Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 182


__ADS_3

Malam hari Kayra, Brian dan Aris sedang berjalan di rumah sakit dengan tangan Brian yang memegang tangan mamanya dan juga kakeknya.


"Apa mama capek hari ini?" tanya Brian.


"Hmmm, lumayan lah," sahut Kayra tersenyum.


"Tapi kita jadi makan kan?" tanya Brian.


"Jadi dong Brian kan mama sudah janji," sahut Kayra.


"Horeee," sahut Brian dengan semangatnya. Kalau sudah mendengar akan makan di luar. Karena itu memang momen yang sangat langka bagi Brian jadi harap di maklumi.


"Sudah-sudah itu Daddy sudah jemput," ucap Aris yang melihat Haykal berdiri di samping mobil.


"Daddy!" teriak Brian. Haykal tersenyum dan Brian langsung mendekatinya.


"Daddy ikut makan kan?" tanya Brian mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat pria tinggi di sampingnya itu.


"Kalau tidak ikut. Kenapa Daddy ada di sini," sahut Haykal.


"Oh iya benar," sahut Brian menepuk jidatnya. Kayra dan Aris saling melihat dan mereka sama-sama tersenyum.


Tiba-tiba di waktu yang sama Davin keluar dari rumah sakit dan Brian langsung melihatnya.


"Om baik!" panggil Brian membuat Davin melihat kearah Brian dan Davin tersenyum. Namun melihat pria di samping Brian membuat senyum Davin memudar. Kayra pun yang melihat kebelakang tidak mengeluarkan senyum sama sekali.


"Brian!" sapa Davin yang sudah berada di dekat mereka.


"Om mau kemana?" tanya Brian.


"Om mau makan malam sayang," jawab Davin.


"Wau kebetulan sekali. Kita juga mau makan malam. Bagaimana kalau Om baik ikut sama kita," sahut Brian yang tiba-tiba punya ide dan itu membuat Kayra menautkan ke- 2 alisnya.


"Sayang apa yang kamu bicarakan. Kita makan dengan keluarga kita. Om itu punya kesibukannya. Jadi jangan mengganggunya," sahut Kayra.


"Mama kan tidak apa-apa hanya sekali-sekali saja. Lagian Om baik ini makanan yang di pilihkannya sangat enak dan Brian sangat menyukainya," ucap Brian yang mulai merengek.


"Brian dengarkan mama. Jangan membantah mama," tegas Kayra.


"Mama kenapa sih, kemarin katanya tidak boleh dekat-dekat dengan Om baik sekarang tidak mau makan sama Om baik," sahut Brian yang sudah merajuk dengan wajah polosnya. Davin melihat Kayra dengan alisnya yang terangkat.


"Brian kamu ini ya," sahut Kayra mulai kesal dengan anaknya yang terang-terangan membuka apa yang di katakannya pada anaknya mengenai Davin.

__ADS_1


"Mama kan pernah janji sama Brian. Kalau nanti Om baik. Mama akan mengajak makan. Lalu kenapa bohong," ucap Brian yang menagih janji mamanya.


"Kayra sudah ayo makan bersama Davin," sahut Aris.


"Pah," lirih Kayra yang pasti tidak setuju.


"Tidak apa-apa Kayra, lagian kamu juga berjanji pada Brian. Jadi jangan membuatnya kecewa," sahut Haykal, " tetapi untuk tuan Davin sendiri. Apa bersedia untuk ikut makan bersama kamu?" tanya Haykal melihat ke arah Davin.


Wajah Davin terlihat sangat berpikir yang tampak sok jual mahal dan Davin melihat ke arah Kayra yang sangat tau Kayra hanya ingin dia menjawab tidak.


"Ayo om baik kita makan sama-sama," sahut Brian yang membujuk Davin sedikit memaksa dan bahkan menggoyang-goyangkan tangan Davin.


"Ayolah nak Davin. Tidak ada salahnya makan malam bersama. Kamu pernah menolong Brian dan sangat baik pada Brian. Jadi anggap saja ini rasa terima kasih kami dan lagian mama Brian berjanji pada Brian. Jadi jangan ada hutang di antara anak dan ibu ibu," sahut Aris yang dengan ramah berbicara pada Davin.


"Baiklah kalau begitu," sahut Davin yang akhirnya setuju dan lihatlah wajah Kayra yang penuh kekesalannya.


"Horeeee," sahut Brian dengan tersenyum lebar dan bahkan melompat-lompat saking bahagianya.


"Hmmm, kita pakai mobil kami saja saja ya," sahut Haykal.


"Iya nak Davin. Nanti kami akan mengantarkan kami kerumah sakit kembali. Kita makannya juga tidak jauh-jauh kok," sahut Aris.


"Baiklah tidak masalah," sahut Davin.


Haykal yang menyetir dan Davin berada di sebelahnya. Kayra, Brian dan Aris berada di belakang.


Sepenjang perjalanan hanya suara Brian yang terdengar. Yang mana Brian terus bercerita dengan semangatnya dan kebayangkan bercerita dengan Davin.


Davin juga tampaknya begitu terbuka yang mungkin membuat Brian sangat nyaman dengan membahas banyak hal yang tidak penting bersama Davin.


Sementara Kayra hanya diam dengan melihat ke luar jendela. Suara Brian pasti di dengarnya. Namun hal itu hanya membuat Kayra jadi murung.


Sementara Aris hanya datar-datar saja yang melihat ekspresi Kayra yang tidak nyaman sama sekali.


*********


Akhirnya mereka sampai juga di tempat makan yang mana rekomendasi dari Brian yang makan di restoran Jepang yang mereka menikmati makanan dengan lahap.


"Ini Kayra," ucap Haykal yang mengambilkan daging yang selesai di bakar membuat kepiring Kayra.


Kayra tersenyum mengangguk dan hal itu membuat Davin terlihat kesal, di pastikan cemburu. Namun mau bagaimana lagi Pria yang begitu perhatian pada Kayra itu adalah suami Kayra.


"Brian makan yang banyak ya," ucap Haykal yang juga membuatkan ke piring Brian.

__ADS_1


"Makasih Daddy," sahut Brian.


"Papa juga," sahut Haykal yang juga menyajikan ke piring Aris.


"Ari kamu ini berlebihan, ayo kamu juga makan. Papa bisa ambil sendiri," sahut Aris.


"Baiklah," sahut Haykal tersenyum. Davin hanya memperhatikan Haykal yang pasti dari wajah Davin sangat menunjukkan tidak suka dengan Pria itu.


"Nak Davin ayo di makan!" ucap Aris yang melihat Davin bengong.


"Oh iya pak," sahut Davin yang berusaha senyaman mungkin bergabung dengan orang-orang itu.


"Om Davin suka dengan makananya?" tanya Brian.


"Sangat suka. Pilihan Brian sangat tepat, Om sangat menyukainya," sahut Davin tersenyum.


"Kapan-kapan kita makan sama-sama lagi ya Om," sahut Brian.


"Pasti Brian," sahut Davin.


"Ini yang terakhir," sahut Kayra membuat semua orang melihat ke arah Kayra.


"Mama!" rengek Brian.


"Brian jangan mengganggu orang. Semua orang punya kesibukan. Mama sudah menepati janji mama dan sekarang kita sudah makan sama-sama. Jadi jangan terulang lagi," tegas Kayra.


"Tapi kan ma...


"Brian mau melawan mama," sahut Kayra dengan wajah seriusnya menatap putranya itu dan Brian langsung menunduk yang tau jika mamanya sudah marah.


"Kayra sudahlah, kamu kenapa sekarang marah-marah," sahut Haykal yang sejak tadi memperhatikan wajah Kayra yang memang bawaannya emosi saja.


Kayra tidak menjawab dan melanjutkan makannya dan Aris mengusap-usap pundak Brian agar Brian tenang.


"Ayo di makan Brian, jangan seperti ini di depan Om baik, Brian tidak malu harus merengek," ucap Aris berusaha untuk menenangkan cucunya itu.


"Brian di makan. Kasian makananya. Jangan ngambek," sahut Davin dengan tersenyum yang berusaha menghibur Brian.


"Baik Om," sahut Brian yang akhirnya makan kembali.


"Aku ke toilet dulu," ucap Kayra yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi ke toilet dan semua orang melihat ke oergiannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2