Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 75 Malah saling canggung.


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Tidak tau kapan percintaan pasangan suami istri itu selesai tadi malam. Tetapi nyatanya kamar itu berantakan dan Davin yang hanya menggunakan celana panjang dengan telanjang dada terlihat mengutipi pakaian yang berserakan di lantai.


Dan tidak terlihat Kayra ada di sana. Tidak tau juga di mana Kayra. Namun pada intinya Davin terlihat beberes di kamar itu. Ya dia yang memberantaki dia juga yang ikut beres-beres.


Krekk. Pintu kamar mandi terbuka yang menampilkan Kayra berdiri di sana. Di mana wajahnya yang terlihat gugup. Yang mana Kayra keluar dari kamar mandi memakai bathrobe putih dengan rambutnya yang terurai basah.


Kayra terlihat menghela napasnya saat melihat Davin terlihat sibuk dan bahkan tidak menyadari dirinya yang keluar dari kamar mandi.


" Kenapa jantungku tidak aman seperti ini," batin Kayra memegang dadanya yang suara jantungnya bergetar dengan kencang.


" Huhhhhhh," Kayra kembali menghela napasnya, " santai Kayra ini bukan yang pertama kali kau lakukan. Jadi santai lah Kayra," batinnya yang menenangkan dirinya dan langsung berjalan berpura-pura acuh yang pasti menuju meja riasnya dan saat dia yang ingin melewati Davin tiba-tiba saja Davin yang tadinya berjongkok berbalik badan dengan berdiri dan harus tertabrak Kayra.


" Auhhhhh!" lirih Kayra mengusap-usap dahinya yang sakit akibat tertabrak otot besar Davin.


" Sorry- Sory Kay. kau tidak apa-apa," ucap Davin sedikit menunduk untuk memastikan dahi Kayra. Kayra masih mengeluh sakit. Namun matanya tiba-tiba melihat tangan Davin yang memegang bra-nya yang di ambil Davin dari lantai sebelumnya yang membuat Kayra panik dan langsung dengan cepat menarik dari tangan Davin dan menyembunyikannya di belakangnya.


" Kau seharusnya tidak membereskannya," ucap Kayra dengan gugup yang matanya gelisah melihat ke sana kemari yang begitu canggung dengan Davin. Apalagi saat Davin memegang bra-nya sebelumnya.


" Ya, aku hanya mengurangi pekerjaanmu. Tidak ada salahnya aku membereskannya. Kita memberantakinya berdua," sahut Davin mencari alasan yang mana dia juga sedikit gugup.


" Tidak perlu biar aku saja yang membersihkan semuanya," ucap Kayra dengan gugup.


" Hmmm, oke. Lalu bagaimana dengan dahimu. Apa terjadi sesuatu pada dahimu apa masih sakit?" tanya Davin mendadak khawatir dengan memegang dahi Kayra dengan kepala Davin yang sedikit menunduk.


" Tidak, tidak apa-apa," jawab Kayra menggeserkan kepalanya dari sentuhan Davin.


" Oh ya sudah kalau begitu," sahut Davin. Kayra mengangguk saja yang mana sama-sama gugup dengan Davin dan melanjutkan langkahnya yang mau melewati Davin.


Namun Davin juga sama mau berjalan dan ke-2nya sama-sama saling menghalangi jalan. Kayra pun lewat dari kiri dan Davin pun sama. Kayra dari kanan dan Davin pun sama membuat keduanya tetap pada tempatnya yang sama-sama tidak bisa lewat dan akhirnya sama-sama menghentikan langkah masing-masing dan saling melihat.


" Aku mau lewat," ucap ke-2nya dengan serentak dan setelah sadar mengucapkannya. Ke-2nya kembali saling salah tingkah.


" Aku mau lewat," ucap Kayra lagi.


" Ya sudah lewat," ucap Davin yang dengan canggungnya.


" Kau menghalangi jalanku," sahut Kayra.


" Kau juga menghalangi jalanku," sahut Davin.


" Lalu salah siapa?" tanya Kayra.


" Salahmu," sahut Davin membuat Kayra menautkan ke-2 alisnya, " tidak. Bukan salahmu. Tetapi salah kamar ini. Terlalu kecil, sehingga kita tidak bisa lewat," sahut Davin dengan cepat meralat kata-katanya.


" Lalu sekarang bagaimana. Kau yang duluan lewat atau aku?" tanya Kayra.


" Hmmmm, kau saja," sahut Davin akhirnya membuka jalan dan mempersilahkan Kayra lewat.


Kayra mengangguk dan akhirnya lewat. Kayra berjongkok saat 2 langkah lewat. Karena melihat ****** ******** dan buru-buru mengambilnya lalu buru-buru berjalan yang menghindari Davin.


Melihat hal itu Davin mendengus kasar dengan senyum-senyum yang sepertinya hatinya berbunga-bunga. Ya baru kali ini dia itu secanggung dan salah tingkah parah tingkat dewa. Mungkin karena habis ehem-eheman dengan Kayra.


" Kenapa hari ini aku bertingkah seperti ini. Dasar aneh, Davin- Davin," ucap Davin yang gilau sendiri melihat sikafnya sendiri kepada Kayra.

__ADS_1


************


Drama salah tingkah suami istri itu akhirnya selesai. Davin juga sudah mandi dan baru keluar dari kamar mandi yang sama dengan Kayra menggunakan bathrobe saja. Karena Reyhan belum membawakan pakaian untuk mereka berdua.


Saat melihat Davin masih berdiri di kamar mandi. Kayra melihat ke arahnya.


" Kau menyuruh Reyhan untuk membawakan sarapan?" tanya Kayra.


" Hmmm, kenapa memangnya. Apa dia sudah membawanya?" tanya Davin.


" Iya, baru saja dia mengantarnya," jawab Kayra.


" Lalu bagaimana dengan pakaiannya apa sudah di bawakannya?" tanya Davin.


" Belum. Aku juga tidak menanyakan hal itu. Karena aku juga tidak tau kalau kau menyuruhnya membawakan pakaian," jawab Kayra.


" Oh, ya sudah nanti aku tanyakan kepadanya. Sekarang kita makan saja," ucap Davin. Kayra hanya menganggukkan kepalanya. Lalu menghampiri meja pendek untuk menikmati makanan yang masih terbungkus di dalam plastik.


Kayra dan Davin sudah duduk bersebelahan di atas lantai yang di lapisi karpet, Davin mulai mengeluarkan beberapa menu makanan yang di bawakan Reyhan dan sepertinya itu sarapan speciali mereka di pagi ini.


" Di sini ada juga bubur ayam?" tanya Kayra yang terlihat selera melihat bubur ayam itu


" Kau menyukainya?" tanya Davin


" Kayra menganggukkan kepalanya, " ini memang makanan favorite ku," jawab Kayra.


" Aku tau itu. Aku sengaja membelikannya," sahut Davin.


Kayra melihat Davin dengan serius, " kau sengaja membelikannya?" tanya Kayra menautkan ke-2 alisnya.


" Tidak. Ya aku rasa bubur itu sarapan biasa dan pasti kau menyukainya," sahut Davin mencari alasan dengan tersenyum kaku.


" Ohhhh, begitu rupanya," sahut Kayra mengangguk-angguk saja.


" Hmmm, sudahlah kau makan saja. Ada salad sayuran juga yang bagus untuk kesehatan dan sangat cepat untuk memproduksi," ucap Davin.


Lagi-lagi kata Davin membuat Kayra bingung dengan menautkan ke-2 alisnya.


" Produksi apa maksudnya?" tanya Kayra.


" Oh itu, Ahhhhh sudahlah Kayra. Kau makan saja jangan banyak protes," sahut Davin yang seperti orang bodoh yang beberapa kali keceplosan.


" Ya kau yang membuat teori kau juga yang bingung sendiri. Dasar aneh," desis Kayra geleng-geleng.


" Astaga Davin. Sepertinya kau harus periksa deh. Kau itu lama-lama kayak orang bego," batin Davin yang menyadari kebodohannya di depan Davin.


Akhirnya ke-2nya sarapan bersama di dalam kamar di atas karpet yang berada di lantai dengan meja yang menjadi tempat makanan mereka. Makanan yang katanya sengaja di belikan Davin. Karena mengetahui itu makanan kesukaan Kayra. Ya walau dia tadi tidak mengakuinya.


" Kenapa lapar sekali ya perutku," keluh Kayra yang makan terus menerus. Karena saking laparnya.


" Karena makanmu kurang kemarin," jawab Davin sambil mengunyah makanannya.


" Tetapi aku kan juga makan. Seharusnya laparnya tidak separah ini," sahut Kayra.

__ADS_1


" Ya mungkin selain kau makan kurang kemarin dan mungkin saja karena tenagamu habis karena olahraga kita tadi malam," jawab Davin.


" Olah raga apa?" tanya Kayra menautkan ke-2 alisnya. Davin membelokkan kepalanya ke arah ranjang membuat Kayra melotot dan langsung terbatuk-batuk.


Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk.


Mendengarnya Kayra langsung tersedak makanan karena mengerti apa yang di maksud Davin dan Davin dengan paniknya langsung mengambil air putih.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Davin memberi Kayra minum.


Kayra menatapnya horor sambil minum, " kau tidak seharunya membicarakan hal kotor seperti itu saat makan. Otakmu mesum sekali," ucap Kayra kesal setelah minum.


" Apa yang mesum. Sembarangan kau mengataiku mesum. Kau bertanya kenapa lapar dan itu jawabanku. Jika hal itu di sebabkan karena...Mmm," Davin tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Karena Kayra sudah memasukkan sayuran kemulutnya yang membuat Davin diam dengan mata melotot dan terlihat daun selada di dalam mulutnya.


Davin langsung mengeluarkan sayuran itu dari mulutnya, " apa yang kau lakukan Kayra," ucap Davin kesal.


" Jangan membicarakan hal itu, aku lagi makan. Apa tidak bisa membicarakan hal yang lain," kesal Kayra yang melanjutkan makannya.


" Kau yang memulai," sahut Davin.


" Sudah cukup!" sentak Kayra dengan kesal. Davin hanya berdecak kesal.


Kayra pun melanjutkan makannya dan Davin terlihat memperhatikan Kayra. Apa lagi jika mata Davin tidak tertuju pada leher Kayra yang banyak tanda-tanda kepemilikan di sana yang mana pasti perbuatannya dan begitu bangga dengan perbuatannya itu hal itu juga membuat Davin menyeriangi tipis di wajahnya.


Kayra tiba-tiba melihat ke arah Davin yang menangkap Davin melihat ke arahnya.


" Apa yang kau lihat?" tanya Kayra menautkan ke-2 alisnya.


" Tidak apa-apa, memang aku melihat apa," jawab Davin bohong. Padahal dia sedang melihat leher jenjang Kayra.


" Kau berbohong. Kau sedang melihat leher bukan," sahut Kayra yang bisa menebak isi pikiran Davin.


" Kau jangan asal menuduh," Davin mengelak.


" Aku tidak menuduh. Tetapi itu kenyataan. Aku sudah tau pikiranmu. Kau pasti memperhatikannya. Iya kan," tegas Kayra yang memang sudah hafal dengan Davin.


" Memang kenapa? tidak boleh?" tanya Davin.


" Issss sudah kuduga. Kau itu benar-benar mesum," geram Kayra dengan wajah sewotnya.


Namun di detik berikutnya tiba-tiba bibir Kayra yang merengut itu sudah mendapatkan tempelan benda kenyal yang apa lagi jika tidak di cium Davin membuat mata Kayra melotot.


" Sekali kau mengatakan aku mesum. Kau akan kembali kubawa ke atas ranjang dan tidak akan memberi ampunan ke padamu," ucap Davin dengan suara seraknya setelah selesai mengecup bibir Kayra.


" Kau masih mau mengatakan itu?" tanya Davin dengan menatap dalam-dalam Kayra.


" Kau mengancamku?" Kayra balik bertanya.


" Jika ancaman itu menyenangkan kenapa tidak," sahut Davin dengan tersenyum tipis yang menatap dalam-dalam Kayra.


" Issss," Kayra hanya berdesis dan mengalihkan wajahnya dari hadapan Davin yang tidak mau melihat Davin yang terus menatapnya.


Davin menyunggingkan senyumnya dan kembali pada posisi awalnya dengan Davin melanjutkan makannya dengan senyum-senyum dan Kayra pun kembali menikmati makannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2