Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 126 Sinisnya kata-kata Kayra


__ADS_3

Davin dan Kayra hari pertama untuk mereka kekantor setelah mereka mengumumkan pernikahan mereka pada semua orang. Seperti biasa pasti Reyhan yang akan mengantar pasangan suami istri itu menuju kantor.


Begitu mobil itu sampai di depan Perusahaan. Reyhan langsung buru-buru keluar dari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk tuan dan nyonya nya.


Kayra dan Davin keluar dari mobil dengan tangan yang saling bergenggaman dan orang-orang kantor yang berpapasan dengan mereka langsung menundukkan kepala yang seperti takut-takut pada Kayra dan sebagian yang terlihat begitu menghormati Kayra yang sepertinya layaknya Davin.


" Aku tidak salah liat dengan kelakuan mereka?" tanya Kayra berbisik pada Davin.


" Mereka sudah tau siapa kau. Jadi mereka takut padamu. Jadi tunjukkanlah wajah sangarmu. Agar mereka tidak berani padamu," ucap Davin.


" Apa boleh seperti itu!" tanya Kayra.


" Kau istriku dan kekuasaan ku adalah kekuasaan mu. Jadi sangat boleh," jawab Davin membuat Kayra tersenyum mendengarnya.


Ternyata di ujung sana ada yang memperhatikan keromantisan suami istri itu yang siapa lagi jika bukan Pricilla yang melihat dari kejauhan. Betapa bahagianya pasangan suami istri itu di atas penderitaannya yang kehilangan Davin orang yang di cintainya dan masih di harapkannya di dalam hidupnya.


*********


Orang-orang di Perusahaan. Jadi segan dengan Kayra yang berstatus istri Davin. Kayra begitu di hormati dan di sapa dengan ramah-ramah. Orang-orang yang kulit sudah tidak kulit lagi dan terlihat takut dengan Kayra.


Seperti sekarang ini Kayra yang memasuki dapur untuk membuat kopi untuk Davin yang kebetulan 2 wanita yang sering mengusiknya ada di sana dan dua wanita itu seperti melihat hantu saja saat melihat Kayra.


" Kenapa kalian?" tanya Kayra mengambil gelas.


" Ti_ti_tidak apa-apa Bu. Kami permisi dulu!" sahut wanita itu yang langsung pergi seperti di kejar-kejar setan dan Kayra melihatnya tersenyum.


" Aku tidak melihat keberanian mereka sama sekali. Padahal sebelumnya bacotnya sangat tinggi," ucap Kayra dengan geleng-geleng kepala dengan tersenyum lucu melihat orang-orang yang sekarang tidak bisa berkutik lagi.


" Astaga aku lupa menanyakan Davin berapa sendok gulanya," ucap Kayra menepuk jidatnya.


" Hanya 1 sendok!" tiba-tiba suara seorang yang khas terdengar di belakangnya yang membuat Kayra melihat ke belakang yang ternyata adalah Pricilla.


" Dia hanya memakai 1 sendok gula saja," ucap Pricilla lagi. Bahkan Pricilla mengambil sendok dari tangan Kayra dan menggeser Kayra yang mengambil alih pekerjaan Kayra membuat kopi untuk Davin.


" Jangan tanya kenapa aku tau? aku sudah lama hidup bersamanya dan aku tau semua tentangnya, termasuk minuman yang akan kau buat untuknya," ucap Pricilla benar-benar membuatkan kopi itu dan Kayra di sampingnya hanya diam saja yang merasa tidak nyaman dengan Pricilla.


" Sudah selesai. Nih berikan kepadanya," ucap Pricilla menghadap Kayra memberikan secangkir kopi itu untuk Kayra.


" Kenapa tidak di ambil?" tanya Pricilla.


Kayra tersenyum, " kau yang membuatnya maka kau yang memberikan padanya," sahut Kayra mengambil gelas cangkir lain.


" Davin menyuruhku untuk membuatkan kopi untuknya dan aku melakukannya sendiri dengan caraku. Jika kau lebih mengerti dan sudah membuatnya maka berikanlah padanya. Karena aku tidak akan memberikan padanya yang bukan buatan tanganku sendiri," ucap Kayra dengan tenang yang membuat kopi baru.

__ADS_1


Pricilla terdiam mendengarnya bahkan tidak berkutik sama sekali.


" Hmmm, begitu rupanya. Baiklah aku akan memberikan padanya," sahut Pricilla tersenyum dan langsung pergi dari dapur tersebut.


Kayra yang mengaduk kopi buatannya tangannya berhenti seketika. Ketika mendengar suara pintu yang mana di pastikan Pricilla akan keruangan Davin untuk memberikan Davin kopi itu.


Kayra hanya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan yang kembali melanjutkan pekerjaannya yang mengaduk kopi itu.


*********


Davin berada di ruangannya dan terlihat sedang sibuk bekerja. Pricilla memang benar-benar masuk keruangan Davin tanpa mengetuk pintu dengan membawa secangkir kopi itu dan Davin tidak menyadari kedatangannya yang hanya mendengar suara heels saja.


" Sudah selesai kopinya?" tanya Davin mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Pricilla yang tersenyum padanya berdiri di depannya.


" Sudah selesai," jawab Pricilla dengan tersenyum.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Davin.


" Membuatkan mu kopi. Aku bertemu Kayra di dapur dia kebingungan membuatkan mu kopi. Sepertinya dia tidak tau banyak tentang mu. Jadi aku membuatkan untukmu dan menyuruhku mengantarkan padamu," jelas Pricilla dengan tersenyum.


" Kau tidak akan meminumnya Davin?" tanya Pricilla.


" Jangan menggangguku Pricilla. Aku sudah menikah," ucap Davin menegaskan.


" Kau juga menelponku, mengajakku bertemu di Restaurant pertama kali, kita jalan-jalan dan menghabiskan waktu sembunyi-sembunyi. Saat itu kau juga sudah menikah. Jadi apa bedanya dengan sekarang. Tidak ada yang berbeda Davin. Dan bagiku aku tetap mencintaimu mau kau sudah menikah atau tidak aku tidak peduli Davin," tegas Pricilla dengan tersenyum pada Davin.


" Keluarlah dari ruanganku!" usir Davin.


" Aku pasti keluar jika kau meminum apa yang aku buatkan," jawab Pricilla.


" Pricilla!" ucap Davin.


" Minumlah Davin!" Pricilla menyodorkan pada Davin yang memaksa Davin dengan lembut.


" Ayo minum. Maka aku akan keluar," ucap Pricilla dengan santai.


Namun tiba-tiba sebuah tangan mendorong pelan cangkir itu dari depan Davin yang siapa lagi jika bukan Kayra.


" Jangan kebiasaan memaksa orang lain. Tidak tau apa yang kau masukkan kedalam minuman itu," ucap Kayra dengan sinis menatap tajam Pricilla membuat Pricilla mendengus tersenyum.


" Kau menuduhku memasukkan racun kedalamnya?" tanya Pricilla, " astaga Kayra kau ada di sana tadi dan mana mungkin aku memasukkan racun," ucap Pricilla.


" Aku memang ada di sana. Tetapi aku tidak memperhatikan mu dan iya. Aku sangat melarang suamiku meminum, minuman yang tidak tau asal-usulnya," ucap Kayra dengan sinis.

__ADS_1


Kata-kata Kayra jelas seolah menantang Pricilla yang meremehkan Pricilla atau menyadarkan Pricilla. Bahwa Davin adalah miliknya.


" Kau sekarang sangat pintar bicara Kayra. Padahal kau yang menyuruhku tadi untuk memberikannya lada Davin," ucap Pricilla.


" Dan dia sudah menolaknya. Jika tadi menerimanya. Aku tidak akan bicara seperti ini. Namun dia sudah menolaknya. Jika sudah di tolak maka pergilah dan bawa kopi yang kau buat. Mau itu sesuai dengan kebiasaan Davin saat meminumnya. Aku tidak perduli. Jadi bawalah pergi!" tegas Kayra yang benar-benar tidak takut pada Pricilla.


" Pricilla keluarlah dari ruanganku. Jangan mengganggu kami. Aku tidak ada urusan denganmu. Jadi pergilah!" usir Davin.


" Hmmm baiklah. Jika kalian sudah sama-sama mengusirku. Maka aku akan pergi," ucap Pricilla tersenyum melihat Kayra dan Davin dan senyumnya langsung memudar dengan melihat kebencian kepada 2 orang itu termasuk Kayra yang paling di bencinya. Dan Pricilla langsung keluar dari ruangan itu.


Kayra menghela napasnya dengan kasar yang melihat kepergian Pricilla. Davin memperhatikan mimik wajah Kayra yang pasti Davin tau apa yang di pikirkan Kayra.


" Mana Kopi ku?" tanya Davin membuat Kayra melihat ke arahnya.


" Ini," jawab Kayra dengan datar.


" Lalu kenapa wajahnya masih di tekuk. Apa masih ada yang mengganggu pikiran mu?" tanya Davin.


" Aku tidak tau apa yang menggangguku. Tapi sepertinya Pricilla tidak akan pernah menerima kenyataan jika aku akan bersamamu. Aku bisa melihat dia masih banyak berusaha untuk kembali padamu," ucap Kayra yang terlihat begitu khawatir.


" Semua itu hanya tergantung aku. Jika aku mau maka akan terjadi dan jika tidak maka tidak terjadi. Kayra aku sudah memutuskan hubungan ku dengan Pricilla. Jadi tidak akan ada yang di antara kami lagi. Mau Pricilla berusaha seperti apa. Itu tidak akan mempengaruhi hal itu," ucap Davin yang serius bicara pada Kayra. Kayra berdiri di depannya hanya diam saja.


" Kayra apa kau tidak mempercayai ku?" tanya Davin.


" Aku percaya padamu. Dan aku yakin jika lama-lama Pricilla juga akan menyerah dan tidak akan menganggu kita," ucap Kayra. Davin tersenyum mendengarnya dengan mengusap-usap pipi Kayra.


" Apa ini boleh aku minum?" tanya Davin.


" Apa sesuai dengan keinginanmu?" tanya Kayra.


" Maka harus di coba dulu!" sahut Davin. Kayra mengangguk tersenyum dan Davin mencoba buatan istrinya itu.


" Bagaimana apa sesuai dengan kemauan mu?" tanya Kayra. Davin mengangguk.


" Aku tidak tau. Jika ternyata ada rasa kopi yang lebih enak dari yang biasa aku minum dan ini jelas sangat enak," ucap Davin yang memuji buatan istrinya yang memang baru pertama kali di minumnya.


" Benarkah?" tanya Kayra tidak percaya.


" Iya benar ini sangat enak. Kenapa kau pintar sekali membuatnya?" tanya Davin.


" Kau juga tidak tau," sahut Kayra yang tersenyum lebar. Davin juga tersenyum. Ternyata Pricilla masih mengintip di depan pintu ruangan Davin dan melihat ke bahagian suami istri itu.


" Aku tidak akan menyerah Davin. Tidak sama sekali Davin. Kau itu hanya milikku dah hanya milikku Davin. Mau kau menikah dengan Kayra atau tidak aku tidak akan peduli sama sekali. Karena itu bukan urusanku," ucap Pricilla.

__ADS_1


" Kau akan menjadi milikku Davin. Kau akan tetap menjadi milikku, dan milikku," batin Pricilla yang tidak akan melepaskan Davin. Dia mana mungkin membiarkan Davin bersama Kayra. Dia tidak akan ikhlas sama sekali.


Bersambung


__ADS_2