencari uang. Kayra kamu sudah menjadi milikku dan aku yang bertanggung jawab untuk hidupmu. Aku tidak akan membiarkan kamu seperti dulu lagi," ucap Davin menatap Kayra dalam-dalam. Dia begitu tulus kepada Kayra.
" Aku tau itu Davin. Jika aku tidak beruntung dalam 20 tahun hidupku. Namun sekarang aku begitu beruntung karena memiliki mu yang bisa menggantikan ketidak bahagian ku sekarang," ucap Kayra.
Davin tersenyum dengan meraih tangan Kayra dan mencium yang Kayra.
" Kayra berjanjilah 1 hal kepadaku. Jika apapun yang terjadi yang mengganggu pikiran kamu yang membuatmu takut. Jangan pernah meninggalkanku," ucap Davin dengan menatap Kayra.
" Aku tidak mungkin meninggalkanmu Davin. Karena kamu kebahagian ku," ucap kayra dengan tersenyum dan mengecup bibir Davin.
Davin tersenyum dan perlahan membalikkan posisi mereka di mana Davin sekarang berada di atas tubuh Kayra dengan Davin memebelai-belai rambut Kayra dan mencium kembali kening Kayra.
" Memangnya kenapa jika menginginkannya lagi?" tanya Davin.
" Davin tapi tadi sudah dan kamu nggak capek apa?" tanya Kayra wajahnya mulai kesal.
" Aku tidak capek sama sekali. Salah sendiri. Kenapa punya tubuh yang membuat menangis seperti ini," ucap Davin mengecup bibir Kayra.
" Davin!" pekik Kayra saat bibir itu terlepas dan Kayra merasa di are intinya sudah kembali di satukan Davin.
" Jika lelah. Cukup menikmatinya. Maka aku akan yang bekerja kali ini," ucap Davin tersenyum dan langsung meraih bibir Kayra.
Tidak ada lelahnya bagi Davin dan kembali melakukan penyatuan pada istrinya. Kayra mungkin lelah. Namun tetap saja dia menikmati lagi dan lagi pemberiaan suaminya. Suara indah yang keluar dari mulutnya sudah menjelaskan jika dia memang tidak akan bisa menolak suaminya itu.
__ADS_1
Mereka berdua harus kembali saling memberi kenikmatan satu sama lain yang mungkin bisa sampai besok pagi.
**********
Tingnong Tingnong.
Bel rumah di kediaman Susan terdengar beberapa kali membuat Silvia menuruni anak tangga.
" Iya sebentar!" sahut Silvia yang buru-buru membuka pintu. Dia mengumpat kesal. Karena tidak ada satupun pembantu yang bergerak untuk membuka pintu.
" Sebentar!" Silvia pun langsung membuka pintu dan betapa terkejutnya saat melihat yang berdiri di depan pintu adalah Lian.
" Lian!" pekik Silvia terlihat takut dan buru-buru menutup pintu. Namun Lian mendorong pintu dan akhirnya tenaga Silvia tidak sekuat Lian dan Lian berhasil masuk.
" Apa yang kau lakukan di sini? keluar!" usir Silvia dengan ketakutan saat Lian melangkah mendekatinya dan Lian berjalan cepat yang langsung mencekik leher Silvia dan memundurkan tubuh Silvia sampai Silvia terbaru di Sofa dan Lian mencekiknya dengan ke-2 tangannya yang membuat Silvia tidak bisa bicara dan menahan sakit.
" Wanita sialan gara-gara kau hidupku berantakan. Berani sekali kau menghancurkan kehidupanku. Aku akan membunuhmu wanita sialan," umpat Lian dengan matanya yang melotot, memerah seperti monster yang tidak akan melepaskan Sintia yang mana Lian penuh dengan kebencian kepada Silvia.
Silvia tidak bisa mengatakan apa-apa sama sekali dan hanya bergerak-gerak mencoba melepaskan cekikan dari Lian.
Pak.
" Auhhhhh!"
Suara pukulan terdengar kuat membuat Lian kesakitan saat punggungnya di pukul dan perlahan tangannya terlepas dari leher Silvia karena pukulan keras yang di terimanya yang tidak tau siapa pelakunya.
Bersambung
__ADS_1